Gadis Kesayangan Tuan Agra

Gadis Kesayangan Tuan Agra
Jurus Baru AGRA


__ADS_3

Brakkk


Agra terjingkat, ia terkejut karena Kiran yang keluar dan membanting pintu mobil dengan sangat keras.


Berjalan memasuki rumah tanpa menunggu Agra yang masih berada di dalam mobil.


Agra mengerti, Kiran saat ini tengah kesal karena kejadian tadi di kampus, tapi tidak dapat dipungkiri kalau Agra merasa senang karena dari sikap Kiran yang seperti itu, dia dapat tahu kalau istrinya merasa cemburu. Cemburu \= Cinta?


Melepaskan seatbelt-nya, dan keluar menyusul langkah Kiran yang mungkin saja sudah ada di kamarnya.


''Tuan…'' sapa Mala yang sedang mengawasi beberapa pekerja di ruang tamu.


''Apa Kiran kekamar?'' tanya Agra sedikit mengerling ke lantai atas.


''Iya, Tuan. Memangnya ada apa, Tuan? sepertinya Nona Disa sedang dalam mood yang buruk.'' Tebak Mala dengan benar. Agra bukannya menjawab ia malah tersenyum dan menepuk pundak Mala lalu berjalan pergi menuju anak tangga.


''Mereka aneh,'' gumam Mala yang masih mengawasi para pelayan.


''Mbak Mala? Tuan dan Nyonya kenapa?'' tanya salasatu pelayan itu.


''Ck, sudah kerjakan saja pekerjaan mu! jangan mau tahu urusan orang lain!''


*


''Kenapa juga harus pegang-pegang tangan segala, menyebalkan! membantu katanya, cih! memangnya saja kamu tuh genit, apa aku saja kurang!''


Kiran terus menggerutu dikamar, mengeluarkan buku-buku dari dalam tas dan mengisi daya baterai ponsel dengan sedikit membantingnya. Dia kesal kala ingat tangan Agra yang memegang erat tangan Sari di depan kampus tadi.


Suara pintu terdengar, dia tahu yang masuk itu adalah Agra, yang matanya sedikit melirik, dan telinganya mendengar derap langkah Agra yang mendekat kearahnya.


Tapi sebelum Agra benar-benar sampai ke arahnya, Kiran sudah lebih dulu menghindar dan berjalan memutar untuk ke kamar mandi, dia masih kesal dengan suaminya itu.


Grepp'


Niat Kiran untuk menghindar ternyata hanya di angan, kini tubuhnya sudah melayang dan mendarat di ranjang, siapa lagi pelakunya kalau bukan Agra Madava Nadindra.


Tangan Agra saat ini bertumpu di kedua sisi kiri dan kanan Kiran yang terlentang dengan wajah yang gugup. Menatapnya dengan tatapan teduh, bibirnya tersenyum manis memamerkan gigi gingsulnya.


Sekali lagi, Kiran di buat merinding dan melayang akan ketampanan paripurna seorang Agra.


Lihat betapa sempurnanya pria satu ini, matanya yang biru, hidungnya yang tinggi setinggi harapan orang tua author, bulu mata yang lentik, dan memiliki bibir yang indah dengan belahan di bibir bawahnya. Seakan Agra adalah hasil pahatan dari surga.


''M-Mas, mau apa?''

__ADS_1


''Sudahkah marahnya?''


Kini Agra menyeringai tetapi bukan menyeringai licik, dia sedang menggoda Kiran yang sudah gugup setengah mati.


Kiran mengalihkan pandangan kepalanya iya tolehkan ke samping bertujuan menghindari tatapan yang penuh godaan dari Agra. tapi sentuhan lembut Agra pada dagunya membuat kepalanya kembali menoleh dan bertukar pandang di udara.


hangat ya tatapan itu hangat walaupun di luar sana hujan kembali turun dengan derasnya. jari Agra yang tadinya memegang dagu ukiran kini tengah menyelipkan di antara belakang telinga dan pipi Kiran.


''Eeeuunnngg…''


Kiran melenguh kala merasakan sensasi geli pada leher bawah telinga, yang disentuh oleh tangan Agra.


Agra tersenyum mendengar lenguhan Kiran karena membuat hasratnya kembali bangkit. Perlahan namun pasti, Agra mengecup singkat bibir seksi Kiran.


Mengambil jeda sebentar dan mendaratkan bibirnya lagi dengan sangat lembut, awal Kiran sedikit menolak mendorong dada Agra, tetapi seakan dorongan itu mengisyaratkan agar Agra tidak berhenti di tengah jalan dan melanjutkan ke jenjang selanjutnya.


liddah bertukar liddah. Agra mengabsen deretan gigi-gigi Kiran.


'Manis' mungkin itu yang ada di pikiran Agra tentang rasa dari bibir Kiran.


Agra merasa nafas Kiran yang semakin sulit, Agra pun melepaskan pagutan mereka, menempelkan kening di atas kening Kiran, ya matanya saling bertukar pandang dan satu kalimat yang Agra lontarkan dengan begitu hangat. ''Maafkan Mas ya.''


Sungguh Agra lebih cocok menjadi penyanyi ataupun anggota boyband Korea yang suaranya sangat merdu juga menggelitik hati ketimbang menjadi CEO dari NDR group.


*


''Aarrrghhhhh!''


Sari membuang handuknya kesembarangan arah, meraih botol parfum lalu melemparkannya ke kaca itu sampai pecah berkeping-keping.


''Siallan! gagal semua, gagal! kenapa nasib mu selalu mujur, Kiran! kenapa!!'' Sari berteriak seperti orang yang kesetanan dan mungkin saja penghuni kost yang lainnya mendengar teriakan dari yang begitu kencang ditambah suara pecahan kaca.


''Dari memiliki teman yang banyak, nilai sekolah yang bagus, Reza yang melamarnya. Aku kira keberuntungan mu cukup sampai pada kematian Reza, tapi tidak! kau malah mendapatkan suami yang lebih segalanya dari Reza, dan dosen di kampus juga menyukai mu. Apa istimewanya dirimu, Kiran!''


Sari menjambak rambutnya sendiri, merasa frustasi karena dia selalu kalah dari segala apapun oleh Kiran.


''Kau cantik, tapi aku juga tidak kalah cantik. Lalu apa salahku!''


''Apa kau merasa puas, hah! telah mempermalukan ku didepan anak-anak kampus, puas kau Kiran!!''


Braakkkk


Sari melemparkan semua barang-barang yang ada di atas meja. Ia benar-benar marah apalagi Kirana yang sudah mempermalukannya, di depan banyak orang tadi, juga ditambah sahabatnya itu Lisa. Dan dia mengingat betul perkataan Agra yang seakan itu adalah hinaan untuknya.

__ADS_1


''Lihat saja kau, kau pasti kalah dariku!''


Keadaan kamar kos yang semula tertata rapi kini sekarang seperti kapal pecah. Tidak mempedulikan penghuni kos yang lainnya, yang terus mengetuk pintu karena suara ribut yang dia buat.


*


''Mas?''


''Iya, kenapa sayang?''


Kini pasangan suami istri itu sedang berada di bawah selimut yang sama dengan keadaan yang tidak berpakaian, Agra yang terlentang dan Kiran yang memeluknya dari samping dengan jarinya yang memainkan dada bidang Agra.


''Aku benar-benar kesal pada Sari, aku melihat sendiri dia berlari ke arahmu dan menabrakkan dirinya lalu jatuh dengan drama yang dia buat. Lalu apa aku salah bersikap seperti tadi?''


''Tentu saja tidak. kamu sudah mengambil sikap benar dan Mas senang.''


Kiran menjauhkan wajahnya dari lengan Agra, menatap heran padanya.


''Senang, senang kenapa?''


''Iya m Mas senang, karena cemburu kamu menandakan perasaan cinta kamu untuk Mas itu benar nyata.''


'Cemburu? tidak, siapa bilang!''


''Tidak perlu berkelih lagi, karena Mas tahu, kamu marah itu karena cemburu. Tapi sungguh! Mas tidak tahu kalau itu Sari dan bahkan Mas tidak melihat wajahnya, karena mas sibuk mencarimu.''


Agra menyentil pelan hidung Kiran


''Benarkah? Mas tidak lagi membual kan, atau Mas sedang membela diri agar Kiran tidak marah!''


''Mas berkata yang sebenarnya, Mas memang tidak melihat wajah dia. Lagipula buat apa juga mas membual, wajah cantik mu saja tidak habis Mas pandang.''


Agra terus menggoda Kiran yang sudah tersenyum malu di balik telapak tangannya.


Sekarang Agra sudah tahu, jurus bagaimana cara meluluhkan hati Kiran. Di saat Kiran sedang marah. Kurung, kecup, tindih 🙈..


TBC...


...----------------...


Mampir juga ke novel teman Nuna yaaa 🤗 sembari menunggu Nuna up 😘


Judul : Istri Sirih Tuan Bryan

__ADS_1


Author : Asma Khan



__ADS_2