
Cekrek....
Suara pintu terdengar terbuka membuat Pelangi sontak menoleh kearah tersebut, Zarow yang telah masuk dari arah luar pun tersenyum kearah Pelangi, ia pun membalas senyum suaminya yang terlihat amat manis.
Kini ia merasa tuan muda yang sikapnya biasanya bak kutub utara & kutub selatan sikapnya telah mencair, Zarow mulai sering tersenyum bahkan kata-katanya sudah mulai melembut, hanya saja sifat tukang perintahnya & tukang memaksakan kehendaknya masih belum berubah sama sekali.
Jiwa seorang bos yang selalu terbawa-bawa dengannya kadang membuat Pelangi mau tak mau harus menuruti apa yang diperintah Zarow, bahkan kini Zarow mulai membawa-bawa persoalan agama saat ia tak menurut kemauan Zarow.
Dalam ajaran agama Islam, istri diharuskan untuk selalu menghormati suami karena perannya sebagai pemimpin keluarga, Dalam sebuah pernikahan, suami bertanggung jawab penuh atas hidup pasangannya. Jika suami bertugas untuk mencari nafkah, istri pun punya peran untuk melayani suami.
Sudah menjadi kewajiban seorang istri untuk mematuhi dan taat kepada suami. Namun, bukan berarti istri tidak mempunyai kuasa atas dirinya. Seorang istri bisa menentukan apapun yang mereka mau, namun tetap harus mendapatkan izin suami terlebih dahulu
Dalam agama Islam telah dijelaskan dalam Alquran, yaitu, “maka istri-istri yang saleh itu ialah yang taat kepada Allah dan memelihara diri ketika suaminya tidak ada. Oleh karenanya Allah telah memelihara (menjaga) mereka,” - (QS. An Nisa: 34).
Selain itu kewajiban istri kepada suami yang perlu diingat, yakni menyenangkan hatinya, perintah ini juga tertanam dalam hadis Abu Harairah RA, beliau mengatakan kepada Rasulullah bahwa, “Sebaik-baik perempuan ialah seorang perempuan yang apabila engkau melihatnya, engkau merasa gembira. Jika engkau perintah, dia akan mentaatimu. Dan jika engkau tidak ada di sisinya, dia akan menjaga hartamu dan dirinya”.
Mengingat banyak yang ia ketahui tentang peranan seorang istri tentunya ia tak ingin menjadi istri yang durhaka. Pelangi sama sekali tak ingin menjadi seorang istri yang tak patuh pada suaminya, karena pada saat ia tak mampu mengikuti apa kata suaminya maka ia termaksud menjadi golongan perempuan-perempuan yang gagal menjadi seorang istri yang taat pada suami.
Sebenarnya ia juga belum melakukan tugas sebagai istri sebagaimana mungkin yang semestinya karena meski telah menjadi istri Zarow ia belum bisa melayani kebutuhan biologis Zarow karena merasa belum siap.
Padahal dalam islam kewajiban lain seorang istri adalah harus melayani pasangannya di atas ranjang. Seorang harus bisa menyenangkan hati suami secara batin ketika sedang melakukan hubungan ****. Hal ini bertujuan untuk menjaga keintiman dan keharmonisan hubungan rumah tangga
Seorang istri hanya bisa menolak untuk berhubungan intim ketika saat sedang haid, sakit, nifas dan kondisi-kondisi tertentu. Jadi, dalam kehidupan rumah tangga tidak boleh ada paksaan dalam melakukan hubungan intim. Suami juga harus bisa mengerti ketika istrinya sedang sedang merasa sakit dan tidak dapat berhubungan badan.
Pelangi menghembuskan nafas kasarnya dari mulutnya karena merasa telah berdosa tak menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri dengan benar, selama ini ia selalu berusaha menjadi lebih baik dalam segala hal tetapi mengapa tidak dalam rumah tangganya sendiri.
" Astaghfirullah, ya Allah, ampuni dosa hamba karena tidak menjalankan peranan hamba sebagai seorang istri dengan baik " gumamnya dalam hati.
Siap atau tidak siap, cepat atau lambat ia harus tetap menjalankan peranannya sebagai seorang istri untuk melayani nafkah batin suaminya.
Zarow terus melangkah mendekat kearah Pelangi yang saat ini tengah duduk di sofa yang ada diruang kerjanya, Pelangi saat ini tengah tersenyum membalas senyum Zarow, sungguh begitu cantiknya & indahnya ciptaan Allah yang berada di hadapannya batinnya.
Tanpa merasa canggung ia duduk disamping Pelangi sambil terus menatap kearah Pelangi dengan senyum yang tak pernah pudar dari wajahnya, kebahagiaannya begitu sempurna pikirnya, ini adalah sebuah berkah yang sangat luar biasa setelah mendekatkan dirinya kepada Allah.
Ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang suami, seperti yang telah disampaikan oleh Utadz Syam padanya saat memberikan ceramah beberapa hari sebelum ia menikahi Pelangi dikediaman rumahnya saat ia meminta penjelasan apa saja tugas-tugas seorang suami yang harus ia laksanakan menurut islam.
Suami adalah sebagai tokoh penting dalam keluarga memiliki tugas yang sangat penting menurut islam. Berperan sebagai kepala keluarga, seorang suami bertanggung jawab untuk menjaga, merawat, memelihara dan menjamin kebutuhan istri dan seluruh anggota keluarga lainnya.
Allah SWT telah mengamanahkan kaum laki-laki untuk menjadi seorang pemimpin atas kaum perempuan. Sebagaimana firman-Nya: “Laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan,”. (QS An-Nisa: 34)
Baik istri maupun suami, sama-sama mempunyai peran penting. Keduanya adalah roda yang membuat kendaraan yang bernama rumah tangga bekerja dengan baik.
Namun, suami diberi tugas tanggung jawab yang lebih besar yang membuatnya mempunyai peran yang lebih besar untuk menjaga keluarga dalam pandangan islam.
Mengenai peran dan tugas suami dalam islam, Allah berfirman: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan. Oleh karena itu, Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka perempuan yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)…,” (QS An Nisaa: 34)
Banyak yang ia pelajari tentang tugas-tugas seorang suami yang harus ia emban saat ini, tetapi ia percaya & yakin ia mampu melaksanakan tugasnya dengan baik
__ADS_1
" sudah selesai mas meetingnya? "
Setelah beberapa puluh menit menunggu akhirnya Zarow kembali juga dari ruang rapatnya, wajahnya begitu sumringah tak menunjukkan rasa lelah sedikitpun, mungkin karena pekerjaan suaminya tak begitu berat pikirnya.
Pekerjaan suaminya hanya duduk sepanjang hari diruangan yang senyaman ini tanpa harus kepanasan & tanpa harus bekerja keras, jika dibandingkan pekerjaannya mungkin lebih lelah menjadi seorang Satpol pikirnya.
Mendengar Pelangi bertanya, Zarow hanya mengangguk sambil tersenyum menjawab pertanyaan Pelangi, Zarow merasa tak enak karena terlalu lama meninggalkan Pelangi sendiri diruangannya karena ia harus memimpin sebuah rapat.
Ia pun mengubah duduknya serong dekat dengan Pelangi agar tak terjadi kecanggungan diantara mereka mengingat saat ini mereka telah sah menjadi suami istri sehingga ia harus membiasakan diri menciptakan kedekatan antara ia & istrinya.
" lama ya? " tanya Zarow.
" enggak kok "
Pelangi menjawab pertanyaan Zarow sambil menggelengkan kepalanya, karena posisi duduknya sangat dekat dengan Zarow dirinya hanya mampu tertunduk sambil tersipu malu karena tatapan mata Zarow membuat dirinya terbawa perasaan.
Entah mungkin cinta sudah mulai tumbuh dihati Pelangi, cintanya pada Allah yang membuat ia mulai mencintai Zarow yang sedikit demi sedikit menunjukan perubahan kearah yang lebih baik.
Zarow lantas memegang jari jemari Pelangi, entah apa yang sedang dipikirkan oleh istrinya sehingga nampak agak tertunduk malu, wajar jika saat ini ia & Pelangi harus membiasakan hal seperti ini yang belum pernah mereka lakukan sebelum menikah.
Tapi sedikit demi sedikit mereka juga harus membiasakan diri mereka masing-masing, mungkin inilah rasanya pacaran setelah menikah pikirnya, ada sedikit rasa dekdekan didalam hatinya.
Gelora didalam hati terasa indah rasanya, disaat jauh rasanya ingin cepat bertemu & ingin selalu dekat, hanya bisa memandang seperti ini saja rasanya sudah bahagia rasanya.
" maaf ya udah bawa kamu kesini tapi malah aku tinggal rapat "
Mendengar kata maaf dari mulut Zarow Pelangi sungguh terkejut, baru kali ini Zarow mampu mengucapkan kata maaf dengan manisnya, mendengar itu Pelangi melebarkan senyumnya.
" hem " jawab Zarow singkat sambil menaikan satu alisnya.
Melihat ekspresi Zarow Pelangi tau jika Zarow tak mengerti apa maksud dari perkataannya, Pelangi tertawa kecil sambil menutup mulutnya sebelum menjelaskan maksud dari kata-katanya.
" ikut kamu kesini tuh bener-bener pengalaman baru buat aku, satu hal yang aku tau jadi istri kamu berati siap jadi artis dadakan "
Pelangi menghentikan penjelasannya lalu kembali tersenyum lebar, Zarow terlihat sudah sangat serius mendengar penjelasannya saat ini.
" kamu nih malah senyum-senyum gitu, aku belum paham nih, maksud kamu artis dadakan apa ya? "
" ya artis dadakan mas, tiba-tiba fokus cuman tertuju dikita, bener-bener cuman ngeliatnya ke aku sama kamu " jawab Pelangi.
Zarow tersenyum sambil menggelengkan kepalanya mendengarkan jawaban Pelangi, padhal hal tersebut sangat biasa baginya, semua fokus karyawannya memang selalu fokus padanya saat ia tengah sampai di kantor.
" ih kamu kok malah senyum gitu sih, aku serius tau "
" kamu lucu sih, kan aku disini bos, jadi wajar kalau karyawan fokusnya ke aku, jadi kamu juga jangan kaget mulai kalau mulai sekarang kamu juga jadi fokus mereka kalau aku ajak kekantor, kan kamu istri aku jadi kamu harus mulai terbiasa sama suasana itu " jawab Zarow panjang lebar, " kamu tau gak, aku juga tadi tiba-tiba jadi artis dadakan gara-gara kamu, tapi aku malah seneng " lanjut Zarow sambil tersenyum berniat mengisengi Pelangi.
Teringat bekas lipstik Pelangi yang sampai saat ini masih menempel di lehernya, Zarow ingin melihat bagaimana ekspresi Pelangi saat melihat tanda dilehernya tersebut, ia sengaja tidak menghapus tanda tersebut agar bisa ia perlihatkan pada Pelangi.
__ADS_1
" tapi mas kamu kan memang artis, bukan karna aku kamu jadi artis tapi memang sebelum ada aku kamu itu udah jadi artis " nyleneh Pelangi
" aku seriusan lagi, coba kamu liat leher aku "
Langsung pada intinya Zarow menunjukan bekas lipstik dilehernya pada Pelangi tanpa berbasa-basi lagi tak sabar melihat reaksi istrinya.
Pelangi melihat kearah kemana tangan Zarow tertuju, sambil agak menyipitkan matanya & memajukan wajahnya agak dekat kearah tersebut. Alangkah terkejutnya Pelangi melihat tanda merah dileher Zarow yang membentuk bibir.
" Astaghfirullahaladzim " kata Pelangi terkejut sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Reflek Pelangi langsung memegang leher Zarow, ia tahu bekas lipstik yang menempel dileher Zarow tersebut adalah bekas lipstiknya sebelum Zarow pergi rapat.
Teringat saat ia terjatuh menimpa tubuh Zarow, bibirnya saat itu menempel di leher Zarow tapi ia tak menyadari jika lipstik yang ia kenakan akan menempel disana.
" ya Allah mas maaf mas, aku gak tau kalau lipstik aku tadi nempel dileher mas "
Dengan penuh penyesalan Pelangi meminta maaf pada Zarow, ia yakin pasti Zarow menjadi pusat perhatian saat melaksanakan rapat beberapa puluh menit lalu.
Ia merasa menyesal karena telah membuat malu suaminya didepan para rekan kerjanya, seharusnya ia tak teledor tadi, jika saja tadi ia tak terjatuh diatas tubuh Zarow mungkin semua itu tak akan pernah terjadi.
" mas aku bener-bener minta maaf ya, pasti kamu tadi jadi bahan bulian rekan kerjamu ya, maaf ya mas, maaf banget udah bikin kamu malu " kata Pelangi terus-terusan meminta maaf.
" hem " dehem Zarow sebelum melanjutkan perkataannya " kenapa harus malu?, ini bekas lipstik bibir istri sendiri kok jadi kenapa harus malu?, toh sah-sah aja kan mau bekas lipstik itu nempel dimana pun kan kita sudah menikah "
Zarow menjawab dengan sangat tenang dengan menatap mata Pelangi dengan penuh arti, secara tidak langsung tadi ia telah mengumumkan statusnya saat ini yang sudah tak lajang lagi didepan rekan-rekan kerjanya.
Mengumumkan status pernikahannya termaksud suatu kebanggaannya sendiri, apalagi mengingat wanita yang menjadi istrinya adalah wanita yang sangat luar biasa.
" kamu kenapa sih suka banget minta maaf, kamu lupa ya apa yang tadi aku bilamg sebelum rapat? " kata Zarow terjeda sambil mengeluarkan nafas kasarnya, " hem, kamu harus terima akibatnya karena sudah melanggar kata-kata ku " lanjut Zarow
Dengan tatapan agak tegas Zarow berusaha meyakinkan Pelangi jika ia benar-benar akan menghukum Pelangi karena telah melanggar perintah Zarow.
Dalam hati Zarow tertawa puas melihat ekspresi Pelangi yang nampak agak cemberut karena akan menerima hukuman dari Zarow, kenapa ia lupa jika ia dilarang oleh Zarow untuk sering-sering mengucapkan kata maaf.
Padahal Pelangi meminta maaf karena memang ia sedang melakukan kesalahan pada Zarow, bukannya menerima permintaan maaf darinya Zarow malah merasa tak senang dengan permintaan maaf darinya.
" apaan sih mas, kan aku minta maaf karena aku bener-bener salah "
" emang salahnya dimana? " tanya Zarow.
" salahnya bekas bibir aku nempel dileher mu mas "
Pelangi menjawab sesuai dengan apa yang menurutnya benar, tentu saja itu adalah sebuah kesalahan fatal baginya sehingga ia meminta maaf pada Zarow.
" tapi aku gak ngerasa itu sebuah kesalahan, yang salah itu kalo ada bekas lipstik perempuan lain dileher aku padahal perempuan itu bukan istri aku "
" astaghfirullah, gitu amat si mas sebut-sebut pelakor " kata Pelangi agak cemberut.
__ADS_1
Jawab Pelangi ngasal agak kesal, meskipun ia baru saja menikah dengan Zarow tanpa dilandaskan sebuah perasaan tapi tetap saja sebahgai seorang wanita Pelangi tak ingin ada orang ketiga diantara mereka berdua.
Zarow tersenyum sambil menarik hidung Pelangi yang lumayan mancung, ia berpikir istrinya sangat imut saat sedang cemberut seperti ini, Pelangi begitu menggemaskan sampai-sampai Zarow reflek memeluk Pelangi erat.