Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda

Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda
Bab 25


__ADS_3

Pelangi sontak melihat kearah Zarow yang ternyata memperhatikan dirinya sedari tadi, ia kembali lagi menggeleng-gelengkan kepalanya.


" lo gak punya mulut apa?, geleng-geleng gitu, tadi lo mikir apaan ha? " tanya Zarow.


Pelangi kaget mendengar kata-kata Zarow, seperti pencuri yang ketahuan Pelangi hanya bisa tersenyum kikuk melihat kearah Zarow yang saat ini menatap tajam kearahnya.


Zarow jelas-jelas melihat Pelangi tadi seperti sedang memikirkan sesuatu & tiba-tiba menggelengkan kepalanya, ia tak pernah salah melihat sebelumnya.


" lo mikir yang aneh-aneh ya ke gue ? " tanya Zarow lagi memastikan.


Pelangi reflek menepuk jidatnya heran mengapa pria disebelahnya tersebut sangat tau jika dirinya saat ini memang sedang memikirkan dirinya.


Melihat Pelangi menepuk jidatnya reflek Zarow semakin yakin jika Pelangi memang sedang memikirkan hal aneh tentangnya, ia menaikan satu alisnya sambil bersedakep menghadap kearah Pelangi.


Pelangi yang merasa mendapatkan tatapan aneh dari Zarow hanya bisa cengengesan sambil menggaruk-garuk kepalanya meskipun ekspresinya tak sepenuhnya terlihat.


" gak kok mas gue gak mikir yang aneh-aneh soal lo " jawab Pelangi


" terus ngapain lo geleng-geleng terus habis itu tepuk jidat? " Tanya Zarow lagi.


Ia ingin mendengar kejujuran Pelangi soal isi pikirannya saat ini, apakah gadis berseragam Satpol yang duduk di sampingnya tersebut akan jujur mengatakan yang ia pikirkan tentangnya.


Mendengar kata-kata Zarow yang masih tak percaya dengan perkataannya sontak membuatnya mendengus mengeluarkan nafas kasarnya.


Ia mulai melihat kearah Zarow bersiap-siap bertanya tentang sesuatu yang ia pikirkan sedari tadi tentang ponsel miliknya yang baru dikembalikan oleh Zarow kemarin.


" sorry ya mas sebelumnya gue minta maaf, jangan tersinggung, em kalo boleh tau kenapa hp gue kontaknya jadi ilangan ya?, maaf lo ya mas bukan mau suudzon sama mas Zarow cuman ini kenapa kontaknya cuman tersisa nomer yang mas buat hubungin tadi? " dengan sopan akhirnya ia melontarkan pertanyaannya.


" suudzon?, apa itu? " tanya Zarow.


Sungguh tak disangka pria berpenampilan sebonafit Zarow tak tau apa itu suudzon padahal jelas-jelas Zarow adalah pria dengan latar belakang pendidikan yang lumayan tinggi.


" mas Zarow seriusan gak tau arti suudzon? " tanya Pelangi memastikan.


" enggak, emang apa? " tanya Zatow lagi.


Mengingat tuan muda Zarow memang tak pernah belajar agama Pelangi berfikir wajar jika pria kaya tersebut tak mengerti arti suudzon.


" suudzon itu berprasangka buruk mas, kalo husnuzon itu berprasangka baik, mas Zarow dulu pas sekolah beneran gak pernah belajar agama po?, masa gak tau " jawab Pelangi panjang lebar.


" di luar negri gak ada mapel tentang agama kan " jelas Zarow.


" hmmm pantesan, oh iya mas jadi kalo boleh tau kenapa hp gue kontaknya tinggal satu? " Tanyanya kembali.


Terlihat Zarow sontak menghadap kearah kaca jendela pintu yang berada di sebelah kirinya, tangannya saat ini sedang memegan bibirnya entah apa yang ia pikirkan.


Zarow sedikit berpikir sebelum menjawab sambil melihat kearah luar mobilnya, ia kemudian melihat kearah Pelangi kembali yang saat ini masih menatap memerhatikan dirinya.


" oh itu, semalem hp lo bunyi terus, pas gue pencet-pencet gak sengaja tiba-tiba mati, gue pikir rusak jadi gue panggil tukang servis, pas dibalikin tukang servis udah kaya gitu aja, sebenernya sih tadinya gue mau beliin lo yang baru tapi gue yakin lo gak bakal mau terima " jawab Zarow panjang lebar berbohong.


Pelangi memanggut-manggutkan kepalanya mengerti, mengingat ponsel miliknya memang sudah tergolong cukup lama wajar saja jika ponsel tersebut rusak.


Ia kembali lagi menatap kearah Zarow, ia masih tak mengerti mengapa tuan muda yang kaya raya ini menamai nomer miliknya dengan nama calon suami di kontak Pelangi.


Merasa ditatap Pelangi dengan tatapan penuh tanya Zarow kembali lagi memalingkan wajahnya untuk mengumpulkan kekuatan untuk pertanyaan selanjutnya.


Entah sejak kapan ia bersikap seperti ini padahal biasanya ia tak pernah merasa ragu untuk menjawab setiap pertanyaan dari siapapun.


Pelangi hanya memerhatikan Zarow yang telah memalingkan wajahnya kearah luar kembali, untuk yang satu ini Pelangi tak bisa menanyakannya secara langsung karena merasa tak enak.


Zarow kemudian menoleh lagi kearah Pelangi yang masih terus melihat kearahnya namun belum mengeluarkan sepatah katapun tetapi terlihat jelas dari sorot matanya ia masih memiliki sebuah pertanyaan untuknya.


" ada yang mau ditanya lagi? " tanya Zarow yang akhirnya telah siap dengan pertanyaan Pelangi berikutnya.

__ADS_1


Pelangi terbelalak mendengar pertanyaan Zarow yang seolah-olah bisa membaca pikirannya & tau jika masih ada pertanyaan lain dipikirannya.


" enggak ada kok mas, beneran deh gak ada " kata Pelangi sambil menggoyangkan telapak tanganya berdada.


Ia menatap Pelangi secara seksama sampai-sampai tak berkedip sekalipun, ia yakin masih ada sesuatu yang ingin Pelangi tanyakan padanya,


" gue gak percaya " kata Zarow lagi.


Pelangi sontak menepuk jidatnya kembali, Zarow masih terus kekeh dengan pikirannya meskipun yang dipikirkan Zarow memeang lah benar.


" ini anu mas sekali lagi maaf ya jangan tersinggung jangan marah " kata Pelangi.


Padahal belum selesai ia berbicara tentang masalah kontak di ponselnya tetapi Zarow malah sudah memotong kata-katanya terlebih dahulu membuatnya sontak terdiam mendengarkan Zarow.


" lo kenapa sih suka banget minta maaf, bisa gak lo gak sering-sering minta maaf " kata Zarow memotong kata-kata Pelangi.


Zarow sangat tak suka mendengar kata-kata maaf dati Pelangi yang ia ucapkan berkali-kali, sebelumnya padahal ia telah mengatakan hal ini kepada Pelangi tetapi masih saja gadis berseragam Satpol tersebut masih suka meminta maaf.


Pelangi sontak menggaruk-garuk kepalanya ia lupa jika Zarow tak suka mendengar seseorang yang terlalu sering mengucapkan kata maaf, padahal Pelangi meminta maaf terlebih dahulu agar Zarow tak tersinggung dengan kata-katanya.


Ia kemudian hanya terdiam melihat kearah ke depan tak jadi melanjutkan kata-katanya ia berpikir jika ini bukan lah hal yang sangat penting untuk dibahas.


" kok malah diem, apa tadi yang mau lo bilang? " tanya Zarow lagi kepada Pelangi.


Bukannya melanjutkan kata-katanya gadis Satpol yang duduk di sebelahnya tersebut malah hanya terdiam melihat kearah depan seolah perbincangan mereka telah selesai begitu saja.


Pak Handoko yang sedari tadi fokus dengan kemudinya hanya bisa pura-pura tak mendengar perbincangan tuan mudanya dengan Pelangi, ia merasa aneh dengan tuan mudanya yang tiba-tiba jadi lebih banyak berbicara saat bersama Pelangi.


Pak Handoko merasa tuan mudanya menjadi sesosok pria yang berbeda jika bersama Pelangi, melihat tuan mudanya seperti ini pak Handoko yakin sebenarnya tuan mudanya memiliki perasaan khusus kepada Pelangi.


Pelangi kembali lagi menghadap kearah Zarow, matanya & mata Zarow saling pandang sesaat lalu Pelangi memalingkan wajahnya kembali.


Zarow terheran-heran melihat Pelangi yang tiba-tiba memalingkan wajahnya setelah mata mereka saling bertemu, sejenak Zarow merasakan kehangatan didalam tatapan mata Pelangi sebelum akhirnya ia memalingkan pandangannya.


Zarow berhasil membuat Pelangi menoleh kearahnya kembali, Pelangi hanya diam menatapnya tanpa berkata apa-apa.


" jadi apa? " kata Zarow yang akhirnya bertanya kembali.


" masya allah, masih mau dibahas mas, gue pikir udah lupa " kata Pelangi.


Pelangi benar-benar tak menyangka Zarow masih saja ngeyel ingin tahu tentang apa yang ia pikirkan.


" jawab aja kali " kata Zarow menjawab.


" iya mas " kata Pelangi singkat.


" apa? " kata Zarow.


" anu mas kenapa nama kontak lo di hp gue lo kasih nama calon suami ya? " tanya Pelangi


Zarow sedikit tersenyum mendengar kata-kata Pelangi, ia memang sengaja menyimpan nomer ponselnya di kontak Pelangi dengan nama calon suami.


" oh jadi lo dari tadi mikir itu? " tanya Zarow.


" soalnya gue baru liat hp mas, dari semalam gue gak ada megang hp jadi gue gak tau " jelas Pelangi.


" gue sengaja kasih nama nomer hp gue di hp lo calon suami, karena gue merasa memang gue calon suami lo " kata Zarow memberi alasan.


Pelangi hanya terdiam tak bisa menjawab kata-kata Zarow, pria kaya raya yang saat ini duduk di sebelahnya memang kerap mengatakan jika ia memang lah calon suami Pelangi padahal baru nanti malam Pelangi baru akan memberi jawaban.


Mobil segera masuk ke area parkiran setelah beberapa puluh menit berkendara, Pelangi merasa agak lega karena akhirnya sampai juga di kantornya.


Ia segera turun dari mobil karena dirinya sudah sangat terlambat sekali saat ini, sebelum menutup pintu mobil ia mengucapkan terimakasih terlebih dahulu pada Zarow.

__ADS_1


" mas makasih ya udah bantu gue, pake acara repot-repot nganterin gue " Pelangi mengucapkan terimakasih kepada Zarow.


" nanti pulang gue jemput, motor biar diantar sama anak buah gue langsung ke rumah " kata Zarow.


Tak ingin Pelangi pulang dengan orang lain dirinya terus terang mengatakan pada Pelangi jika dirinya akan menjemputnya kembali jika pulang bekerja nanti.


" tapi gue gak enak ngerepotin lo mas " jawab Pelangi.


Ia sungguh tak merasa enak hati karena harus merepotkan tuan muda Zarow apalagi jika harus dijemput kembali saat pulang nanti, padahal ia yakin jika Zarow pasti memiliki banyak pekerjaan dikantornya.


" setuju gak setuju lo bakal gue jemput titik " .


Zarow merasa tak perlu persetujuan Pelangi karena akhir-akhir ini ia merasa jika Pelangi harus terbiasa dekat dengannya mulai saat ini & seterusnya.


Ia hanya bisa mengucapkan istighfar didalam hatinya karena ia lagi-lagi mendengar sikap otoriter Zarow yang selalu terbiasa perintahnya selalu ditaati oleh bawahannya.


" sana gih, lo udah telat tuh " kata Zarow lagi.


Ia mengingatkan Pelangi untuk segera masuk kedalam kantornya karena pada saat ini Pelangi sudah terlambat beberapa jam, ia yakin tugasnya saat ini sedang menunggu dirinya.


Seketika pikirannya membuyar karena kata-kata Zarow, ia mulai melihat jam ditangannya, jam menunjukan pukul 8.30 pagi, ia sudah telat setengah jam sebenarnya.


Jika saja tadi tak ada Zarow mungkin ia tak akan pernah sampai di kantornya hari ini,jika tak ada Zarow mungkin saja saat ini ia masih tetap berada di jalanan sambil meratapi nasib motornya yang bannya sedang bocor.


" ok mas, sekali lagi makasih ya " kata Pelangi lalu menutup pintu mobil tersebut.


Pelangi berjalan menjauh menuju kearah kantornya, sesekali ia melihat kearah belakang untuk memastikan apakah mobil yang dinaiki tuan muda Zarow saat ini telah pergi.


" jalan pak " perintah Zarow setelah melihat Pelangi masuk kedalam kantornya.


" baik tuan muda " jawab pak Handoko singkat.


Pak Handoko langsung melaksanakan perintah tuan muda Zarow seperti biasa tanpa banyak bertanya karena ia yakin jika kali ini mereka akan langsung kembali ke kantor, dilihatnya dari arah kaca spionnya tuan mudanya saat ini nampak sedang memeriksa ponsel miliknya.


Zarow membuka google mencari arti kata suudzon seperti yang dikatakan oleh Pelangi, ternyata penjelasan Pelangi benar intinya suudzon itu adalah berprasangka buruk dengan orang lain atau yang lain-lain.


" pak " kata Zarow singkat.


" iya tuan " jawab Pak Handoko


Mendengar dirinya dipanggil sekali lagi pak Handoko melihat kearah tuan mudanya dari arah kaca spionnya, tuan mudanya terlihat nampak sedikit berpikir.


" pak kalo saya mau belajar mengaji & sholat apa gak terlambat ya pak? " tanya Zarow.


Zarow meminta pendapat pada pak Handoko perihal ini karena kebetulan ia juga tahu jika pak Handoko merupakan seseorang yang patuh dengan agamanya, saat mendengar adzan berkumandang pak Handoko tak sungkan untuk meminta ijin padanya saat masih berada dijalan untuk mampir ke masjid agar bisa menunaikan ibadahnya terlebih dahulu.


Pak Handoko sangat terkejut mendengar pertanyaan tuan mudanya, mengapa secara tiba-tiba tuan mudanya bertanya seperti itu padanya, ia mulai menerka-nerka mungkin saja saat ini tuan muda Zarow ingin berubah ke jalan yang lebih baik pikirnya.


" tentu gak ada yang terlambat tuan muda, dalam islam mau muda atau tua gak ada kata terlambat untuk belajar mengaji maupun sholat yang penting masih ada kemauan untuk belajar agama islam " jawab pak Handoko.


Zarow memanggut-manggutkan kepalanya mengerti dengan penjelasan pak Handoko, beberapa hari ini ia cukup berpikir jika dirinya ingin mulai belajar agama yang ia anut kembali, ia ingin belajar sholat serta mengaji, pikirannya agak terbuka saat Pelangi menanyakan & menjelaskan tentang agamanya.


" pak tolong bapak bawa orang yang bisa mengajari saya sholat & mengaji ke rumah " perintah Zarow lagi.


" alhamdulillah, baik tuan " kata pak Handoko mengucapkan syukur.


Pak Handoko cukup antusias mendengar tuan mudanya ingin belajar tentang agama, ia tersenyum dibalik masker yang ia kenakan, selama bertahun-tahun ikut dengan keluarga tuan muda Zarow baru sekarang salah satu anggota keluarga tuan mudanya yang berpikiran tentang agama yang mereka anut.


" tolong carikan yang paling bagus ya pak, saya gak mau belajar sembarangan, tolong carikan yang benar-benar paham tentang agama " perintah Zarow kembali.


Zarow tak ingin belajar agama islam setengah-setengah & sembarangan, ia ingin bersungguh-sungguh belajar, ia benar-benar ingin menjadi umat yang lebih baik lagi dari sebelumnya.


" baik tuan saya bakal cari yang terbaik buat tuan muda " tutur pak Handoko bersemangat.

__ADS_1


Pak Handoko sangat berterima kasih sekali dengan kehadiran Pelangi yang beberapa hari ini ada di kehidupan tuan mudanya kerena berkat Pelangi tuan mudanya saat ini mulai terbuka, semoga keinginan tuan mudanya untuk belajar agama ini tidak hanya sementara tetapi untuk selamanya.


__ADS_2