Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda

Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda
Bab 50


__ADS_3

Zarow masih duduk di atas tempat tidurnya sambil memegang buku panduan sholat yang diberi Pelangi tadi. Lembar demi lembar ia buka & ia baca pelan, dari niat berwudhu, doa selesai berwudhu, niat sholat sampai surah Alfatihah.


Meskipun ada yang telah ia hapal dari beberapa yang ia baca dari buku tersebut tetapi ia tetap mengulang kembali bacaan tersebut untuk memperlancar lagi hapalannya.


Sebelum ia melakukan sholat taubat nasuha ia berpikir jika ia harus menghapal semua doa-doa yang ada dalam buku tersebut dahulu agar sholat yang ia lakukan bisa benar-benar diterima oleh Allah.


" semoga Allah menerima taubatku " gumam Zarow pelan.


Untungnya ada buku yang diberikan Pelangi untuk ia hapalkan, setidaknya dengan buku tersebut ia bisa menghapal doa-doa sholat kapan pun ada waktu senggangnya.


Zarow seketika tersenyum mengingat kata-kata Pelangi saat memberikan buku tuntunan sholat tersebut padanya, ia tak bisa berhenti memikirkan manisnya kejadian saat itu.


Betapa luar biasa romantisnya calon istrinya yang berusaha mendekatkan dirinya dengan Allah dengan memberikan buku tuntunan sholat untuknya.


Pelangi menginginkan dirinya bisa menjadi imamnya saat sholat ketika mereka sudah halal saat sudah menikah nantinya, Zarow tak bisa menahan gejolak kebahagian yang saat ini ia rasakan.


" kalo dipikir berasanya sweet banget Pelangi, ya Allah perlancarlah hubungan hamba dengan Pelangi ya Allah, hamba mohon jangan buat ada rintangan yang menghadang " gumam Zarow.


Ia kemudian membuang nafas kasarnya & kembali lagi fokus dengan buku yang ada ditangannya, ia mulai membuka lembaran berikutnya.


" Setelah takbiratul ihram, kemudian dilanjutkan degan membaca doa iftitah sebagai berikut, Allaahu akbar kabiirow wal hamdu lillaahi katsiiroo wasubhaanalloohi bukrotaw wa-ashiilaa, Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fathoros samaawaati wal ardlo haniifaa wamaa ana minal musyrikiin. Inna sholaatii wa nusukii wamahyaa wa mamaatii lillaahi robbil ‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana awwalul muslimiin " ucap Zarow pelan.


Tak lupa ia memperagakan dengan gerakannya mengangkat kedua tangannya & melipat di depan perutnya tepat di atas pusatnya.


Zarow mulai menghapal doa iftitah dengan membaca latinnya karena ia belum bisa membaca tulisan arab yang tertera di sana, bagus juga pikirnya karena buku tersebut dilengkapi dengan bahasa latinnya.


Mungkin ia tak akan pernah bisa menghapal jika saja buku panduan untuk sholat tersebut ditulis dengan bahasa arab saja dengan artinya tanpa ada bahasa latinnya.


Islam memang sangat luar biasa pikirnya, agar umatnya bisa menghapal doa-doa dalam sholat sudah disediakan buku tuntunan sholat bahkan lengkap dengan gerakannya.


" Insya Allah dua hari bisa di hapalin semuanya " kata Zarow sendiri.


Ia sangat optimis bisa menghapal doa-doa sholat dalam waktu dua hari secara bersungguh-sungguh karena ia harus segera melaksanakan sholat taubat nasuha untuk dosa Zinah yang pernah ia perbuat.


Saat mengantarkan Ustad Syam tadi banyak pesan yang disampaikan Ustad Syam, Ustad Syam berpesan jika ia harus melakukan taubat nasuha dengan bersungguh-sungguh & penuh penyesalan agar dosanya dapat diampuni.


Selain itu Ustad Syam juga mengatakan setelah melakukan taubat nasuha ia harus berjanji tak akan melakukan dosa Zinah yang sama kembali.


Ia harus senantiasa selalu dalam keteguhan iman yang benar agar tak mengulang kembali perbuatan Zinah yang tentunya tak disuka Allah.


Tentang masalah cintanya pada Pelangi Ustad Syam pun telah mengatakan jika niatnya menikahi Pelangi sudah benar karena ia akan menikahi gadis baik-baik yang mampu membawanya kejalan yang benar.


Meskipun niat awalnya pada Pelangi tak baik tetapi semua itu telah Allah ubah dengan membuka mata hati Zarow untuk kembali ke jalan yang benar lewat perkenalannya dengan Pelangi.


Ia tak boleh menyia-nyiakan gadis sebaik Pelangi kata Ustad Syam karena di dunia ini jarang ada pria seberuntung dirinya mendapatkan calon istri soleha seperti Pelangi.


Zarow lantas berdiri berniat untuk melakukan sholat tahajud dengan doa seadanya yang ia hapal, ia mulai membiasakan diri dengan melakukan sholat sunah selain sholat wajibnya.


*********


Didalam kamarnya Pelangi yang baru saja selesai melaksanakan sholat tahajud segera melepaskan mukenah yang ia kenakan serta melipat sajadahnya.


Dalam setiap sujud Pelangi tak lupa mendoakan Zarow agar terus menjadi lebih baik & menjadi calon imam terbaik untuknya kelak. Ia tak akan pernah bosan untuk mendoakan Zarow agar menjadi lebih baik lagi & terhindar dari dosa-dosa yang pernah ia perbuat.


Bagaimanapun juga ia harus mendoakan calon imamnya agar selalu teguh dalam keimanannya & senantiasa dalam jalan & lindungan Allah. Setelah selesai dengan rutinitas malamnya Pelangi segera membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.


Jam telah menunjukkan pukul 12.30 tengah malam, meskipun esok masih hari libur Pelangi tetap harus bangun pagi untuk membantu aktivitas pagi ibunya seperti biasa saat sedang berada di rumah.


Drrrrrrrttttttt......drrrrttttttttt......drttttttttt........


Baru sepersekian detik ia memejamkan matanya & berada di alam bawah sadarnya tiba-tiba terdengar suara getaran ponsel miliknya.


Karena sangat kantuknya Pelangi tak sanggup membuka matanya & hanya membiarkan panggilan pada ponselnya begitu saja.


Ddrrttttttt......drrtttttt.....drrrttttttt......

__ADS_1


Kembali lagi ponselnya bergetar tanda panggilan masuk lagi, ia pun mulai meraba tempat tidurnya mencari ponselnya yang ia pun lupa dimana ia meletakan ponsel miliknya.


Dengan mata tertutup ia segera meraih ponselnya & menjawab panggilan tersebut tanpa melihat siapa si penelpon yang tertera di layar ponselnya.


" Hallo Assalamuallaikum " salam Pelangi menjawab dengan khas parau suara orang baru bangun tidur.


" Hallo waallaikumsalam, udah tidur Ngi?, sorry ya ganggu " kata si penelpon menjawab salam Pelangi.


Samar-samar terdengar suara pria di sebrang teleponnya menjawab sembari bertanya padanya, suara tersebut amat sangat ia kenal tetapi ia masih berusaha mengingat suara siapa gerangan pikirnya.


" Ngi " kata penelpon tersebut lagi.


Sekali lagi mendengar suara tersebut Pelangi masih belum bisa mengenali suara tersebut, ia masih terus berusaha mengenali suara tersebut karena suara tersebut sangat familiar terdengar di telinganya.


" suara siapa ya?, ngapain juga malam-malam gini nelpon?, ya Allah mana ngantuk amat " gumam Pelangi dalam hati.


" Hallo Ngi, tidur ya? " lagi-lagi terdengar suara pria di sebrang telponnya, " Ngi " panggilnya lagi


" emmmmmm " jawabnya singkat.


" tidur ya?, ya udah deh maaf ya ganggu, Assalamuallaikum " kata pria tersebut mengucapkan salam.


Panggilan telpon pun segera terputus, setelah panggilan tersebut terputus ia kemudian bangkit dari tidurnya, matanya kini terbuka lebar sambil terus memegang ponsel miliknya, Ia meras jika pria yang baru saja mematikan panggilannya tadi adalah Zarow.


" mas Zarow kenapa nelpon malam-malam gini ya?, ada apa? " gumam Pelangi bertanya-tanya, " pasti ada yang mau ditanya, kasian juga dia kalo gak ngerti " lanjutnya bergumam.


Dddrrrttttttt......drrrrrrrt........drrttttttt.......


Ponselnya kembali lagi bergetar tanda panggilan masuk, Pelangi menatap layar ponselnya & melihat nama Zarow dilayar ponselnya.


" nah nelpon lagi kan dia, apa dia mau tanya sesuatu ya? " gumam Pelangi


Pelangi lantas mengangkat panggilan tersebut tanpa menunggu lama, ia tahu jika semakin lama Pelangi menjawab telponnya maka Zarow akan mengomeli dirinya dengan ciri khasnya.


" hallo Assalamuallaikum " jawab Pelangi.


" ha? " kata Pelangi singkat.


Mendengar pertanyaan Zarow tentu saja Pelangi agak bingung, memang beberapa saat lalu saat ia baru saja memejamkan mata ada seseorang yang menelpon dirinya & ia berpikir si penelpon tersebut adalah Zarow.


" ko diem?, kamu gak denger ya?, apa lagi tidur sekarang? " tanya Zarow lagi.


" enggak, aku gak tidur kok " jawab Pelangi.


" terus kenapa diem bukannya jawab " balas Zarow.


Pelangi masih saja terdiam & berpikir siapa seseorang yang menelponnya beberapa saat lalu saat ia sedang terjebak dalam kantuknya.


" tadi bukannya mas Zarow nelpon aku ya? " tanya Pelangi kembali memastikan.


Ia justru bertanya pada Zarow untuk memastikan jika memang bukan Zarow yang menelpon dirinya tadi, tetapi bukannya menjawab Zarow malah terdiam di sebrang telponnya.


" hallo mas " panggil Pelangi.


Karena tak mendengar jawaban dari Zarow ia memanggil nama Zarow yang tiba-tiba saja terdiam entah apa yang sedang di lakukan Zarow di sebrang sana pikir Pelangi.


******


Tentu saja api cemburu mulai membakar hati Zarow, setelah sholat tahajud nya ia berusaha menghubungi Pelangi karena tiba-tiba sangat Rindu dengan Pelangi.


Tetapi saat menghubungi Pelangi ternyata nomer Pelangi sedang berada pada sambungan lain yang artinya Pelangi sedang telponan dengan orang lain.


Entah siapa seseorang yang telah mengobrol dengan Pelangi di waktu malam seperti ini entah pria entah wanita yang jelas ia langsung panas karena terbakar api cemburunya.


" hem " jawab Zarow singkat.

__ADS_1


Mendengar namanya di sebut oleh Pelangi ia pun menjawab dengan singkat, ia hanya bisa menahan emosinya agar tak ia luapkan pada Pelangi.


Ia masih berusaha tenang menahan amarahnya meskipun sebenarnya saat ini ia sudah tak tahan menahannya.


" tapi beneran bukan kamu mas yang nelpon aku barusan? " tanya Pelangi kembali.


Zarow mengeluarkan nafas kasarnya, entah mengapa Pelangi sampai berpikir jika orang yang mengobrol dengannya beberapa saat lalu adalah dirinya.


" kalo aku ngapain juga aku tanya kamu telponan sama sapa, ya yang jelas berati bukan aku kan tadi " kata Zarow.


" sumpah, aku pikir tadi beneran kamu lo mas " jawab Pelangi, " tadi tuh aku habis sholat tahajud langsung tidur, nah gak lama ada yang nelpon, gak aku liat siapa langsung aku angkat " jawab Pelangi menjelaskan.


Jelas pasti yang menelpon Pelangi tadi adalah seorang pria jika sampai Pelangi mengira si penelpon tadi adalah dirinya.


Mendengar jawaban Pelangi ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, memang ia & Pelangi jarang bersama & jarang berhubungan lewat telpon wajar jika Pelangi tak mengenali suaranya pikirnya.


" emang ngobrolin apaan tadi? " tanya Zarow mulai tenang.


" gak ada mas, soalnya aku tadi ngantuk banget jadi gak sempet ngobrol apa-apa " jawab Pelangi.


Zarow sangat percaya dengan apapun yang dikatakan oleh Pelangi karena ia sangat yakin jika Pelangi takan berbohong padanya apalagi masalah sepele seperti ini.


" oh ya udah tidur aja lagi kalo gitu " perintah Zarow.


" lah terus mas Zarow nelpon malam-malam gini mau ngomong apa? " tanya Pelangi.


Sebenarnya ia sangat merindukan suara Pelangi ditengah-tengah malam seperti ini tetapi setelah mendengar suara Pelangi tentu saja rasa rindunya telah terobati.


" gak, cuman mau mastiin kamu udah tidur apa belum aja sih " jawab Zarow beralasan.


" oh gitu, mas Zarow jam segini belum tidur? " tanya Pelangi.


" baru sholat tahajud juga sih tadi alhamdulillah " jawab Zarow.


" Alhamdulillah, aku seneng lo mas dengernya kamu udah mulai rajin sholat lima waktunya, sekarang tahajud juga lagi, semoga kamu terus di jalan Allah ya mas " kata Pelangi.


Zarow tersenyum mendengar kata-kata Pelangi sambil menganggukkan kepalanya seolah Pelangi bisa melihat anggukkan kepalanya.


" Aamiin ya rabb " jawab Zarow, " ya udah kamu lanjut aja tidur lagi, dari pada nanti kesiangan sholat subuh " kata Zarow mengingatkan.


" iya mas, kamu juga ya langsung tidur jangan sampe telat sholat subuhnya " jawab Pelangi juga mengingatkan.


" iya, Assalamuallaikum " salam Zarow.


" waallaikumsalam " jawab Pelangi mengakhiri obrolan mereka berdua malam ini.


Zarow lantas menutup panggilan telponnya & meletakan ponselnya tepat di sebelahnya sambil tersenyum menatap kesembarang arah. Mendengar beberapa kata-kata Pelangi tadi cukup membuatnya baper & tak henti-hentinya tersenyum sendiri.


" ya Allah kenapa bahagia banget sih rasanya bisa ngobrol sama Pelangi, padahal cuman ngobrol begitu aja " gumamnya sendiri, " eh tapi siapa ya kira-kira yang nelpon Pelangi tadi " gumamnya sendiri kembali teringat dengan seseorang yang telah menghubungi Pelangi tadi.


Zarow lantas duduk didepan laptopnya untuk memeriksa, ia benar-benar geram karena selarut itu masih berani-beraninya menghubungi Pelangi.


" Aldo " baca Zarow setelah memeriksa.


Tangannya mengepal emosi, lagi-lagi api cemburunya kembali lagi tersulut, bagaimana tidak Aldo adalah pria yang sedang naksir dengan Pelangi.


Meskipun Aldo tak pernah mengungkapkan tetapi dari gerak-geriknya sangat jelas terlihat jika Aldo sangat menyukai Pelangi. Kali ini Zarow benar-benar kesal entah dengan cara apa ia harus menjauhkan Aldo dari Pelangi pikirnya.


" Astagfirullah, Astaghfirullahalazim " kata Zarow sambil menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.


Ia kemudian sadar jika ia tak boleh berbuat hal jahat kepada siapapun, jika ia melakukan hal jahat lagi lalu apa gunanya tobatnya selama ini pikirnya.


" ya Allah hamba mohon jauhkan Pelangi dari pria-pria yang mendekatinya ya Allah & dekatkan lah Pelangi pada hamba, jangan buat hatinya sedikit pun goyah pada hamba " doa Zarow.


Meskipun ia tak suka jika Pelangi terus di kelilingi oleh pria yang tengah suka padanya seperti Aldo tetapi ia juga tetap tak boleh melakukan hal apapun untuk menjauhkan Pelangi dari Aldo.

__ADS_1


Seperti yang di katakan oleh Ustad Syam saat ia mengantarkan Ustad Syam tadi jika jodoh tak ada yang tau & tak bisa di paksakan, karena sekuat apa pun kita mempertahankan seseorang jika ia bukan jodoh kita maka kita takan pernah bisa bersatu, bahkan yang tak disangka-sangka justru datang & jadi jodoh kita.


" ya Allah sesakit apa pun takdir mu & seberat apa pun takdir mu kelak hamba akan menerima & menjalaninya setulus-tulusnya, tetapi untuk saat ini salah kah hamba jika hamba memohon untuk berjodoh dengan wanita sebaik & sesholeha Pelangi ya Allah " doa yang Zarow panjatkan, " hamba mohon ya Allah persatukan hamba dengan Pelangi " lanjutnya lagi berdoa.


__ADS_2