
Diana dan Laysa yang baru pulang bersenang-senang langsung masuk ke dalam rumah, perasaan senang dan bahagia terpancar jelas di wajah mereka.
Rachel yang baru pulang hanya melihat dengan ekspresi heran dan tidak ingin bertanya apapun.
"Rachel." Panggil Diana dengan nada lembut, Rachel tahu wanita itu bersikap seperti ini karena sedang berada di suasana hati yang senang.
"Iya Ma?" tanya Rachel yang berjalan mendekat.
"Mama bawakan makanan untuk kamu, sana makan mumpung masih panas."
"Makasih Ma."
Rachel langsung membawa makanan yang di berikan Diana menuju ruang makan, tanpa mencari masalah Rachel lebih memilih hidup tenang layaknya sebuah air yang mengalir sesuai dengan tempatnya.
"Kak bagaimana makanan nya, enak?" tanya Laysa yang menghampiri Rachel dan duduk di depannya.
"Iya enak." Jawab Rachel yang masih fokus pada makanannya.
"Kakak gak penasaran dengan sosok Jeki?" tanya Laysa, ia takut jika Rachel akan merebut Jeki darinya atau bahkan wanita itu akan membuat Jeki tidak jadi menikahinya.
"Enggak, itukan kekasih mu." jawab Rachel yang tidak peduli dengan Jeki dan Laysa.
Laysa tersenyum, ia langsung menawari Rachel liburan ke luar negeri tapi Rachel menolak.
"Kak, apa Kakak akan kembali lagi bersama Kak Erik?" tanya Laysa.
__ADS_1
"Tidak." Jawab Rachel singkat.
"Kenapa, bukankah Kakak sangat menyayangi Kak Erik dan Kak Erik juga masih masih menyayangi mu. Bagaimana jika kalian kembali lagi bersama?" Bujuk Laysa dengan senyuman lembut, ia terlihat seperti seorang Dewi yang tengah menjodohkan Rachel dan Erik.
"Aku sudah tidak mencintai pria itu." Jawab Rachel dengan nada tidak peduli, ia malah semakin jengkel karena Laysa terus menganggu acara makannya.
"Emm... Tapi bagaimana jika Kakak coba saja dengan Kak Erik, aku yakin cinta kakak akan tumbuh lagi dengan seiring berjalannya waktu." Bujuk Laysa dengan senyuman manis.
Rachel tersenyum dan mengangguk kepalanya, ia malas untuk kembali lagi berdebat dengan adiknya.
Setelah itu Laysa tersenyum dan langsung pergi meninggalkan Rachel begitu saja, Rachel yang kembali makan pun melihat handphone nya berdering dan rupanya itu dari Via yang mengajaknya untuk pergi ke club malam.
Rachel awalnya menolak tapi Via kembali membujuknya, dan akhirnya Rachel pergi ke club malam.
Dengan pakaian seksi Rachel masuk ke club malam, banyak pria yang melihat ke arahnya terutama bagian dada Rachel yang sangat besar.
Via dan teman-temannya mulai menari bersama, Rachel hanya duduk di sofa dengan mata yang melihat ke arah Via.
Hingga sebuah tangan kekar menarik tangan Rachel, wanita itu bisa melihat ekspresi kesal Jeki.
"Apa yang kau lakukan di tempat seperti ini?" tanya Jeki dengan tangan yang terus memegang tangan Rachel dan membawanya pergi.
"Lepaskan." Pinta Rachel kesal, tapi Jeki sama sekali tidak melepaskan tangan Rachel, ia malah memegang tangan wanita itu dengan lebih kuat.
"Apa yang kau lakukan di tempat seperti ini dengan pakaian seperti itu." Bisik Jeki dengan amarah, ia langsung membuka jas nya dan menutupi tubuh bagian atas Rachel.
__ADS_1
"Aku hanya ingin bersenang-senang." Jawab Rachel.
Jeki langsung memangku tubuh Rachel dan membawanya ke lantai atas yang merupakan hotel.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Rachel kesal.
"Apa kau ingin bersenang-senang seperti mereka?" tanya Jeki yang menendang sebuah pintu kamar.
Rachel menjerit saat melihat seorang wanita yang melayani 3 orang pria, tanpa rasa malu mereka tetap melakukan hubungan intim di depan Jeki.
"Buka matamu, apa ini kau kau inginkan?" tanya Jeki.
Rachel langsung menggelengkan kepalanya, ia hanya bisa memeluk Jeki dan menyembuhkan wajahnya di balik dada bidang pria itu. Pemandangan di depannya sangatlah menjijikkan dan menakutkan, "Kenapa kau bersembunyi, apa kau tidak ingin melihat lebih lama lagi?" Tanya Jeki.
"Ku mohon kita pergi dari sini." Pinta Rachel, ia takut jika melihat hal seperti itu. Meski dirinya sendiri telah melakukan hal itu dengan Jeki, tapi jika melihat seorang wanita melakukan hubungan dengan beberapa pria membuat Rachel merinding ketakutan.
Jeki tersenyum, ia langsung membawa Rachel pergi ke sebuah kamar mewah. Dengan perlahan Rachel di dudukan di atas ranjang, Rachel hanya bisa menundukkan kepalanya dan tidak berani melihat ke arah Jeki.
"Ada apa?" tanya Jeki seraya tersenyum sedikit mengejek.
Tapi Rachel hanya diam dan memonyongkan bibirnya. Bukannya membujuk Rachel yang sedang kesal, Jeki malah mencium bibir wanita itu dengan lembut.
Hingga Jeki menghentikan ciumannya, ia bisa melihat raut wajah Rachel yang terkejut. "Kenapa, kau menginginkannya lagi?" tanya Jeki dengan senyuman nakal.
Wajah Rachel memerah sempurna, ia langsung mendorong tubuh Jeki dan berbalik pergi tapi Jeki langsung memeluk wanita itu dari belakang.
__ADS_1