Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda

Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda
Bab 35


__ADS_3

Di kantor pukul 12.00 siang.


" alhamdulillah selesai juga " kata Pelangi sendiri sambil mengelap peluh keringat yang membasahi pelipisnya dengan lengan baju yang ia kenakan.


Aldo tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat ke arah Pelangi, di lihat dari arah mana saja bagi Aldo Pelangi sangat sempurna di mata Aldo, bukan hanya wajahnya saja yang membuat Aldo jatuh hati pada Pelangi tapi kepribadian serta soleha nya Pelangi yang membuat Aldo menjatuhkan hatinya pada Pelangi.


Aldo lantas berdiri dari duduknya lalu berjalan menghampiri Pelangi, ia menyodorkan beberapa lembar tisu kearah Pelangi. Tentu saja yang ia lakukan kali ini jelas menjadi pusat perhatian dari team Dalmas lainnya seperti biasa.


Mata-mata pun memandang ke arahnya & ke arah Pelangi sambil berbisik-bisik, suasana pun tiba-tiba menjadi riuh ramai karena sorakan demi sorakan pun mulai terdengar.


" ciye " sorakan dari beberapa anggota Satpol lainnya.


Aldo tak pernah ambil pusing dengan gosip yang beredar tentang kedekatannya dengan Pelangi karena pada kenyataannya memang ia sangat tertarik dengan Pelangi & berharap untuk bisa segera menghalalkan gadis impiannya tersebut.


Pelangi masih terdiam melihat ke arah Aldo yang berdiri tepat di hadapannya sambil menyodorkan beberapa lembar tisu kepada dirinya, hal ini membuat teman-teman satpol lainnya menyoraki dirinya dengan Aldo yang sontak membuat dirinya menjadi bengong menatap Aldo.


Doni yang duduk di sebelah Pelangi mesem-mesem baper melihat adegan dua sejoli yang menjadi favoritnya ini, perhatian Aldo pada Pelangi adalah bentuk kasih sayang yang di tunjukan Aldo pada Pelangi.


Melihat Pelangi tak kunjung mengambil tisu yang di sodorkan oleh Aldo & malah bengong, Doni pun langsung menyenggol kaki Pelangi untuk menyadarkan teman dekatnya tersebut yang pikirannya entah terbang kemana.


Pelangi yang merasa kakinya di senggol oleh Doni lantas menoleh kearah Doni, Doni memberi kode pada dirinya untuk melihat kearah depan kembali, hampir saja ia lupa jika Aldo masih ada dihadapannya & masih setia dengan tisu yang di sodorkan untuknya.


" oh maaf mas, makasih ya " kata Pelangi sambil mengambil beberapa lembar tisu yang di berikan Aldo.


Aldo tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, mengingat mereka baru saja kembali dari tugas luarnya tentu saja Aldo khawatir jika pakaian yang di pakai oleh Pelangi tak steril.


Bisa saja di seragam yang di kenakan oleh Pelangi menempel virus & akan membuat dirinya akan terpapar & terjangkit Covid 19, sebagai orang yang menyimpan perasaan pada Pelangi jelas saja Aldo tak akan membiarkan gadis pujaannya ini terpapar virus begitu saja.


Aldo lalu mengambil botol cairan disinfektan untuk pakaian yang selalu ia bawa kemana-mana didalam tasnya, ia berniat akan menyemprotkan cairan tersebut ke pakaian Pelangi agar terhindar dari virus yang berbahaya.


" coba sini dulu " kata Aldo yang menyuruh Pelangi untuk berdiri.


Aldo masih terus ada di di hadapannya & menyuruhnya untuk berdiri, Pelangi hanya menurut & berdiri di sebelah Aldo. Ini bukan hal baru untuk Pelangi mendapatkan perhatian dari Aldo, karena perhatian ini lah mereka berdua kerap di gosip kan mempunyai hubungan dekat.


" tadi kan kita dari luar, jadi lo jangan sembarangan ngelap keringet pake baju lo " jelas Aldo.


Aldo lantas menyemprotkan cairan disinfektan ke seragam yang dikenakan oleh Pelangi, ini adalah bentuk pencegahan agar virus tak lama-lama menempel di tubuh mau pun pakaian yang sedang di pakai.


" nah sekarang udah aman nih " kata Aldo lagi.


" makasih bang " kata Pelangi sambil tersenyum.


Aldo hanya mengangguk & tersenyum pada Pelangi, ia kemudian kembali ke tempat semula dimana ia duduk. Terkadang Aldo diam-diam selalu memperhatikan Pelangi saat ada jarak diantara mereka.


Pelangi kembali lagi duduk di sebelah Doni, di lapnya lagi keringat yang membasahi pelipisnya dengan tisu yang di berikan oleh Aldo beberapa saat lalu.


Doni masih saja tersenyum melihat kearah Pelangi seolah saat ini ialah yang sedang kasmaran ketika menyaksikan perhatian-perhatian & kedekatan Pelangi dengan Aldo.


Jelas saja Doni adalah team yang turut bahagia jika Aldo & Pelangi pada akhirnya akan bersatu menjadi jodoh dunia akhirat. Doni masih saja tersenyum baper dengan kedekatan dua pasangan yang secara diam-diam telah melakukan ta'aruf tersebut.


" ih lo kenapa Don?, mesam-mesem dari tadi " kata Pelangi aneh melihat ke arah Doni, " kesambet lo " lanjut Pelangi lagi.


Ia nampak heran melihat Doni yang terus tersenyum sendiri, seperti biasa ia yakin jika temannya tersebut jauh dalam angan-angan ke haluannya mendeskripsikan hubungan antara dirinya dengan Aldo.


" is kiyuuuuttttt banget sih kalian berdua " jawab Doni.

__ADS_1


Doni masih saja terus larut dalam dunia ke baperannya sendiri, tetapi sebenarnya ia yakin bukan hanya dirinya yang baper jika melihat Aldo dengan Pelangi.


Jelas yang di pikirkan oleh Pelangi sedari tadi benar adanya, seperti kebiasannya Doni selalu saja larut dalam penilainya sendiri. Pelangi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


" kalian kalo di liat-liat lama-lama mirip loh Ngi " celetuk Doni.


" ngasal, mirip dari mana coba, sodara bukan, keluarga bukan, lo makin kesini makin aneh lo Don, priksain deh tuh mata, takutnya sih rabun " jawab Pelangi.


" is gak percayaan nih bocah di kasih tau, gue gak rabun loh ya, mata gue waras masih waras, sehat walafiat " kata Doni.


Sontak Pelangi menepuk jidatnya reflek, entah darimana Doni bisa menyimpulkan bahwa dirinya sangat mirip dengan Aldo, padahal jelas dari segi wajah bentuk wajahnya dengan Aldo sangat berbeda.


" astaghfirullah, hemm ya udah lah Don terserah lo aja lah, lo bilang gue mirip ama bang Aldo kah, ama bang Ridwan kah, atau mirip sama pak Darma sekali pun terserah lo, mungkin emang muka gue yang pasaran " jawab Pelangi panjang lebar.


" hahahahah, gak pasaran juga kali Ngi, ampe mirip pak Darma segala, emang lo anaknya pak Darma apa?, wkwkwkak " Doni justru tertawa mendengar jawaban Pelangi.


Setelah beberapa jam berada diluar bersama dengan team Dalmas Pelangi serta anggota Satuan Pamong Praja lainnya saat ini sudah berada di kantornya kembali untuk beristirahat.


Kegiatan rajia masker hanya di lakukan pada pagi hari & sore hari, pada saat sore hari yang akan turun ke lapangan adalah team Dalmas lainnya karena kebetulan team sudah di bagi menjadi dua saat terjun kelapangan.


********


Di tempat lain.


Zarow menggebrak mejanya tiba-tiba dirinya merasa sangat kesal karena di kepalanya selalu saja terngiang-ngiang bayangan Pelangi bersama Aldo beberapa saat lalau yang sedang bersama melaksanakan tugasnya di luar kantornya.


Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya tak mengerti mengapa kekesalannya tak bisa ia bendung saat ini, bahkan ia rasanya ingin menghajar Aldo yang terlihat sengaja berniat mendekati Pelangi.


Jika saja pak Handoko tak mencegahnya & membujuk dirinya tadi mungkin saja ia telah menghajar Aldo sampai babak belur, belum sempat ia membuka pintu mobilnya justru pak Handoko malah membawa dirinya kembali ke kantornya.


Alasan pak Handoko sebenarnya sangat masuk akal jika saja ia tadi menghajar Aldo secara tiba-tiba bisa saja Pelangi akan kecewa padanya & langsung membatalkan rencana pernikahan mereka yang akan berlangsung dua minggu lagi.


Hatinya terasa nyeri seketika saat mengingat kejadian pagi tadi, ia terus memegangi dadanya dengan satu tangannya sambil melihat kearah langit-langit ruangannya.


" kenapa rasanya sakit banget ya di dalam sini " katanya sendiri sambil terus memukul-mukul dadanya pelan.


Suara adzan sholat dzuhur pun berkumandang terdengar lirih-lirih dari kantornya, ia lalu berdiri & menghubungi pak Handoko untuk bersiap-siap pergi ke masjid.


Sudah beberapa hari ini ia telah terbiasa menunaikan sholat berjamaah bersama pak Handoko saat adzan sholat berkumandang.


Sebelum sempat menghubungi pak Handoko ponsel miliknya berbunyi tanda notifikasi pesan WhatsApp masuk, ia segera melihat ke layar ponselnya yang jelas tertera nama Pelangi.


Zarow pun tersenyum sambil membuka pesan yang di kirim oleh Pelangi, ia tak menyangka gadis berseragam Satpol yang sebentar lagi akan menjadi istrinya tersebut mengiriminya sebuah pesan.


Pelangi : Jangan lupa sholat ya mas, sama-sama berdoa supaya jalan kita untuk menuju halal di berikan kemudahan.


Membaca pesan dari Pelangi Zarow merasa seperti banyak kupu-kupu berterbangan di sekitarnya, ia bagai melambung melayang rasa marahnya tadi seketika berubah menjadi bahagia.


Pesan yang dikirim Pelangi sangat sederhana tapi sangat kena di hatinya, seketika senyum di wajahnya tak berhenti mengembang, ia kemudian meletakkan ponselnya kedalam saku celananya tanpa membalas pesan dari Pelangi.


Ia berjalan ke arah luar ruangannya untuk segera menemui pak Handoko yang seperti biasa berada di kantor sekuriti sambil menunggu dirinya bekerja.


Pak Amar yang melihat tuan muda Zarow baru saja keluar dari ruangannya langsung berdiri, kali ini tak seperti saat baru datang beberapa saat lalu. Wajah tuan muda Zarow nampak lebih sumringah, bahkan senyumnya sedari tadi terus menghiasi wajahnya.


" pak saya keluar sebentar, kalo ada yang perlu saya kerjakan taro aja di meja saya " kata Zarow berpesan pada pak Amar.

__ADS_1


" baik pak " jawab pak Amar.


Mendengar jawaban pak Amar ia langsung pergi meninggalkan pak Amar tanpa berbasabasi lagi karena takut akan terlambat melaksanakan ibadah sholat dzuhur siang ini.


Melihat kepergian tuan muda Zarow pak Amar hanya bisa menatap heran sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, mengapa perubahan emosi tuan mudanya bisa berubah secara drastis saat ini.


Zarow terus melangkah & masuk kedalam lift khusu untuk CEO, di lihatnya jam di tangannya ia tak akan terlambat melaksanakan sholat dzuhur berjamaah saat ini jika ia & pak Handoko pergi ke masjid yang lokasinya dekat dari kantornya pikirnya.


Setelah berada di lantai bawah ia segera menemui pak Handoko, seperti biasa para karyawan selalu menegur sapa saat berpapasan dengannya & seperti kebiasaannya ia hanya membalas sapaan dari para karyawannya dengan anggukan kepalanya saja.


Saat berada di luar kantornya ternyata pak Handoko sudah berdiri di dekat mobil seolah sudah siap untuk pergi, Zarow tersenyum ke arah pak Handoko yang saat ini melihat ke arahnya.


Seperti yang pak Handoko pikirkan ternyata benar tuannya saat ini keluar dari kantornya saat mendengarkan adzan, ini adalah kebiasaan baru tuannya saat adzan berkumandang, mereka akan pergi ke masjid untuk menunaikan ibadah sholat berjamaah bersama.


" silahkan masuk tuan " kata pak Handoko mempersilahkan tuan mudanya untuk masuk kedalam mobil.


" makasih pak " jawab Zarow.


Zarow langsung masuk ke dalam mobil, cuaca siang ini cukup panas tapi tak membuat Zarow mengurungkan niatnya untuk pergi ke masjid.


" jalan pak " perintah Zarow.


Untuk mempersingkat waktu Zarow segera memerintahkan pak Handoko untuk menjalankan mobilnya dengan segera.


" pak cari masjid yang deket-deket aja pak, dari pada kita terlambat " tutur Zarow lagi.


" baik tuan " jawab singkat pak Handoko mengerti.


Ia mulai bersemangat untuk menjalankan kewajibannya sebagai umat muslim saat ini meskipun ia belum bisa membedakan jumlah rakaat serta ibadah sholat apa yang akan di laksanakan pada saat itu.


" pak ini sholat apa pak? " tanya Zarow to the Poin.


Ia tak pernah berbasabasi dahulu saat bertanya pada pak Handoko, apa lagi saat bertanya mengenai ibadahnya, pak Handoko menatap kearahnya sambil tersenyum.


" sholat dzuhur tuan, empat rakaat " jawab pak Handoko.


Zarow mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti, saat ini ia masih menggunakan bahasa indonesia saat membaca niat untuk melaksanakan ibadahnya.


Kedepannya ia akan menghapal bacaan-bacaan serta niat yang harus ia baca sebelum menunaikan ibadahnya secara baik & benar.


" maaf tuan muda, pak ustad yang kemarin sudah saya bicarakan, bakal datang ke rumah sore nanti " kata pak Handoko memberitahu tuan mudanya.


Sesuai permintaan tuan muda Zarow pak Handoko telah mencari seseorang yang akan menjadi guru ngaji sekaligus guru untuk tuan mudanya belajar agama kembali.


" oh gitu pak, ok nanti tolong bapak jemput ya " jawab Zarow.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai juga di sebuah masjid yang letaknya tak jauh dari kantornya, setelah pak Handoko memarkirkan mobil ia segera keluar dari mobil.


Tak terlalu banyak orang yang datang untuk melaksanakan sholat dzuhur kali ini mengingat pentingnya menjaga protokol kesehatan sehingga lebih dianjurkan untuk sementara lebih baik sholat di rumah masing-masing dari pada sholat di masjid.


Pak Handoko yang baru saja keluar dari mobil melihat kearah tuan mudanya yang saat ini telah melepaskan sepatu serta kaos kakinya untuk segera mengambil air wudhu.


Setelah mengambil air Wudhu Zarow segera berjalan untuk masuk ke dalam masjid, ia menatap tersenyum bahagia karena ia kembali lagi di pertemukan dengan ibadah yang akan menghubungkan dirinya dengan tuhannya kembali.


Ia kemudian duduk bersela & menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil menunggu komat yang belum di kumandangkan.

__ADS_1


" *tuhan engkau lah sang penguasa hidup ini, engkau lah sang pemberi segalanya, engakau sang pembolakbalik hati kami umat manusia, hamba mohon tetap lah berada di dekat hamba untuk terus membuat hamba teguh dalam jalan menuju kebaikan " doa Zarow dalam hati.


" tuhan hamba serahkan semua jalan serta takdir hidup hamba hanya padamu, tapi hamba mohon satukan lah hamba dengan mudah dengannya, jadikan lah kami pasangan yang baik yang terus selalu dalam jalan serta ridho mu, buat lah dia dalam keteguhan imannya kepadamu untuk terus berada di sisi ha*mba & mendampingi hamba "


__ADS_2