Gadis Cantik Milik Sang Mafia

Gadis Cantik Milik Sang Mafia
Bab 53


__ADS_3

Andrew tersenyum dengan raut wajah bahagia, ia mulai beranjak keluar dari kamarnya. Rachel terheran-heran saat melihat Andrew yang akan berjalan keluar dengan pakaian casual.


"Mau kemana kau?" tanya Rachel heran.


"Aku ada urusan penting," Andrew langsung berjalan keluar dengan senyuman bahagia, ia mengendarai mobil sport miliknya tanpa di temani oleh anak buahnya.


Sesampainya di sebuah toko bunga, Andrew langsung menghentikan mobilnya dan membeli sebuket bunga mawar merah yang sangat indah dan besar.


Ia tersenyum di dalam mobil dengan mata yang sesekali melirik ke arah bunga mawar di sampingnya, kini ia berhenti di depan cafe tempat Laysa bekerja.


Andrew langsung keluar dari mobilnya, ia duduk bersandar di mobilnya dengan tangan yang memegang bunga.


Hingga akhirnya waktu pulang pun tiba, Andrew tersenyum dan menunggu Laysa keluar dari Cafe. Tapi saat cafe sudah tutup, Laysa tidak terlihat sama sekali.


Andrew berjalan mendekati seorang pegawai cafe yang tengah mengunci pintu cafe, "Maaf, apa kau melihat Laysa yang bekerja di cafe ini?" tanya Andrew.


"Laysa? Sudah 3 hari dia tidak masuk kerja." Jawabnya.


"Apa kau tahu kenapa dia tidak masuk?"


"Saya tidak tahu, dia tidak ada kabar sama sekali." Jawabnya.


Andrew terdiam, ia langsung masuk ke dalam mobilnya dan pergi ke rumah kontrakan milik Laysa.


Sesampainya di sana, Andrew melihat rumah itu nampak kosong. Berkali-kali Andrew mengetuk pintu rumah Laysa tapi tidak ada jawaban, pria itu langsung memutar gagang pintu yang rupanya tidak di kunci.

__ADS_1


Pria itu langsung masuk ke dalam rumah Laysa, ia terdiam dengan rahang yang mengeras saat melihat rumah Laysa yang berantakan.


Dengan perlahan Andrew menelusuri seluruh rumah Laysa, ia semakin di buat kesal saat melihat kondisi rumah Laysa yang berantakan.


Andrew mulai yakin jika Laysa telah di culik oleh seseorang, ia langsung menelpon anak buahnya untuk mencari keberadaan Laysa hingga di temukan.


Andrew terdiam dengan pikiran yang kacau dan marah, ia tidak tahu orang yang berani menculik Laysa.


Andrew pun mulai bangkit, tapi tatapan matanya mengarah ke pintu kamar Laysa yang belum ia periksa.


Andrew perlahan bangkit dan berjalan ke kamar Laysa, ia terdiam sesaat ketika melihat kamar yang berantakan.


Mata Andrew tertuju pada sebuah tulisan pada cermin.


Andrew terdiam saat membaca tulisan, ia juga melihat foto Laysa yang nampak cantik bersama dengan dua wanita yang tidak asing dengannya.


"Rachel? Mama? Kenapa mereka bisa berfoto bersama dan terlihat sangat dekat?" Pikir Andrew.


Andrew langsung menelpon anak buahnya untuk pergi ke gedung tua yang sesuai dengan alamat di cermin, sementara dirinya akan kembali ke rumah untuk memastikan hubungan Laysa dengan adik dan ibunya.


Sesampainya di rumah, Andrew langsung masuk ke dalam rumah dan mencari keberadaan Diana.


"Andrew, ada apas sih?" tanya Diana yang kaget melihat kedatangan Andrew.


"Apa Mama kenal wanita ini?" Tanya Andrew seraya menyodorkan foto Laysa.

__ADS_1


Diana terdiam sesaat, "Iya, dia anak angkat ku sekaligus adik tiri Rachel. Kenapa kau tiba-tiba menanyakan wanita itu?" tanya Diana heran karena setelah pergi dari rumah Robert, Diana sama sekali tidak pernah mendengar kabar tentang Laysa.


"Lalu apa hubungannya Laysa dengan Jeki?" tanya Andrew.


Diana langsung menjelaskan jika Laysa adalah wanita yang cukup jahat, ia juga menjelaskan jika Laysa berpura-pura menjadi pacar Jeki hanya untuk bisa mendapatkan harta kekayaan pria itu.


Andrew terdiam sesaat, rahangnya mengeras saat mendengar hal itu. Ia kini yakin, jika orang yang menculik Laysa adalah musuh Jeki yang menganggap Laysa sebagai kekasih pria itu.


Andrew langsung berjalan pergi dengan ekspresi marah dan kesal, Diana berusaha untuk menghentikan anaknya saat melihat ekspresi Andrew.


"Mau kemana kau?" tanya Diana yang langsung memegang tangan Andrew.


"Laysa di culik." Jawab Andrew.


"Apa? Tapi bagaimana bisa dan kenapa kau kenal dengan Laysa." Tanya Diana.


"Aku akan menjelaskannya nanti." Jawab Andrew.


"Andrew, jika Laysa di culik maka biarkan saja. Dulu dia selalu jahat kepada Rachel," ucap Diana.


Andrew langsung menatap sinis ke arah ibu kandungnya, "Laysa adalah wanita yang penting di hidup ku, dan jika dulu dia berbuat seperti itu. Itu bukan urusan ku, karena sekarang dia sudah berubah." Jawab Andrew.


Andrew langsung menghempaskan tangan Diana dan langsung masuk ke dalam mobilnya, dan berlalu pergi meninggalkan rumahnya.


Diana terdiam melihat kepergian Andrew, "Apa maksudnya ini, Laysa orang yang sangat penting di kehidupan Andrew?"

__ADS_1


__ADS_2