Gadis Cantik Milik Sang Mafia

Gadis Cantik Milik Sang Mafia
Bab 41


__ADS_3

Kehidupan Rachel berubah 180°, kini ia hidup dengan gemerlap dunia yang mewah. Bahkan setelah semua orang tau jika ia adalah putri kandung dari Dewa banyak ajakan kencan makan malam kepadanya dari para lelaki dari keluarga terpandang karena bagi mereka, menjadi menantu Dewa merupakan sebuah kesempatan emas untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi.


Rachel terbaring di atas ranjang dengan perasaan yang gelisah, entah kenapa ia merindukan sentuhan yang di berikan oleh Jeki kepadanya.


Hatinya terus meronta-ronta dan ingin sekali di belai oleh Jeki, tapi Rachel sama sekali tidak bisa bertemu dengan Jeki karena Andrew melarang keras pertemuan antara Jeki dan dirinya.


"Arg.. Aku gak bisa," gumam Rachel yang merasakan tubuhnya terasa gatal, terutama di area-area sensitif.


Rachel langsung buru-buru bersiap untuk pergi, ia ingin menemui Jeki tapi langkahnya terhenti saat melihat Diana.


"Mau kemana kamu?" tanya Diana dengan tatapan heran.


"Aku ingin pergi berbelanja, kemarin aku melihat ada beberapa pakaian yang bagus." Jawab Rachel.


"Oh, kalau begitu ayo sama Mama saja. Mama juga ingin membeli jam tangan untuk ayah kamu."


Rachel langsung terdiam dengan tubuh mematung, "Enggak, aku sekalian mau ke kampus. Jadi aku sendiri aja," Rachel langsing buru-buru pergi meninggalkan Diana.


Ia sengaja tidak menggunakan supir pribadi dan memilih menggunakan grab, karena ia tidak ingin jika kepergiannya ke tempat Jeki malah di ketahui oleh Andrew dan ayahnya.


Rachel langsung turun dari mobil Grab, ia berjalan menuju ke kantor Jeki dengan menggunakan masker.

__ADS_1


Tapi Rachel langsung di cegah oleh satpam, "Maaf anda mau ke siapa?" tanya Satpam dengan tatapan penuh curiga.


"Saya ingin bertemu dengan Jeki."


"Apa sebelumnya ada memiliki janji."


"Tentu, jika kau tak percaya kau bisa hubungi Jeki dan katakan Rachel sedang menunggunya." Jawab Rachel, "Tapi kau pasti tahu bagaimana sikap majikan mu itu, jika tamu pentingnya tidak bisa datang telah waktu karena di cegah oleh seorang satpam." Sambung Rachel.


Satpam hanya bisa mempersilahkan Rachel untuk pergi ke ruangan Jeki karena ia takut di pecat oleh Bos nya.


Rachel langsung menekan pintu lift, ia ingat jika kantor Jeki ada di lantai 13.


Saat pintu lift terbuka, Rachel langsung bergegas keluar. Ia melihat sebuah pintu besar yang ia yakini jika itu pintu ruang kerja Jeki, tanpa pikir panjang Rachel langsung membuka pintu itu.


"Akhirnya kau yang datang sendiri pada ku." Ucap Jeki yang langsung merentangkan kedua tangannya.


Rachel berjalan cepat dan melepaskan maskernya, entah kenapa kedua kakinya terasa ingin segera menghampiri Jeki. Ia langsung memeluk pria itu dan duduk di pangkuannya, "Ada apa sayang?" tanya Jeki dengan senyuman senang, ia tahu apa yang tengah di rasakan oleh Rachel dari raut wajah wanita itu.


"Aku tidak tahu." Jawab Rachel yang merasa gelisah dan menginginkan sesuatu dari Jeki.


"Aku tahu apa yang kau inginkan, tapi aku tidak mau." Jawab Jeki dengan senyuman menggoda.

__ADS_1


Rachel langsung menatap Jeki dengan tatapan kesal, "Aku tidak ingin melakukannya sendiri, jika kau menginginkan itu. Maka tunjukkanlah kebuasan mu, sayang." Bisik Jeki tepat di telinga Rachel.


Rachel terdiam dan mencerna maksud dari Jeki, ia melihat ke sekeliling. "Kenapa takut?" tanya Jeki.


"Bagaimana jika ada orang." Tanya Rachel.


"Tidak akan ada, mereka punya rasa takut jika masuk ke ruangan ku. Berbeda denganmu," bisik Jeki yang langsung mencium bibir Rachel.


Rachel yang sudah sangat menginginkan hal itu, langsung membalas ciuman dari Jeki. Dengan perlahan Rachel melepaskan pakaian Jeki, Jeki meminta Rachel untuk melepaskan celana miliknya.


Dengan perasaan ragu, Rachel langsung melepaskan celana milik Jeki. Ia bisa melihat barang milik pria itu sudah berdiri tegak seakan siap menusuk sesuatu.


"Sekarang giliran mu," bisik Jeki, ia langsung melepaskan pakaian Rachel dan membuat wanita itu semakin bergairah.


Hingga Rachel mendesah saat barang milik Jeki berada di dalam tubuhnya, Jeki langsung membuat gairah Rachel meningkat yang membuat wanita itu kini bergoyang di atas tubuh Jeki.


Keduanya saling melepaskan dan saling memuaskan satu sama lain, Rachel yang sudah sangat menginginkan sentuhan dari Jeki merasa sangat puas.


"Aku mencintaimu, Rachel." Bisik Jeki saat merasakan sesuatu akan keluar dari tubuhnya.


Rachel langsung memeluk tubuh pria itu dengan erat, dan menerima semua ****** ***** dari Jeki untuk masuk ke dalam tubuhnya.

__ADS_1


"Kau sekarang puas, sayang?" tanya Jeki dengan senyuman di wajahnya.


Rachel tersenyum dan kembali memeluk Jeki, dengan posisi ia berada di atas pangkuan pria itu.


__ADS_2