Gadis Kesayangan Tuan Agra

Gadis Kesayangan Tuan Agra
Saling Percaya


__ADS_3

''Mas…''


''Lelah ya?''


Kiran memeluk erat tubuh kekar Agra yang memang sudah lebih dulu membuka tangannya. Agra mengusap rambut panjang Kiran dengan sayang. Anas yang masih berada di ambang pintu seketika menyingkir karena merasa malu melihatnya, ia menutup pintu tanpa melihat ke depan, wajahnya ia buang jauh-jauh.


Agra tidak mempedulikan Anas yang menutup pintu, ia membawa Kiran lebih masuk dan menuntunnya sampai kesofa.


''Naik apa ke sini?''


''Taxi,'' sahut Kiran dengan manja.


''Pasti lelah, kemarilah, biar Mas pijat.'' Agra memutar tubuh Kiran agar membelakanginya, lalu memijat lembut pundak istrinya itu.


Semula Kiran merasa nyaman dengan pijatan itu, karena memang pundaknya terasa berat yang mungkin saja sebabnya dari tasnya itu, yang didalamnya ia membawa buku setebal pergelangan tangan.


Tapi beberapa saat kemudian, tangan Agra semakin bergerak turun, dan turun. Kiran menunduk, melirik tangan Agra yang sudah mulai nakal disana. Perlahan meraba kebagian dadanya. Tapi Kiran mengingat mereka sedang berada di kantor, langsung memberikan peringatan dengan cara menepuk pelan punggung tangan Agra.


Plak


''Mas jangan nakal!''


''Nakal dengan istri sendiri, tidak masalah kan?''


Agra membalikan tubuh Kiran sehingga menghadap kearahnya. Mencium singkat bibir Kiran yang menggumpal. Cup!


''Mas?''


''Hmmmpp?''


Agra membawa Kiran kedalam pelukannya, entah kenapa tidak bertemu Kiran setengah hari saja rasanya satu tahun. Ia sangat merindukan istrinya.


''Tadi ada Olivia datang ke kampus.''


Agra menjauhkan wajahnya dari Kiran, menatapnya dengan penuh tanya dan kemudian terdengar decakan kesal dari Agra.


''Apa dia berbuat ulah lagi? apa dia menganggu mu disana?'' tanya Agra dengan cepat karena sangat tahu tabiat adik sepupunya itu yang sedikit gila.


''Ini lihatlah.'' Kiran memberikan ponselnya pada Agra yang langsung menunjukkan sebuah jepretan gambar, yang di mana Olivia dan seorang pria yang sangat dia kenal yaitu Roby, sedang berbincang di depan gerbang utama kampus.


''Mau apa dia bertemu dengan Roby?''


Kiran dapat melihat sorot mata Agra yang tajam saat menyebut nama Roby.


''Aku hanya mendengar sedikit karena saat itu jalanan sedang ramai dan berisik. Olivia menawarkannya untuk berkerja sama.''

__ADS_1


''Maksudnya?''


''Entahlah aku juga kurang mengerti, dari kalimat yang aku tangkap, dia mempertanyakan sang Roby soal ketertarikannya padaku, dan tiba-tiba Olivia menawarkan untuk bekerja sama yang langsung ditolak olehnya.''


Jelas Kiran dengan panjang lebar. Dia tahu sebutan untuknya kali ini adalah tukang mengadu, tapi dia bicara pada Agra karena tidak ingin ada lagi kesalahpahaman di antara mereka berdua.


Agra terdiam memikirkan apa yang sebenarnya Olivia tawarkan pada Roby, yang langsung mendapatkan penolakan dari Roby, mantan teman. Cih, mantan teman? sebenarnya istilah itu tidak ada, tapi entah sebab apa sehingga Agra begitu membenci Roby.


Kiran menyenderkan kepalanya di dada Agra yang dia sedang melamunkan sesuatu. Tapi kemudian tersadar karena Kiran.


''Mas…''


''Hemmpp?''


''Berita itu, tidak benar kan?''


Agra berdecak pelan, mengingat berita yang dia baca di sebuah artikel gosip di sosial media, membuat dia sangat ingin mencari sang pembuat artikel tersebut. Tapi buat apa juga, toh! Jika dia mencari nya dan meminta menghapus artikel itu pastilah dia akan membuat berita lain lagi yang lebih panas dengan bertuliskan Tuan Agra Madava Nadindra, menyogok seorang narasumber untuk menarik artikel yang telah tersebar luas.


Hiiisshh!!! membayangkannya saja Agra tidak sanggup. Berjalan kemanapun tanpa ada rasa nyaman karena selalu dikejar-kejar oleh para wartawan, hanya untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat, dan bahkan bisa saja digoreng lagi oleh mereka.


''Sebenarnya alasan itu juga, Mas memanggil mu kesini. Mas takut kamu salah paham.'' Agra menghela nafasnya kasar. ''Semua berita itu tentu tidak benar, entah datang dari mana informasi itu, tapi Mas janji akan mengusutnya sampai tuntas, kamu jangan khawatir ya, hmm?''


''Sebenarnya Kiran juga tidak percaya akan berita seperti itu, Mas. Mana mungkin jika Mas memiliki istri lain, aku diperkenalkan juga didepan umum.''


''Istri pintar!'' colek Agra pada batang hidung Kiran.


Agra menghembus dengan jengkel. ''Mas bingung pada orang yang sangat ingin tahu kehidupan orang lain, bahkan mereka tidak lelah untuk mencari tahu masalah pribadi orang itu.''


Kiran mengangguk samar, dia tahu Agra mulai risau karena lagi-lagi dia menyebut nama Roby. Tapi itu harus! karena hari ini Roby juga mencoba mendekatinya lagi.


''Pokoknya ingat apa yang Mas ucapkan. Kamu harus percaya sama Mas, kalau Mas itu hanya milik kamu, hmm?'' Kiran mengangguk dan semakin mengeratkan pelukannya.


Agra tau Kiran pun sama merasakan kerisauan karena adanya berita tersebut, tapi dia percaya kalau Kiran itu gadis yang bijak, tidak akan mudah termakan oleh berita-berita konyol seperti itu.


.


Di sebuah ruangan, pria sedang termenung seorang diri. Hatinya tengah gundah, memikirkan seorang gadis yang ternyata telah mencuri hatinya saat pertama kali mereka bertemu, satu tahun yang lalu.


Tapi dia harus mengubur perasaannya dalam-dalam, karena ternyata gadis itu sudah memiliki suami. Saat pertama kali tahu tentang status gadis itu, dia sedikit tidak percaya karena selama setahun betul, dia terus memperhatikan keseharian gadis tersebut, yang memang ke manapun hanya seorang diri.


Ya pria itu tak lain adalah Roby Mahendra. Roby yang selama setahun ini diam-diam menyukai Kiran, yang ternyata istri dari kawan lamanya yaitu Agra Madava Nadindra.


Roby pun sadar kalau dia terlalu tamak, karena lagi-lagi milik Agra lah yang membuat dia tertarik. Mengingat masalahnya dengan Agra dahulu, karena seorang gadis, apa dia juga akan mengulangi hal yang sama.


Robby tampak gusar di tempat duduknya, berulang kali dia mendesis pasrah. tapi dia juga tidak bisa menahan perasaan itu pada Kiran. Terlebih lagi ada seorang yang menawarkan sebuah kerjasama yang harusnya membuat dia tertarik akan itu.

__ADS_1


''Tidak! kali ini Agra pasti tidak memaafkan ku, kondisi yang sangat berbeda saat dulu dan sekarang. Mungkin dulu Agra tidak begitu mempermasalahkan karena status mereka yang hanya kekasih, tapi sekarang, tidak menutup kemungkinan Agra pasti mengamuk karena kali ini yang aku ganggu adalah istrinya.''


''Tuhan, kenapa pula selalu milik Agra yang aku suka!''


Ponselnya bergetar di atas meja sebelah kanannya, sebuah nomor yang tidak tersimpan menghiasi layar kaca pada gawainya. Tanpa pikir panjang Roby puy menggeser icon hijau itu dan mendekatkan ke telinganya.


Suara wanita yang tidak asing saat ini sedang memanggil namanya di seberang sana. dengan cepat Roby menjauhkan gawainya dari telinga dan melihat nomor tersebut. alisnya mengernyit heran.


''Siapa ini?'' tanya Roby dengan nada yang ramah.


Saat mengetahui nama wanita tersebut raut wajahnya kian berubah dengan bersama nada suara Roby yang juga berbeda.


''Dari mana kamu mendapatkan nomorku?''


''Bagiku tidak sulit untuk mendapatkan nomor seseorang.''


''Ada apa kau menghubungiku?''


''Ada apa lagi, kalau bukan penawaranku tadi, apa kau telah memikirkannya kembali?''


''Aku sudah katakan padamu, kalau aku tidak akan melakukan apa yang kau mau. Ingat Olivia Agra itu sepupumu dan Kiran itu istrinya, kau tidak pantas mengganggu kehidupan mereka!''


Terdengar dari sana Olivia berdetak kesal.


''Lalu apa bedanya aku dengan dirimu! kau pun sama menyukai Kiran,bukan?''


''Tentu kita sangat jauh berbeda, karena aku hanya mengagumi sosok Kiran dan itu akan terus aku pendam. Beda dengan dirimu yang terlalu nekat hanya untuk kepuasan hatimu!''


''Cih! kau terlalu munafik Roby! aku tahu betul kau bukan hanya sekedar mengagumi Kiran. Tapi kau menyimpan sebuah perasaan yang mendalam pada gadis itu.''


''Terserah apa tanggapanmu terhadapku. Yang pastinya aku tidak akan melakukan sesuai apa yang kau inginkan! mau itu perasaan cinta ataupun sayang, itu semua hanya aku yang tahu. Dan aku cukup lega karena ternyata gadis yang aku kagumi jatuh kepada pria yang tepat seperti Agra. Juga aku sangat senang karena Agra mendapatkan istri seperti Kiran!''


''Hentikan omong kosongmu, Roby! aku menghubungimu hanya untuk memastikan kalau kau sudah berubah pikiran, kau bisa langsung menghubungiku!''


''Maaf jika harus membuatmu kecewa, tapi aku tidak akan merubah pikiranku! ingat Olive, mereka sudah bahagia dengan kehidupan rumah tangga mereka. Jangan kau usik ataupun berusaha menghancurkan mereka karena sebuah karma sangat nyata adanya!''


Robby menekan icon merah tanpa permisi. Dia benar-benar tidak habis pikir, yang semestinya sebagai saudara sepupu, mendukung saudara sepupunya. Tapi tidak pada Olivia, dia justru berusaha untuk menghancurkan rumah tangga saudaranya itu.


...****************...


Hay semua kaka-kaka kesayangan Nuna 🤗 mampir juga ke novel teman Nuna yaaa 🤗 sembari menunggu Nuna up 🙏😚


Judul : Pernikahan Rahasia Anak SMA 2


Author: LichaLika

__ADS_1



__ADS_2