Gadis Kesayangan Tuan Agra

Gadis Kesayangan Tuan Agra
Antara Anas dan Lisa


__ADS_3

Perjalanan menuju kampus, Kiran dan Lisa berangkat bersama dengan Agra dan Anas. Agra yang sengaja menempatkan Lisa di kursi depan bersama Anas belum cukup merasa puas karena kedua manusia itu sedari tadi hanya diam dengan perasaan gugup yang terlihat di masing-masing wajahnya.


Walaupun Anas ahli menyembunyikan sebuah ekspresi namun tetap saja Agra yang dapat menebak dari raut wajah Anas kalau asisten pribadinya itu juga sedang merasakan kegugupan yang luar biasa, dan hanya Agra yang menyadari itu.


Khemmmm!!


Agra berdehem dengan sangat keras mencairkan suasana yang terasa kaku.


''Lisa?'' panggil Kiran.


''Apa!''


''Kamu belum membeli laptop dan ponsel kan?''


''Iya belum mana sempat aku, semalaman aku hanya menemanimu menonton drama,'' sahut Lisa dan Kiran pun tertawa.


''Kalau begitu kau harus tanggung jawab, Nas!''


''Tanggung jawab memangnya saya berbuat apa Tuan?''


''Bodoh! barang-barang dia rusak itu karena mu, dan kau harus bertanggung jawab, jangan menjadi pengecut!''


''Tapi Tuan kemarin dia menolak untuk saya ganti.''


''Kau menggantinya hanya dengan beberapa lembar uang, yang di mana harga ponsel dan laptop juga belum data-data yang tersimpan di dalamnya, apa cukup dengan uang yang kau berikan itu?''


''Lalu saya harus bagaimana?''


''Emmm, Lisa… kamu tidak ada kelas lagi kan setelah ini?'' Lisa mengangguk dengan wajah yang dia buang keluar jendela.


''Nah kebetulan, berarti nanti siang kamu akan dijemput oleh Anas, untuk membeli semua barang-barang mu yang rusak, dan membantumu untuk memulihkan data yang ada di laptop mu itu.''


Lisa dan Anas menoleh secara bersamaan, merasa tidak percaya kalau Agra saat ini tengah menjadwalkan pertemuan mereka walaupun di balik kata tanggung jawab. Tapi Lisa dapat melihat kalau Agra dan Kiran tengah sengaja merencanakan itu semua.


''Tidak bisa Tuan!'' tolak Anas dengan jelas dan entah kenapa bisa merasa kecewa.


''Kenapa?''


''Karena saya akan menemani Anda meeting dengan klien yang datang dari Jepang.''


''Oohh, itu bisa di atur. Kau lakukan saja sesuai apa yang aku perintahkan.''


Lisa dapat melihat dari ujung matanya kalau Anas tengah menghela nafasnya dengan panjang, yang sepertinya merasa keberatan dengan perintah Agra.


''Tidak apa tuan Agra,saya bisa sendiri.''

__ADS_1


Terlihat dari tarikan napas Lisa yang berat kalau gadis itu tengah kecewa dengan suatu hal.


Sesampainya di kampus, Kiran dan Lisa segera turun dari sana dan berpamitan dengan Agra, tapi tidak untuk Anas, Lisa bahkan berlalu begitu saja tanpa meliriknya ataupun sekedar berterima kasih pada Anas karena sudah mengantarkannya.


''Kau payah!'' cetus Agra.


''Hah? saya payah Tuan?''


''Sudahlah, lebih baik kita segera berangkat.''


Mobil pun melaju meninggalkan area kampus. Agra tidak lagi membahas Lisa pada Anas, tapi entah kenapa Anas ingin sekali bertanya sesuatu pada tuan nya itu.


Di lobby kantor, Anas yang berjalan di belakang Agra berusaha menjangkau langkah bosnya itu.''Tuan…''


''Ya? katakan!''


''Maksud kata payah tadi apa?''


''Cih, masih dibahas, sudah basi!''


''Tidak Tuan, saya hanya tidak mengerti.''


Lift terbuka dan merekapun masuk secara bersamaan, yang kemudian Anas melontarkan pertanyaan lagi setelah menekan tombol angka yang akan membawanya keruangan CEO NDR Corp.


''Kau tau, Nas?''


''Diam, aku belum mengatakan apapun.''


''Baik Tuan,'' sahutnya dengan kepalanya yang ia tundukan.


''Lisa sepertinya menaruh hati padamu, dan kebetulan kamu memang membutuhkan seorang perempuan untuk mengisi hari-hari mu yang kaku itu, Jangan hanya tau bekerja saja!''


Pintu lift terbuka, dan Agra pun keluar lalu berbalik lagi. ''Jangan sia-siakan kesempatan emas, Nas!'' Agra pun masuk kedalam ruangannya, dan Anas duduk di meja kerjanya, memikirkan apa yang Agra katakan itu.


Ada sesuatu di dadanya, yang sejak tadi tidak juga berhenti berdegup kencang, terlebih lagi saat mendengar Agra mengatakan Lisa menaruh hati padanya. Apakah benar? Anas menggeleng cepat lalu membuka laptopnya untuk memulai pekerjaannya.


Tapi bagaimanapun ia berusaha untuk fokus, namun tetap saja ucapan Agra seperti alunan musik yang terus berbunyi di otaknya. Berulang kali ia salah mengetikkan kata di laptopnya, dan berulang kali juga ia mendelete nya.


Benar-benar menyiksa, Anas melirik jarum jam yang sebentar lagi memasuki waktu makan siang, ia pun membereskan meja kerjanya lalu berjalan ke arah wanita yang meja kerjanya tidak jauh darinya.


''Bel! kalau tuan Agra mencari ku, katakan aku ada urusan penting ya,'' ucap Anas yang kemudian berlalu pergi.


Tanpa ia sadari, ternyata Agra melihatnya dari balik kaca besar ruangannya, bibir Agra tersenyum karena ternyata rencananya berhasil untuk mengacau pikiran Anas.


''Sudah kuduga, kau pasti akan terpancing karena kulihat kau juga menaruh hati pada gadis itu,'' gumam Agra.

__ADS_1


Agra mengirimkan pesan pada Kiran den kalimat.


'Kita hampir berhasil sayang'.


Anas bukanlah sekedar asisten pribadinya saja, namun sebenarnya ia sudah menganggap Anas sebagai adiknya juga. Awal mula bertemu dengan Anas di suatu kejadian yang tidak terduga, di mana kecelakaan maut yang hampir merenggut nyawanya itu terjadi, tapi beruntung ternyata ada sebuah mobil yang menahan tubuhnya yang terpental dan akan jatuh kedalam jurang.


Dari sanalah Agra mengenal Anas. Dan terhitung sampai sekarang, sudah hampir 12 tahun mereka bersama. Anas pun sudah dianggap anak oleh kedua orang tua Agra dan kakek Faris pun menyayangi Anas seperti dia menyayangi Agra.


Dan begitulah sejak dulu karakter Anas, yang kaku tidak berekspresif.


Di kampus Lisa yang baru saja keluar dari kelas langsung menuju gerbang utama karena ingin membeli keperluannya yang ia butuhkan.


Dia tidak lagi mengharapkan sikap tanggung jawab dari Anas. karena dia pun mampu untuk membelinya. sebuah halte tujuan Lisa saat ini namun saat ia melangkah menuju halte tersebut, sebuah mobil berjalan pelan mengiringi langkahnya.


Diiiinnnn!!


Mobil itu mengklakson Lisa yang menoleh ke samping. Kaca mobil itu diturunkan oleh pemiliknya dan wajah Anas lah yang terlihat oleh matanya.


''Kau? mau apa?'' tanya Lisa sembari berjalan dan Anas pun terus mengikutinya dari dalam mobil.


''Masuklah cepat! aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan!''


Anas sedikit berteriak karena posisinya yang ada di dalam mobil, tapi dia tidak menyadari kalau ucapannya itu membuat pertanyaan di pikiran orang-orang yang juga sedang berada di halte itu.


Lisa yang merasa beberapa pasang mata melihatnya merasa kikuk, terlebih lagi anak yang berteriak mengatakan hal demikian.


Lisa tersenyum dengan kaku pada orang-orang yang menatapnya tajam. ''Bukan! bukan seperti itu maksudnya,'' ucap Lisa memberi penjelasan namun itu hanyalah sia-sia karena anggapan orang-orang sudah terpatri ke sebuah kejadian.


''Issshh... kau ini!'' Lisa masuk ke dalam mobil Anas menutup pintunya dengan membanting dan siap meledakkan emosinya pada Anas.


''Kau ini! Kalau bicara jangan sembarangan, lihat semua orang menatapku dengan tanda tanya. Pasti mereka berpikir yang bukan-bukan tentangku!''


''Apa saya salah lagi?'' tanya Anas yang memang tidak mengerti letak kesalahannya.


Lisa menggertakkan gigi-giginya dan meremas tangannya sendiri dengan ekspresi yang kesal pada Anas. Bahkan ia tidak menyangka kalau akan bertemu pria selugu Anas.


''Terserah!''


Anas hanya menggedikan kedua bahunya yang kemudian menancapkan gasnya meninggalkan area kampus itu.


...----------------...


Mampir juga ya ke novel teman othor 🤗 tidak kalah serunya lho 😘 sambil menunggu aku up 🤭


Judul : Nikah Dadakan dengan Musuh

__ADS_1


Author : Ayi



__ADS_2