
Rachel pulang dengan tubuh yang cukup lemas, ia berjalan dengan membawa beberapa belanjaan dari Jeki untuk dirinya.
Hingga langkahnya terhenti saat melihat Andrew tengah duduk di ruang tamu dengan tatapan mata yang kosong.
"Kau di cari oleh ayah." Ucap Andrew.
"Untuk apa?" tanya Rachel yang langsung menyimpan paper bag miliknya.
"Aku tidak tahu, cepat temui dia." Jawab Andrew yang langsung beranjak keluar dari rumah dengan stelan berbeda.
Rachel meminta pelayan untuk membawakan barang belanjaannya ke kamar, sementara dirinya langsung menemui Dewa.
"Ada apa ayah mencari ku?" tanya Rachel yang melihat Dewa tengah duduk di teras belakang.
"Usia mu sudah cukup untuk menikah, ayah berencana ingin mengenalkan mu dengan anak dari teman ku." Jawab Dewa tanpa basa-basi.
Rachel terdiam dengan tatapan tak percaya, ia baru saja menjadi bagian keluarga ini dan sekarang ia akan di jodohkan.
"Aku gak mau," jawab Rachel dengan tegas.
"Ini adalah perintah ku dan kau harus menurutinya."
"Aku tidak peduli, dan aku tidak akan mau menikah dengan pilihan mu." Jawab Rachel yang keras kepala.
__ADS_1
"Aku ini ayahmu, kau harus menuruti apa kata ku."
"Ayah? Jangan karena kau ayah kandung ku, jadi kau bisa seenaknya mengatur kehidupan ku. Ingat kau hanya ayah biologis ku, tapi kau sama sekali tidak pernah mengurus ku! Jadi jangan berharap untuk mengatur perjodohan ini untuk ku! Jika kau ingin lakukan perjodohan, lakukan saja pada Andrew." Jawab Rachel dengan nada tegas, ia langsung berbalik pergi dengan perasaan marah dan kesal.
Dewa langsung berjalan dan memaki Rachel yang bersikap buruk kepadanya, semua makian itu pun terdengar oleh Diana.
"Ada apa ini? Kenapa kau memaki Rachel?" tanya Diana dengan langkah yang perlahan mendekat.
Dewa menghela nafas, ia tahu jika Diana pasti akan mengerti keadaannya saat ini.
"Rachel, dia memaki ku dan memarahi ku."
"Kenapa dia memaki mu, memangnya apa yang kau lakukan?" tanya Diana dengan tatapan mata penasaran.
Bukannya mendapatkan simpati ataupun semangat, Dewa kembali di maki oleh Diana saat mendengar jika pria itu ingin menjodohkan putrinya.
"Kenapa kau malah memaki ku?" tanya Dewa yang tidak terima dengan perlakuan Diana.
"Harusnya kau berpikir dengan benar, Rachel baru saja bertemu denganmu dan kau ingin menjodohkannya hanya untuk bisnis? Apa kau pikir putri ku itu sebuah barang?!"
"Sayang, aku tidak pernah berpikir seperti itu. Mana mungkin aku menganggap jika Rachel adalah barang, aku hanya ingin yang terbaik untukmu."
"Jika kau ingin yang terbaik untuk putri kita, maka jangan ikut campur dengan kehidupannya."
__ADS_1
"Tapi sayang, aku yakin pria yang akan ku kenalkan dengan Rachel adalah orang yang paling cocok dengan putri kita."
"Jangan memaksa ku memaki mu lagi, mungkin pria itu terbaik menurut mu tapi berbeda lagi dengan Rachel. Biarkan dia memilih pasangannya sendiri dan kau jangan ikut campur."
"Sayang, aku hanya ingin..." Sebelum menyelesaikan perkataannya Diana langsung memotong perkataan Dewa.
"Berhentilah bersikap egois Dewa, kau selalu berpikir semua ini terbaik tapi kenyataannya itu tidaklah baik. Hanya baik menurutmu tapi tidak menurut orang lain, begitu juga saat kau membunuh ayah ku."
"Stop Diana, kita sudah membicarakan hal itu dan jangan di ungkit lagi."
"Oke, aku tidak akan mengungkit nya lagi. Asal kau jangan hanya memikirkan dirimu sendiri, jika kau masih bersikeras menjodohkan putri ku. Maka aku dan Rachel akan pergi dari kehidupan mu selama-lamanya, dan jangan harap kami berdua kembali ke sisi mu."
Dewa terkejut saat mendengar perkataan Diana, "Sayang, jangan mengatakan hal seperti itu." Bujuk Dewa.
"Itu tergantung bagaimana sikap mu kedepannya," jawab Diana yang langsung pergi meninggalkan Dewa, pria itu langsung mengekori Diana dan berusaha membujuk istrinya agar tidak marah lagi.
Sementara itu...
Rachel berbaring di atas ranjang dengan air mata yang membasahi kedua pipinya, matanya yang bengkak memperlihatkan jelas jika ia habis menangis.
"Ayah sialan, baru saja aku datang ke rumah ini. Dia malah memikirkan perjodohan, apa dia pikir ini zaman Siti Nurbaya." Ucap Rachel yang kembali menangis.
Di hatinya, ia hanya ingin menikah dengan Jeki dan bukan dengan pria lain yang bahkan tidak ia kenal.
__ADS_1