Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda

Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda
Bab 40


__ADS_3

Zarow merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya sambil menatap langit-langit kamarnya, setelah mendapatkan pencerahan Zarow berharap ia & keluarganya istikomah dalam taubat mereka.


Jujur saja ia sangat bersyukur karena diusianya yang sudah hampir seperempat abad ini, dirinya serta keluarganya masih di berikan jalan untuk menuju taubatnya, masih di beri kesempatan untuk mengenal tuhannya sebelum ajalnya menjemput.


Sungguh indah pikirnya takdir tuhan, siapa sangka hanya karena berawal dari pertemuan yang membuatnya membenci Pelangi justru karena Pelangi juga ia jadi kembali ke jalan Allah.


Jika saja ia tak bertemu Pelangi mungkin sampai saat ini ia masih terus menjadi seorang laki-laki brengsek yang tak pernah mengenal dosa.


Tapi masih ada hal yang sampai saat ini sangat mengganjal di hatinya & membuatnya terus-terusan kepikiran, hal ini harus ia tanyakan dengan segera pada Ustad Syam


Ia berpikir agar segera menemui Ustad Syam untuk menanyakan perihal dosa Zinah yang selama ini ia lakukan, apa kah ada cara agar dosa Zinah nya selama ini juga diampuni oleh Allah.


Begitu panjang perjalanan hidup yang ia jalani, gaya hidup bebasnya ia dapatkan dari semenjak Zarow mengenyam bangku pendidikannya di luar negeri sekitar tiga tahun lalu.


Mengingat Zarow berasal dari keluarga yang kaya raya serta wajahnya yang tampan wajar saja jika sejak belia ia sudah di kelilingi wanita-wanita cantik.


Meskipun ia tak pernah sedikit pun merasakan yang namanya jatuh cinta karena saat belia ia hanya fokus dengan pendidikannya saja tanpa berpikir untuk memikirkan cinta.


Hal itu terus berlanjut sampai ia tumbuh dewasa seperti ini, ia tak pernah mengenal cinta, menghabiskan waktu bersama wanita-wanita cantik hanyalah hiburan baginya setelah merasakan kepenatan saat mengurus perusahaannya.


Teringat kembali saat pertama kali ia melakukan dosa Zinah nya, saat itu dirinya masih duduk di bangku perkuliahan, usianya sekitar 20 tahun saat itu.


Sebagai seorang mahasiswa yang lumayan populer karena kepintaran, ketampanan & kekayaan Zarow memiliki banyak teman wanita mau pun pria. Selama berkuliah di negeri orang ia tak pernah melakukan hal yang terkesan di batas kewajaran nalar manusia.


Selama dua tahun ia berkuliah gaya hidupnya masih normal-normal saja, hanya memang ia sering pergi ke klub malam untuk merefresh pikiran setelah sibuk dengan kuliahnya bersama dengan teman-teman karibnya.


Meskipun ia sering pergi klub malam ia tak pernah berpikiran untuk melakukan hubungan badan dengan wanita mana pun, sampai pada akhirnya ia mendapat kan tantangan untuk meniduri salah satu gadis yang selama ini memang tergila-gila dengannya.


Pada akhirnya ia pun melakukan tantangan tersebut karena dirinya mulai jengah kerap di isukan sebagai penyuka sesama jenis, awalnya ia tak pernah ambil pusing dengan rumor yang beredar tentangnya.


Tetapi lama kelamaan karena makin hari hidupnya makin kacau karena rumor tersebut, bukan hanya jadi bahan bulian tetapi makin hari makin banyak para penyuka sesama jenis mendekati dirinya.


Ia pun akhirnya melakukan apa yang di perintah oleh teman-teman sejawatnya untuk membuktikan jika dirinya adalah pria sejati & bukan penyuka sesama jenis seperti rumor yang beredar.


Pada saat itu lah ia mulai terbiasa dengan kehidupan se* bebasnya, berhubungan badan dengan wanita mana pun tanpa rasa cinta sudah biasa ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan biologisnya.


Bahkan terkadang dalam sehari ia bisa menggauli dua sampai tiga wanita yang baru ia temui yang tengah mendekatinya, tetapi ia tak pernah menjadikan salah satu wanita yang pernah ia tiduri menjadi teman dekatnya atau kekasihnya.


Bahkan setelah semalam atau sehari berhubungan keesokan harinya ia akan langsung melupakan siapa wanita yang pernah tidur dengannya bahkan namanya pun tak pernah ia kenal.


Ia selalu menganggap hubungan tersebut hanya untuk pemuasan kebutuhan biologis mereka masing-masing tanpa paksaan sedikit pun, sehingga tak perlu mengenal lebih lanjut bagaimana & siapa mereka.


Mengingat dosa itu Zarow menutup matanya sambil membayangkan betapa rendahnya dirinya sebenarnya bagai seekor binatang liar.


" astaghfirullahaladzim, ya Allah hidup hamba terlalu memalukan selama ini, hamba takut dengan siksa dari mu ya Allah, bagai mana caranya agar dosa Zinah hamba bisa engkau ampuni " kata Zarow sendiri sambil menangis penuh penyesalan.


Sungguh ia merasa dirinya sangat kotor, ia merasa jika dosanya gak akan pernah bisa di ampuni oleh Allah, ia menangis tersedu-sedu sambil terus mengucapkan istighfar di dalam hatinya.


" Ya Allah hamba adalah umat yang penuh dengan dosa, hamba sadar hamba tak pantas untuk berada di surgamu tetapi hamba sangat takut dengan siksa api neraka mu ya Allah " kata Zarow sendiri masih menangis sedih.


Zarow meratapi & menangisi atas setiap dosa zinah yang ia perbuat, walau bagaimana pun ia menangis ia tau jika semua tak akan membuat ia bisa menghapus semua keburukan yang pernah ia lakukan. Bagaimana cara melakukan tobat bagi seorang pezinah ia pun tak mengerti.


Ia ingin segera menanyakan perihal ini dengan Ustad Syam, ia tak tenang karena takut jika tak ada ampunan untuk dosanya yang satu itu.

__ADS_1


Tiba-tiba ia kembali mengingat Pelangi, apakah mungkin Pelangi akan tetap menerima dirinya jika tau bagaimana bejatnya dirinya di masa lalunya pikirnya.


Apakah ia harus menyembunyikan keburukan di masa lalunya atau kah ia harus menceritakan semua pada Pelangi pikirnya lagi.


Mungkin ia harus jujur tentang masa lalunya pada Pelangi mengingat Pelangi akan menjadi istrinya, Pelangi juga berhak tau bagaimana masa lalu Zarow dari mulut Zarow sendiri bukan dari orang lain pikirnya.


Akan lebih baik jika tak ada yang di tutupi dari masa lalu mereka berdua agar rumah tangga mereka kelak baik-baik saja, terlepas dari pengusik & pengganggu.


Karena Zarow yakin pasti banyak di luar sana wanita yang akan membenci Pelangi & mencoba menjatuhkan Zarow agar mereka tak akan bertahan.


Sebelum semuanya terjadi memang lebih baik ia harus jujur pada Pelangi, terlepas Pelangi mau menerima masa lalu Zarow atau tidak itu terserah Pelangi setidaknya kini ia sudah kembali ke jalan yang benar.


tok...tok...tok


Bunyi suara pintu dari arah luar membuat lamunannya buyar seketika, Zarow berdiri untuk melihat ke arah luar memastikan siapa yang mengetuk pintu kamarnya.


Saat ia membuka pintu kamarnya sudah ada Zerin berdiri di depan pintu kamarnya sambil tersenyum memperlihatkan sederetan gigi-gigi putihnya.


" boleh masuk? " tanya Zerin.


Zerin tau jika kakaknya saat ini belum tertidur sehingga ia sengaja datang ke kamar kakaknya untuk menanyakan sesuatu pada Zarow.


Tanpa menjawab pertanyaan Zerin ia langsung berjalan menuju tempat tidurnya kembali & duduk di tepi ranjangnya meninggalkan Zerin yang masih berada di ambang pintu kamar Zarow.


Seperti biasa kakaknya memang selalu seperti itu, bukannya menjawab Zarow malah meninggalkannya di depan pintu kamarnya yang masih terbuka lebar.


" aku masuk ya? " kata Zerin lagi.


Zerin mulai duduk di sebelah Zarow sambil terus melihat ke segala arah, ia sangat jarang sekali bisa masuk kedalam kamar Zarow bahkan saat Zarow tak ada di rumah ia juga tak berani sembarangan masuk kamar kakaknya tersebut.


Zarow terus memperhatikan adik semata wayangnya yang masih diam sambil melihat ke segala sudut kamar Zarow, entah apa yang membuat Zerin datang ke kamarnya malam-malam begini pikir Zarow.


" kamu datang kesini cuman mau diem sambil liat kamar kakak aja ya? " kata Zarow yang akhirnya membuka suara.


Zerin pun menoleh kearah Zarow yang baru saja mengatakan sesuatu dengan ciri khas suaranya yang selalu datar tanpa ekspresi. Zerin kembali lagi tersenyum sambil memperlihatkan sederetan gigi putihnya.


" anu kak, Zerin mau nanya sesuatu " kata Zerin.


Zerin sangat penasaran mengapa tiba-tiba Zarow menjadi religius seperti saat ini, berkat kakaknya untuk mengajak keluarga mereka berhijrah Zerin jadi mengerti apa pentingnya penutup kepala atau jilbab untuk seorang wanita.


" apa? " kata Zarow singkat.


Mendengar jawaban Zarow ia lagi-lagi tersenyum, sebagai seorang adik Zerin selalu bangga dengan kakaknya, di matanya Zarow adalah kakak yang penuh tanggung jawab.


Selalu mengutamakan keluarga & tentunya juga sayang dengan keluarganya bahkan saat sedang berhijrah pun Zarow mengajak keluarganya untuk sama-sama berhijrah.


Keluarganya kini mendapatkan sesuatu hidayah yang luar biasa, kakaknya mengundang seorang Ustad yang menuntun mereka untuk mempelajari & mengenal siapa tuhan mereka yang tak pernah ia tau sebelumnya.


" kak sebenarnya apa alasan kakak ngajak kita buat belajar agama? " tanya Zerin.


Zarow membuang nafas kasarnya begitu mendengar pertanyaan Zerin, awalnya ia penasaran dengan ketekunan Pelangi terhadap agama.


Untuk pertama kalinya ia membasuh air wudhu ke wajahnya itu karena ajakan orang tua Pelangi untuk melakukan sholat bersama & saat itulah juga untuk pertama kalinya lagi ia menunaikan sholat setelah berpuluh-puluh tahun tak menunaikan sholat.

__ADS_1


Hatinya benar-benar tersentuh saat itu, pikirannya menjadi terbuka sehingga niatannya semakin kuat untuk berhijrah kejalan yang lebih baik lagi.


" tiba-tiba sadar kalau dunia bukan tempat kita hidup yang kekal, karena pada hakikatnya semua mahluk bakal mati & kembali kepangkuan sang khaliq " jelas Zarow.


" kakak takut mati? " tanya Zerin.


Sejujurnya ia tak pernah takut jika dirinya akan mati, ia hanya takut jika ia mati dalam keadaan belum bertobat.


" enggak " jawab Zarow singkat.


" kenapa kakak gak takut mati?, Zerin takut kak " tanya Zerin heran.


Jelas saja Zerin heran dengan jawaban Zarow karena ia pikir siapapun pasti akan takut mati tetapi mengapa kakaknya tersebut tidak takut akan kematian pikirnya.


Zarow tersenyum sambil mengelus kepala adiknya, semoga adiknya akan menjadi seorang gadis seperti Pelangi pikirnya, seorang gadis yang baik & taat pada agama.


" terus terang kakak gak takut mati, tapi kakak takut kalo kakak mati tapi kakak belum sempet tobat, nauzubillah kebayang gak kalo seandainya kita mati dalam keadaan kafir terus masuk neraka " kata Zarow menjelaskan.


Zerin merinding mendengar jawaban dari Zarow, mengingat begitu mengerikannya siksa api neraka jelas saja ia takut jika ia mati & masuk ke dalam neraka.


" kak Zarow, makasih ya kakak udah bawa Ustad Syam buat kasih pencerahan, selama ini Zerin, papi, mami juga kakak gak pernah tau tentang agama, tapi berkat kakak bawa Ustad Syam sekarang kita semua jadi lebih tau bagaimana aturan agama kita " kata Zerin berterimakasih pada kakaknya, " kak " kata Zerin memanggil Zarow.


Zarow kembali menoleh ke arah Zerin, adiknya tersebut tersenyum melihat kearahnya dengan penuh arti.


" kak, Zerin bakal pake jilbab kaya kak Pelangi buat menutup aurat Zerin, biar kakak sama papi gak keseret ke dalam siksa api neraka karena Zerin " kata Zerin.


Ia memang berniat akan menutup auratnya dengan mengenakan jilbab seperti yang di lakukan Pelangi, ia tak ingin dosa yang ia lakukan seperti membuka auratnya justru akan membuat kakak serta ayahnya menanggung setiap dosa-dosanya.


Zarow speechless mendengar kata-kata adiknya, maha besar atas kuasa Allah pikirnya baru malam ini mereka mendengarkan ceramah demi ceramah yang di sampaikan Ustad Syam adiknya kini justru tergugah juga hatinya.


Zarow membawa Zerin kedalam pelukannya, ia cukup terharu mendengar kata-kata adiknya tersebut, ia bersyukur Zerin juga berusaha menjadi umat Allah yang baik dengan niatannya untuk menutup auratnya.


" kak maaf ya karena selama ini gak tau kalau gak pake jilbab itu dosa secara gak sengaja Zerin udah berusaha narik kakak sama ayah ke neraka " kata Zerin lagi.


Zarow lalu melepaskan pelukannya dari Zerin, pandangannya masih fokus kearah adiknya, ia memegang tangan Zerin karena merasa dirinya lah yang lebih berdosa karena begitu terlambat rasanya baru mengenalkan agama pada adiknya yang sudah beranjak dewasa.


" kenapa ngomong gitu?, Zerin gak salah kok, ini semua salah kakak sama papi yang terlambat buat ngajarin kamu soal agama " kata Zarow, " sekarang kita sama-sama fokus buat hijrah ya, jadi kamu mau pake jilbab beneran? " tanya Zarow melanjutkan kata-katanya.


" iya kak, Zerin gak mau terus-terusan menanggung dosa dengan gak melakukan kewajiban berjilbab & menutup aurat " jawab Zerin.


Zarow kembali lagi tersenyum & mengelus rambut adiknya lembut, sebagai satu-satunya saudara yang ia miliki tentu saja Zarow sangat menyayangi Zerin meskipun terkadang ia terlihat kaku.


" besok pagi kakak suruh pak Handoko buat carikan kamu baju sama jilbab, jadi kamu gak perlu keluar rumah lagi buat beli pakaian " kata Zarow.


" makasi ya kak " kata Zerin memeluk Zarow.


Tentu saja Zarow menanggapi dengan sangat senang hati niat baik adiknya tersebut, tanpa harus bersusah payah ia menasehati adiknya justru adiknya menuturkan niatnya untuk mengenakan hijab.


" alhamdulillah ya Allah engkau telah membuat adik hamba sadar & akan memenuhi segala kewajibannya " gumam Zarow dalam hati.


" ya Allah buat lah hamba selalu senantiasa istiqomah dengan pakaian hamba kelak, karena hamba tak ingin menjerumuskan orang-orang yang hamba kasihi kedalam api neraka, ya Allah hindarkan lah hamba serta kedua orang tua hamba & kakak hamba dari jeratan api neraka ya Allah " gumam Zerin dalam hati.


Setelah mendapatkan jawabannya & menuturkan niatnya Zerin lalu keluar dari kamar kakaknya & kembali ke kamarnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2