Gadis Kesayangan Tuan Agra

Gadis Kesayangan Tuan Agra
Kesialan Lisa


__ADS_3

''Wah! Kak Mala keren!''


Seru Kiran dengan tepukan tangannya.


''Gemas aku dengan si Nona Oliv itu, tapi nyonya tidak apa-apa kan?''


''Tidak Kak, terima kasih ya,'' ucapnya.


Kiran pun kembali menonton drama favoritnya dan Mala tidak beranjak dari kamar untuk memastikan Olivia tidak kembali lagi ke sana.


''Kak, kemarilah kita menonton drama bersama!''


Kiran menepuk kasur untuk Mala agar mendekat dan naik kesana, tapi Mala sangat tahu diri, dia hanya seorang pelayan yang diberikan wewenang untuk mengatur pelayan lainnya. Manalah mungkin ia akan bersikap kurang ajar merebahkan tubuhnya di atas kasur milik Tuannya.


Mala lebih memilih duduk di kursi yang ada di sudut ruangan, menemani nyonya nya yang dia takuti Olivia kembali merusuh lagi.


''Tidak nyonya, saya disini saja,'' sahut Mala dengan halus.


''Oh ya! jusnya di minum ya Nyah, ini sehat untuk ibu hamil,'' ucap Mala yang membuat Kiran seketika terbangun dengan wajah shok.


''Hamil?''


''Iya, tadi anda bilang perutnya muka dan kepala sakit, itu tanda-tanda hamil lho, nyonya.''


Kiran mengulumkan senyumannya, ia ingin sekali tertawa tapi tidaklah mungkin ia mentertawakan ucapan Mala padanya yang mengandung sebuah doa didalamnya.


''Kak Mala, aku tidak mungkin hamil untuk sekarang ini.''


''Lho kenapa begitu?''


''Aku mual dan sakit kepala juga tubuhku yang terasa lemas, karena hormon menstruasi ku saja, bukan hamil.''


''Astaga, jadi saya salah ya?'' Kiran mengangguk dengan senyumnya yang tak padam. Merasa lucu dengan wanita yang dia panggilnya kakak itu.


Ponselnya bergetar sebuah pesan masuk, dan ternyata nama Lalisa Hutapea lah yang mengirimkan pesan singkat itu.


''Kak Mala, teman ku mau datang, tidak apa-apa kan?'' Mala yang mendapatkan pertanyaan itu tentu saja hanya bisa termangu.


Seorang nyonya meminta izin pada seorang pelayan hanya untuk mendatangkan temannya kerumahnya sendiri, sungguh luar biasa Kiran ini.


''Nyonya ini rumah Anda, saya hanya seorang pelayan. Tentu saja boleh, nyonya ingin mendatangkan pejabat pun boleh kalau itu kuasa nyonya.''


''Benarkah?''


''Tentu!''


Mood Kiran berubah-ubah, tadi merasa buruk dan sekarang tiba-tiba mood-nya sangat-sangat baik. Meloncat dari atas kasur untuk turun ke bawah karena Lalisa sudah hampir sampai seperti isi pesannya.

__ADS_1


''Nyonya hati-hati!''


''Teman ku sudah hampir sampai Kak, ayo Kak!'' Kiran berlarian dari kamar sampai anak tangga. Entahlah baginya hanya Lalisa teman yang sangat dekat dengannya selain Agra.


Olivia yang berada dibawah melihat Kiran yang berlarian merasa jengah, entah kenapa senyuman Kiran membuat dia terasa sangat panas.


''Sudah terbiasa berlarian di jalan kampung, jadi rumah sebesar ini dia anggap seperti itu. Dasar kampungan!'' sindir Olivia dengan suara yang kencang, tapi Kiran tidak peduli itu, dia terus melangkah cepat ke arah pintu untuk menyambut kedatangan temannya yang baru pertama kali ini berkunjung.


Di ujung komplek, Lalisa yang diturunkan oleh supir taksi karena di hadang oleh penjaga disana sebab tidak memiliki kartu akses untuk keluar masuk komplek yang super elit itu, tentu merasa kesal. Karena sesuai petunjuk maps kalau jarak ketempat Kiran masihlah jauh.


Berjalan dengan terus menggerutu, niat hati kerumah teman untuk mengobati rasa jenuh karena tidak ada kelas lagi malah harus mengurus tenaga apalagi matahari juga sudah mengeluarkan teriknya.


Dugh ... CIIIIITTTTTT!!


Suara pecah ban mobil dan rem yang tidak terkendali membuat Lisa terjingkat dan langsung melompat ke sisi kiri sampai ia tidak menyadari kalau tempat yang ia akan pihak adalah sebuah kolam.


Byyaarrr...


Basah! semuanya basah, dari ujung kaki sampai ujung rambut. Bahkan tas juga isinya pun ikut terendam.


''Aaahhhhkkkk... tolong!!!! tas ku, dompet ku, buku-buku ku!!'' pekik Lisa yang mengkhawatirkan isi tasnya.


Matanya melihat seseorang yang baru saja keluar dari mobil dan bukan menolongnya agar keluar dari kolam, dia justru mengecek ban mobilnya yang sudah pasti pecah dan harus diganti.


''Hei Bung! dimana mata mu!'' teriak Lisa yang masih berada di dalam kolam.


Bermain didalam kolam? apa matanya tidak melihat, gadis itu bukan bermain di dalam kolam, tapi tercebur kedalam kolam dan itu karena terkejut mendengar pecahan ban mobilnya.


Dengan cuek dan tidak peduli akan nasib bunga layu itu, sang kumbang malah asik bertelpon ria yang membuat sang bunga merasa kesal.


''Banditt kau ya!!! awas kau!''


Dengan susah payah, Lisa keluar dari kolam itu dan berjalan menghampiri pria yang membelakanginya.


Bugh'


Lisa memukul punggung pria itu dengan sekuat tenaganya, bahkan jassnya pun ikut basah dan kotor dari tangan Lisa.


Menoleh dengan wajah marah, melihat Lisa yang keadaannya seperti kucing tercebur diparit, sudah basah kotor pula. Pria itu menarik satu langkah untuk ia mundur. Karena merasa jijik dengan wanita yang berdiri dihadapannya.


''Tampan sekali.''


Lisa menggelengkan kepalanya menyadarkan pikirannya kalau didepannya ini adalah pria yang membuat dia seperti anak kucing yang basah.


''Cih, menjijikkan!'' ucapnya dengan suara pelan namun masih terdengar jelas ketelinga Lisa.


Mata Lisa sudah membesar seperti bola kasti.

__ADS_1


''Menjijikan katamu?!''


''Komplek seperti ini kecolongan ODGJ seperti ini, astaga!!'' ucapnya lagi tanpa mempedulikan kehadiran Lisa yang di anggapnya orang yang kurang waras.


''Aku nggak gila! aku tercebur karena terkejut mendengar suara ban mobil mu yang pecah!'' sahut Lisa yang menyadari kalau pria itu menganggapnya sebagai orang yang kurang waras karena penampilannya saat ini.


''Benarkah? kalau begitu saya minta maaf. Saya permisi!''


Lisa ternganga, ia tidak menyangka akan bertemu dengan laki-laki yang begitu menyebalkannya. Apa pria ini tidak mengenal cara meminta maaf yang benar? pikir Lisa.


''Hanya itu?!'' Pekik Lisa dengan nafasnya yang naik turun karena menahan amarahnya.


''Ya?'' pria itu kembali berbalik. ''Saya sudah meminta maaf, lalu?''


''Lalu mata kau! lihat ini, tas dan isinya semua basah dan pastinya semuanya rusak!''


''Oh soal ganti rugi, baiklah ini!'' dia mengeluarkan beberapa uang kertas dan diberikan pada Lisa yang tidak sama sekali menyambutnya.


''Kau memang menyebalkan!''


Lisa berlalu dengan air mata yang tiba-tiba keluar, entah kenapa dia sangat ingin menangis, bukan berarti dia sakit hati atau mengharapkan lebih dari pemberian lelaki itu. Tapi dia merasa sedih itu karena malu, penampilannya yang sangat berantakan dan di anggap gila, bahkan diberikan beberapa uang kertas untuk menggantikan barang-barangnya yang nilainya pun jauh lebih besar dari uang yang diberikan pada lelaki itu.


Seperginya Lisa, pintu mobil penumpang terbuka, seorang pria yang berperawakan tinggi keluar dari sana. ''Ada apa? dia siapa?''


''Saya tidak tahu, Tuan. Mungkin saja orang yang sedikit gila,'' jawabnya dengan menggedikan kedua bahunya.


Berjalan dengan menghentak-hentakkan kakinya dan sesekali dia menendang-nendang kerikil yang dianggapnya mengganggu jalannya. Lisa benar-benar merasa sangat malu terlebih lagi orang yang melaluinya melihat dengan pandangan jijik ke arahnya.


Berjalan terus sampai ia tidak menyadari kalau didepannya dengan jarak beberapa meter sudah ada Kiran yang berdiri dengan mata yang seperti sedang menanti seseorang.


Saat kepalanya diangkat dan matanya melihat Kiran bibirnya mengembang seraya berteriak, ''Ran!!!''


Kiran yang merasa dipanggil memicingkan matanya, memperjelas penglihatannya pada seseorang yang berjalan ke arahnya dengan penampilan yang sangat kacau.


''Lisa? Lalisa Hutapea?! kamu kenapa jadi begini?!''


''Ini semua karena pria menyebalkan itu!''


''Siapa?'' tanya Kiran, tapi saat matanya melirik ke sekeliling, dia pun memutuskan untuk membawa masuk terlebih dahulu Lisa, ''Yasudah masuk dulu, ceritanya nanti.''


......................


Hay semua readers ku yang tersayang 🤗 mampir juga yuk ke novel teman ku🥰 🙏


Judul : Back to MANTAN


Author: Bhebz

__ADS_1



__ADS_2