
" Zarow berubah amat, gak nyangka gue, syukur lah Pelangi bawa pengaruh positif buat Zarow, gue pikir tuh orang gak bakal insaf, dulu boro-boro ngomong istighfar tuhannya aja siapa dia gak kenal " kata Rexa sendiri, " Zarow....Zarow..." kata Reza sambil menggelengkan kepalanya & tersenyum.
Ia terus melihat kearah kepergian Zarow yang saat ini hanya memperlihatkan punggungnya saja. Sudah sangat lama ia bersahabat dengan Zarow bahkan ia sangat kenal betul bagaimana tabiat Zarow.
Sahabatnya bisa kembali ke jalan yang benar merupakan kabar gembira baginya pasalnya Zarow selama ini tak pernah mau tau atau berusaha untuk tahu bagaimana agama yang dianutnya.
Bisa dibilang selama ini Zarow adalah penganut Ateisme, ia beragama hanya sebatas identitas di KTPnya saja, tapi semua itu sekarang hanyalah masa lalu Zarow karena kini Zarow telah banyak berubah.
Zarow yang terus berjalan menuju arah luar menyusul kepergian Pelang, ia berjalan agak cepat agar bisa mengejar Pelangi. Dilihatnya Pelangi sudah ada di depannya masih terus berjalan dengan santai.
Seketika ia memperlambat langkahnya & tersenyum melihat Pelangi meskipun Pelangi tak melihat kearah belakang arah dimana ia saat ini berada.
" mungkin bener kata Reza kalau gue udah jatuh cinta sama Pelangi, ternyata begini rasanya jatuh cinta, gelisah kalau jauh bahagia kalau dekat, tapi kenapa gue bisa benci kalau liat dia sama cowok lain, cemburu gak jelas, rasanya gak rela kalo Pelangi deket sama cowok lain selain gue " gumam Zarow dalam hati.
Zarow masih tetap berjalan di belakang Pelangi sambil terus melihat kearah Pelangi, pikirannya terus tertuju pada Pelangi, wanita yang pertama mampu membuat ia kembali ke jalan Allah.
Karena keimanannya tanpa ia sadari ia pun jadi cinta pada Pelangi, berawal dari rasa kagumnya pada Pelangi lalu berubah jadi rasa cinta & itu pun baru kali ini ia menyadari setelah Reza menyadarkan dirinya.
Pelangi yang berjalan didepannya nampaknya belum menyadari jika dirinya saat ini berjalan tepat dibelakangnya tak jauh darinya, entah saat ini apa yang sedang dipikirkan oleh gadis tersebut pikir Zarow.
Ia terus fokus menatap kearah depan, saat sedang berjalan Pelangi selalu menjaga pandangannya agar terhindar dari segala bentuk yang tak perlu ia lihat.
Menjaga pandangan merupakan salah satu hal penting bagi umat islam agar terhindar dari zinah mata. Sambil terus berjalan ia juga memikirkan penyakit Zarow.
Tak ingin berlarut-larut memikirkan penyakit Zarow ia pikir lebih baik ia husnuzan kepada Allah sambil mendoakan yang baik-baik untuk kesembuhan Zarow.
" ya Allah apa pun penyakit yang sekarang lagi di idap mas Zarow tolong angkat & sembuhkan dia " gumam Pelangi dalam hati.
Setelah berada di luar gedung rumah sakit Pelangi berhenti sejenak sambil membuang nafas kasarnya. Terik matahari telah meninggi tepat berada di atas kepalanya.
Panas begitu menyengat matanya pun silau terkena cahaya matahari, ia segera mengangkat satu tangannya untuk melindungi matanya dari silau matahari.
Kembali lagi ia melanjutkan langkah kakinya sambil tersenyum menuju dimana mobil Zarow saat ini berada, di sana sudah ada pak Handoko berdiri di dekat mobil tersebut.
Zarow sejenak ikut menghentikan langkahnya melihat Pelangi berhenti, terlihat Pelangi menarik nafasnya panjang & mengangkat satu tangannya untuk menutup kepalanya setelah itu ia melanjutkan langkahnya kembali.
Ia tersenyum sambil menggelengkan kepalanya nampaknya Pelangi mengangkat tangannya untuk melindungi wajahnya dari panas pikirnya.
Jika saja bisa mungkin saat ini ia akan melindungi Pelangi dari panas terik bahkan tak hanya itu ia akan melindungi Pelangi dari segala bentuk yang mengganggu Pelangi.
Setelah Pelangi melanjutkan langkahnya ia pun ikut melanjutkan langkah kakinya, ia berpikir ia adalah seorang pria yang paling beruntung di dunia.
Ini lah anugrah terindah yang Allah berikan padanya pikirnya, ia mendapatkan rasa cinta meskipun cintanya belum terbalaskan oleh wanita yang ia cinta.
Melihat Pelangi serta tuan mudanya berjalan terpisah seperti biasanya pak Handoko lantas bersiap untuk membuka pintu mobil untuk Pelangi.
Namun saat ia berjalan menuju arah pintu mobil ia melihat tuan mudanya memberinya abah-abah dengan isyarat tangannya yang seolah mengatakan stop.
Setelah Pelangi sudah hampir dekat ke arah mobilnya ia segera mempercepat langkah kakinya & memberi abah-abah pada pak Handoko agar tak membukakan pintu untuk Pelangi.
Zarow lah yang akan membukakan pintu untuk Pelangi seperti biasanya saat sedang pergi bersama. Setelah berhasil membalap langkah kaki Pelangi ia segera membuka pintu mobil untuk Pelangi.
Pelangi nampak terkejut melihat dirinya sudah berada di pintu mobil & membukakan pintu untuknya, Zarow pun tersenyum sambil mempersilahkan Pelangi masuk kedalam mobil.
Alangkah ia terkejut karena sedari tadi ia tak menyadari jika Zarow sebenarnya ada di belakangnya. Ia pikir jika sedari tadi Zarow masih berada bersama dengan dokter Reza untuk berkonsultasi.
" kok bengong?, ayo masuk keburu kebakar matahari nih kita " kata Zarow.
" oh iya " kata Pelangi tersadar lalu masuk kedalam mobil tersebut.
__ADS_1
Setelah Pelangi masuk ia pun juga masuk ke dalam mobil dari pintu lainnya, ia duduk di bangku tepat di sebelah Pelangi, gadis tersebut nampak terus menatap fokus ke depan.
Melihat Pelangi sedekat ini Zarow makin kagum dengan Pelangi, gadis Satpol yang duduk di sebelahnya tersebut nampak sangat anggun sekali dengan penampilan lembutnya.
Tentu saja seharian bersama Pelangi ia menjadi lebih bahagia, ia tersenyum malu-malu sambil memalingkan wajahnya kearah luar agar tak ketahuan oleh Pelangi jika ia terus memperhatikan Pelangi.
Pelangi melihat kearah Zarow yang saat ini sedang memperhatikan kearah luar, wajah Zarow tak nampak sedang murung mungkin penyakitnya tak seberapa parah pikirnya.
Meski begitu Zarow nampak seperti sedang melamun, tatapannya begitu jauh apa yang dipikirkannya saat ini hanya ia yang tau, tetapi Pelangi berharap jika Zarow tak sedang memikirkan penyakit yang di deritanya.
" separah apa penyakit yang kamu derita mas sampe kamu ngelamun begitu, seenggaknya kamu cerita sama aku biar aku tau & gak kamu simpen sendiri kaya sekarang " gumam Pelangi dalam hati.
" kenapa? " tanya Zarow.
Ia mendapati Pelangi sedang menatap kearahnya seraya tak berkedip, pandangannya mengisyaratkan tentang sebuah pertanyaan meskipun tak ia ucapkan.
Tak menyangka tiba-tiba Zarow menoleh kearahnya saat ia terus memperhatikan Zarow, seperti biasa pria keras yang ada di sebelahnya saat berkata ekspresinya selalu dingin.
Mungkin sifat dingin & kaku yang dimiliki Zarow telah dimiliki dari sejak masih orok pikir Pelangi sehingga takan pernah bisa diubah.
" astaghfirullah " gumam Pelangi dalam hati.
" kenapa bengong?, bukannya ngejawab malah bengong " kata Zarow lagi.
Pelangi tak juga kunjung menjawab pertanyaannya & justru masih terdiam melihat kearahnya seperti orang yang sedang bingung.
" kamu kenapa? " tanya Zarow agak lebih lembut.
" gak papa " kata Pelangi singkat.
Tanpa banyak bicara setelah menjawab singkat pertanyaan Zarow ia langsung memalingkan wajahnya & melihat kembali kearah depan.
" yakin gak papa?, bohong dosa loh " tanya Zarow lagi.
" astaghfirullah " sontak Pelangi kembali melihat kearah Zarow.
Zarow yang mendengar Pelangi mengucapkan kalimat istighfar pun lantas menoleh kearah Pelangi. Saat terkejut Pelangi memang tak seperti wanita-wanita yang pernah ia kenal dengan melontarkan kalimat kasarnya.
Sekali pun bahkan Zarow tak pernah mendapati Pelangi marah dengan mencaci maki, ia begitu sabar menghadapi sikap Zarow meskipun sikap Zarow kadang memang keras.
" apa?, kan memang bener bohong itu dosa, bener gak? " kata Zarow.
" iya sih bener " jawab Pelangi.
" terus? " tanya Zarow lagi.
" ya gak terus-terus lah mas, emang apa yang terus? " tanya Pelangi balik.
Pelangi justru bertanya balik padanya, pada hal Zarow yakin Pelangi bukannya tak tau apa maksud dari pertanyaannya tadi malah sepertinya Pelangi sengaja mengalihkan pertanyaannya dengan pertanyaan kembali.
Sering berada bersama dengan tuan mudanya saat bersama Pelangi kejadian sepeti ini sering pak Handoko dapati, tuannya selalu ingin tau apa yang sedang dipikirkan oleh Pelangi.
Sedang Pelangi tak pernah mau menceritakan apa pun yang sedang ia pikirkan, terkadang Pelangi terpaksa menceritakan apa yang sedang ia pikirkan karena tuan mudanya terus memaksa seperti saat ini.
Pak Handoko menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, tuan mudanya sebenarnya berusaha care dengan Pelangi namun cara penyampaian kalimatnya terlalu kaku.
Mungkin tuan mudanya harus belajar lebih lembut lagi saat berbicara agar tak nampak seperti akan mengajak seseorang ribut, tetapi nampaknya Pelangi sudah mulai terbiasa dengan sifat tuan mudanya pikir pak Handoko.
" mas maaf nih ya mas bukannya aku kepo tapi aku terus-terusan kepikiran loh, emang mas Zarow sakit apa sih? " tanya Pelangi akhirnya jujur.
__ADS_1
Awalnya ia ragu untuk menanyakan hal ini kepada Zarow tetapi semakin ia pendam ia semakin penasaran. Mungkin dengan ia tau penyakit Zarow ia bisa membantu untuk mencarikan atau merekomendasikan pengobatan untuk Zarow.
Kagetnya Zarow mendengar pertanyaan Pelangi, sedari tadi ternyata Pelangi masih tetap mengingat perkataan Reza, padahal ia telah mengungkapkan jika dirinya baik-baik saja.
Bisa-bisanya Pelangi lebih percaya pada Zarow ketimbang dirinya yang jelas-jelas adalah calon suaminya sendiri. Zarow memegang tulang hidung nya yang berada diantara dua matanya sambil menutup dua matanya & tertunduk.
" mas maaf ya mas, aku gak maksud bikin kamu kepikiran lagi, sumpah aku gak ada niatan bikin kamu keinget, aku cuman pengen tau aja mas " tutue Pelangi.
Melihat Zarow hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya Pelangi justru jadi merasa bersalah karena kembali lagi mengingatkan penyakit yang tengah di derita Zarow.
" ya Allah aku salah ya, kenapa juga sih aku jadi kepo gini, biasa juga aku gak gini " gumam Pelangi dalam hati.
Zarow lantas menoleh kearah Pelangi yang masih melihat kearahnya dengan wajah penuh penyesalan. Zarow jadi tak enak karena justru membuat Pelangi nampak merasa bersalah.
Tentu pak Handoko yang mendengar kata-kata Pelangi ikut terkejut mengetahui tuan mudanya saat ini sedang mengidap suatu penyakit.
" ya Allah sakit apa tuan muda?, semoga tuan muda diberikan kesembuhan & baik-baik aja " gumam pak Handoko
" aku gak sakit apa-apa kali, kan aku darai tadi udah bilang aku gak sakit, masa sih kamu gak percaya sama aku malah percaya sama Reza " kata Zarow panjang lebar.
" ya bukannya aku gak percaya kamu mas tapi kan kak Reza dokter " jawab Pelangi.
Sontak Zarow menggelengkan kepalanya, meskipun Reza adalah seorang dokter seharusnya Pelangi harus tetap percaya dengannya bukannya malah percaya pada sahabatnya.
" kamu tau gak Reza tadi sengaja banget bilang gitu ke kamu, lagian kenapa kamu malah anggep serius, malah percaya Reza dari pada aku padahal aku calon suami kamu lo calon kepala keluarga " kata Zarow panjang lebar.
Ia menjelaskan pada Pelangi sambil sedikit agak kesal, karena Pelangi lebih percaya pada Reza ketimbang dirinya. Perasaannya saat ini mungkin lebih tepatnya dikatakan jika ia sedang cemburu sama seperti yang di katakan Reza saat tadi berada di rumah sakit.
Pelangi menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal sambil agak meringis melihat kearah Zarow, ia rasa bukan hanya dirinya yang akan benar-benar percaya jika seorang dokter bercanda seperti itu pikirnya.
" sorry mas....sorry....aku beneran gak tau mas kalo kak Reza tadi boong, sumpah deh mas " kata Pelangi sambil tersenyum.
" iya, gak usah pake sumpah segala kali aku juga percaya ko kalo kamu gak tau " kata Zarow.
Senyum Pelangi makin lebar setelah mendengar jawaban dari Zarow, melihat senyum Pelangi Zarow merasa ini adalah senyum termanis Pelangi selama satu bulan ia mengenal Pelangi.
Ia memalingkan wajahnya agar tak terlihat jika ia sedang baper saat ini, ia benar-benar tak bisa menguasai hatinya, rasanya jantungnya serasa ingin meledak melihat senyum manis Pelangi.
Pelangi membuang nafas kasarnya sambil tersenyum & melihat kearah depan lagi, ia menggelengkan kepalanya karena ia pikir Zarow benar-benar mengidap suatu penyakit seperti yang dikatakan dokter Reza.
Namun ternyata dokter Reza hanya main-main saja mengatakan hal tersebut, kini dirinya tenang mengetahui jika Zarow sedang dalam keadaan sehat walafiat.
Pak Handoko merasa lega mendengar penjelasan tuan mudanya, ia sangat percaya dengan kata-kata tuan mudanya karena tuan mudanya adalah orang yang sangat jujur & tak pernah berbohong.
Pak Handoko sangat menyayangi tuan muda Zarow karena pak Handoko sudah sangat lama bekerja dengan tuan Yonso sejak tuan muda Zarow masih kecil. Sehingga saat mendengar hal seperti ini ia juga ikut syok luar biasa.
" hampir jantungan denger tuan muda sakit, ternyata cuman bisa-bisanya dokter Reza, ya Allah " gumam pak Handoko sambil mengusut dadanya.
Setelah berkendara beberapa puluh menit akhirnya mereka sampai juga ke rumah Pelangi, mobil segera masuk ke pekarangan rumah & berhenti.
Zarow segera keluar lalu membukakan pintu untuk Pelangi seperti biasanya, setelah pintu ia buka Pelangi pun keluar dari pintu tersebut sambil tersenyum kembali.
" makasi mas " ucap Pelangi.
Ia hanya menganggukkan kepalanya tanpa menjawab pertanyaan Pelangi, setelah Pelangi keluar & berjalan agak jauh pintu segera ia tutup. Ia masih tetap berada di tempat sambil terus melihat kearah Pelangi yang saat ini tengah berjalan menuju pintu rumahnya.
" pak " kata Zarow memanggil pak Handoko.
"iya tuan " kata pak Handoko.
__ADS_1
Pak handoko yang merasa di panggil oleh tuan mudanya segera berjalan menghampiri tuan mudanya yang saat ini masih berada di tempat.
" pak menurut bapak saya ini bener lagi jatuh cinta gak sama Pelangi?, soalnya kata dokter Reza waktu saya periksa katanya saya gak sakit tapi saya lagi jatuh cinta " kata Zarow bertanya.