Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda

Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda
Bab 7


__ADS_3

Di kediaman rumah Tuan Yonso


Zarow mulai mengendorkan dasi yang berada di kerah lehernya lalu melepasnya, kemudian dibukanya satu kancing bajunya karena merasa kegerahan, jas berwarna hitam yang ia kenakan tadi sudah ia lepas sedari tadi & telah berpindah ke sofa tepat disebelahnya.


Ia mulai menyenderkan tubuhnya di sofa yang saat ini telah ia duduki, merasa lelah dengan pekerjaan serta hal-hal yang ia kerjakan hari ini, Zarow serasa enggan beranjak dari sofa karena telah merasa nyaman berada disana.


Matanya mulai ia pejamkan, sambil bersedakep masih dengan posisi duduknya di sofa tadi, terkadang ia berpikir jika hidupnya terasa sangat hampa, hidupnya tak pernah merasakan kesepian, ia hidup dengan dikelilingi wanita cantik yang selalu mengejar-ngejar dirinya berkat wajahnya yang tampan serta kekuasaan & kekayaan yang ia miliki, tetapi anehnya ia tak pernah merasakan kebahagiaan sedikitpun, ia merasa semua bisa ia dapatkan dengan cara mudah.


Bahkan ia tak pernah merasakan apa itu cinta, karena selama ini kemewahan yang ia miliki mengajarkan dirinya jika cinta itu ada karena harta & tahta, dalam waktu satu menit bahkan satu detik ia bisa membuat wanita manapun bertekuk lutut di kakinya.


Meskipun ia kerap dikaitkan-kaitkan dengan beberapa wanita cantik tetapi ia tak pernah sekalipun mendekati karyawannya sendiri, karena ia juga tak ingin dalam pekerjaan ada hal yang mendasari seseorang tak menjalankan perannya dengan tak baik didalam perusahaannya.


Tetapi ia memperbolehkan jika ada hubungan antara karyawan satu dengan karyawan lainnya asalkan bisa berkomitmen & tetap profesional dalam pekerjaan. Sebagai CEO Zarow tak pernah melarang hal tersebut karena ia tak ingin menutup jodoh seseorang hanya karena terikat diperusahaan.


" hem " Tuan Yonso yang melihat anaknya terlihat lelah ikut duduk di sofa ruang tamu tepat di hadapan anaknya.


Anaknya saat ini sangat terlihat seperti banyak pikiran, beberapa hari yang lalu Zarow memang mendapatkan masalah karena gagal mendapatkan kontrak kerja sama dengan rekan bisnisnya & saat ini harus di hadapkan dengan insiden kecelakaan kerja di anak perusahaan di bagian utara, Tuan Yonso yakin anaknya sangat terbebani dengan hal ini.


Zarow yang mendengar deheman ayahnya lalu membuka matanya & melihat kearah ayahnya sambil membenarkan duduknya.


" ini cuman persoalan kecil jadi papi rasa gak perlu kamu pikirin yang terlalu-lalu lah, santai aja " Tuan Yonso mulai membuka suaranya memberitahu Zarow agar tak kepikiran dengan masalah sekecil ini.


Zarow hanya diam menatap langit-langit ruang tamu sambil memijat pelipisnya, ia benar-benar merasa kacau menghadapi permasalahan yang ia rasa bertubi-tubi dalam waktu selang beberapa hari setelah kontrak kerja sama di anak perusahaan tersebut gagal ditandatangani.


" kamu tau bagaimana caranya supaya kamu gak gampang stres cuman karena masalah sekecil itu " kata tuan Yonso.


Tuan Yonso akan memberitahu Zarow solusi terbaik agar tak cepat stres kepada anaknya, padahal jika dipikir seharusnya Zarow mampu menghadapi semua permasalahan tersebut dengan baik.


Zarow kembali melihat kearah ayahnya seolah akan mendapatkan solusi untuknya agar tak merasa stres menghadapi pekerjaan seperti akhir-akhir ini.


" menikah " kata tuan Yonso to the point


Tuan Yonso tersenyum menatap kearah Zarow putra tunggalnya, pewaris perusahaan yang ia miliki saat ini, di usianya saat ini yaitu dua puluh lima tahun memang sudah sepatutnya Zarow memiliki keluarga sendiri.


" ah papi, emang gak ada yang lain selain menikah, tanpa menikah hidup Zarow juga udah cukup sekarang " Zarow menggelengkan kepalanya mendengar kata-kata ayahnya.


Zarow sudah sering kali ditanyai perihal pernikahan oleh kedua orangtuanya tetapi ia tak pernah berpikiran untuk kearah sana karena sampai detik ini ia masih nyaman menjalani kehidupannya yang tanpa status tetapi setiap hari dikelilingi wanita cantik yang dengan senang hati melayani dirinya.


" hanya cukup saja kan kamu rasa?, apa kamu gak mau merasakan kehidupan rumah tangga yang lebih menyenangkan dari hidupmu yang sekarang? " kata Tuan Yonso, " ayo lah Zarow, kamu harus menikah, papi gak mau kamu jadi perjaka tua & memutuskan untuk tak akan menikah sampai tua nanti, lalu harus turun kemana perusahaan yang kamu kelola saat ini nantinya? " kata Tuan Yonso panjang lebar.


Zarow masih tetap diam menatap ayahnya, kini ia benar-benar tak tau harus menjawab apa kata-kata dari ayahnya kali ini, seolah-olah ia seperti sudah di skakmat dalam permainan catur, maju salah mundur salah.


" apa kamu mau terus-terusan bermain-main dengan wanita-wanita yang dekat dengan mu karena uang mu sampai kamu tua nanti?, apa kamu gak merasa lelah dengan keadaan itu?, apa kamu gak pernah merasakan hampa selama ini? " pak Yonso lagi-lagi menghujani anaknya yang seperti teman baiknya sendiri dengan pertanyaan yang bertubi-tubi.


" buat apa aku menikah pi, kalo aku juga gak merasakan cinta, terus apa bedanya sama aku yang sekarang? " kata Zarow mulai menjawab.


Baginya menikah hanyalah akan membuang waktunya karena sama saja memelihara wanita yang hanya menginginkan hartanya saja, apa bedanya dengan yang saat ini ia jalani dengan beberapa wanita yang melayaninya yang hanya melihatnya dari harta yang ia miliki saat ini.


" untuk mendapatkan keturunan " kata tuan Yonso singkat, " ingat Zarow keluarga kita masih terus memerlukan penerus untuk terus menjalankan perusahaan kita nantinya " kata Tuan Yonso lagi.

__ADS_1


Tuan Yonso sangat hapal dengan tabiat anaknya yang sangat keras kepala & tak pernah mau dikekang, tetapi satu hal yang membuatnya bangga dari Zarow meskipun sikap Zarow sangat keras tetapi ia merupakan anak yang cukup penurut & tak pernah melawan orangtuanya, selain itu Zarow juga sangat menyayangi keluarga.


" kalo papi cuma menginginkan keturunan, Zarow bisa menyewa rahim seorang wanita untuk melahirkan anak Zarow "


Mengingat begaimana kekuasaan yang ia miliki saat ini, tak mungkin ada seorang pun wanita yang akan menolak untuk melahirkan anaknya dari rahimnya.


" sudah gila kamu, emang kamu mau keturunan keluarga kita lahir dari wanita tidak baik-baik?, papi gak mempermasalahkan seperti apa rupa wanita yang akan melahirkan anakmu, mau miskin atau kaya papi juga tak masalah, yang jelas papi cuma mau wanita yang akan melahirkan anakmu adalah wanita baik-baik, bukan wanita ****** yang selama ini selalu mengelilingi kamu karena tertarik dengan uangmu saja " kata pak Yonso mulai agak menaikan nada bicaranya.


Tuan Yonso menggelengkan kepalanya karena merasa anaknya saat ini telah kehilangan akal sehat, tetapi bukan tuan Yonso namanya kalau ia tak berhasil membujuk putra sulungnya tersebut.


" Zarow apa kamu mau lihat papi sama mami mati dulu baru kamu sadar & mau menikah?, kamu itu seharusnya sadar, kami sebagai orang tua hanya menginginkan kamu hidup bahagia bersama keluarga mu sendiri, jadi pada saat papi & mami mati nantinya, kami bisa menitipkan Zerin dengan tenang sama kamu, & tentunya juga dengan istrimu "


Zarow kemudian mulai sedikit berpikir mendengar kata-kata ayahnya yang telak seperti pisau belati yang seakan menancap tepat dihatinya, jika sudah disangkut pautkan dengan masalah keluarganya seperti ayah, ibu maupun adiknya ia tak akan bisa menolak sedikitpun.


" jadi papi beneran mau Zarow menikah? "


Tuan Yonso hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya, piala kemenangan telah ia raih saat ini, akhirnya dengan mudah putranya menyerah juga.


Zarow hanya membuang nafas kasarnya karena memikirkan keinginan ayahnya, masalah perusahaan saja belum kelar, sekarang malah ditambah lagi masalah pernikahan, ayahnya sangat menginginkan dirinya menikah saat ini, meskipun ia telah menolak keinginan ayahnya tersebut secara terus menerus tapi akhirnya ia luluh juga.


" menikah lah Zarow, papi rasa sudah saatnya papi mendesak mu untuk segera menikah & ini lah saatnya " kata Tuan Yonso yang saat ini telah bersedakep menatap penuh harap kearah putranya.


" bagaimana aku mau menikah, sedangkan aku gak pernah menjalin hubungan yang seserius itu sama seorang wanita pun selama ini, papi kan juga tau selama ini aku hanya main-main dengan wanita-wanita yang dekat sama aku "


Selama ini memang ia tak pernah memiliki niat untuk serius dengan setiap wanita yang tengah dekat dengannya, karena setiap hari wanita yang mengelilinginya selalu berganti-ganti & orangnya tak pernah sama, bahkan Zarow tak pernah menghapal siapa-siapa saja nama wanita yang pernah bersamanya.


Zarow hanya menggelengkan kepalanya mendengar kata-kata ayahnya, itulah mengapa dirinya tak pernah mau menikah, ia tak mau disulitkan dengan ikatan pernikahan yang hanya akan mengekang hidupnya menjadi tambah berantakan & ia yakin menikah hanya akan menambah beban pikirannya saja.


" gadis ini adalah gadis baik-baik, dia sangat mengerti soal agama, santun & tidak gila harta " tutur tuan Yonso


" dari mana papi tau gadis itu gak gila harta? " tanya Zarow


Tak mungkin diluar sana ada wanita yang tak gila dengan harta pikirnya, karena hakikatnya wanita memang dilahirkan hanya untuk memikirkan uang saja, terkecuali dua wanita yang ia cinta yang ada di rumah ini yaitu ibunya & adiknya.


" papi sudah panjang lebar mengobrol dengan gadis tersebut, jadi papi tau kalo gadis tersebut tak silau dengan harta yang kamu miliki "


Zarow sama sekali tak percaya dengan apa yang dikatakan ayahnya soal gadis tersebut.


" kalau boleh tau siapa gadis yang papi maksud? " Zarow mencoba mengingat-ngingat gadis mana yang saat ini sedang di bicarakan oleh ayahnya.


" Pelangi "


Zarow terkejut mendengar nama Pelangi di sebut oleh ayahnya barusan, seolah ingin memastikan ia berusaha mengulang kata-kata ayahnya.


" Pelangi? "


" iya Pelangi, anak pak Abdullah " kata Tuan Yonso.


Tuan Yonso sangat yakin jika Pelangi merupakan gadis yang paling cocok untuk bersanding dengan putranya saat ini, mengingat Pelangi adalah seorang gadis dengan berpenampilan sopan & sangat muslimah, bahkan tutur bahasanya juga sangat lembut menyejukkan hati.

__ADS_1


" enggak pi, Zarow gak mau ya sama cewek Satpol itu "


Bagaimana mungkin ia akan menikahi gadis yang telah membuat dirinya merugi dengan jumlah miliaran rupiah, harusnya ia sudah bisa mengumpulkan pundi-pundi rupiah lebih banyak lagi jika kerja samanya dengan perusahaan milik rekan bisnis ayahnya berhasil saat itu, semuanya jadi gagal berantakan gara-gara Pelangi batinnya.


" papi kan tau, tuh bocah yang udah bikin Zarow terlambat sampe gagal rapat, mana mungkin Zarow mau nikahin dia "


" hai Zarow jangan GR juga kamu, dia juga belum tentu mau nikah sama kamu " Kata ayahnya berusaha membuat rasa penasaran anaknya muncul.


" kenapa?, pasti dia sudah punya pacarkan? " kata Zarow singkat.


" dia gak punya pacar & gak mau pacaran, kamu tau kenapa dia gak mau pacaran?, dia takut dosa, karena dalam islam katanya gak menganjurkan umatnya untuk berpacaran, jadi dia punya standar khusus untuk calon suami yang akan menikahinya " kata ayahnya panjang lebar.


Zarow merasa aneh dengan penjelasan yang di sampaikan oleh ayahnya, bagaimana cara pelangi melakukan pengenalan dengan calon suaminya pikirnya.


" papi kasih kamu kesempatan selama dua hari untuk kenal lebih dekat sama pelangi & mencari tau sendiri tentang Pelangi, kalau kamu memang gak mau sama dia, papi gak akan maksa kamu, tapi tolong jangan kamu berpikiran sedikitpun untuk merusak atau menyentuh Pelangi " kata tuan Yonso.


Bagi Zarow untuk membuat seorang bertekuk lutut dikakinya tak perlu memakan waktu yang lama, ia akan mencari tau sendiri bagaimana pribadi Pelangi sehingga ayahnya serta ibu & adiknya sangat menyukai Pelangi.


" ok deal " kata Zarow singkat.


Bahkan Zarow juga akan membuktikan sendiri apa benar gadis Satpol tersebut bukan gadis yang gila harta seperti yang dikatakan ayahnya.


" kamu harus tau kenapa pilih Pelangi buat kamu, selain dia gadis baik-baik, adikmu Zerin & mami mu juga sangat menyukai Pelangi, itu poin plus menurut papi "


Mengingat kata-kata ibunya yang mengatakan bahwa Pelangi lah yang menyelamatkan adiknya maka wajar jika ibunya serta adiknya sangat menyukai Pelangi.


" papi harap kamu jangan kecewakan papi, oh iya satu lagi, kalo kamu ngerasa cocok sama Pelangi tolong cepat-cepat kasih tau papi biar Papi yang minta langsung keorangtuanya untuk menikahkan kalian " kata tuan Yonso.


Zarow hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, melihat senyum ayahnya yang mereka saat ini Zarow ikut tersenyum.


*****


Haciiuuuuuuuu


" alhamdulillah " Pelangi yang tiba-tiba bersin merasa seperti sedang ada yang membicarakan tentang dirinya.


" kamu flu? " tanya ibu yang mendengar suara bersin Pelangi.


Pelangi hanya menggelengkan kepalanya karena memang saat ini ia memang tak sedang flu seperti yang dikatakan ibunya barusan.


" beneran? " kata ibunya mulai cemas


" beneran bu, Pelangi gak lagi flu apalagi sakit " kata Pelangi, " kata orang kalo kita tiba-tiba bersin tandanya ada yang lagi ngomongin kita ya bu? " kata Pelangi lagi.


Ia memang pernah mendengar mitos tersebut dari seseorang yang mengatakan jika kita tiba-tiba saja bersin saat tak sedang flu itu tandanya sedang ada yang membicarakan kita.


" ah itu cuman mitos " kata ibu tersenyum


Pelangi hanya menggaruk-garuk kepalanya yang dibalut dengan jilbab sambil tersenyum, saat ini Pelangi & ibunya masih berada di rumah sakit untuk menunggui ayahnya yang siang tadi mengalami insiden kecelakaan, beruntung kini keadaan ayahnya mulai membaik.

__ADS_1


__ADS_2