Gadis Kesayangan Tuan Agra

Gadis Kesayangan Tuan Agra
Harus Kembali


__ADS_3

Sudah hari ketujuh Kiran dan Agra berada di Amerika, serangkaian hari kematian pun ia ikuti dengan hikmat. Dan besok saatnya mereka kembali ke Negera tempat tinggalnya, yaitu Indonesia.


Ya, mereka tidak kembali ke Paris untuk menyusul Lisa dan Anas yang bahkan mungkin saja sudah kembali juga ke Indonesia, karena memang Kiran maupun Agra tidak sama sekali menghubungi mereka, yang itu juga adalah ide dari Agra agar tidak mengganggu Anas dan Lisa disana.


''Maaf ya Dek, kita harus kembali ke Indonesia,'' ucap Agra yang merasa bersalah.


''Tidak apa, mas. Lagipula sudah terlalu lama juga aku cuti, pasti tugas kampus ku juga menumpuk,'' sahut Kiran.


Ya mereka sedang berada di kamar, mengemasi barang-barangnya untuk ia bawa kembali ke indonesia.


Tapi tiba-tiba, pintu diketuk dari luar membuat pasangan pengantin itu menoleh dengan bersamaan ke arah pintu yang tidak mereka tutup dengan rapat.


''Kakek?''


''Apa aku mengganggu kalian?'' seru Faris.


''Tidak Kek, Kiran hanya sedang mengemas pakaian,'' sahut Kiran yang masih duduk di lantai dengan beberapa tumpukan pakaian yang sedang ia masukan kedalam koper.


''Ada apa Kek?'' tanya Agra yang duduk di tepi ranjang.


''Tidak, kakek hanya ingin berbincang sebentar dengan kalian.'' Faris menjeda ucapannya sebentar.


''Emmmm... Kiran?''


''Iya Kek?''


''Setelah lulus nanti, Kakek mau kamu yang memegang perusahaan cabang, yang memang sudah diwariskan Hermawan pada mu.''


Gerakan tangan Kiran berhenti, dia mengangkat kepalanya menatap Faris dengan raut yang menunjukkan kalau dia terkejut mendengarkan penuturan kakek dari suaminya itu.

__ADS_1


''Tapi Kek, apa tidak terlalu cepat? lagi pula Kiran mana mengerti.''


''Dengan jurusan yang kau ambil memang sedikit bertentangan, tapi Kakek yakin kamu pasti bisa.''


''Maaf ya Kek. Bukannya Kiran menolak, tapi ada cucu kakek yang lainnya yang lebih berhak daripada Kiran


''Siapa yang kau maksud, Olivia? dia tidak akan mampu mengurus itu, anak manja itu hanya tahu berfoya-foya menghabiskan uang orang tua hanya untuk kesenangan sendiri.''


Faris mentertawakan ucapannya sendiri yang bahkan memang terdengar tidak pantas untuk membicarakan seorang cucu kandungnya sendiri pada cucu menantunya, tapi memang itu lah kenyataannya.


''Sudahlah, Dek. Kau terima saja, jika memang nantinya kyau tidak sanggup, kamu bisa kembalikan itu pada Kakek. Benar 'kan Kek?''


Faris mengangguk, memberikan rasa yakin agar Kiran menyetujui itu.


''Baiklah Mas, Kek. Kirana akan mencobanya,'' lirih Kiran dengan terpaksa.


Perbincangan ketiga orang itu sangat terlihat asik dan hangat yang ternyata dianggap menulikkan telinga oleh seseorang. Y,a seseorang itu saat ini sedang berada di balik pintu yang turut mendengarkan perbincangan mereka dengan hati yang panas.


Dia marah karena kakeknya lebih memilih anak orang lain ketimbang cucu kandungnya, dan bahkan membicarakannya dengan terang-terangan di depan orang lain, juga turut membeda-bedakan.


Rasa marah Olivia dan rasa bencinya menjadi satu, dia semakin muak dengan nama seseorang, yaitu Kiran. Dia sangat ingin menyingkirkan Kiran saat ini juga tapi ayahnya sudah memperingatinya untuk tidak mengusik Agra dan Kiran, untuk sementara waktu. Tapi dengan mendengar ucapan Faris, dia tidak lagi mempedulikan peringatan dari Hendrawan.


Tangannya berselancar lincah di gawainya, menekan satu nomor dan langsung ia hubungi. ''Halo! aku butuh montir profesional dan handal untuk malam nanti.''


Olivia melangkah pergi dari sana dengan perasaan penuh dendam yang seharusnya bukan ia tujukan pada Kiran, karena Kiran sudah mencoba menolak itu. Tapi Faris, kakeknya sendiri lah, yang tetap keukeuh dengan apa yang ia katakan.


Keesokkannya.


Agra dan Kiran sudah bersiap untuk berangkat. Mobilnya pun sudah siap untuk mengantarkan mereka ke bandara. Faris dan Liliyana mengantarkan mereka sampai dengan rumah. Dan disusul dengan Hendrawan yang baru saja keluar rumah untuk turut mengantarkan mereka.

__ADS_1


''Maafkan Kakek ya, Kakek tidak bisa mengantar kalian ke bandara,'' kata Faris dengan rasa bersalah.


''Tidak apa Kek,'' sahut Kiran.


''Tante juga meminta maaf, tidak bisa mengantar kalian, karena masih ada pekerjaan didalam,'' timpal Liliyana.


''Tidak masalah, Tan,'' jawab Agra.


''Oh ya Mas. kau tidak sibuk 'kan? antarkan Agra dan Kiran ya, mau 'kan?'' tanya Liliyana pada Hendrawan.


''Oohh bisa, ayo!'' Hendrawan ingin melangkah masuk kedalam mobil namun tiba-tiba Olivia datang dan mencegahnya.


''Papa! ayo!''


''Liv? kau mau kemana?'' tanya Hendrawan.


''Bagaimana sih, Pah. Aku kan sudah mengatakannya tadi malam kalau aku akan meminta papa untuk mengantarkan ku, Papa pasti lupa.''


Hendrawan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dan belum ia menjawabnya, Olivia sudah lebih dulu menarik tangannya untuk masuk ke mobil lain.


''Tidak apa Tan, Kek. Aku sudah menghubungi Roger, sebentar lagi juga dia datang. Aah! itu dia.''


Mereka pun berpamitan untuk pergi ke bandara karena harus segera kembali ke Indonesia dengan Roger yang mengantarkan mereka.


...****************...


Mampir juga ke novel teman Nuna yaaa 🤗 sembari menunggu Babang Agra dan Neng Kiran Up ☺️🙏


JUDUL : GAMON (Gagal Move On)

__ADS_1


AUTHOR : Navizaa



__ADS_2