Gadis Kesayangan Tuan Agra

Gadis Kesayangan Tuan Agra
Jangan Banyak Cemburu


__ADS_3

Didepan laptop, Agra bergelut mengerjakan sesuatu di sana, ia tampak menggulir wireless mouse. Wajahnya nampak sangat serius, entah apa yang sedang ia kerjakan.


Kiran yang sedang tertidur tiba-tiba terbangun, tangannya meraba sisi kanannya, mencari suaminya yang seingatnya, ia tertidur dipelukkan Agra sehabis bercinta dengan panasnya.


Matanya mengerjap beberapa kali, tangan mungilnya mengusap matanya yang terasa sepat. Memicing tajam melihat punggung Agra yang tidak berbaju, sedang duduk didepan laptop.


''Mas…'' suara parau Kiran membuat Agra menolehkan kepalanya dengan cepat, tersenyum lembut lalu meninggalkan laptopnya untuk menghampiri Kiran di ranjang sana.


''Kau terbangun, sayang?''


Agra duduk di pinggiranjang dengan tangan yang mengelus rambut Kiran lalu mengecup keningnya dengan sangat hangat.


Kiran mengangguk samar, matanya sedikit melirik ke arah laptop yang masih menyala di meja sana. ''Mas, sedang apa malam-malam begini?''


''Oh, tidak. Mas baru saja mengecek laporan yang dikirim Anas. Sebentar ya, Mas matikan laptop dulu. Kita akan tidur lagi, hmm?'' Cup! agra berlalu setelah mengecup lagi kening Kiran.


Menutup layar monitor itu, lalu kembali naik keranjang, merentangkan tangannya untuk memeluk Kiran agar tidur diperlukannya.


Agra mengusap lembut rambutnya, Kiran memeluk erat tubuh Agra yang tidak berpakaian. Ya, Agra hanya memakai celana pendeknya saja.


Terdengar dengkuran halus dari Kiran, Agra melongok wajah Kiran yang ternyata sudah tidur dengan sangat pulasnya. Tidak, Agra tidak dapat memejamkan matanya, entah apa yang sebenarnya ia sedang pikirkan, tapi hatinya merasa tidak tenang.


*


*


Matahari sudah berada di kepala, ya sudah jam sepuluh pagi, Kiran yang baru saja bangun, mencari keberadaan Agra yang sudah tidak ada disebelahnya.


Dengan membungkus tubuhnya menggunakan selimut tebal, karena memang dia tidak memakai sehelai benang pun, mencari ke seluruh ruangan dari walk in closet, kamar mandi dan balkon. Tapi Agra tidak ada di sana.


Kiran terkejut saat melihat jarum jam yang menunjukkan di angka 10, dan mengira kalau Agra sudah berangkat ke kantor, tapi matanya melihat sesuatu, dompet serta ponsel Agra yang masih ada di atas nakas.


Akhirnya Kiran pun memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, dan setelah itu akan mencari Agra yang mungkin saja berada di lantai bawah.


Setelah selesai berendam dan membersihkan seluruh badannya dari sisa-sisa keringat-keringat cinta mereka tadi malam, Kiran segera berpakaian dan meraih tas juga ponselnya. Lalu turun ke lantai bawah untuk mencari suaminya.


Matanya melihat Mala yang sedang mengatur beberapa pelayan yang bekerja, dia pun menghampirinya.


''Kak Mala?''


''Eh, iya, Non?''


''Lihat Mas Agra, tidak?''


''Oh Tuan Agra. Tuan sedang berenang, Non.''


''Oh berenang ya? baik, terima kasih, kak Mala.''

__ADS_1


Kiran pun berlalu menuju kolam renang yang ada di samping rumah, bibirnya tersenyum saat mendengar ucapan air yang menandakan kalau memang agak sedang berenang di sana.


Menaiki lima anak tangga yang langsung menuju ke sisi rumah yang terdapat kolam renang. senyumnya semakin merekah ketika melihat Agra yang hanya memakai hotpant dan berenang dengan sangat seksinya.


Kiran berjongkok di tepi kolam yang kemudian Agra pun muncul dari dalam air. Agra tersenyum lembut dan tangannya yang basah mengusap wajah Kiran yang tidak memakai riasan itu.


Ya, kirain memang tidak pernah memakai bedak apapun, dia hanya memakai sedikit lip tint agar bibirnya terlihat tidak pucat.


''Kau mencari Mas ya?''


Kiran mengangguk.


''Iya, aku kira Mas sudah berangkat. Kenapa Mas tidak bangunkan Kiran?''


''Mas tidak tega membangunkanmu, karena kamu terlihat sangat pulas dan 'lelah'.''


Pipi Kiran menyembul merah. Karena dia tahu, kata 'lelah' di kalimat Agra itu sebuah godaan untuknya.


''Mas masih lama berenangnya?''


''Kenapa? kamu mau berangkat kuliah ya?'' Kiran mengangguk lagi.


''Tunggu 5 menit ya, Mas akan bersiap.''


Agra pun keluar dari kolam dan meraih Bath robe lalu ia pakai. Kemudian Agra berlalu pergi untuk segera berpakaian.


Tidak 5 menit, melainkan 10 menit ia menunggu, Agra baru saja muncul dan langsung mengusap kepala Kiran yang tidak sadar kalau dia sudah ada di depannya.


''Ayo kau akan telat nanti.''


Kiran segera merapikan laptopnya dan memasukkan kedalam tasnya.


Seperti biasa, Agra akan membukakan pintu mobil untuk istri tercintanya. Dan tangannya ia jadikan untuk pelindung agar kepala Kiran tidak terbentur bagian atas pintu mobil.


''Hati-hati,'' ucapnya begitu perhatian.


Setelah memastikan Kiran masuk dan duduk dengan nyaman lalu memakai seatbelt-nya. Agra memutar untuk masuk ke bagian kemudi.


Melajukan mobil dengan sangat hati-hati, beberapa saat mereka hanya saling diam. Tapi kemudian Agra lah yang lebih dulu membuka suara.


''Kau pasti lapar, kita makan dulu ya?''


Kiran hanya mengangguk, dan Agra pun membelokkan setirnya ke kiri ke sebuah kedai lesehan yang terkenal masakannya yang lezat.


Turun dari mobil dengan tangan yang bergandengan, dan lagi-lagi menyita perhatian para customer yang melihat mereka dengan tatapan takjubnya.


Dengan lembut Agra meminta Kiran untuk duduk dan dia yang memesan masakan di meja pemesanan.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Agra pun kembali bergabung dengan Kiran yang matanya terus memperhatikan ke sekeliling.


''Kenapa?''


Kiran menoleh, lalu menjawab, ''Tidak, di sini ramai sekali ya, Mas.''


''Iya, Anas bilang kalau kedai ini masakannya lezat. Mas jadi penasaran. Tidak apa kan kita makan di sini?''


Kiran tersenyum, dia bertanya bukan tidak nyaman berada di sana, hanya saja dia merasa heran, karena pengusaha kaya seperti Agra, bersedia makan di tempat lesehan seperti ini terlebih lagi suasana yang sangat ramai.


''Tidak apa, Mas.''


Agra mengangguk, dan hanya menunggu sekitar 15 menit pesanan Agra pun sampai dan segera dihidangkan di atas meja oleh staf kedai itu. ''Terima kasih, Mas,'' ucap Kiran dengan sopan pada staff pria yang mengantarkan makanan mereka.


Agra yang melihat senyum Kiran yang bukan diperuntukkan untuknya, merasa jengkel, dia mendengus kesal dan berdehem kencang.


ya, Agra tahu kalau Kiran memang hanya tersenyum ramah dan mengucapkan terima kasih. Tapi rasanya menyebalkan ketika melihat Kiran tersenyum untuk pria lain selain dirinya.


Khemmm!


Kiran melirik Agra yang sudah menekuk wajahnya, staff pria itu pun tersenyum gugup pada Agra, karena dia tahu kalau Agra tengah cemburu karena wanitanya tersenyum padanya.


''Saya permisi, selamat menikmati.''


Kiran memicing menahan senyum. melihat wajah Agra yang sedang cemburu terasa sangat menyenangkan.


''Mas lucu,'' seru Kiran dengan berbisik.


''Mas lucu, atau dia yang lucu!'' sengitnya.


Kiran terkekeh, karena benar dugaannya kalau Agra memang sedang cemburu padanya.


''Mas harus banyakin makan, bukan banyakin cemburu,'' ledek Kiran yang sudah menyiapkan makanan ke mulutnya.


Agra mendengus pelan, dan ikut menyuap makanannya dengan perasaan jengkel.


''Kenapa juga harus tersenyum pada pria lain!'' gerutu Agra yang pastinya terdengar ke telinga Kiran.


''Makan, Mas… jangan mengomel, nanti wajahmu cepat keriput,'' ucap Kiran dengan senyum menggodanya.


......................


Mampir juga ke novel teman Nuna yaaa 🤗 sembari menunggu Nuna up 😘


Judul : Belenggu Pernikahan Semu


Author : TEH IJO

__ADS_1



__ADS_2