Gadis Kesayangan Tuan Agra

Gadis Kesayangan Tuan Agra
PIKTOR


__ADS_3

Acara malam itu berjalan dengan semestinya, tidak ada halangan apapun yang menganggu. Biang rusuh Olivia dan Hendrawan, tiba-tiba berubah pendiam bahkan lebih banyak membantu ketimbang berleha-leha seperti biasnya.


Tidak ada acara sindir menyindir yang biasa Olivia lakuan pada Kiran, yang bahkan malam ini terkesan anak dan ayah itu seperti sedang menghindari Agra dan Kiran.


"Mereka kenapa? seperti ada yang aneh," gumam Kiran yang memang tidak tahu menahu perihal apa yang terjadi sebelumnya, karena memang semua anggota keluarga sepakat untuk mmerahasiakannya dari Kiran atas permintaan Agra. Dan Faris pun menyetujuinya.


"Ada apa, sayang?" tanya Agra yang turut memperhatikan raut wajah istrinya.


"Tidak, Mas. Hanya merasa heran dengan Olivia, seperti ada yang berbeda.'


"Mungkin dia ingin tobat karena sadar dunia hampir kiamat," celetuk Agra yang langsung mendapatkan pukulan pelan dari Kiran di lengannya.


"Mas bicara apa sih, sembarangan saja."


"Lho iya Dek, Mas bicara sesungguhnya, kamu tidak mendegar kabar gempa di berbagai daerah, karena dunia ini sudah sangat tua Dek," kata Agra lagi.


"Ya, Kiran tahu, tapi tidak perlu membahas kiamat bisa 'kan? seram."


Agra terkekeh melihat raut wajah Kiran yang terlihat sangat menggemaskan itu.


*

__ADS_1


Di belahan negara bagian Eropa barat sana. Kedekatan Lisa dan Anas sudah semakin jelas, walaupun di antara mereka belum juga ada yang mengutarakan perasaan masing-masing, namun dari sudut pandang manapun orang akan mengira kalau keduanya adalah sepasang kekasih.


Saat ini di paris menunjukan pada pukul 4 pagi, yang memang lebih cepat 6 jam dari waktu di tempat Agra dan Kiran berada.


Malam tadi Lisa mengajak Anas untuk menonton sebuah drama di paviliun belakang sampai ketika mereka berdua tertidur disana dengan keadaan duduk dengan tv yang masih menyala.  Anas yang merasaan tidak nyaman pada tengkuk belakangnya akhirnya terbangun dan baru sadar semalaman mereka tertidur dengan posisi yang tidak benar,


Kepala Lisa yang bersandar di pundaknya perlahan ia pindahkan, ia bergeser sedikit untuk memberikan posisi tudur Lisa menjadi terlentang di sofa. Anas tersenyum simpul melihat wajah manis gadis sumatra itu. Terlebih lagi saat Lisa merubah posisinya yang meringkuk membuat Anas semakin gemas.


"Hei, gadis kasar. Apa kau sedang kedinginan? baiklah aku akan mengambilkan selimut untukmu, tunggu aku." Anas bangun dari duduknya,  tapi sebelum dia benar-benar pergi meninggalkan Lalisa, Anas meletakan beberapa bantal sofa di bawah sana untuk berjaga-jaga jika Lisa terjatuh, dia akan terjatuh di atas bantal bukan ke lantai langsung.


Anas kemballi kerumah utama untuk mengambil selimut Lisa, tapi baru saja dia akan menuju lantai atas, suara seorang wanita yang memanggilnya membuat dia menolehkan kepalanya.


"Tuan Anas? selamat pagi..." sapa wanita itu yang tak lain adalah Dila koki cantik yang di pekerjakan oleh Agra disana.


"Masih terlalu pagi begini, Tuan darimana, apa anda memerlukan sesuatu, biar Dila bantu," kata wanita itu menawaran jasanya.


"Oh tidak perlu, terima kasih. Saya akan melakukannya sendiri. Kalau begitu saya permisi." Anas berlalu setelah berpamitan dengan Dila yang hanya diam memperhatian langkah Anas yang semakin jauh.


Jantungnya kembali berdebar kencang, ternyata niatnya ingin menghqpus sosok Anas di hatinya tidak berhasil. Ya, rupanya dia masih berharap kalau pria itu membalas perasaannya.


"Sadar Dil, kau hanya seorang juru masak jangan terlalu berharap lebih," gumam Dila menyadaran dirinya sendiri.

__ADS_1


Setelah mendapatkan selimut yang di carinya, Anas segera kembali ke paviliun tempat Lisa berada. Yang ternyata Dila melihat Anas yang sedang membawa sebuah selimut. Merasa penasaran dengan apa yang di lakukan Anas, Dila berniat mengikutinya yang ternyata  Anas menuju paviliun belakang.


Pada saat ia diam-daim mengikuti Anas, matanya tiba-tiba memanas, karena ternyata Anas sedang bersama Lisa, gadis yang datang bersama Agra, Kran dan Anas tempo hari itu. Dan hatinya semakin perih ketika ia melihat Anas menyelimuti Lisa yang tengah tertidur di sofa, lalu mengecup sayang dahi Lisa.


Dari hari itu dia pun benar-benar harus mengubur perasaannya pada Anas yang ternyata sudah memiliki seorang pemilik hatinya.


"Selamat tidur sapi keciku," seru Anas pada Lisa setelah mengecup sangat kening Lalisa.


Mungkin jika orang yang mengenal lama Anas melihat apa yang dilakukannya, mereka akan merasa aneh karena mereka mengenal Anas sebagai pria yang kaku dan dingin. Mereka  pasti tidak akan menyangka kalau Anas bisa berbuat hal manis seperti itu.


Matahari sudah meninggi, Lisa terbangun dari tidurnya, mata mengerjap beberapa kali, dan dia baru menyadari kalau dia trtidur di atas sofa, dia terdaim sejena mengingat waktu malam tadi yang dia ingat sedang bersama dengan Anas. Tapi sekarang kemana pria itu? mata Lisa mencari keberadaan Anas yang entah ada dimana.


Dan pada saat dia akan bangun, dia baru menyadari kalau dia memakai selimut, 'apa dia yang menyelimutiku' bantin Lisa.


Mata lisa terbelalak karena sesuatu, ia segera mengintip tubuhnya yang masih terbungkus selimut itu, yang kemudian ia pun menghela nafanya dengan lega, ''Haaahhh..., ternyata aman, dia tidak berbuat macam-macam,'' gumam Lisa yang berpikiran lain tadinya. Ia terkekeh sendiri menyadari kalau pikirannya sudah mesum pagi-pagi begini.


                            ~~~~~~~~~


Mampir juga ke novel BESTAI Nuna yaa... 🤗 ga kalah serunya lho.. ☺️


JUDUL     ;     Istri Kecil Gabriel

__ADS_1


AUTHOR  ;      Virza



__ADS_2