
Baru saja Kiran akan menaiki anak tangga, seseorang datang membuka pintu begitu saja dan berteriak membuat keributan.
''Hello everybody!''
Kiran menolehkan kepalanya, bahkan tidak menoleh pun ia dapat menebak kalau suara itu adalah suara Olivia Madavi.
Mala yang datang dari arah belakang mendongak ke atas melihat Kiran yang turun dari anak tangga, begitu juga Kiran yang menoleh ke arah Mala dan saling memberikan isyarat.
''Lho! nona mau apa?'' tanya Mala tanpa memberikan basa-basi penyambutan.
Mata Mala dan Kiran sama-sama tertuju pada koper warna merah muda yang di seret Olivia.
''Ck, tidak sopan! apa kau tidak akan menyambut ku, Mala?''
''Tuan Agra, sedang tidak ada. Nona bisa kembali nanti.'' Usir halus Mala.
Tak Tak Tak
Olivia memiringkan kepalanya melihat Kiran yang datang dari balik tubuh Mala yang lumayan tinggi dan besar.
''Kakak ipar, apa kabar? lihat dia!'' tunjuk Olivia pada Mala yang menatapnya dengan sinis.
''Ada apa dengan kak Mala?'' tanya balik Kiran.
''Dia mengusir ku, seharusnya tidak boleh begitu kan?''
Kiran dan Mala hanya diam dengan saling pandang. Dan dari sudut mata Kiran ia dapat melihat kalau Mala sedang mengirimkan pesan pada ponselnya untuk seseorang yang sudah di tebak kalau Mala sedang mengirimkan pesan kepada Agra.
''Tapi Liv–''
Belum juga Kiran menyelesaikan kalimatnya, Olivia langsung memangkasnya seperti biasa.
''Aku lelah, aku ke kamar dulu. Mala buatkan aku jus tomat, belakangan ini wajahku nampak kusam.''
Olivia berlalu begitu saja, melewati tubuh Mala dan Kiran.
''Nyonya?''
''Tidak apa kak, biar Mas Agra yang mengurusnya. Aku ke kamar dulu ya. Tubuhku lemas, perut ku rasanya mual.'' Ucap Kiran yang juga ikut pergi ke atas untuk kekamarnya.
Mala yang mendengar ucapan Kiran, ternganga dengan senyuman lebarnya, dan menduga kalau Kiran tengah mengandung, yang ternyata fakta di baliknya adalah Kiran tengah datang bulan dan itu adalah salasatu hormon seorang wanita.
''Nyonya hamil?'' gumam nya salah paham.
''Sebentar lagi akan ada baby kecil disini, syukurlah… kalau begitu aku akan buatkan jus sehat untuk ibu hamil itu.'' Mala segera pergi dari sana untuk ke dapur.
Dan ternyata ucapan terakhir Kiran dan gumaman Mala terdengar sangat jelas ketelinga Olivia, ya sejak tadi dia berdiri di balik lemari besar karena ingin tahu apa yang akan mereka katakan dan satu fakta yang dia ketahui.
__ADS_1
Olivia meremat tangannya dengan sangat kencang, sehingga meninggalkan bekas merah disana. Ia kesal mendengar itu, matanya terus menatap ke lantai atas disebuah pintu tempat dimana hilangnya Kiran yang masuk kesana.
''Hamil? ku pastikan anak itu tidak akan lahir kedunia!''
Diperjalanan, Agra yang mendapatkan pesan dari Mala yang mengatakan kalau Olivia datang lagi dengan kopernya tentu merasa jengkel.
''Anas! kita putar balik, kembali kerumah!''
''Apa ada yang tertinggal, Tuan?''
''Olivia datang lagi, aku takut Kiran tidak nyaman.''
''Tapi Tuan, klien kita sudah menunggu. Pertemuan ini tidak bisa diwakilkan dan menyangkut masa depan NDR Corp juga.''
Agra menghela nafasnya dengan panjang, dia membenarkan apa yang Anas katakan karena dia juga menunggu lama untuk pertemuan ini dan apakah dia akan menyia-nyiakannya hanya karena Olivia.
''Baiklah, kita selesaikan meeting. Setelah itu langsung kembali kerumah.''
''Baik Tuan!''
.
Dikamar, Kiran yang sedang merebahkan tubuhnya sembari melihat drama Korea kolosal tiba-tiba mendapatkan panggilan telpon yang tertulis nama Lalisa Hutapea disana.
''Hai Lis! ada apa tumben menelpon?''
''Iya, aku dirumah, kenapa memangnya?''
''Aku ingin berkunjung, boleh? karena aku tidak tahu mau buat apa, kelasku sudah selesai dan tidak ada kelas lagi.''
''Tentu saja. Aku kirimkan alamat ku, oke.''
Setelah mengirimkan alamat Kiran melanjutkan menonton drama lagi, tapi tiba-tiba pintu kamar dibuka tanpa permisi ataupun sekedar mengetuknya.
Mata Kiran melirik dan ternyata orang yang tidak tahu sopan santun itu adalah Olivia. ''Kau sedang apa, Kakak Ipar?!'' tanya Olivia dengan penekanan di kalimat 'kakak ipar'.
''Tidak, ada apa? apa ada hal penting?''
''Eeummm tidak, aku hanya bosan.''
''Tapi maaf ya Liv, aku sedang tidak enak badan, kita mengobrol nya lain kali saja, ya.''
Jika orang yang berpikiran luas, tentu saja paham dengan apa yang dikatakan Kiran, kalau dia tidak ingin di ganggu olehnya, tapi tidak untuk Olivia yang bahkan merebahkan tubuhnya di kasur dengan tidak tahu malunya.
''Aku tidak ingin mengobrol, aku hanya ingin merebahkan tubuhku di kasur ini.''
Terdengar sangat menyebalkan! Kiran hanya bisa menghela nafasnya dan bersikap masa bodo saja. Lalu melanjutkan lagi menontonnya walaupun moodnya sudah hancur karena kedatangan Olivia.
__ADS_1
''Kau tahu Kakak Ipar, kamar ini adalah tempat favorit ku.''
Olivia sudah memulai aksinya, entah apa lagi rencananya kali ini, tapi Kiran masih asik bermain dengan ponselnya, yang drama tadi dia lihat sudah tidak lagi menarik baginya.
''Dan disana! itu tempat aku sering bersembunyi dari Agra yang mengejar ku karena aku sering menjahilinya.''
Kiran masih diam. Dia hanya melirik ke arah jari Olivia menunjuk, yaitu di belakang tirai yang terjuntai bebas.
''Dan kau tahu, aku sering tidur bersama Agra disini, dikasur ini!''
Kiran seketika menoleh, hatinya sedikit tidak nyaman mendengar ucapan Olivia yang memang seperti disengaja untuk Kiran agar merasa marah dan sedih.
''Iya aku serius! kita berdua sering tidur disini, sepanjang malam sampai tidak ada yang tidur. Ya itu sebelum ada kamu!''
Kiran menggeser dari posisinya, karena Olivia yang sudah berbalik dan merangkak mendekat ke arah Kiran, tapi sebelum Olivia benar-benar bisa menjangkau Kiran.
Pintu diketuk dan masuklah seseorang yang tak lain adalah Mala.
Mala cukup terkejut melihat posisi Olivia yang seperti sedang mengancam Kiran, dan diapun buru-buru masuk, meletakkan jus jeruk di atas nakas yang memang ia buatkan untuk Nyonya nya itu.
''Nona Olivia! mau apa?''
''Hah? tidak aku hanya sedikit berbincang dengan kakak ipar ku, kenapa memangnya?''
Mala menatapnya penuh curiga, dan entah dia disana memiliki kekuasaan apa di rumah itu, Mala justru berani mengusirnya dengan lugas.
''Nona bisa keluar sekarang! kalau tidak mau juga, saya yang akan menyeret anda!'' ucap Mala begitu tegasnya, bahkan Kiran pun terkejut karena baru ini melihat sisi lain dari Mala yang dia tahu. Mala hanyalah seorang kepala pelayan yang begitu ramah padanya.
''Kau berani mengusir ku!''
''Berani!sangat berani! apa anda menginginkannya?!''
Melihat wajah Mala yang sudah tidak lagi bersahabat bahkan kalau dilihat pakai mata batin pun, mungkin saja kepalanya sudah bertanduk dan siap menyerang siapapun yang dia anggap musuhnya.
Nyali Olivia sedikit goyah dan memilih menghindar ketimbang harus benar-benar diusir dengan pelayan yang akan membuat harga dirinya jatuh.
''Kau akan menyesal, Mala!''
''Saya menantikan waktu itu, Nona!'' sahut Mala tanpa gemetar.
......................
Hay semua readers ku yang baik hati 🤗 baca juga novel teman othor ya 🥰 gak kalah serunya lho 😘
Judul : SAGA Antara Cinta dan Ego
Author: Eveliniq
__ADS_1