Gadis Cantik Milik Sang Mafia

Gadis Cantik Milik Sang Mafia
Bab 33


__ADS_3

Dewa dengan cemas duduk di ruang tunggu, sudah hampir 2 jam Dokter belum keluar dari ruang operasi. "Arg..." Dewa yang kesal dan marah langsung memukul tembok, ia tidak menyangka jika Diana akan mengalami hal seperti ini.


Ajudan Dewa terdiam saat melihat Tuannya tengah marah besar, "Bunuh orang-orang yang sudah membawa Diana pergi ke gubuk itu." Ucap Dewa dengan nada tegas.


"Baik."


Dewa duduk dengan lemas, ia masih memikirkan keselamatan Diana dan kedua anak yang ada di dalam perutnya, hingga Dokter pun keluar dari ruang operasi. Dewa segera berdiri dan menghampiri Dokter tersebut, "Bagaimana keadaan istri ku?' tanya Dewa.


"Syukurlah anda membawanya tepat waktu, istri anda dan kedua anaknya bisa selamat." Ucap Dokter.


Dewa langsung bernafas lega, ia langsung masuk ke dalam ruang rawat Diana. Mata Dewa memancarkan kesedihan yang sangat dalam saat melihat tubuh Diana terbaring lemas di atas ranjang rumah sakit, tapi perhatiannya tertuju pada dua ranjang bayi di samping tempat tidur Diana.


Dewa tersenyum senang saat melihat kedua bayi miliknya, kini ia sudah menjadi seorang ayah. Perasaan senang dan haru bercampur menjadi satu karena selama ini ia tidak pernah berpikir akan menjadi seorang ayah. "Pindahkan Diana ke ruang rawat yang lebih mewah, dengan penjagaan yang ketat."


Diana mulai membuka matanya, ia merasakan tubuhnya sangat sakit. Tapi sesaat kemudian, tangisan Diana kembali terdengar saat mengingat apa yang telah terjadi. Pria yang sangat ia cintai rupanya adalah orang yang telah membunuh kedua orang tuanya dan menghancurkan kehidupannya yang bahagia.


Diana menoleh saat melihat pintu ruang rawat terbuka, menampilkan sosok Dewa yang merupakan suami dan pria yang paling dia cintai. "Sayang, bagaimana keadaan mu?" tanya Dewa dengan senyuman manis yang selalu membuat Diana senang dan jatuh hati.

__ADS_1


Tapi semua itu dulu, kini ia sama sekali tidak bahagia saat melihat Dewa. Pria itu tidak lebih adalah pria jahat dan seorang pembunuh, "Pergi!" Teriak Diana.


Dewa hanya tersenyum tipis, ia tahu jika Diana pasti akan membencinya karena ia telah membunuh kedua orang tuanya. "Bayi kita lahir dengan selamat, mereka bayi yang cantik dan tampan." Ucap Dewa dengan mata yang melihat ke arah ranjang bayi.


Mata Diana ikut melihat ke arah ranjang bayi, hatinya terasa sangat senang saat mengetahui jika kedua bayinya lahir dengan selamat, Dewa yang mengerti dengan keadaan Diana langsung pergi keluar dari ruang rawat Diana. Setelah kepergian Dewa, Diana dengan perlahan berjalan mendekati ranjang bayi di depannya.


"Andrew... Rachel..." Tapi seketika Diana langsung menangis saat kembali mengingat siapa Dewa.


"Apa yang harus ku lakukan sekarang, aku mencintainya tapi aku juga membencinya.."


1 bulan berlalu...


Diana dengan perlahan mengintip dari balkon kamarnya, ia bisa melihat Dewa berjalan masuk ke dalam mobil. Rasa sakit dan rindu kembali menyelimuti hati Diana, ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri jika ia sangat mencintai Dewa.


Di saat Diana tengah mengurus kedua anaknya, ia melihat banyak anak buah Dewa yang buru-buru masuk ke dalam mobil, Diana mulai berpikir jika ia bisa melarikan diri. Diana dengan cepat mengambil barang-barangnya dan anak-anaknya.


Tapi Diana terdiam saat dirinya menyadari, dirinya tidak bisa membawa kedua bayinya. "Andrew maafkan Mama sayang." Ucap Diana yang terpaksa harus meninggalkan Andrew dan membawa Rachel bersamanya.

__ADS_1


Dengan perlahan, Diana berjalan melewati pintu belakang dan masuk ke dalam hutan yang gelap bersama dengan Rachel.


Dewa berjalan dengan luka di tangannya, ia melihat rumah kosong dan terdengar suara tangisan bayi dari kamar Diana. "Sayang, ada apa?" tanya Dewa dengan tangan yang mengetuk pintu kamar.


Tapi perlahan pintu terbuka dengan sendirinya, Dewa langsung masuk. Ia terdiam saat melihat kamar Diana sudah kosong, dengan cepat Dewa berjalan menghampiri ranjang bayi.


Hanya ada satu bayi, Dewa langsung memangku Andrew. Ia melihat lemari pakaian yang sudah kosong, dengan senyuman sendu Dewa menyadari jika Diana telah pergi meninggalkannya.


"Tuan?" Tanya ajudan yang baru datang.


"Bunuh semua pelayan yang ada di rumah ini!"


"Tapi tuan.."


"Orang yang bahkan tidak bisa mencegah istri ku pergi dari rumah ini, tidak layak untuk hidu!"


Ajudan Dewa terdiam, ia langsung melaksanakan perintah dari Tuannya. Dewa hanya diam dengan tangan yang masih menggendong Andrew, "Cari istri ku sampai ketemu!"

__ADS_1


Flasback off


__ADS_2