
Berita pernikahan Pelangi telah terdengar ditelinga Aldo, beberapa hari ijin kerja ternyata Pelangi sedang mempersiapkan acara ijab kabulnya yang diselenggarakan pada hari ini.
Tentu saja hatinya hancur tak menyangka diam-diam gadis yang ia cinta telah melakukan ta'aruf dengan pria lain yang pastinya orang itu adalah orang yang sangat beruntung karena berani mengambil keputusan untuk berkomitmen & menikah dengan Pelangi.
Banyak teman-teman kantornya kaget dengan berita pernikahan Pelangi saat ini, pasalnya Pelangi benar-benar tak pernah bercerita jika ia sedang melakukan prosesi ta'aruf dengan seseorang.
Pelangi sangat tertutup sehingga tak ada satupun yang tahu jika sebenarnya ia telah mempersiapkan pernikahan selama ini, padahal selama ini ia cukup dekat dengan Pelangi tetapi Pelangi tak juga terbuka dengannya.
Angan-angannya kini hanyalah sebatas angan-angan semata karena wanita yang niat ia nikahi pun kini telah menjadi milik orang lain, ibarat nasi kini telah menjadi bubur & tak bisa diapa-apakan lagi.
Dirinya yang selama ini terlalu lama mengambil keputusan dengan terus menunda-nunda kini justru malah keduluan orang lain.
Rencananya untuk mengajak Pelangi berta'aruf ketika orang tuanya datang beberapa hari lagi pun terpaksa harus ia urungkan karena Pelangi kini telah jadi milik orang.
" astaghfirullah, ya Allah buat lah hati saya supaya ikhlas menerima takdir karena Pelangi ternyata bukan jodoh saya ya Allah, saya yang terlalu lama menunda-nunda niat baik sampai-sampai orang lain mendahului saya " gumamnya dalam hati sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Doni yang berada di meja kerjanya menatap sedih kearah Aldo yang saat ini juga sedang duduk didepan meja kerjanya, meja kerja Doni & Aldo cukup jauh jaraknya tetapi ia masih bisa melihat Aldo dari meja kerjanya.
Ia kemudian menatap lesu kearah meja kerja Pelangi yang tepat berada di seberang meja kerjanya, Doni selama ini telah salah sangka pada Pelangi, selama ini ia menyangka Pelangi sedang melakukan prosesi ta'aruf dengan Aldo.
Beberapa saat lalu saat Pelangi memang bercerita padanya jika ada seseorang pria yang tengah mengajak dirinya untuk berta'aruf & Doni menyangka Aldo lah pria tersebut.
Saat Pelangi menceritakan hal tersebut padanya Doni justru menyuruh Pelangi untuk menerima ajakan ta'aruf tersebut & hari ini adalah tepat dimana Pelangi melangsungkan ijab kabulnya dengan pria yang mengajak Pelangi berta'aruf.
" bego banget gue asal suruh Pelangi terima tanpa tanya siapa orang yang ngajak ta'aruf dia, malah gue dengan percaya dirinya mikir kalo laki-laki itu pasti bang Aldo, ya Allah ikutan galau kan gue liat bang Aldo ke gitu, sian banget sih lo bang, gak bisa gue bayangin kalo gue dipisisi lo " kata Doni berbicara sendiri sambil melihat kearah Aldo.
Doni terus-menerus memaki kebodohannya sendiri kini mau sekeras apapun ia berusaha mendekatkan Pelangi & Aldo tetap akan menjadi sia-sia karena pada hakikatnya Pelangi telah berjodoh dengan orang lain.
" susah payah gue coba deketin Pelangi sama bang Aldo dikira emang mereka lagi ta'arufan gak taunya gue salah, sekarang gak bisa lagi gue suruh Pelangi deket bang Aldo soalnya Pelangi udah jadi istri orang " kata Doni masih berbicara sendiri, " tapi ngomong-ngomong kira-kira siapa ya laki-laki yang sekarang bakal jadi suami Pelangi? " tanyanya sendiri.
Doni yakin jika saat ini pasti hati Aldo sudah sangat hancur karena ditinggal nikah oleh sosok wanita yang selama ini diam-diam ia cinta, hubungan Aldo & Pelangi memang dekat selama ini tetapi hanya sebatas teman tanpa ada sedikitpun komitmen.
Wajarlah jika Pelangi saat ini bisa bersama dengan pria lain karena pada kenyataannya Aldo tak berhak melarang siapapun pria yang berniat serius dengan Pelangi sampai pada akhirnya kini Pelangi pun telah menetapkan pilihannya.
" haaaaaaaahhhh, sebenarnya emang ini salah lo sih bang, lo itu lambat, kalo lo emang suka kenapa gak lo seriusin, coba aja dari dulu lo seriusin pasti sekarang Pelangi gak bakal nikah sama orang lain & lo gak bakal kegalauan kaya sekarang ini, ngeliat lo galau aja gue ikut galau tau gak, padahal lo berdua tuh udah cocok banget tau " cerocos Doni yang masih terus berbicara sendiri, " ah dah lah, takdir Allah memang gak ada yang tau " kata Doni lagi.
Ia sudah seperti orang gila kini sampai terus berbicara sendiri mengomentari kisah cinta Aldo pada Pelangi yang berakhir dengan kesedihan yang sangat memilukan.
******
Setelah ijab kabul selesai dilaksanakan Zarow berhadapan dengan Pelangi, ia mulai memegang ubun-ubun Pelangi & membacakan doa seperti yang telah ia pelajari dari Ustad Syam.
“ Bismillahirrahmanirrahim, Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih.”
(ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya)
Pelangi menundukkan kepalanya sambil menutup kedua matanya saat suaminya tersebut memegang ubun-ubunya untuk membaca doa.
Ia begitu tersentuh sebenarnya tatkala Zarow membacakan doa tersebut, kebimbangan yang ia rasakan makin tak menentu, mengapa Zarow terlihat benar-benar seperti tidak merasa bersalah pikirnya.
__ADS_1
Lalu kenapa dia tidak berusaha menjelaskan semua kesalahpahaman ini kepadanya kalau memang dia tidak bersalah, kemana dia selama beberapa hari ini, pikiran Pelangi berlarian kemana-mana.
Saat membacakan doa tersebut Zarow menitikkan air matanya, ia sangat terharu karena ia dan Pelangi akhirnya berujung di pernikahan juga hari ini, Zarow benar-benar bahagia.
Ia benar-benar takut jika pernikahannya dengan Pelangi gagal saat ia tersandung masalah beberapa hari lalu, Allah ternyata benar-benar menakdirkan Pelangi menjadi jodohnya pikirnya.
Pelangi pun mengangkat kepalanya kembali, ia melihat Zarow menghapus air mata yang jatuh di pipinya sendiri, dilema yang dirasakan Pelangi semakin menjadi.
Seandainya jika benar Zarow tak bersalah mungkin ia akan bahagia hari ini karena telah melepaskan masa lajangnya bersama orang yang berani mengambil komitmen dengannya.
" silahkan mempelai pria mencium keningnya istrinya dulu " kata pak penghulu.
Pelangi menatap Zarow begitu pun sebaliknya, mata mereka saling memandang & pandangan mereka menjadi satu, sejenak jantungnya berdegup mendengar perkataan pak penghulu.
Berbeda dari sebelumnya pria yang akan mencium keningnya kali ini adalah pria yang telah sah menyunting dirinya sebagai istri sah beberapa menit lalu.
Zarow hanya terdiam terpaku menatap manik mata Pelangi, ia sempat terhipnotis memandang betapa indahnya ciptaan Allah yang kini telah sah menjadi istrinya tersebut.
Rasanya jantungnya seakan ingin meledak saat ini saat pak penghulu mempersilahkan dirinya untuk mencium kening Pelangi yang jelas-jelas kini adalah istrinya sendiri, jntungnya berdetak tak karuan merasa gerogi.
" ayo mas dicium kening istrinya jangan malu-malu kan sudah sah, kok malah tatapan gitu " kata pak penghulu.
" ayo kak cium dong kening kak Pelangi " kata Zerin bersuara.
Melihat betapa so sweet nya pernikahan kakaknya saat ini Zerin menjadi greget sendiri, kakaknya nampak terlihat malu-malu karena disuruh mencium kening Pelangi.
Zarow menoleh kearah pak penghulu yang sekali lagi menyuruhnya untuk mencium kening Pelangi kembali.
Zarow pun hanya menggunakan kepalanya sambil tersenyum & kembali melihat kearah Pelangi, ia mulai mendekatkan bibirnya kening Pelangi untuk mencium kening Pelangi.
" Bismillahirrahmanirrahim " ucap Zarow dalam hati.
Pelangi lagi-lagi memejamkan matanya tatkala bibir Zarow akhirnya menyentuh kening Pelangi, ia hanya bisa terdiam memaku pasrah.
" ya Allah hamba bingung harus kah hamba bahagia tetapi hamba gak bisa bohongi perasaan hamba kalau hamba benar-benar kecewa dengan dia yang sekarang telah menjadi suami hamba " gumam Pelangi yang kini telah menitikkan air matanya.
Zarow yang mulai menjauhkan bibirnya dari kening Pelangi melihat istrinya tersebut meneteskan air matanya, entah ia sedang bersedih atau sedang terharu karena bahagia pikirnya.
Dengan lembut Zarow menghapus air mata Pelangi, hatinya rasanya terasa tertusuk melihat air mata kepiluan istrinya tersebut yang masih diselimuti kesalahpahaman.
" maafin aku yang udah bikin kamu sekecewa ini walau bener aku memang gak salah, semoga kamu mau maafin aku setelah aku jelasin semuanya nanti " gumam Zarow dalam hati.
Zerin lagi-lagi tersenyum melihat kakaknya yang dengan inisiatifnya menghapus air mata Pelangi saat ini, romantis sekali adegan tersebut bak film layar lebar.
" ya Allah baper banget akunya, bahagia terus ya kalian kak, till jannah pokoknya, semoga langgeng sampai sama-sama menggapai syurganya Allah, aamiin " gumam Zerin sambil tersenyum.
Zerin yakin kakaknya mampu menjadi imam yang baik buat Pelangi, tak penting seberapa buruk masa lalu kakaknya yang terpenting kini kakaknya telah menjadi pria baik yang mampu membawa Zerin serta kedua orang tua mereka kembali ke jalan Allah SWT.
Ia sangat bangga memiliki kakak seperti Zarow meskipun selama ini kakaknya tersebut tak terlalu perhatian kepadanya tetapi meskipun begitu ia tau Zarow sangat sayang dengan keluarga mereka.
__ADS_1
Tuan Yonso memeluk istrinya dengan satu tangannya, melihat putranya telah sah mempersunting Pelangi membuat tuan Yonso bahagia & lega.
Putra semata wayangnya mendapatkan wanita yang tepat sebagai pendamping hidupnya, wanita yang membawa sinar dalam kegelapan keluarga mereka.
" Alhamdulillah ya mi, akhirnya anak kita sah juga sama Pelangi, semoga mereka jadi suami istri yang samawah sampe kakek nenek " ucap tuan Yonso.
" aamiin, kita doakan aja terus yang baik-baik buat mereka berdua ya pi " kata nyonya Arini menjawab sambil tersenyum.
Pak Abdullah yang menjadi wali nikah dari anaknya tersebut merasa terharu & ada sedikit kesedihan, putrinya yang ia jaga dari kecil kini telah memiliki pria lain yang akan menggantikan posisinya untuk menjaganya dari sekarang sampai nanti.
Banyak harapan pak Abdullah pada Zarow untuk putri yang sangat ia kasihi namun ia yakin Zarow mampu mewujudkan setiap harapan pak Abdullah karena Zarow adalah pria baik-baik.
Setelah tiga puluh menit berakhir acara ijab kabul serta yang lainnya kini prosesi sungkeman kepada kedua orang tua belah pihak pun segera berlangsung.
Tiba saatnya yang paling tersedih bagi Pelangi saat ia harus bersungkeman dengan ayah & ibunya, ia kini telah menjadi istri dari seorang pria yang artinya ia harus pergi meninggalkan rumah orangtuanya untuk ikut kemana pun suaminya akan pergi membawanya.
Pelangi pun menangis kala mencium tangan ayahnya, ia tak mampu membendung kesedihannya, semoga kehidupannya kelak tak akan pernah membuat kecewa kedua orangtuanya batinnya.
" jangan menangis putriku, kamu menikah saat ini bukan berarti kamu berhenti menjadi putri ayah, suatu hari nanti dikala kamu merasa gundah gulana, datanglah sesuka hatimu kembali ke pelukan ayah, pintu rumah akan selalu terbuka lebar untukmu, tetapi untuk saat ini yakinlah pria yang sekarang menikahi mu & siap berkomitmen dengan mu merupakan pria baik yang ditakdirkan Allah berjodoh denganmu " kata Ayah panjang lebar sambil mengelus kepala Pelangi lalu mencium kening putrinya tersebut.
Pak Abdullah kini juga telah menitikkan air matanya untuk kesekian kalinya hari ini, sungguh ini adalah kebahagiaan yang sangat haru.
Inilah patah hati terbesar yang pernah pak Abdullah alami seumur hidupnya, dikala ia harus menghantarkan putrinya ke gerbang masa depannya bersama pria lain.
Mendengar kata-kata ayahnya Pelangi pun makin bersedih, laki-laki yang paling ia cintai kini berusaha membuat dirinya yakin jika suaminya adalah pria yang baik.
Ia berusaha berjanji pada dirinya sendiri apapun yang akan terjadi dalam hidupnya kelak ia tak akan pernah membuat orangtuanya bersedih.
Pelangi akan berusaha tegar dengan apapun cobaan dalam rumah tangganya kelak agar tak menjadi beban orangtuanya & membuat ayah serta ibunya kecewa. Setelah selesai sungkeman dengan putrinya kini giliran Zarow yang berada di depannya untuk bersungkeman juga.
Zarow meraih tangan ayah mertuanya & mencium tangannya untuk bersungkeman, dalam hatinya ia telah berjanji tak akan pernah mengecewakan siapapun setelah menikah dengan Pelangi termaksud ayah mertuanya.
" ayah selalu percaya sama kamu, ayah sudah serahkan semua tanggung jawab ayah sama Pelangi ke kamu, ayah harap kamu bisa menjadi imam yang baik buat putri ayah, selalu bahagiakan dia, jangan pernah sedikitpun kamu buat putri ayah bersedih, ayah yakin kamu adalah pria yang penuh dengan tanggung jawab " kata pak Abdullah pada Zarow.
" iya yah doakan saya supaya bisa terus bahagiakan Pelangi & menjadi suami yang baik untuk Pelangi serta orang tua yang baik bagi anak-anak kami kelak " kata Zarow.
" aamiin " jawab pak Abdullah.
Prosesi sungkeman pun segera berakhir, setelah selesai segala prosesi dari akad sampai pasang cincin nikah & sungkeman kini tiba saatnya mereka berfoto-foto bersama sanak keluarga sebelum acara berakhir.
Hari ini mereka memang hanya melangsungkan acara akad nikah secara sederhana saja tanpa ada acara resepsi, rencana acara resepsi pernikahan Pelangi & Zarow akan dilaksanakan sekitar dua hari kedepan setelah akad nikah.
Sambil menunggu ijin apakah boleh mengadakan pesta pernikahan ditengah wabah yang masih melanda di muka bumi tercinta.
Zarow sebenarnya ingin menyelenggarakan pesta pernikahan mereka besar-besaran agar semua orang tahu jika kini ia telah sah menikah dengan wanita Sholehah seperti Pelangi. Sungguh memang sangat beruntung dirinya batinnya sambil tersenyum.
__ADS_1