Gadis Cantik Milik Sang Mafia

Gadis Cantik Milik Sang Mafia
Bab 55


__ADS_3

Andrew langsung maju dan menyerang Natan, pria itu nampak sangat lihai dalam menangkis semua serangan dari Andrew. Suara tawa anak buah Natan, membuat Andrew kalut dalam emosi.


Tanpa banyak pikir, ia menyerang dengan asal-asalan. Hingga Natan terdiam dan tersenyum, kini Natan yang menyerang Andrew.


Tanpa di duga, pria itu mengeluarkan bubuk merica dan meniupnya tepat di depan mata Andrew hingga Andrew kesakitan.


Saat Andrew lengah, Natan langsung memukuli Andrew habis-habisan. Begitu juga dengan sisa anak buah Andrew yang ikut di pukuli.


Laysa terbaring dengan tubuh tak berdaya, ia perlahan membuka mata dan melihat apa yang tengah dilakukan Natan kepada Andrew.


Tatapan Natan langsung tertuju pada sebuah mobil yang menghampiri dirinya, ia mulai menghentikan aksinya dan menjauh dari Andrew yang sudah babak belur.


Seorang pria dengan tongkat di tangannya keluar dari dalam mobil, "Siapa orang itu?" tanya Brian.


"Aku tidak tahu, dia tiba-tiba datang dan membawa pergi gadis itu." Jawab Natan dengan nada sedikit sopan.


"Dia bukan Jeki," ucap Brian, Brian langsung melihat ke arah pria yang tersungkur di atas tanah.

__ADS_1


Ia sedikit tersenyum saat melihat wajah Andrew, "Ada apa? apa Tuan mengenalnya?" tanya Natan heran.


"Iya, dia anak dari pria itu." Lalu Brian menatap ke arah Laysa yang terbaring di atas tanah.


"Bunuh gadis itu, kita tidak boleh membiarkan dia lebih menderita lagi." Ucap Brian yang langsung berbalik pergi dan masuk ke dalam mobil.


Andrew mulai tersadar, ia mendengar apa yang di katakan oleh Brian. Dengan sisa tenaga terakhir, Brian mencengkram kaki Natan.


Natan menoleh ke arah Andrew, pria itu langsung menendang wajah Andrew dan kembali berjalan ke arah Laysa.


Andrew berteriak dan memohon, tapi semakin Andrew memohon Natan semakin puas.


"Ucapkan selamat tinggal untuk kekasih mu." Natan langsung melepaskan satu peluru dari pistolnya yang langsung menempel kepala Laysa.


Andrew terdiam dengan tatapan mata yang tidak percaya, ia berteriak dan menangis. Dengan tenaga yang tersisa ia berusaha bangkit, tapi Natan kembali berjalan dan memukuli Andrew.


Hingga terdengar suara Brian yang meminta Natan untuk segera pergi dan meninggalkan tempat itu, kini Andrew terbaring di atas tanah dengan luka yang parah di sekujur tubuhnya.

__ADS_1


Suara Isak tangis mulai terdengar dari mulutnya, ia kembali berusaha untuk bangkit.


Dengan langkah yang berat, Andrew terus berjalan ke arah tubuh Laysa terbaring. Seketika tubuhnya ambruk saat berada di depan tubuh Laysa.


Tangannya dengan perlahan membelai wajah Laysa yang berlumuran darah, "Arg..." Andrew berteriak, ia memeluk tubuh Laysa yang sudah tidak bernyawa.


"Laysa... Maafkan aku..." Permintaan maaf dan kata-kata penyesalan terus keluar dari mulut Andrew.


Kedua tangannya dengan erat memeluk tubuh yang kini mulai dingin, untuk pertama kalinya ia jatuh cinta. Tapi kini cinta pertamanya mati di hadapannya sendiri, "Laysa... Maafkan aku, sayang. Aku sangat mencintaimu... Ku mohon, bangunlah... Ku mohon... A..ku.. Sa..ngat... Mencintaimu..."


Andrew terus berteriak dan berharap jika semua ini hanyalah mimpi, tapi sayangnya ini terlalu nyata untuk menjadi sebuah mimpi.


Bibir pria itu terus menciumi wajah Laysa dan berharap jika wanita itu kembali sadar, tapi Andrew tahu jika hal itu tidak berguna.


Matanya melihat pada genangan darah segar yang keluar dari kepala Laysa, amarahnya dan kebenciannya mulai muncul.


"Natan... Aku akan membalas perbuatan mu," ucap Andrew dengan tatapan mata yang tajam, kedua tangannya tetap memeluk Laysa dan membelai wajah wanita itu yang kini mulai dingin dan pucat.

__ADS_1


__ADS_2