Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda

Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda
Bab 55


__ADS_3

Pelangi terdiam menatap Zarow yang saat ini sedang berusaha diamankan oleh anggota Satpol yang memergoki dirinya akan melakukan tindakan asusila terhadap wanita yang ternyata wanita tersebut adalah Adriana sepupunya sendiri.


Hatinya cukup hancur untuk kedua kalinya, lagi-lagi Adriana lah yang singgah ke pelukan pria yang dekat dengannya.


Adriana nampak menangis ketakutan dengan pakaian yang saat ini sudah robek di bagian dadanya & mungkinkah itu hasil dari perbuatan Zarow.


Pikirannya berkecamuk tak karuan kecewa dengan apa yang telah dilakukan Zarow saat ini, ia pikir Zarow telah berubah & kembali ke jalan yang baik setelah mengungkapkan kehidupan kelamnya dulu.


Tetapi kini Zarow terlihat kembali tergoda dalam dosa yang sama seperti dulu, tak mau terus berpikiran yang tidak-tidak & mengambil kesimpulan sendiri akhirnya Pelangi meninggalkan tempat tersebut dengan perasaan kecewa.


" Ngi? " panggil Zarow.


Tanpa menghiraukan panggilan Zarow ia terus melangkah pergi menjauh berusaha tenang & melanjutkan tugasnya malam ini sampai selesai.


Panggilannya tak di gubris oleh Pelangi membuat dirinya menjadi benar-benar sangat kesal karena sudah pasti Pelangi saat ini berpikiran yang tidak-tidak padanya.


Semua ini hanyalah salah paham bahkan ia tak mengenal siapa wanita yang berpakaian seksi tersebut yang berusaha menjebak dirinya saat ini.


Ia hanya bisa mengutuk dalam hati dengan kejadian malam ini, bisa-bisanya wanita tersebut sengaja merobek bajunya & berakting seolah-olah dirinya akan melakukan tindakan yang tidak-tidak padanya.


" ah sial " katanya kesal, " tolong lepas, kalian gak tau emang gue siapa? " kata Zarow yang mulai mengeluarkan sifat arogannya karena kesal.


Pak Handoko yang melihat tuannya di kerumuni oleh petugas Satpol langsung berlari merasa jika tuannya sedang tak baik-baik saja.


" ada apa ini?, kenapa kalian menahan tuan muda saya? " tanya pak Handoko.


" pak Zarow telah melakukan tindakan asusila pada wanita ini pak " jelas petugas Satpol yang memegang Zarow.


Pak Handoko melihat kearah wanita yang saat ini sedang terlihat seolah-olah ketakutan tetapi pak Handoko tau itu hanya akting belaka.


Wanita tersebut adalah wanita yang beberapa hari lalu juga berusaha menggoda tuan mudanya saat berada disebuah kafe, pak Handoko masih ingat sekali siapa perempuan tersebut.


" maaf pak, mohon lepaskan tuan saya, saya gak percaya kalo tuan saya bertindak yang tidak-tidak " ujar pak Handoko.


" alah mana ada maling yang mau ngaku, kalo maling ngaku penjara penuh " celetuk salah satu Satpol disana.


Zarow hanya mengeratkan kepalan tangannya berusaha melepaskan diri dari para Satpol yang telah salah sangka & salah tangkap tersebut.


" sekali lagi gue bilang lepasin gue atau kalian semua bakal kena akibatnya " ancam Zarow.


" gak bisa pak, bapak harus ikut kami ke kantor untuk menyelesaikan kesalahan bapak " jawab salah satu petugas.


Zarow hanya menundukkan kepalanya sambil tersenyum menyeringai, ia menggelengkan kepalannya mulai jengah.


" kesalahan apa?, kalian jangan asal tuduh, gue gak kenal siapa dia & gue juga gak apa-apain dia " kata Zarow menjelaskan.


" pak Zarow tadi sudah ketangkap basah & tak bisa lagi mengelak kecuali bapak punya bukti yang kuat juga " jelas anggota Satpol.


Ia terus bersih keras membela diri karena ia memang tak bersalah ia pergi ketempat TKP untuk mengawasi Pelangi karena takut jika terjadi sesuatu padanya.


Beberapa saat sebelum ketempat tersebut pak Abdullah menuturkan beberapa resiko buruk pekerjaan Pelangi dalam melakukan razia pada malam hari & itu lah yang membuat Zarow bergegas pergi mendatangi Pelangi.


******


Satu jam sebelum kejadian


" jadi kalo ngerazia gini ayah kadang suka was-was nak, belum lagi kalo seandainya ada yang gak mau dirazia terus ngelawan, kadang takut aja ada apa-apa sama Pelangi " tutur pak Abdullah.


" selama ini kejadian separah apa yang Pelangi alami yah waktu tugas luar begini? " tanya Zarow ikut khawatir.


Tentu saja mendengar kata-kata pak Abdullah ia menjadi tak tenang, ia berpikir untuk segera menghampiri Pelangi agar saat terjadi sesuatu ia bisa melindungi calon istrinya tersebut.


" pernah waktu razia di pasar ada salah satu pedagang yang ngelawan, terjadilah aksi salin dorong, gak taunya Pelangi yang di dorong sampe hampir ketabrak mobil Pelangi, untuk kata Aldo mobilnya sempet ngerem, gak tau lah gimana nasib Pelangi kalo mobil itu gak sempet ngerem, mungkin bablas kali sudah anak ayah " cerita pak Abdullah.

__ADS_1


Zarow mengingat kejadian tersebut, mobil yang di maksud pak Abdullah adalah mobil miliknya, saat itu memang benar sedang terjadi keributan dipasar & tiba-tiba ada aksi saling dorong hingga ada salah satu petugas Satpol yang terpelanting ke jalanan.


Zarow tak menyangka ternyata gadis Satpol yang hampir ditabrak saat itu adalah Pelangi, begitu nyata ternyata takdir Allah sampai-sampai ia tak pernah menyangka jika saat ini ia adalah calon suami Pelangi.


" astaghfirullah yah ternyata se anarkis itu, kenapa Pelangi gak berhenti aja dari pekerjaannya yah kalo pekerjaannya cukup mengambil resiko " kata Zarow.


" hmmmm, mau gimana lagi nak Zarow cari kerjaan sekarang susah, lagian Pelangi udah cinta banget sama kerjaannya " kata pak Abdullah sambil mendengus.


Ia hanya memanggut-manggutkan kepalanya, mungkin jika ia bertemu dengan Pelangi lebih lama dari sekarang ia tak akan pernah membiarkan Pelangi tergabung menjadi petugas Satpol PP.


Makin khawatir dengan cerita pak Abdullah tentang pekerjaan Pelangi Zarow makin tak tenang duduk berlama-lama disana, ia melihat jam ditangannya, sudah sekitar setengah jam ia berada disana.


Masih belum terlalu lama jika ia pergi memastikan kondisi Pelangi di lapangan saat ini, ada baiknya jika ia segera pamit kepada ayah mertuanya pikirnya.


" yah kayanya saya mau pamit dulu deh, agak khawatir sama Pelangi, mungkin saya mau ke TKP dimana Pelangi tugas malam ini, seenggaknya saya mau mastiin kalo Pelangi aman-aman aja yah " pamit Zarow.


" lah jadi mau nyusulin Pelangi nak Zarow?, hati-hati kalo gitu ya nak Zarow, saran bapak kalo ada apa-apa nak Zarow jangan dulu tersulut amarah " kata pak Abdullah.


Mendengar saran mertuanya Zarow pun mengangguk sambil tersenyum, setelah berpamitan ia segera bangkit dari duduknya & berpamitan.


" pergi dulu ya yah, tolong ksih tau ibu kalo saya mau nyusulin Pelangi, assalamu'alaikum " salam Zarow setelah mencium tangan calon mertuanya.


" wa'allaikumsalam, iya nanti ayah sampekan ke ibu " jawab pak Abdullah.


Zarow bergegas masuk kedalam mobilnya & memerintahkan pak Handoko untuk pergi menuju dimana saat ini Pelangi berada, ia telah memeriksa titik koordinat dimana saat ini Pelangi berada.


Pelangi sedang merazia tempat hiburan malam ternyata, ia kembali lagi melihat kearah jam ditangannya mungkin ia akan sampai dalam waktu kurang lebih tak sampai setengah jam jika kecepatan mobil melaju diatas rata-rata.


" pak tolong cepat ya, sebisa mungkin kita harus sampe di tempat dalam waktu 15menit " perintah Zarow.


" baik tuan " jawab pak Handoko.


Mobil melaju begitu pesatnya menuju Utara, pikirannya saat ini sudah lari kemana-mana, ia terus berdoa dalam hatinya semoga tak terjadi sesuatu dengan Pelangi.


Ia terus menatap kearah luar kaca jendela mobilnya, tak pernah ia merasakan perasaan yang berkecamuk seperti ini bercampur kecemasan yang tak bisa diungkapkan.


Setelah hampir dua puluh menit mobil pun sampai juga di tempat TKP, ia lantas turun dari mobil untuk mencari dimana keberadaan Pelangi saat ini.


Tempat yang ia datangi saat ini tak ada satu pun anggota satuan pamong praja terlihat pikirnya, lantas dimana keberadaan Pelangi saat ini, ia masih terus berusaha mencari.


Tiba-tiba saat berada di pojokan yang cukup sepi ada seorang wanita memeluk dirinya dari arah belakang & berusaha melepaskan pakaiannya.


" hei apaan ini?, jangan kurang ajar ya lo " kata Zarow berusaha melepaskan diri.


Bukannya melepaskan pelukannya wanita tersebut justru dengan sengaja merobek pakainya sendiri sambil mengacak-acak rambutnya.


" hai, udah gila ya lo, apaan ini? " kata Zarow yang terus berusaha melepaskan diri.


" tolong lepas, tolong lepasin, saya mohon jangan " kata wanita tersebut.


Mendengar wanita tersebut berteriak-teriak meminta tolong Zarow berusaha menutup mulut wanita tersebut karena tak ingin ada yang salah sangka.


Jika saja ada yang mendengar pastilah orang akan mengira jika dirinya akan berbuat yang tidak-tidak pada wanita tersebut & Zarow tak ingin hal tersebut terjadi.


" hai ada apa ini " kata seseorang yang berpakaian Satpol baru saja datang


Zarow melepaskan bekapan tangannya dari mulut wanita tersebut, ia agak menjauhkan dirinya dari wanita gila yang mencoba berniat tak baik padanya.


" pak tolong saya pak, laki-laki ini berusaha berbuat tak senonoh sama saya " ucap wanita tersebut.


" bohong pak " bela Zarow.


Petugas tersebut melihat kearahnya lalu melihat kearah wanita tersebut, melihat pakaian robek yang dikenakan wanita tersebut Zarow hanya mampu menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" bang disini ada yang mesum nih bang " kata petugas Satpol tersebut memanggil yang lainnya.


" hah gila, pak tolong jangan sembarangan ngomong ya " kata Zarow kembali membela diri.


Bebarapa anggota Satpol pun datang menghampiri kearah mereka, ia pun dipegangi oleh dua orang satpol lainnya.


Ia terus berusaha mencoba melepaskan dirinya & membela diri namun para Satpol tersebut tak mempercayai ucapannya tersebut.


Bahkan wanita jalang yang berusaha menggoda dirinya semakin menjadi-jadi dengan segala aktingnya.


Ia benar-benar tak habis pikir ada ternyata ada juga wanita jalang yang licik seperti ini bagai di sinetron-sinetron pikirnya.


Seorang wanita yang sangat ia kenal ikut menghampiri kerumunan yang saat ini sedang mengerumuni dirinya.


Terlihat matanya sayu memerah menatapnya kearahnya, terlihat ada guratan kekecewaan di matanya, sekilas ia lalu menghilang meninggalkan kerumunan.


" Ngi " panggil Zarow.


Ia yakin Pelangi saat ini pasti sedang salah sangka juga padanya, semakin parah persoalan ini karena telah membuat Pelangi salah sangka padanya.


" astaghfirullah ya Allah, hamba mohon jangan buat Pelangi salah sangka pada hamba " gumamnya dalam hati lesu melihat kepergian Pelangi.


Hal ini pasti akan mempengaruhi rencana pernikahannya yang akan diselenggarakan beberapa hari kedepan pikirnya.


Ia tak akan pernah membiarkan pernikahannya dengan Pelangi gagal begitu saja pikirnya ia harus menjelaskan semua ini pada Pelangi.


*******


Matanya memerah menahan air matanya yang sebentar lagi akan menitik, ia berusaha sekuat hati agar air matanya tak menetes, ia benar-benar tak ingin terlihat jika dirinya adalah wanita yang sangat rapuh sebenarnya.


Beberapa hari lagi prosesi pernikahannya akan di selenggarakan tetapi ia justru melihat dengan mata kepalanya sendiri calon suaminya tertangkap akan melakukan tindakan asusila.


Bahkan tersebut dilakukan Zarow pada Adriana, bagaimana ia harus melanjutkan rencana pernikahannya, apakah ini merupakan rencana Allah menunjukkan jika Zarow bukanlah jodohnya.


Apa yang harus ia katakan pada orangtuanya untuk membatalkan pernikahannya nantinya pikirnya, tak mungkin setelah kejadian malam ini ia harus tetap melangsungkan pernikahannya dengan Zarow, dengan langkah gontai ia terus berjalan menyusuri jalanan.


" ya Allah cobaan apa lagi ini?, apa yang harus hamba lakukan, apakah ini suatu petunjuk dari mu agar hamba tak menikah dengan Zarow " gumam Pelangi dalam hati.


Ia berhenti & berjongkok berusaha menenangkan dirinya, ditutupnya wajahnya dengan kedua tangannya, mengapa takdir Allah sangat membingungkan pikirnya.


Jika memang ia tak berjodoh dengan Zarow mengapa baru sekarang Allah menunjukkan bagaimana kelakuan Zarow yang ia pikir telah insaf.


Pikirannya menerka-nerka kemana-mana, mungkin selama ini Zarow hanya berpura-pura insaf untuk mendapatkan simpatiknya & keluarganya.


" ya Allah kenapa takdir yang hamba jalani serumit ini?, apa yang harus hamba lakukan?, apakah hamba harus berhenti sampai disini saja atau hamba harus tetap meneruskan semuanya? " gumamnya lagi dalam hati.


Tak tahan menahan akhirnya air matanya menetes juga membasahi pipinya, kepercayaannya ternyata tak berarti apa-apa untuk Zarow.


Tangisnya malam ini bukan karena patah hati karena rasa cinta tetapi ia tak menyangka ia bisa di kecewakan kembali dengan cara yang sama.


Dulu Satria yang pernah menjadi tunangannya menghianati dirinya dengan berselingkuh dengan Adriana, masih teringat jelas bagaimana saat itu ia bersusah payah melupakan pengalaman pahitnya.


Meskipun ia sudah lama melupakan kejadian tersebut serta memaafkan kesalahan Satria & mengikhlaskan Satria untuk bersama dengan Adriana tetapi kenapa hal yang menyakitkan tersebut terulang kembali.


Mengapa harus sepupunya kembali yang harus bermasalah seperti ini dengannya pikirnya, lagi & lagi hanya Adriana.


Ia mulai menghapus air matanya & kembali lagi berdiri, mungkin lebih baik ia tak perlu menerka-nerka lagi karena ia seharusnya percaya takdir Allah pasti lebih baik dari apa yang ia pikirkan.


Ia juga tak boleh berprasangka buruk pada Allah ia harus tetap tegar menjalani ujian dari Allah, ditunjukkan hal seperti ini setidaknya ia tahu siapa Zarow.


Setidaknya mata hatinya kini terbuka jika jodoh meskipun sudah di depan mata pasti akan lepas juga jika sudah Allah yang berkehendak.


" Ya Allah hamba tau engkau maha tau apa yang terbaik untuk hamba, buatlah hamba supaya bisa tegar untuk menghadapi cobaan ini kembali " kata Pelangi sendiri.

__ADS_1


Tak ingin lama-lama bersedih ia pun mulai melangkahkan kakinya untuk kembali bergabung dengan teman-temannya yang saat ini pasti sedang berada didalam pub untuk melakukan tugas mereka.


__ADS_2