
Pelangi lalu berjalan menuju arah mejanya, di letakkannya tas yang ia gendong sedari tadi keatas meja kerjanya, kemudian ia duduk sambil memperhatikan kearah luar kembali.
Mobil yang dinaiki oleh Zarow telah pergi keluar dari arah parkiran menuju jalan raya, setelah tak terlihat lagi mobil milik Zarow dari pandangan matanya ia kemudian melihat kearah lain.
Tepat di sebrang mejanya Doni telah menatap kearahnya dengan seksama, Doni menatap dengan penuh tanda tanya seolah ingin menanyakan sesuatu tetapi masih belum terucap & tertahan di bibirnya. Sepertinya sedari tadi Doni memang memperhatikan kedatangannya hanya saja ia tak menyadari jika ada Doni di sana pikirnya.
Doni agak terkejut melihat Pelangi datang sangat terlambat tak seperti biasanya, pagi tadi ia berusaha menghubungi Pelangi tapi nomer WhatsApp milik Pelangi tak bisa ia hubungi.
Bahkan sampai saat ini pesan yang ia kirim tak berubah masih tetap sama hanya conteng satu saja, Doni berpikir nomer WhatsApp miliknya sudah diblok oleh Pelangi, tetapi Doni masih terus berpikir apa kesalahannya hingga Pelangi memblokir nomer miliknya.
Ia terus menatap Pelangi yang masih saja menatap kearah luar, tak seperti biasanya saat tiba di kantor biasanya teman baiknya tersebut pasti menyapa dirinya, bukannya menyapa dirinya Pelangi sedari tadi hanya fokus menatap kearah luar yang membuatnya juga ikut melihat kearah luar.
Tetapi Doni benar-benar tak melihat sesuatu di arah luar, ia jadi tambah heran melihat Pelangi yang masih saja diam entah kemana pikirannya tertuju, setelah sekian detik akhirnya Pelangi menyadari jika sedari tadi ia dari seberang meja menatap Pelangi keheranan.
" kenapa?, kok ngeliatin gue gitu amat " tanya Pelangi yang akhirnya membuka suara.
" lo gak marah sama gue? " tanya Doni balik.
" marah?, kenapa harus marah?, emang lo punya salah sama gue?, lagian kan gue gak pernah marah yang gimana-gimana kan sama lo " jawab Pelangi.
Pelangi tak mengerti mengapa tiba-tiba teman baiknya tersebut tiba-tiba bertanya seperti itu padahal mereka sedang tak ada masalah.
Doni berpikir memang benar kata Pelangi jika mereka berdua tak sedikitpun memiliki masalah, tak sedikitpun terjadi konflik yang mengakibatkan mereka harus tak saling tegur sapa, Doni lantas berdiri menghampiri Pelangi sambil membawa ponselnya.
" hp lo mana? " tanya Doni.
" ada " jawab Pelangi singkat sambil mengambil ponselnya yang ia letakan disaku celananya, " nih " katanya lagi sambil memperlihatkan ponselnya kepada Doni.
Kemaren saat ponselnya masih bersama Zarow kebetulan Doni lah yang menemani dirinya pergi ke perusahaan milik Zarow meskipun mereka berdua tak bisa menemui Zarow & akhirnya mereka harus pulang kembali ke kantor dengan tangan hampa.
Pelangi berpikir mungkin saja Doni berpikir jika ponselnya masih bersama Zarow sehingga ia menanyakan perihal ponsel milik Pelangi saat ini.
" paket lo gak aktif ngi? " tanya Doni lagi.
" mungkin Don, kenapa? " jawab Pelangi lalu balik bertanya pada Doni kembali.
" gue wa lo gak masuk, conteng satu mulu dari tadi, gue pikir lo blok nomer gue " tutur Doni.
" ah sembarangan lo Don, mana ada gue blok nomer lo, cuman ini kontak di hp gue tehapus semua " jawab Pelangi.
Doni mengutak-ngatik ponselnya untuk memperlihatkan pesan miliknya yang sedari tadi ia kirim kepada Pelangi yang tak kunjung terkirim.
" gue wa lo tapi dari tadi conteng satu jadi gua pikir lo blok nomer gue gara-gara lo maraha sama gue " terang Doni.
" tapi emang gak ada wa masuk sih Don, tapi gue beneran gak blok nomer lo kok, sumpah gue " jawab Pelang.
Ia merasa tak enak dengan Doni karena berpikir jika dirinya telah memblokir nomer miliknya padahal ia sama sekali tak memblokir nomer Doni.
" ya udah lah lupain, sekarang gue tanya kenapa lo terlambat hari ini?, tumben tau gak " tanya Doni lagi.
Doni menanyakan perihal tersebut karena masih penasaran mengapa Pelangi datang sangat terlambat, bahkan saat datang Pelangi terlihat seperti orang linglung & tatapannya terus kearah luar.
" astaghfirullah, iya Don pagi-pagi gue kena musibah tau, ban motor gue bocor di jalan mawar, makanya gue baru sampe " kata Pelangi menceritakan musibah yang menimpanya pagi tadi.
" lah itu jalan mawar kan jauh dari bengkel, kenapa lo gak hubungin gue sih " kata Doni.
" kan tadi gue udah bilang kontak gue ilangan Don, tadinya gue mau hubungin lo tapi pas liat kontak ternyata kosong " jawab Pelangi lemas
Sebenarnya orang pertama yang akan ia hubungi memang lah Doni, karena nomer di ponselnya kosong ia hanya bisa diam & pasrah duduk menunggu ditepi jalan sampai pada akhirnya Zarow lah yang datang untuk menolongnya.
" ya allah kasian banget lo Ngi, terus gimana ceritanya lo bisa sampe kesini? " tanya Doni lagi
" gue kesini dianter pak Zarow tadi Don " jawab Pelangi.
__ADS_1
" pak Zarow?, kok lo kayaknya sering banget sih ketemu dia, jangan-jangan kalian berdua jodoh lagi, hahahahaha " canda Doni sambil tertawa.
Doni sengaja menggoda Pelangi yang selalu saja kebetulan bertemu & berurusan dengan tuan muda Zarow entah dalam hal apapun akhir-akhir ini, padahal ia yakin jelaslah bukan Zarow pria yang akan menjadi jodoh Pelangi melainkan Aldo.
Deg! jantung Pelangi sesaat berhenti mendengar kata-kata Doni yang mengatakan ia & Zarow adalah jodoh sambil tertawa. Akhir-akhir ini ia memang sangat sering dipertemukan dengan Zarow.
Pelangi berpikir jika ini adalah jawaban dari doanya, karena selama ini ia selalu berdoa jika ia & Zarow bukan lah jodoh ia ingin di jauhkan dari Zarow tetapi kenyataannya mereka berdua malah semakin sering dipertemukan.
Apakah ia benar-benar harus menerima pria kaya raya tersebut pikirnya kembali ragu, ia mulai menarik nafas panjangnya dari mulut untuk sejenak menenangkan hatinya yang ragu.
" kenapa lo? " tanya Doni sambil menaikan satu alisnya.
" gak papa, Don tolong save ya nomer lo di hp gue, nih " kata Pelangi menyodorkan ponsel miliknya kepada Doni.
Doni segera mengambil ponsel milik Pelangi & mulai menekan tombol panelnya, saat ia mulai memasukan nomer ponsel milik Pelangi ia melihat satu kontak selain nomer miliknya yang di simpan dengan nama calon suami.
Ia tersenyum membaca nama yang tertera & berpikir jika nomer tersebut adalah nomer Aldo yang diganti oleh Pelangi, sepertinya Pelangi akan menerima lamaran tersebut sesuai saran darinya beberapa saat lalu.
" nih, jangan sampe hilang lagi loh ya " kata Doni sambil berjalan meninggalkan meja Pelangi menuju meja kerjanya kembali.
" ok " jawabnya singkat.
********
Ditempat lain Zarow yang baru tiba setelah pergi menemui Pelangi langsung menuju resepsionis untuk menuntaskan urusan kemarin saat Pelangi datang ke kantornya tetapi ditolak oleh resepsionisnya.
Saat menghampiri meja resepsionis dua wanita yang duduk di sana langsung berdiri menyapa Zarow sambil menundukkan kepalanya.
" kemaren ada cewek pake baju satpol kesini kan? " tanya Zarow to the poin.
" iya pak, sesuai prosedur perusahaan tamu yang akan menemui bapak harus membuat janji terlebih dahulu jadi kami berpesan agat mbaknya bikin janji terlebih dahulu sebelumnya " jawab salah satu resepsionis tersebut.
Benar saja apa yang dikatakan Pelangi kemarin sore jika dirinya datang ke kantor untuk menemui dirinya tetapi karena resepsionis tak menerima dirinya sehingga mereka tak bertemu kemarin.
Kali ini ia memaafkan kesalahan dua resepsionis tersebut karena memang tak mengenal siapa Pelangi, resepsionis tersebut hanya menjalankan prosedur yang dibuat oleh perusahaan saja sehingga menolak Pelangi tindakan tersebut sebenarnya benar.
" baik pak " jawab dua resepsionis tersebut singkat.
Setelah menyampaikan pesan kepada resepsionis Zarow langsung pergi meninggalkan dua resepsionis tersebut menuju pintu lift.
Dara terbengong-bengong mendengar perintah dari tuan muda Zarow barusan, ia adalah anak baru di perusahaan tersebut, padahal dari yang ia tahu satu larangan yang tak boleh dilanggar resepsionis adalah sembarangan menerima tamu untuk tuan muda Zarow apalagi itu wanita.
Dara menoleh kearah Fera yang juga sama sepertinya baru bekerja di perusahaan tersebut sebagai resepsionis beberapa hari ini karena menggantikan resepsionis sebelumnya yang dipecat karena menerima tamu wanita untuk Zarow sembarangan.
" Fer gue gak salah denger kan tadi? " tanya Dara pada Fera.
Awalnya Fera juga sama terkejutnya dengan Dara, isu yang mengabarkan tuan muda Zarow tak ingin menerima tamu wanita ternyata kali ini dipatahkan sendiri oleh tuan muda Zarow, tetapi ia cukup penasaran siapa Pelangi sebenarnya.
" gak Ra, yang lo denger gak salah " jawab Fera.
Mereka berdua melihat kearah kepergian Zarow yang berjalan sendiri masuk kedalam pintu lift menuju arah atas dimana ruangannya berada.
Zarow yang baru saja keluar dari pintu lift langsung berjalan kearah ruangannya, pak Amar yang melihat kedatangannya sontak berdiri sambil membungkukkan badannya.
" pak apa ada berkas penting yang harus saya tanda tangani? " tanya Zarow.
Sebelum masuk kedalam ruangannya ia terlebih dahulu menanyakan kepada pak Amar tentang pekerjaan yang harus ia selesaikan hari ini.
" gak ada tuan, tapi tadi ada telpon dari sekertaris nya pak iwan minta dijadwalkan ulang rapatnya " jawab pak Amar.
" itu aja pak? " tanya Zarow.
" iya pak itu aja gak ada lagi " jawab pak Amar.
__ADS_1
" ok kalo gitu tolong pak Amar jadwalkan untuk rapat yang harus saya laksanakan dengan pak iwan ya pak, mungkin lebih bagus di luar kantor saja pak " tutur Zarow memerintah.
Akhir-akhir ini ia lebih suka berada di luar kantor dari pada berada di dalam kantor, saat berada di luar ia berharap agar dirinya bisa bertemu & melihat Pelangi.
" baik pak " kata Pak Amar.
Setelah memberinya perintah tuan muda Zarow kemudian meninggalkan meja kerjanya menuju ruangannya, pak Amar terus melihat tuan muda Zarow yang terlihat agak berbeda dari sebelumnya.
Biasanya tuan muda Zarow lebih suka melakukan rapat di perusahaan saja tetapi entah mengapa secara tiba-tiba ia ingin rapat diadakan diluar kantor.
*******
Beberapa jam kemudian di kantor Satpol jam 12.00 siang.
Aldo berjalan dari arah meja kerjanya menuju arah meja kerja Pelangi berada, karena saat ini sudah waktunya jam istirahat, Aldo akan mengajak Pelangi untuk makan siang bersama seperti biasa.
" hemmm " dehem Aldo yang berada didekat meja Pelangi.
Pelangi lantas menoleh kearah suara deheman yang baru saja ia dengar, nampak Aldo berdiri didekat sisi mejanya, Pelangi lalu tersenyum, masih sama walaupun senyumnya tak terlihat karena tertutup masker yang ia kenakan.
" kenapa bang? " tanya Pelangi.
" udah selesai belum kerjaannya? " tanya Aldo yang balik bertanya.
Pelangi lalu melihat kearah layar laptop miliknya yang berada dihadapannya, tugasnya masih belum selesai karena pagi tadi ia datang sangat terlambat sekali.
" belum bang " jawab Pelangi singkat.
" gak mau cari makan siang dulu nih? " tanya Aldo.
Pelangi masih diam sambil berpikir dengan ajakan Aldo, sebenarnya ia sangat ingin makan siang bersama dengan Aldo seperti biasanya tetapi ia tak bisa meninggalkan pekerjaannya yang belum selesai.
" mau tapi ini gak bisa gue tinggal bang, gimana dong? " kata Pelangi.
Aldo hanya diam melihat kearah Pelangi, pagi tadi nampaknya Pelangi datang sangat terlambat sehingga tugasnya sampai saat ini masih juga belum selesai.
" ada yang bisa dibantu?, atau gak sini deh gue bantuin " kata Aldo, " coba liat sini " kata Aldo lagi.
" eh gak usah bang, gue bisa sendiri kok, bang Aldo gak usah repot-repot " kata Pelangi menolak tak ingin merepotkan Aldo.
Doni yang masih berada di sebrang meja Pelangi tersenyum memperhatikan dua sejoli yang terlihat malu-malu mengakui kedekatan mereka.
Padahal semua orang di kantor sangat mendukung dengan kedekatan mereka berdua, banyak yang suport dengan kedekatan Pelangi & Aldo.
" hemmm, nih dua orang di depan sana masih aja sih malu-malu padahal juga gak lama bakal nikah " kata Doni dalam hati sambil tersenyum.
Doni merupakan salah satu pegawai yang sangat mendukung kedekatan antara Pelangi & Aldo, baginya Pelangi & Aldo merupakan pasangan yang sangat serasi.
Aldo benar-benar ingin membantu Pelangi yang belum selesai mengerjakan tugasnya sampai saat ini, ia tak tahu mengapa pagi tadi Pelangi bisa terlambat.
Jika ada sesuatu masalah biasanya Pelangi cepat menghubungi dirinya tetapi tidak dengan hari ini entah mengapa pikir Doni dalam hati.
" bang Aldo makan siang aja gih " kata Pelangi.
" gak papa, gue juga gak laper-laper banget kok " jawab Aldo yang telah mengambil alih laptop Pelangi.
Pelangi benar-benar tak enak hati dengan Aldo karena harus membantu dirinya, Aldo harus repot-repot mambantu dirinya menyelesaikan tugas miliknya yang seharusnya telah selesai sedari tadi.
" yakin nih belum laper bang?, kaya yang pagi tadi sarapan aja deh " kata Pelangi.
Ia sangat tahu kehidupan Aldo bagaimana selama ini, seniornya tersebut adalah pria yang tinggal mandiri jauh dari orangtuanya, sudah beberapa tahun Aldo tinggal di rumahnya sendiri di kota ini tanpa ada seorang istri atau pembantu yang menyiapkan sarapan atau keperluan lainnya.
" yakin kok " jawab Aldo tersenyum.
__ADS_1
Seolah mendapatkan perhatian dari Pelangi Aldo tersenyum sendiri, selain soleha & baik nilai plus dari Pelangi adalah perhatian, Pelangi selalu perhatian kepada siapapun teman dekatnya, termaksud pada dirinya, itulah yang membuat Aldo jatuh hati pada Pelangi.