Gadis Cantik Milik Sang Mafia

Gadis Cantik Milik Sang Mafia
Bab 62


__ADS_3

Rachel menatap sekeliling kamar yang sangat asing baginya, tapi meski begitu. Ia mengakui jika kamar yang ia tempati sangat bagus dan berkelas.


Tiba-tiba pintu terbuka dengan perlahan, seorang pelayan datang dengan membawa sebuah nampak berisikan makanan dan minuman dengan protein yang tinggi.


"Silahkan." Ucap Pelayan dengan tangan yang menyimpan nampan di atas meja.


"Aku tidak lapar. Aku ingin keluar dari tempat ini," jawab Rachel dengan tatapan mata yang tajam, pelayan di depannya menatap dirinya dengan tatapan dingin. Ia lalu berbalik begitu saja tanpa menanggapi perkataan dari Rachel.


Rachel langsung berjalan ke arah pintu, tapi pintu langsung di tutup. Ia terus berteriak dan menggedor pintu kamar dengan keras, tapi tak ada satupun orang yang peduli dan mendengar panggilan darinya.


Hingga hari menjelang pagi, Rachel terbangun dari tidurnya. Ia merasakan sakit yang luar biasa di kedua tangannya, "Arg.."


Pintu kamar terbuka menampilkan beberapa pelayan wanita, "Mau apa kalian?" tanya Rachel dengan mata yang menatap tajam.


Para pelayan hanya diam, mereka langsung memegang tangan Rachel dan menarik wanita itu. Rachel berusaha melawan, tapi salah satu pelayan mengingatkan agar ia diam saja.


Hampir 1 jam, para pelayan memandikan dan menyiapkan pakaian Rachel. Hingga wanita itu kini tampil dengan cantik, ia di ajak untuk pergi ke ruang makan.

__ADS_1


Rachel bisa melihat Natan, Nicolas dan Brian berada di satu meja makan yang sama. Nampak Natan tengah menggoda Nicolas yang terus terlihat mengantuk meski hari sudah mulai siang.


"Silahkan duduk." Ucap Brian dengan suara lembut, ia tersenyum pada Rachel yang membuat wanita itu menatap tajam pria tua di depannya.


"Kapan kalian akan melepaskan ku?" tanya Rachel.


Brian tersenyum, ia meminta pelayan untuk segera menyiapkan makanan. Rachel bisa melihat para pelayan menyiapkan berbagai macam hidangan mewah dan juga lezat.


"Makanlah, aku tahu kau pasti lapar." Ucap Brian yang langsung memakan makanannya.


Rachel melihat Natan dan Nicolas ikut memakan makanan miliknya masing-masing, Rachel terdiam dengan mata yang melirik ke arah makanan miliknya.


Dengan perlahan Rachel mengambil sendok dan garpu, ia memakan makanan yang ada di depannya. Hanya satu kata yang bisa ia katakan 'Enak', rasa lapar seakan telah membuatnya lupa dengan siapa ia makan saat ini.


Setelah makan selesai, Rachel menatap tajam Brian yang tetap santai. "Kapan kau akan melepaskan ku?" tanya Rachel.


"Kenapa kau ingin pergi, bukankah menyenangkan tinggal di sini. Aku jamin, kau akan sangat bahagia tinggal bersama dengan kami. Dan aku berjanji akan menjaga bayi yang ada di dalam kandungan mu itu."

__ADS_1


"Tidak, aku punya keluarga yang akan mencari ku." Jawab Rachel.


Terdengar suara tawa dari Brian, "Keluarga, keluarga apa yang kau bicarakan. Apa mereka pantas di sebut keluarga, bahkan mereka menyalahkan mu atas kematian wanita itu." Jawab Brian dengan senyuman di wajahnya, pria itu seakan tahu semua tentang Rachel.


"Jadi apa mau mu?" tanya Rachel.


"Hanya gampang, jika kau bisa bekerja sama maka aku akan mengabulkan semua permintaan mu. Bahkan aku berjanji, akan memperlakukan mu seperti putri ku sendiri." Jawab Brian, Rachel bingung saat mendengar hal itu.


"Aku ingin pergi dari sini." Jawab Rachel karena ia tidak ingin berlama-lama dengan orang-orang aneh ini.


"Maaf sayang, untuk hal itu aku tidak bisa mengabulkan nya." Jawab Brian.


Ia meminta pengawal untuk mengambil sebuah kamera, para pelayan pun langsung mengikat tubuh Rachel di kursi. Wanita itu panik dan berusaha memberontak, "Sebaiknya kau diam, aku berjanji tak akan melakukan apapun yang menyakiti mu dan bayi."


Rachel melihat sebuah kamera di depannya, lalu seember darah segar di siramkan pada kepalanya.


"Menangislah dan memohon pada Jeki, agar ia melepaskan mu." Ucap Brian.

__ADS_1


Rachel hanya bisa menangis dan memberontak, ia meminta para Jeki untuk menyelamatkannya dan melepaskan ia dari semua penderitaan ini.


__ADS_2