
" alhamdulillah selesai " kata Pelangi sendiri.
Jam telah menunjukan pukul 03.00 sore, sudah saatnya ia pulang saat ini, ia segera membereskan barang-barang miliknya kedalam tas miliknya.
" sudah selesai Ngi? " tanya Doni yang masih berada di meja kerjanya juga.
Pelangi yang masih sibuk memasukan beberapa barangnya sambil menoleh kearah Doni yang baru saja bertanya padanya, temannya tersebut juga masih tetap setia di meja kerjanya sendiri dengan tugasnya.
" sudah dong, lo udah belum? " kata Pelangi menjawab sambil bertanya balik pada Doni.
" bentar lagi nih, lo udah mau balik? " tanya Doni.
Pelangi tersenyum sambil mengangguk kearah Doni meskipun senyumnya tak terlihat seperti biasa karena tertutup oleh masker yang ia kenakan.
" oke hati-hati ya " kata Doni lagi.
Ia melihat temannya tersebut hanya mengangguk kearahnya sambil tersenyum meskipun senyum Pelangi tak terlihat tetapi itu jelas terlihat dari sipitan mata Pelangi yang mengecil. Ia yakin pasti Pelangi akan pulang bersama Aldo sore ini mengingat motor miliknya sedang berada di bengkel.
" duluan ya, tuh tugas buruan di selesaiin udah sore ini " kata Pelangi yang pamit kepada Doni.
" hmmmm sip, tenang aja lah " jawab Doni yang melihat kearah Pelangi.
Ia lalu berdiri & berjalan menjauh dari meja kerjanya menuju arah luar, sambil terus berjalan ia pun berpikir apakah ia harus menunggu tuan muda Zarow sore ini meskipun ia belum datang menjemputnya.
" gak deh, naik gojek aja, gak yakin juga gue tuh orang bakal jemput gue " kata Pelangi dalam hati.
Saat berada di pintu luar Pelangi terkejut melihat pak Handoko berdiri di dekat mobil Zarow sambil menganggukkan kepalanya memberi salam dengan bahasa isyarat.
Tak menyangka ternyata dirinya benar-benar dijemput sore ini meskipun ia tak tau apakah di dalam mobil tersebut ada Zarow atau tidak karena yang ia lihat saat ini hanyalah pak Handoko yang berdiri di luar mobil tersebut. Ia kemudian berjalan mendekat kearah pak Handoko.
Zarow yang berada di dalam mobil melihat kearah dimana Pelangi baru saja keluar, sejenak ia terdiam sesaat di depan sana sambil melihat kearah mobil miliknya, setelah itu ia kembali lagi berjalan dengan menggendong tas ransel miliknya kearah dimana mobil milik Zarow terparkir saat ini.
Pak Handoko tersenyum kepada Pelangi yang saat ini sudah mulai mendekat tak jauh dari mobil milik tuan mudanya, sudah sekitar tiga puluh menit ia & tuan mudanya menunggu Pelangi diarea parkiran ini.
Ternyata benar Pelangi membawa banyak perubahan pada tuan mudanya, bahkan tuan mudanya rela menunggu Pelangi sedari tadi selama tiga puluh menit, padahal biasanya tuan muda Zarow paling anti yang namanya menunggu apalagi menunggu wanita yang tak pernah ia lakukan.
Ini adalah untuk pertama kalinya tuan muda Zarow bersedia berlama-lama menunggu seorang wanita, selama ini ialah medan magnet yang menarik banyak wanita dekat dengannya & membuat wanita-wanita rela menunggunya, sebaliknya dengan Pelangi yang membuat tuan muda Zarow rela menunggunya.
" maaf ya pak udah repot-repot jemput Pelangi " kata Pelangi meminta maaf sambil menundukkan kepalanya.
" aduh minta maafnya jangan sama saya mbak, kalo saya mah hanya mengikuti perintah tuan muda " (kata Pak Handoko)
Pak Handoko tersenyum sambil membukakan pintu mobil untuk Pelangi yang saat ini telah berdiri di dekat pintu mobil.
" silahkan masuk mba " kata Pak Handoko
Pelangi terkejut melihat tuan muda Zarow yang saat ini berada di dalam mobil sambil melihat kearah depan, ia merasa tak enak karena harus merepotkan seperti ini padahal sebenarnya bisa saja ia pulang dengan naik gojek atau menumpang dengan Doni atau Aldo.
" lo mau berdiri aja terus disitu? " kata Zarow yang mulai melihat kearah Pelangi yang hanya mematung melihat kearahnya.
Pelangi tersadar mendengar kata-kata Zarow, ia kemudian melepas tas ransel yang ia kenakan & masuk kedalam mobil, ia duduk tepat di sebelah tuan muda Zarow saat ini.
Tanpa menunggu lama setelah pak Handoko masuk kedalam mobil juga tepat di kursi kemudinya mobil pun mulai berjalan bergerak keluar dari arah parkiran menuju arah luar.
" lo biasa pulang emang jam segini ya? " tanya Zarow.
Pelangi menoleh kearah Zarow yang bertanya kepadanya tetapi pandangan tuan muda Zarow masih tetap fokus kearah depan.
" enggak " kata Pelangi singkat sambil menggelengkan kepalanya, " malahan biasanya lebih sore dari ini " lanjut Pelangi.
__ADS_1
" emang apa kerjaan lo di kantor?, bukannya tugas lo di luar kantor ya? " tanya Zarow yang telah melihat kearah Pelangi.
Seperti informasi yang ia dapatkan gadis satpol yang saat ini duduk tepat di sebelahnya adalah anggota satpol yang tergabung dalam pasukan dalmas yang tugasnya kebanyakan diluar kantor atau di lapangan bukan di dalam kantor.
" bikin laporan mas, kan setiap kegiatan harus ada laporannya " jawab Pelangi.
Zarow hanya mengangguk-anggukan kepalanya mengerti dengan jawaban Pelangi, jujur saja sebenarnya Zarow tak menyukai pekerjaan Pelangi yang notabenenya harus berada diluar dari kantornya, seperti yang ia tau bagaimana pekerjaan pasukan dalmas diluar sana.
Tak sedikit masyarakat sangat membenci satpol pp karena pasukan dalmas yang tugasnya berada diluar, terkadang ada saja yang terlihat anarkis meskipun hal tersebut mereka lakukan karena mendapatkan perlawanan saat menggusur atau menertibkan suatu lokasi.
Ia berpikir jika nantinya Pelangi akan menjadi istrinya ia akan menyuruh Pelangi untuk berhenti bekerja & tetap berada di rumah, akan lebih baik jika istrinya tetap berada di rumah bersama dengan ibunya.
" em ngomong-ngomong tadi kelamaan ya nunggunya? " tanya Pelangi balik.
" enggak juga " jawab Zarow singkat.
Pak Handoko melihat dari arah kaca kearah tuannya, mendengar kata-kata tuan muda Zarow tentu saja ia tak menyangka tuannya bisa berkata seperti itu, padahal mereka cukup lama menunggu Pelangi tadi.
Saat ini pak Handoko menjadi benar-benar yakin jika tuan muda Zarow memang telah jatuh cinta kepada Pelangi, bahkan ia saat ini telah dibutakan waktu, pak Hando menggeleng sambil tersenyum.
" makasih ya mas udah repot-repot jemput gue, gak enak gue ngerepotin lo " kata Pelangi.
" gak repot-repot amat kok, lagian gue udah janji mau jemput lo " kata Zarow menjawab.
Zarow bukan tipe orang yang suka ingkar janji karena ia sangat jarang sekali mengucapkan janji apalagi dengan wanita.
" langsung pulang aja kali ya, soalnya tar malem juga gue bakal ke rumah lo lagi sama mami, papi " kata Zarow yang melihat kearah Pelangi.
Kata-kata Zarow membuatnya mengingat kembali bahwa malam ini ia sudah harus memberikan jawaban untuk Zarow, memang sudah seharusnya ia memberi jawaban secepatnya karena semakin lama ia memberikan jawaban itu sama halnya ia menggantungkan Zarow & keluarganya.
" iya mas " jawabnya singkat.
Gadis berseragam satpol yang duduk disebelahnya ini banyak membawa perubahan di kehidupannya, bahkan pikirannya saat ini mulai terbuka untuk belajar agama meskipun belum ia laksanakan, ia bahkan sudah meninggalkan kebiasaannya selama beberapa hari ini berkencan dengan banyak wanita setiap harinya secara berganti-ganti.
Pelangi menatap kearah Zarow, ia memperhatikan secara seksama wajah tenang Zarow yang sangat berbeda dari saat pertama mereka bertemu, dalam hatinya mulai ada keyakinan jika memang ia harus menerima Zarow.
Pertemuannya dengan Zarow setiap saat bukanlah hal yang sangat kebetulan mungkin inilah jawaban dari semua doanya kepada allah, bahkan saat ia kesusahan pagi tadi pun Zarow lah yang tak ia sangka datang untuk membantu dirinya.
Setelah beberapa puluh menit akhirnya mereka sampai juga di depan halaman rumah Pelangi, mobil segera berhenti & meraka segera keluar dari mobil tersebut, Adzan ashar pun berkumandang tepat saat mereka telah sampai.
" Alhamdulillah pas banget sampenya pas Adzan " kata Pelangi sendiri.
Dari arah dalam pak Abdullah yang kondisinya mulai membaik keluar melihat kedatangan putrinya serta tuan muda Zaro yang tak lain adalah bos besar di perusahaan serta pemilik perusahaan dimana ia bekerja.
" pak bagaimana keadaanya pak? " sapa Zarow sambil menyalami pak Abdullah.
" alhamdulillah baik nak, ayo silahkan masuk dulu " ajak pak Abdullah.
Zarow menoleh kearah Pelangi yang tersenyum sambil mengangguk kearahnya, terlihat jelas senyum di wajah Pelangi karena masker yang ia kenakan sudah terlepas dari wajahnya.
Karena merasa tak enak akhirnya Zarow ikut masuk kedalam bersama dengan Pelangi serta pak Abdullah & tak lupa juga pak Handoko.
Pak Handoko yang mendengar Adzan berniat ingin menumpang sholat di rumah pak Abdullah karena kebetulan saat ini mereka sedang mampir di sana.
" maaf pak Abdullah karena kebetulan mampir disini boleh gak saya numpang sholat? " pak Handoko meminta ijin kepada pak Abdullah untuk menumpang sholat.
Zarow menoleh kearah pak Handoko yang baru saja meminta ijin kepada pak Abdullah, seperti kebiasaan pak Handoko ketika mendengar suara Adzan berkumandang ia pasti akan segera menunaikan ibadah sholatnya.
" oh iya pak, bagaimana kalo kita sholat berjamaah aja sekalian, kebetulan baru aja adzan kan, saya juga belum sholat " ajak pak Abdullah.
__ADS_1
Ia kebetulan juga belum menunaikan ibadah sholat ashar nya karena Adzan baru saja berkumandang, akan lebih baik jika mereka sholat bersama saat ini.
" iya pak bisa aja kalo memang mau jamaah kan lebih bagus " jawab pak Handoko.
Zarow masih duduk diam di sofa melihat dua pria tua yang seumuran berjalan kearah belakang bersama, sambil menunggu mereka melaksanakan ibadah sholat berjamaah Zarow menyibukkan dirinya dengan memainkan ponselnya.
Pak Abdullah tiba-tiba berhenti & menoleh kearah tuan muda Zarow yang masih duduk di tempat, ia kemudian kembali menghampiri tuan muda Zarow bermaksud untuk mengajak tuan muda Zarow untuk sholat berjamaah bersama.
" nak Zarow ayo, kok masih duduk disitu? " ajak pak Abdullah sambil mengajak.
Merasa namanya disebut ia melihat kearah suara tersebut, pak Abdullah berdiri di dekat sofa dimana ia duduk saat ini sambil mengajak dirinya. Tentu saja pak Abdullah pasti mengajak dirinya untuk sholat berjamaah bersama padahal ia sudah lama sekali tak pernah melakukan sholat.
Pelangi yang baru keluar dari kamar mendengar ayahnya mengajak tuan muda Zarow untuk ikut melaksanakan ibadah sholat ashar bersama, ia berpikir apakah tuan muda Zarow akan mengikuti ajakan ayahnya.
Ia sungguh terkejut melihat Zarow yang akhirnya berdiri & mengikuti kemana ayahnya berjalan, benar-benar keajaiban pikirnya karena inilah mungkin untuk pertama kalinya tuan muda Zarow melaksanakan ibadah sholat kembali.
Zarow yang melihat Pelangi diam tertegun didepan pintu kamarnya melihat kearahnya segera memanggilnya dengan gerakan tangannya agar segera mendekat kearahnya.
Ia ingin menanyakan tentang bagaimana cara melaksanakan ibadah sholat karena ia sudah lupa bagaimana caranya menunaikan ibadah sholat, yang ia tahu sebelum menunaikan ibadah sholat sebelumnya harus berwudhu dahulu & itu pun ia juga lupa caranya.
Merasa Zarow memanggil dirinya ia segera mendekat kearah Zarow karena ia yakin jika Zarow pasti membutuhkan bantuan darinya, ia berjalan cepat agar bisa berjalan sejajar dengan Zarow.
" kenapa mas? " kata Pelangi bertanya pelan
" ini sebelum sholat wudhu dulu kan? " tanya Zarow.
" iya mas, mas Zarow tau cara wudhu gak? " tanya Pelangi balik.
Zarow masih terus melihat kearah Pelangi, gadis yang berada disebelahnya ini tau jika dirinya memang sudah lama tak menunaikan ibadah sholat sehingga tak tau bagaimana cara melakukannya, Zarow hanya menggelengkan kepalanya tanpa berkata.
Pelangi lalu menjelaskan kepada Zarow tahap-tahap berwudhu, bahkan ia juga menjelaskan jika sebelum berwudhu harus membaca niat terlebih dahulu.
" jadi niatnya kalo gak bisa bahasa arab bahasa indonesia aja gitu? " tanya Zarow
" iya mas, anu mas sama ini ya nanti mas sholatnya ikutin aja yang jadi imamnya kalo mas Zarow gak tau, jangan noleh-noleh sholatnya harus khusuk " jelas Pelangi
" oke " kata Zarow singkat.
Setelah menunggu antrian kini giliran dirinya berwudhu, ia mencuci kedua tangannya terlebih dahulu sebelum berwudhu.
" bismillahirrahmanirrahim " kata Zarow lirih.
Di bacanya niatnya berwudhu dengan bahasa indonesia seperti yang diajarkan Pelangi kemudian ia mulai berkumur lalu membasuh hidungnya, saat ia membasuh wajahnya hatinya sangat bergetar seraya ingin mengeluarkan air mata, setelah sekian lama ia akhirnya akan kembali lagi menyembah tuhan yang memberikan ia segalanya.
Setelah selesai berwudhu ia segera berjalan menyusul yang lainnya menuju ruang sholat di rumah Pelangi, pak Handoko telah berada di depan untuk menjadi imam sholat & pak Abdullah berada dibelakang pak Handoko lalu bu Melati berdiri di belakang pak Abdullah.
Melihat hal ini Zarow berinisiatif berdiri di belakang bu Melati sambil menunggu Pelangi datang dari arah luar karena ia tak tau harus berdiri dimana saat melaksanakan ibadah sholat.
Pelangi yang baru saja masuk langsung menghampiri Zarow ia yakin Zarow pasti sedang menunggu dirinya lagi saat ini, tanpa menyentuh Zarow ia berdiri dibelakang Zarow.
" kenapa masih disini mas?, situ maju samping ayah " kata Pelangi.
" samping pak Abdullah? " tanya Zarow memastikan.
" iya mas " jawabnya singkat
Ia lalu berjalan & berdiri tepat disebelah pak Abdullah & berdiri sejajar dengan pak Abdullah, ia menoleh kearah pak Abdullah yang sudah siap diposisinya.
Pak Handoko kemudian melakukan komat sebelum mengimami sholat berjamaah sholat ashar saat ini.
__ADS_1
Mendengar pak Handoko mengumandangkan komatnya Zarow tak terasa menitikkan air matanya merasa selama ini ia menjadi orang yang sangat rendah tak tau dari mana jati dirinya selama ini ia diciptakan.