Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda

Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda
Bab 9


__ADS_3

Tok....tok....


" masuk " kata Zarow yang merasa suara pintu ruangannya sedang di ketuk seseorang dari arah luar.


Ia masih fokus menunduk untuk meneliti dokumen penting yang harus ia tanda tangani.


" permisi pak "


Seseorang telah masuk & berdiri tak jauh dari mejanya dengan membawa paper bag berwarna pink, Zarow mulai menyipitkan matanya melihat pak Amar sekertaris nya nampak sedikit menunduk.


" ada apa pak? " Zarow yang ingin tahu apa yang akan di sampaikan sekertaris nya.


Matanya tiba-tiba terfokus ke arah paper bag yang sepertinya berisi hadiah yang harusnya telah di kirim & diterima oleh Pelangi.


" maaf pak Zarow saya cuman mau menyampaikan kalo mba Pelangi gak mau menerima hadiah yang telah disiapkan buatnya " kata pak Amar.


" kenapa? " tanya Zarow singkat.


" saya juga tidak tau pak " kata Pak Amar yang memang tak tahu apa alasan Pelangi menolak hadiah dari tuannya.


Zarow sedikit berpikir mungkin hadiah yang dikirimkan untuknya harganya kurang mahal sehingga ia menolak hadiah darinya.


" memang apa yang kamu belikan buat dia? " Zarow penasaran hadiah apa yang dikirim sekertaris nya untuk Pelangi.


Pak amar membuka paper bag tersebut untuk memperlihatkan kepada tuan mudanya apa yang telah ia beli untuk Pelangi, padahal harga sepatu tersebut sangat lumayan mahal tetapi Pelangi tak mau menerima barang tersebut, pak Amar menjadi agak bingung & takut tuannya akan marah kepadanya karena baru kali ini pemberiannya ditolak oleh seorang wanita.


" sepatu pak, saya pikir sepatu ini sudah cukup mahal harganya, sepatu ini harganya 15 juta " kata pak Amar memberi tahu harga sepatu tersebut.


Sebuah sepatu dengan inisial H dari brand ternama ini di tolak mentah-mentah oleh Pelangi, ia merasa agak penasaran dengan gadis Satpol tersebut.


" kalau begitu kirim kan hadiah yang lebih mahal dari sepatu itu pak, kalau perlu belikan cincin bermata berlian dengan model terbaru " Titah Zarow.


Ia yakin kali ini Pelangi pasti akan tergoda & menerima hadiah yang akan ia berikan jika harganya lebih fantastik jika dibandingkan dengan sepatu tersebut.


" baik pak, saya akan segera siapkan " kata pak Amar mengerti.


Matanya menatap tajam bagai elang yang siap menerkam, agak ada rasa sedikit kesal dihatinya melihat barang pemberian darinya di tolak mentah-mentah begitu saja, berani- beraninya Pelangi melakukan hal tersebut padanya.


" ok, terimakasih atas kerja bapak hari ini " kata Zarow berusaha bersikap baik-baik saja.


" maaf pak bagaimana dengan sepatu ini? " kata Pak Amar sambil menunjukan paper bag yang tadi.


" terserah bapak mau bapak apakan sepatu itu, kalau perlu buang saja, yang jelas saya gak mau liat barang itu ada disini lagi " tegas Zarow.


" baik pak, kalau begitu saya permisi dulu " kata Pak Amar mengerti & buru-buru pamit keluar dari ruangan tuan muda Zarow.


Tak ingin dirinya menjadi sasaran kekecewaan tuan Zarow ia buru-buru keluar sambil membawa paper bag pink yang seharusnya telah diterima oleh Pelangi.


Ia saat ini telah berdiri dari duduknya, dibukanya kancing jasnya karena merasa udara di ruangannya tiba-tiba menjadi sedikit agak lebih panas. Zarow berjalan ke arah jendela ruangannya, seperti biasa di sanalah tempat terfavoritnya.


Pikirannya melayang mengingat wajah gadis berbalutkan pakaian muslimah jelas bukan seperti kriteria wanita yang ia idam-idamkan, tetapi pelangi cukup mampu membuatnya tertarik. Zarow kini mulai penasaran dengan Pelangi.


Zarow kembali lagi ke tempat duduknya & membuka laci meja kerjanya, lalu diambilnya satu foto Pelangi dengan berpose sendiri, Zarow menatap potret Pelangi dengan seksama.



" sebenarnya nih cewek kalo di peratiin bener-bener cantik juga " Zarow berbicara sendiri sambil terus menatap foto Pelangi.


" kita liat nanti, lo masih bakal nolak hadiah dari gue apa enggak, ckkkkk....gue yakin lo bakal ada di genggaman gue beberapa jam lagi " Zarow tersenyum menyeringai.


Zarow yakin kali ini Pelangi pasti akan bertekuk lutut dikakinya seperti wanita-wanita lain yang hanya menginginkan harta yang ia miliki.


******


Akhirnya laporan yang ia telah kerjakan selesai juga, setelah mengeprint & merangkap laporan tersebut menjadi beberapa lembar, Pelangi langsung memberikan laporan tersebut kepada atasannya.


Setelah mengantarkan laporannya Pelangi kembali lagi kemeja kerjanya, di meja kerjanya masih ada Doni yang tetap setia menunggu dirinya datang, Doni saat ini telah duduk di kursi yang telah ia tarik di dekat kursi Pelangi. Ia tersenyum kearah Doni yang hanya diam seperti memikirkan sesuatu.


" ngpain lo senyum-senyum? " Jutek Doni


Kali ini Doni ingin mengintrogasi Pelangi, perihal hubungan apa yang saat ini temannya jalin dengan tuan muda Zarow sehingga pria terkaya di Indonesia tersebut mengirimi Pelangi sebuah sepatu dengan harga yang cukup mahal pikirnya.


" apa sih Don, jutek amat " Pelangi tersenyum & duduk ditempatnya kembali.

__ADS_1


Doni hanya menggelengkan kepalanya masih tak mengerti mengapa gadis dihadapannya ini masih terlihat sangat santai padahal baru saja ia menolak sebuah hadiah dari tuan Zarow.


Pelangi mulai merapikan mejanya agar terlihat agak lebih rapi, gara-gara mengerjakan laporan tadi mejanya jadi agak berantakan.


" Ngi " kata Doni mulai membuka suara.


Doni heran dengan Pelangi mengapa teman baiknya ini tak menyadari bahwa sedari tadi ia terus memperhatikan dirinya, entah terbuat dari apa jiwa teman baiknya ini batin Doni.


" hmmmmm " kata Pelangi yang masih sibuk menata meja kerjanya.


Bukannya merespon & melihat kearahnya Pelangi justru terus fokus kearah mejanya, sekali lagi Doni menggelengkan kepalanya sudah agak greget dengan gadis dihadapannya.


" Ngi " panggilnya sekali lagi


" hmmmmm " jawab Pelangi sekali lagi tetap fokus membersihkan meja.


" Ngi " panggilnya sekali lagi.


" masya allah apa sih Don, manggil-manggil mulu " Pelangi mulai menghadap kearah Doni agak jengah karena mengganggu aktifitasnya membersihkan mejanya.


Doni yang mendapati Pelangi sudah terlihat agak kesal langsung tersenyum & menunjukan dua jarinya membentuk huruf V.


" peace " kata Doni sambil tersenyum lebar.


Pelangi hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah teman dekatnya ini yang sedari tadi terus memanggilnya tetapi tak kunjung mengatakan apa yang akan dibicarakannya.


" gak biasanya lo galak? "


" galak?, enggak kok " jawab Pelangi


" itu tadi " kata Doni lagi


" ya lo sih manggil gue mulu gak ngomong-ngomong, gangguin gue beresin meja gue aja " kata Pelangi sambil menunjuk meja.


Doni melihat kearah meja Pelangi sambil tersenyum & menggaruk-garuk kepalanya yang tak terasa gatal. Sebenarnya sudah sedari tadi ia agak gemas dengan Pelangi tetapi saat Pelangi kesal dengan tingkahnya Doni jadi salah tingkah karena takut jika Pelangi akan marah padanya.


" hehehe, sorry ngi, lagian lo gue mau nanya serius lo malah ham hem ham hem mulu dari tadi "


" emang lo mau ngomong apa sih? " tanya Pelangi yang telah menghadap kearah Doni bersiap untuk menjawab pertanyaan yang akan dilontarkan Doni.


Pelangi lagi-lagi reflek menepuk jidatnya mendengar banyak pertanyaan dari Doni, teman baiknya ini sudah terlihat sangat salah sangka dengannya, ia memegang kepalanya sambil membuang nafas kasar dari hidungnya.


Doni memang sangat terlihat butuh penjelasan darinya mengenai hadiah yang dikirim oleh tuan muda Zarow kepadanya, padahal dirinya sendiri juga tak mengerti mengapa tuan muda Zarow mengiriminya hadiah.


" astagfirullah, hmmm pasti lo penasaran gara-gara hadiah tadi kan? " Pelangi menebak.


Doni hanya mengangguk membenarkan kata-kata Pelangi, ia memang sudah sangat Penasaran dengan apa yang terjadi antara Pelangi & tuan Zarow, seperti berita yang pernah ia dengar jika tuan Zarow adalah pria yang selalu dikelilingi wanita cantik dengan berganti-ganti setiap harinya, tapinya bukan wanita yang menggunakan pakaian muslimah seperti Pelangi.


" jadi gue ama Zarow itu gak ada hubungan apa-apa Don, jangan kan akrab, tegur sapa aja gak pernah, gimana mau ada hubungan " jelas Pelangi.


Doni hanya manggut-manggut saja percaya dengan kata-kata Pelangi mengingat teman dekatnya ini sangat baik wajarlah siapapun itu akan bersikap baik juga dengannya batin Doni.


" maaf mba permisi "


Pelangi terkejut melihat kearah pria yang sama datang kembali & berdiri di dekat meja kerjanya sambil tersenyum, Pelangi melihat kearah Doni begitu juga Doni yang melihat kearahnya, mereka berdua saling pandang sambil dengan ekspresi wajah bertanya-tanya , untuk apa lagi pria tersebut datang lagi pikirnya.


Pelangi mulai membalikan tubuhnya menghadap pria berpakaian rapi tersebut, kali ini pria tersebut sepertinya diutus untuk menyampaikan sesuatu kepadanya.


" maaf mba mengganggu, saya kemari karena diutus pak Zarow lagi untuk memberikan ini " kata pak Amar sambil memberikan sebuah kotak kecil kepada Pelangi.


Pelangi menyipitkan matanya melihat kotak kecil yang diserahkan oleh pria dihadapannya untuknya, belum menerima kotak tersebut ia kembali menatap kearah pria tersebut lagi.


" tolong ini diterima mba " kata pria tersebut lagi.


Doni tak kalah terkejutnya dengan Pelangi, belum tuntas pembahasannya dengan Pelangi tentang tuan muda Zarow tetapi kini kembali lagi utusan tuan muda Zarow masih orang yang sama seperti tadi datang kembali memberikan Pelangi sesuatu.


Pelangi menerima kotak kecil dari pria tersebut untuk melihat apa isi dari kotak tersebut, saat ia sudah membuka kotak tersebut terlihatlah sebuah cincin bermatakan berlian yang ia yakin harganya pasti ratusan juta pikirnya.


Pelangi menutup kembali kotak tersebut & tersenyum ke arah pria tersebut, entah apa yang membuat tuan muda Zarow sampai dua kali menyuruh anak buahnya datang menemuinya hanya untuk memberikannya sesuatu yang tak pantas ia terima.


" maaf pak dalam rangka apa pak Zarow mengirim hadiah ini untuk saya? " tanya Pelangi ingin tahu.


" bukan dalam rangka apa-apa mbak, mungkin tuan Zarow tertarik dengan mbak " kata pak Amar terus terang.

__ADS_1


Melihat penampilan Pelangi yang berbalutkan pakaian muslimah & jauh dari kata seksi sebenarnya tak mungkin membuat tuan Zarow tertarik padanya, Pak Amar menggelengkan kepalanya reflek mengingat bagaimana tipe wanita yang selama ini mengelilingi tuannya tersebut.


" hmmmmm, maaf pak tolong sampaikan kepada pak Zarow saya gak bisa menerima hadiah apapun dari dia, semurah & semahal apapun itu " Kata Pelangi, " tolong kembalikan ini kepada pak Zarow " kata Pelangi sambil menyerahkan kotak tadi kembali kepada pria di hadapannya.


Pak Amar terkejut karena Pelangi lagi-lagi menolak hadiah pemberian tuan Zarow, ia benar-benar tak mengerti mengapa gadis dihadapannya ini benar-benar tak tertarik dengan barang-barang mahal yang di berikan untuknya.


" maaf mbak apa mbak Pelangi benar-benar menolak cincin berlian pemberian tuan Zarow? " tanya pak Amar memastikan.


Pelangi hanya mengangguk lalu tersenyum, jelas saja ia yakin tak akan menerima berang pemberian dari orang lain, apalagi dengan harga yang semahal itu.


" yakin pak, itu bukan hak saya, tolong berikan kepada yang lebih pantas " kata Pelangi lagi.


" baik mba kalo begitu saya pamit " kata Pak Amar pamit.


Doni hanya bisa terdiam tak bergeming melihat dengan mata kepalanya sendiri Pelangi lagi-lagi menolak hadiah mewah dengan harga yang tak murah pemberian tuan muda Zarow.


" ah gila lo, itu tadi berlian Ngi " kata Doni yang agak shock.


" ya emang kenapa? " kata Pelangi cuek.


" lo itu cewek bukan sih? "


" ya lo liatnya gue ini cewek bukan?, aneh-aneh aja lo " kata Pelangi aneh pada Doni.


Doni menggelengkan Kepalanya & menepuk jidatnya, tak tau lagi apa yang harus ia katakan melihat Pelangi yang benar-benar tak tertarik sedikitpun dengan hadiah mewah dari tuan muda Zarow.


*********


Zarow masih gelisah menunggu kedatangan pak Amar, ia cukup penasaran ingin tahu apakah hadiah darinya kali ini telah diterima oleh Pelangi atau belum.


Zarow mengetuk-ngetuk mejanya sambil melihat kearah jam ditangannya, seharusnya pak Amar sudah kembali karena sudah sekitar satu jam pak amar pergi.


Tok...tok


Suara ketukan pintu dari arah luar kembali terdengar & ia yakin jika itu adalah pak Amar.


" masuk " Zarow mempersilahkan masuk.


Ia menatap kearah pintu ruangannya penasaran siapa yang akan masuk melalui pintu tersebut.


" permisi pak " kata Pak Amar.


Zarow tersenyum lega akhirnya orang yang ia tunggu-tunggu telah tiba, ia sudah sangat penasaran dengan kabar gembira yang akan ia dengar dari pak Amar.


Pak Amar kembali menunduk, sekilas ia melihat tuan muda tersenyum melihat kedatangannya, ia khawatir kali ini pasti tuan Zarow akan marah kepadanya karena lagi-lagi barang pemberian tuan Zarow di tolak mentah-mentah oleh Pelangi.


" bagaimana pak? " kata Zarow sambil menyenderkan tubuhnya di kursi kerjanya.


" maaf pak lagi-lagi mbak Pelangi menolak hadiah dari bapak " kata pak Amar


brakkkkkk


" apa? " Zarow memukul mejanya lalu berdiri


Zarow terus melihat kearah pak Amar yang hanya menunduk, kali ini ia benar-benar marah mendengar barang pemberiannya ditolak oleh Pelangi kembali.


" maaf pak " kata Pak Amar meminta maaf.


Benar seperti dugaannya tadi, tuan muda Zarow benar-benar marah, bahkan ia sampai menggedor meja kerjanya karena sangat marah, tatapan matanya tajam seolah bisa membunuh, pak amar tak berani menatap kearah tuannya tersebut.


" apa alasannya menolak kali ini pak? " tanya Zarow ingin tahu.


" kata mba Pelangi, dia gak bakal terima hadiah dari pak Zarow semurah atau semahal apapun yang pak Zarow berikan katanya " jelas Pak Amar.


Zarow mulai berkacak pinggang & menggelengkan kepalanya, ia sungguh dibuat penasaran oleh gadis berprofesi Satpol PP tersebut.


" ok, bapak bisa keluar sekarang " kata Zarow


" baik pak, ini hadiah yang di tolak mba Pelangi pak " kata Pak Amar sambil meletakan kotak kecil berisikan cincin bermata berlian diatas meja Zarow.


Pak Amar kemudian keluar dari ruangannya, Zarow masih menatap kotak kecil yang berada diatas mejanya yang baru saja diletakan oleh pak Amar. Zarow mengambil kotak tersebut & memperhatikan cincin yang sangat indah bermatakan berlian tersebut.


" lo itu gadis macam apa?, lo gak tertarik sedikit pun sama barang-barang mewah dari gue " Zarow berkata sendiri.

__ADS_1


Zarow kemudian menutup kotak berisikan cincin tersebut & tersenyum menyeringai menatap kosong.


" gue harus dapatin lo "


__ADS_2