Gadis Kesayangan Tuan Agra

Gadis Kesayangan Tuan Agra
Bisa DiCoba


__ADS_3

Perlahan Kiran sudah semakin nyaman dan terbiasa. Sudah lima jam penerbangan, Kiran sudah lebih rileks bahkan dia sudah bisa berbincang dengan pramugari yang sedari tadi mengantarkan berbagai minuman dan makanan untuk mereka karena dipinta.


“Silahkan…” ucap pramugari cantik itu dengan ramah dan di angguki oleh Kiran tapi tidak dengan Agra yang sama sekali tidak menyahut karena matanya hanya terfokus dengan wajah istrinya yang bersinar karena kecantikannya.


Mata Kiran berbinar yang seketika meneguk ludahnya, melihat sajian pan seared salmon dengan bawang putih dan lemon yang tersaji dengan saus mentega yang lezat. Begitu juga dengan kentang tumbuk dan telur rebus yang tampak begitu menggugah seleranya.


“Di makan sayang, jangan dilihat saja,” ucap Agra dengan lembut, Kiran tersenyum dengan menjawabnya,


“Ya, Mas. Aku memang sudah sangat lapar.”


Kiran bergumam menikmati salmon yang super renyah di luar, dengan bagian dalamnya yang lembut, empuk dan rasa lemon serta bawang putihnya sangat meresap di dalam, semua rasa itu dilengkapi dengan butter sauce yang lembut dan memiliki cita rasa yang kuat. Agra tersenyum memperhatikan Kiran yang menikmati makanannya dengan begitu lahap.


“Apakah sangat lezat?” tanya Agra membuat Kiran mengangguk mantap tanpa kata karena mulutnya yang penuh.


“Kalau begitu makan pelan-pelan, tidak ada yang akan mengambilnya dari mu,” Agra terkekeh melihat Kiran yang makan dengan begitu lahap, tapi biar begitu dia sangat senang dan merasa gemas dengan istrinya itu.


Hari sudah mulai gelap, matahari terbenam pun terlihat jelas dari atas dalam pesawat, Kiran yang sudah merasa kenyang duduk dengan manis dan terus menatap kagum pada panorama alam yang begitu menakjubkan.


Agra pun ikut memperhatikan, tapi bukan memperhatikan apa yang saat ini sedang Kiran tatap, melainkan memperhatikan wajah Kiran yang berseri-seri.


Merasa semakin gemas dengan ekspresi Kiran, Agra memiliki rencana jahilnya.


“Mas?!”


Rasanya jantung Kiran akan lepas sebentar lagi karena Agra meraih tangannya dan membawanya di antara kedua pangkal pahanya.


Kiran malu, ia segera menarik tangannya dari genggaman Agra.


“Kenapa, Sayang? Setiap malam kamu merasakannya tapi kenapa nggak mau pegang?”


“Mas Agra, jangan mesum ih!”


”Mesum? Mesum bagaimana? Kamu kan istriku? Wah, kamu sengaja menggoda Mas 'kan?”


Dan kini giliran Agra tengah bermain playing victim pada istrinya sendiri.


“Ah…!”


Satu suara sensual lolos dari bibir Kiran karena tangan Agra meremas kedua miliknya dan bibirnya mendarat dengan sempurna di lehernya.


“Jangan, Mas... kita masih dipesawat loh ini!”


“Hah? Kamu mau Mas melakukannya di pesawat?”

__ADS_1


“Mas!”


Brugh!


Suara barang yang jatuh itu membuat Agra menarik kepalanya dari leher Kiran dan ia menegakkan punggungnya.


Bukan tanpa alasan. Karena benda yang jatuh itu adalah beberapa piring buah yang sedang dibawa oleh pramugari. Untuk para penumpang pesawat khusus.


Pramugari itu terbengong sesaat dengan mulut yang ternganga. Ia sadar baru saja mengganggu aktivitas pasangan suami istri tapi dia juga benar-benar tidak tahu akan menyaksikan itu.


Kepala Kiran menoleh, seketika pipinya memerah malu.


“Maaf mengganggu. Ini saya hanya ingin mengantarkan buah. Oh ya Tuan, Nyonya. Kami juga menyediakan layanan kamar untuk pasangan pengantin baru, kalian bisa menikmati layanan itu dengan nyaman, silahkan…”


Dengan profesional pramugari itu berbicara dengan lancar walaupun dadanya masih berdegup kencang karena menyaksikan kegiatan mesra pasangan itu. Dan malah memberikan atau menawarkan sebuah layanan khusus untuk mereka yang memang berada di kelas first class.


“Kalau begitu saya permisi, jika kalian berminat, bisa segera hubungi kami, agar disiapkan semuanya.”


“Boleh di coba,” gumam Agra yang sedang membaca majalah yang diberikan oleh pramugari tadi.


“Dicoba apa, Mas?”


“Kamar ini.” Alis mata Agra naik turun menatap Kiran dengan tatapan menggodanya.


“Lho kenapa?”


“Euumm… itu pasti, Mas–” Kiran menjeda ucapannya karena dia sendiri malu untuk mengatakannya.


“Hayo! kamu pasti berpikiran mesum,” tunjuk Agra dan menyentil hidung Kiran yang memerah.


“Mas hanya ingin kamu nyaman merebahkan tubuhmu, sayang. Karena perjalanan ini juga perdana bagimu, pasti akan terasa pegal jika harus duduk terus. Ya tapi jika kamu menginginkannya, Mas juga mau.”


Agra mengulumkan senyumannya, mengucapakan kalimatnya dengan semakin pelan di akhirnya. Dan Kiran pun sangat mengerti apa yang di maksud suami nya itu.


“Mass…”


“Apa sih sayang…”


“Jangan macam-macam!” ancam Kiran.


“Tidak, hanya satu macam saja kok,” sahut Agra dengan memamerkan deretan giginya.


Kiran mendengus kesal, dia melipat tangannya lalu menyenderkan punggungnya di kursi, memejamkan matanya dengan bibir yang mengerucut karena kesal.

__ADS_1


Cup!


Agra dengan jahilnya malah mengecup Kiran dengan singkat, entah kenapa dia sangat senang menjahili istrinya itu, terlebih lagi ketika ia melihat Kiran merajuk, wajah cantik Kiran semakin menggemaskan baginya.


Kiran menoleh, ia menatap Agra dengan tatapan yang dalam, ia bahagia, ia merasa sangat dicintai dan merasa beruntung karena dinikahi oleh pria baik dan penyayang seperti Agra. Tapi dia juga merasa bebannya belum semuanya hilang karena hatinya ternyata masih merindukan sosok ibu dan ayahnya yang jelas-jelas telah mengusirnya.


Agra tahu, arti tatapan Kiran itu. Dia tahu semua apa yang di rasakan Kiran.


Agra membawa Kiran ke dalam pangkuannya, dan tidak lupa menutup tirai pembatas untuk tidak lagi terjadi pramugari memergoki mereka.


Sebuah kecupan mendarat persis di bibir Kiran. Yang berubah arah menjadi saling membuka dan memagut meski hanya sebentar. Kiran tidak bisa menahan kegugupannya dan meremas dengan kuat kerah kemeja Agra.


Kegugupan yang samar-samar tertutup kesedihan.


Mereka saling menatap. Kiran dapat melihat manik mata Agra yang berbinar, seolah sinar kemilau dari seluruh gugusan alam semesta mengorbit di dalamnya.


“Apa yang kamu khawatirkan saat Mas di sini denganmu, Dek?”


Agra menyelipkan rambut panjang Kiran ke belakang telinga. Sementara yang ditanya duduk di atas paha diam patuh tanpa menjawab. Tertunduk dengan meremas jari-jari kecilnya sendiri.


“Kiran hanya ..., takut kehilangan, Mas. Karena saat ini Kiran hanya memiliki Mas saja. Tidak ibu ataupun ayah.”


Agra tersenyum dengan lembut, mengusap puncak kepala Kiran sampai punggungnya. Dia mengerti kerisauan Kiran, dan dia tidak mau istrinya merasa kesepian, karena memang dia sendiri yang meminta Kiran untuk bergantung kepada nya. Hanya dia seorang.


“Mas hanya milik Kiran, dan Kiran juga hanya milik Mas, hmm?”


Kiran mengangguk dengan senyumnya yang manis lalu memeluk Agra dengan mesranya.


Berbeda di tempat duduk lain. Anas dan Lisa justru masih saling membungkam. Tidak ada pembicaraan diantara mereka sejak Anas mendengus kesal karena ucapan Lisa yang menyebutkan nama seorang lelaki yang bernama, Zico.


...****************...


Judul: Menjemput kembali hidayah yang Terhempas


Karya: Alinatasya21


Blurb:


Tsamirah Zahran Az Zahra adalah seorang gadis desa berparasa ayu penuh dengan pesona yang mampu membius kaum adam bertekuk lutut di hadapannya dan berlomba-lomba untuk memantaskan diri mendapatkan cinta dari seorang Zahrana. Satu persatu kaum Adam datang silih berganti dalam kehidupan Zahrana, berawal dari ia duduk di bangku SMP.


Sampai akhirnya ia lulus pendidikan SMK akhir dan memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliahnya. Ia memilih bekerja dan mencari jati dirinya. Ia berjuang untuk bisa menjadi seorang muslimah yang di ridhoi Allah. Namun siapa sangka, di tengah proses hijrahnya dia jatuh hati dengan seorang laki-laki bernama Muhammad Zaid Arkana, hingga ia terjerat dalam lumpur dosa yang tak berkesudahan dan melemahkan biduk iman dan kesucian hati Zahrana. Akankah Zahrana berjodoh dengan Muhammad Zaid Arkana atau akan hadir sosok pria lain yang akan menjadi sosok cinta sejati Zahrana?


Mari simak kisahnya dalam novel menjemput kembali hidayah yang Terhempas.

__ADS_1



__ADS_2