
Beberapa hari kemudian.
Hari ini acara akad nikahnya tetap berlangsung meskipun ia telah mengungkapkan pada ayahnya tentang apa yang telah terjadi pada saat malam ia bertugas beberapa hari lalu.
Paginya setelah kejadian itu Pelangi bertekad untuk menceritakan semua pada ayahnya & bermaksud ingin membatalkan pernikahannya dengan Zarow sebelum semuanya terlambat.
Bukannya mendukung dirinya ayahnya malah meminta padanya agar tetap melanjutkan rencana pernikahannya dengan Zarow karena ayahnya percaya jika Zarow tidak benar bersalah.
Ayahnya sangat yakin jika Zarow tak mungkin melakukan perbuatan seperti itu & menasehati Pelangi agar dirinya juga harus berusaha mempercayai Zarow.
Ia tak bisa mempercayai Zarow begitu saja bahkan setelah kejadian malam itu ia tak pernah lagi mau berhubungan dengan Zarow, bahkan ia pergi & pulang bekerja tak pernah lagi bersama Zarow.
Zarow juga tak pernah datang lagi kerumahnya setelah malam itu, ia juga tak pernah berusaha menjelaskan padanya maupun pada kedua orangtuanya.
Meskipun Zarow tak pernah berusaha menjelaskan semuanya tetapi kedua orangtuanya sangat percaya jika Zarow memang tak bersalah.
Dengan mengenakan gaun putihnya Pelangi duduk tepat didepan cermin, ia menitikkan air matanya takut jika kedepannya ia tak bisa menjalankan pernikahan ini dengan baik.
Apakah memang ini sudah finally takdir dari. Allah untuknya pikirnya, untuk membatalkan pernikahannya pun ia tak mampu karena ia tak ingin mengecewakan kedua orangtuanya.
" Ya Allah apakah ini sudah suratan takdir yang engkau tentukan untuk hamba, mengapa hamba begitu berat menerima takdir ini setelah kejadian malam itu, jika memang mas Zarow gak bersalah kenapa dia gak berusaha menjelaskan & memberikan bukti " gumamnya dalam hati.
Bu Melati yang baru saja masuk ke kamar Pelangi melihat putrinya tersebut saat ini tengah duduk menatap cermin.
Tatapannya terpaku disana, bu Melati yakin saat ini putrinya masih sangat sedih karena merasa terpaksa harus terus melanjutkan pernikahannya dengan tuan muda Zarow.
Malam itu sebelum putrinya pulang setelah melakukan patroli, Zarow kembali lagi datang ke rumah mereka, ia tergesa-gesa sambil bertanya tentang keberadaan Pelangi.
Karena Pelangi belum juga pulang ia menceritakan semua kronologi kesalahpahaman yang terjadi pada saat Zarow ingin melihat keadaan Pelangi malam itu.
Zarow menjelaskan jika ia berusaha dijebak oleh seorang wanita penggoda disaat ia tengah berjalan sendiri malam itu, ia datang kembali ke rumah mereka bertujuan akan menjelaskan semuanya pada Pelangi.
Bukti-bukti telah ditunjukan oleh Zarow yang membuat suaminya & dirinya percaya jika malam itu memang lah ia sedang di jebak, Zarow meminta pada pak Abdullah agar tak menceritakan ini pada Pelangi karena ia ingin menjelaskan semua ini sendiri.
Yang bu Melati & pak Abdullah tak habis pikir wanita yang berusaha menjebak Zarow adalah Adriana, anak dari saudara tiri ayahnya yang tak lain adalah keponakan ayah Pelangi.
Malam itu juga suaminya menyuruh Zarow untuk pulang & berjanji akan membujuk Pelangi agar tak membatalkan pernikahan mereka.
Pada saat malam itu terlihat sekali kecemasan di wajah Zarow sampai-sampai Zarow menitikkan air matanya, ia terlihat benar-benar takut jika Pelangi tak mau menikah dengannya.
Setelah Zarow pulang & tak lama selang beberapa jam Pelangi pun datang, wajahnya yang lelah membuat kedua orangtuanya tak tega untuk membicarakan kesalah fahamannya pada Zarow.
Paginya baru putrinya menuturkan tentang kejadian malam itu seperti yang dikatakan Zarow, memang benar Pelangi tengah sangat salah paham.
Suaminya berusaha menjelaskan pada Pelangi untuk tak berburuk sangka pada Zarow dahulu & menyuruh Pelangi menunggu penjelasan dari Zarow.
Pelangi nampak kecewa pada keputusan mereka hari itu & tak pernh lagi mau membahas tentang pernikahannya dengan Zarow.
" Ngi " kata bu Melati.
Pelangi menoleh kearah ibunya yang saat ini telah berada dibelakangnya & memegang bahunya sambil tersenyum. Pelangi menghapus air matanya yang sedari tadi tak mampu ia bendung.
" ibu " kata Pelangi sambil tersenyum.
" ibu tau kamu masih tetap salah sangka sama nak Zarow, tapi percaya sama ibu & ayah kamu kalo keputusan kamu tetap menikah sama nak Zarow itu udah tepat " jelas ibunya, " Zarow itu baik nak, dia sudah banyak berubah & berusaha berubah demi kamu, bahkan dia juga kan udah belajar jadi calon imam yang baik dengan belajar mengaji lagi, dia berusaha mendekatkan dirinya sama Allah supaya bisa berjodoh sama kamu nak " kata bu Melati sambil mengelus-elus bahu putrinya.
Pelangi terdiam mendengar perkataan ibunya, ibunya begitu yakin jika Zarow adalah pria yang tepat untuknya, ia tak mampu mematahkan kepercayaan ibunya tersebut ia hanya mampu tersenyum & menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
" ya Allah ibu begitu percaya sama mas Zarow aku benar-benar gak mampu bikin ibu kecewa meski sebenarnya aku gak bisa ngejalanin ini, sampai saat ini aku juga masih belum bisa percaya sama Mas Zarow " gumamnya dalam hati.
" ya udah kalo gitu, ibu keluar dulu ya, kamu jangan nangis terus nanti mata kamu merah lo, itu juga make up-nya nanti luntur, udah cantik-cantik gini ko nangis sih " kata ibu sambil tersenyum.
" iya bu " jawab Pelangi singkat sambil tersenyum kembali.
Ia berusaha tak menampakkan kesedihannya melihat kedua orangtuanya nampak bahagia tentu saja ia tak boleh bersedih karena baginya bahagia orangtuanya adalah bahagianya pula.
Keadaan diluar saat ini tak seberapa ramai karena akad nikah dilakukan pagi ini hanya dihadiri oleh sanak keluarga terdekat saja mengingat kondisi keadaan saat ini yang telah menganjurkan agar tak mengadakan kerumunan atau perkumpulan.
Rombongan pengantin pria pun akhirnya tiba juga, beberapa keluarga yang berada didepan menyambut keluarga mempelai pria untuk masuk kedalam rumah mereka.
Zarow nampak deg-degan dengan prosesi ijab yang akan ia lakukan sebentar lagi, akhirnya hari ini pernikahannya dengan pelangi berlangsung juga.
Dari kejadian beberapa hari yang lalu sampai saat ini ia belum pernah bertemu Pelangi karena ia nampak selalu menghindar darinya, bahkan saat Zarow berusaha menghubunginya.
Tentunya berhari-hari ini ia sangatlah merindukan Pelangi, disaat biasanya bisa berangkat & pulang bersama beberapa hari ini justru mereka berdua pulang sendiri-sendiri.
Sampai saat ini ia tak mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan pada Pelangi apalagi satu hari sesudah kejadian tersebut ia harus keluar kota secara mendadak untuk mengurus anak perusahaannya yang sedang bermasalah.
Tuan Yonso & nyonya Arini serta putri mereka Zerin tersenyum bahagia, akhirnya keinginan mereka untuk menikahkan Zarow dengan Pelangi haru ini terlaksana juga. Meski persiapan pernikahan begitu singkat tetapi semuanya berjalan secara lancar & tak ada sedikitpun kendala.
" mempelai pria silahkan duduk disini " kata pak penghulu.
Zarow segera duduk di tempat yang telah disediakan untuknya serta untuk Pelangi, bangku yang berada di sebelahnya masih kosong karena mempelainya belum juga keluar.
Zerin seolah tak percaya karena kakaknya saat ini akan bersanding & melakukan ijab kabul bersama dengan wanita yang sangat berjasa untuknya.
Pertemuan yang tak sengaja antara Zerin & Pelangi membuat dirinya termotivasi untuk menjodohkan kakaknya dengan penolongnya.
Tak disangka kedua orangtuanya menyukai Pelangi juga serta memiliki cara untuk membuat kakaknya bersedia menikahi Pelangi.
Bu Melati segera menjemput Pelangi yang masih berada dikamar untuk keluar & duduk bersanding dengan Zarow karena tak lama lagi prosesi ijab kabul akan segera berlangsung.
" Ngi ayo keluar, mempelai prianya sudah datang " kata bu Melati tersenyum.
Pelangi pun menoleh kembali kearah ibunya, seketika jantungnya berhenti, ia menarik nafasnya panjang-panjang & mengangguk serta tersenyum kearah ibunya.
Dia berfikir ia harus mulai menerima takdir dari Allah ini, jika Allah tak berkenan ia & Zarow menikah hari ini pasti Allah akan menurunkan cara lain agar ia tak jadi menikah dengan Zarow.
Beberapa hari ini ia terus berdoa kepada Allah, memohon untuk menggagalkan pernikahannya karena ia tak kuasa menolak keinginan orangtuanya.
Dalam sujudnya ia selalu mengucapkan doa yang sama, bukannya pernikahannya dengan Zarow gagal justru hari ini akan segera berlangsung. Allah mungkin berkehendak agar ia & Zarow tetap bersatu meskipun ia tak tau apa alasannya takdir Allah tak ada yang tahu.
" ya Allah jika ini memang jalan takdirmu untuk hamba, hamba akan mencoba untuk ikhlas menerima " gumamnya lagi dalam hati.
Zarow tak henti-hentinya mengucapkan doa dalam hati serta bertasbih didalam hatinya, untuk pertama kalinya & seumur hidupnya kini ia akan menjemput bidadari surganya.
Ia berjanji akan menjadikan Pelangi satu-satunya jodoh dunia & akhiratnya, menjalankan perintah Allah bersama dengan Pelangi adalah impiannya saat ini.
Sebagai calon imam ia telah mempersiapkan semua apa saja kewajiban seorang imam, banyak hal yang ia pelajari sebelum pernikahan ini berlangsung.
Zarow tak sabar ingin melihat Pelangi saat ini, ia ingin melihat wanita yang ia cintai yang tak lama lagi akan menjadi istrinya tersebut, begitu bu Melati keluar dari dalam dengan menggandeng Pelangi ia begitu terkesima melihat betapa anggunnya calon istrinya saat ini.
" Masya Allah cantik banget calon istri gue, beruntung banget gue bisa jadi suaminya " gumam Zarow dalam hati.
Debaran jantungnya semakin menjadi-jadi tatkala Pelangi duduk disampingnya, dengan berbalutkan baju kebaya berwarna putih Pelangi terlihat bak bidadari yang baru turun dari kahyangan.
__ADS_1
Pelangi hanya mampu menundukkan kepalanya, ia tak bisa merasakan kebahagiaan sedikit pun dihari pernikahannya yang seharusnya dihari ini ia bahagia.
Ia tak ingin terlihat tak bahagia saat ini meskipun hatinya begitu hancur harus terpaksa melanjutkan pernikahannya dengan Zarow.
Senyum Pelangi melukis diwajahnya terlihat sedikit ada kegusaran di senyumnya & Zarow tau mengapa saat ini Pelangi gusar.
" Ngi maafin aku, aku selama ini sudah berusaha buat ngejelasin sama kamu tapi waktu gak memungkinkan buat aku ngejelasin apa yang sebenarnya terjadi " gumam Zarow dalam hati ikut bersedih.
" Saya rasa sudah bisa dimulai ya " kata pak penghulu.
Zarow seketika menoleh kearah Pelangi yang sedari tadi tak sedikitpun melihat kearahnya, setelah sah mempersunting Pelangi ia akan berusaha menjelaskan pada Pelangi tentang kejadian malam itu pikir Zarow.
Saat ini ia hanya perlu fokus agar tak salah dalam pengucapan saat ijab kabul nanti karena ini prosesi yang sangat sakral pikir Zarow.
Dari kejauhan Adriana nampak emosi melihat Zarow duduk bersanding dengan Pelangi, ia tak menyangka ternyata selama ini Zarow tengah dekat dengan Pelangi.
Ia merasa tak terima karena dirinya kalah saing dari Pelangi padahal jika dilihat dari fisik ia jelas jauh lebih seksi dari pada Pelangi yang selalu berpakaian tertutup.
Teringat bagaimana ia gagal menjebak Zarow malam saat terjadi razia dikawasan Utara beberapa malam lalu, Adriana saat itu tak sengaja lewat didepan rumah Pelangi & melihat mobil Zarow yang baru saja keluar dari pekarangan rumah Pelangi.
Adriana mengikuti kemana arah mobil Zarow pergi malam itu, Zarow terlihat sangat terburu-buru keluar dari mobilnya dengan berjalan kaki.
Ia pun juga segera keluar dari mobilnya untuk mengejar kemana perginya Zarow berjalan malam itu, ia melihat begitu banyak Satpol pp ditempat tersebut yang artinya malam itu sedang diadakan razia dadakan.
Ia berniat menjebak Zarow dengan berusaha menggoda Zarow, ia sudah sangat yakin malam itu bisa memiliki Zarow dengan memanfaatkan razia malam itu.
Saat ia menemukan keberadaan Zarow & berusaha menggoda Zarow, bukannya Zarow membalas belaian & pelukannya juga justru malam itu ia mendapatkan penolakan kembali.
Tetapi ide Adriana tak habis hanya disana saja karena ia dengan sengaja merobek pakainya & berteriak minta tolong berharap ada anggota Satpol menangkap mereka.
Dengan begitu ia berdua pasti akan segera dinikahkan pikirnya saat itu, para Satpol malam itu sudah sangat percaya dengan aktingnya.
Zarow & dirinya hampir dibawa ke kantor Satpol karena para Satpol tak mempercayai sanggahan Zarow yang berusaha membela dirinya.
Sangat disayangkan aktingnya terbongkar karena di pojok dinding yang berada disana ada sebuah cctv yang ternyata berfungsi, saat itu ia hanya berharap jika akses untuk melihat rekaman tersebut bersifat privasi & tak boleh dilihat siapapun.
Tetapi harapannya saat itu sia-sia, jelas saja dengan kekuasaannya Zarow berhasil meminta kepada pemilik tempat tersebut untuk memperlihatkan & memberikan salinan dari cctv yang memperlihatkan kebenaran malam itu.
" ah brengsek, kenapa gue malam itu ceroboh banget gak liat kalo ada cctv disana, padahal seharusnya saat ini gue yang berhak duduk di samping Zarow bukan Pelangi " kesal Adriana.
Ia hanya bisa memaki kebodohan dirinya sendiri, kini harapannya untuk mendapatkan Zarow semakin tipis, tetapi ia akan terus berusaha untuk mendapatkan Zarow.
Ia akan menggunakan cara lain untuk menjebak Zarow kali ini & merebut Zarow dari sisi Pelangi seperti saat ia merebut Satria dari Pelangi.
" Ananda Abrisam Zarow Abqari bin Yonso Alatif saya nikahkan & kawinkan engkau dengan ananda Cahaya Mirwa Pelangi binti Abdullah dengan maskawin logam mulia seberat 50gram serta uang tunai sebesar dua juta dua puluh satu ribu rupiah serta seperangkat alat sholat di bayar tunai " kata pak penghulu.
" saya terima nikah & kawinnya Cahaya Mirwa Pelangi binti Abdullah dengan maskawin tersebut dibayar tunai " dengan tenang Zarow mengucapkan ijab kabulnya.
" bagaimana saksi?, sah " tanya penghulu
" sah " kata mereka semua bebarengan.
" Alhamdulillah " ucap Zarow pelan.
Ia akhirnya lega juga bisa mengucapkan ijab kabulnya saat ini dengan baik & benar, kini Pelangi telah sah menjadi istrinya.
__ADS_1