Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda

Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda
Bab 68


__ADS_3

" Nice to meet you "


Sudah sekitar dua jam ia membicarakan tentang pekerjaan akhirnya mereka sepakat untuk melanjutkan kerjasama mereka, Zarow lalu berpamitan kepada rekan kerjanya yang bernama Mr Lukas.


Begitu sampai dinegara tujuan Zarow langsung menemui para rekan bisnisnya agar ia dapat menyelesaikan semua tugasnya dengan waktu yang lebih singkat lagi, Mr Lukas adalah orang yang pertama ia temui karena Mr Lukas termksud orang yang paling penting dibanding yang lainnya. Ini bukan untuk yang pertama kalinya ia bertemu dengan Mr Lukas, bahkan terkadang sesekali juga Mr Lukas yang menyambangi mereka ke Indonesia.


Setelah berjabat tangan ia langsung berpamitan untuk melanjutkan perjalanannya, seolah tak merasa lelah Zarow telah menjadwalkan pertemuannya dengan rekan lainnya satu jam lagi, untuk mempersingkat waktu agar bisa lebih cepat dari jadwal kepulangannya ia harus segera menyelesaikan semuanya secepat mungkin.


Pak Handoko yang berada dikemudinya sesekali memperhatikan tuan muda Zarow yang masih memeriksa berkas yang ada dipangkuannya, meskipun terlihat lelah tuannya tersebut memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya, kali ini mereka akan menemui Mr Jors disuatu restoran.


Pak Handoko selalu ikut kemanapun tuannya pergi sehingga ia sangat hapal dengan jalan dibeberapa negara, bahkan setiap ia ikut ialah yang mengemudikan kendaraan beroda empat milik keluarga Yonso yang memang sengaja dibeli untuk kepentingan bisnis seperti ini.


Masih sibuk membaca lembar demi lembar berkas yang diberikan oleh pak Amar, selain pak Handoko ia juga tak lupa membawa pak Amar yang tak lain adalah sekertarisnya, pak Amar sama pentingnya dengan pak Handoko, kemanapun Zarow pergi ia harus ikut serta.


Terjun dalam dunia bisnis menjadi keinginan untuk sebagian orang karena menyenangkan, ini semua dikarenakan saat berbisnis maka semua kendali dan rencana diatur dan dikelola diri sendiri, yang artinya jika ingin sukses dalam berbisnis maka sebagai seorang pebisnis harus giat dan memperhatikan segala sesuatunya.


Dunia bisnis ternyata sudah ada sejak jaman dahulu kala dan terus berkembang, berevolusi sampai sekarang.


Pada mulanya, masyarakat belum mengenal pertukaran karena setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannnya dengan usaha sendiri. Manusia berburu jika ia lapar, membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana, mencari buah-buahan untuk konsumsi sendiri, singkatnya, apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya sendiri dan keluarganya.


Perkembangan selanjutnya mengahadapkan manusia pada kenyataan bahwa apa yang diproduksi sendiri ternyata tidak cukup untuk memenuhui seluruh kebutuhannya. Untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri, mereka mencari orang yang mau menukarkan barang yang dimiliki dengan barang lain yang dibutuhkan olehnya. Akibatnya muncullah sistem barter, yaitu barang yang ditukar dengan barang. Namun pada akhirnya, banyak kesulitan-kesulitan yang dirasakan dengan sistem ini. Di antaranya adalah kesulitan untuk menemukan orang yang mempunyai barang yang diinginkan dan juga mau menukarkan barang yang dimilikinya serta kesulitan untuk memperoleh barang yang dapat dipertukarkan satu sama lainnya dengan nilai pertukaran yang seimbang atau hampir sama nilainya.


Munculnya Uang membuat perdagangan menjadi lebih mudah dan efisien. Uang berfungsi sebagai alat tukar atau medium of exchange yang dapat mempermudah pertukaran. Orang yang akan melakukan pertukaran tidak perlu menukarkan dengan barang, tetapi cukup menggunakan uang sebagai alat tukar. Kesulitan-kesulitan pertukaran dengan cara barter dapat diatasi dengan pertukaran uang. Manusia juga mulai berfikir bagaimana caranya mendapatkan keuntungan lebih dalam berbisnis. Mereka mulai mengkhususkan diri dalam memproduksi satu atau beberapa jenis barang maupun jasa saja, karena menyadari bahwa biaya produksi akan menurun jika mereka mampu memproduksi barang dalam jumlah besar. Menjual barang lebih mahal dari biaya produksi, adalah inti dari kegiatan bisnis yang masih berlaku hingga saat ini.


Seiring dengan berkembangnya ilmu pelayaran dan kesadaran dari para pedagang bahwa ada peradaban lain di dunia yang luas ini, jalur-jalur perdagangan darat mulai bermunculan diikuti dengan jalur perdagangan laut. Barang-barang unik dari negara lain yang tidak mampu diproduksi sendiri oleh negara-negara lainnya menjadi sumber penghasilan yang bagus bagi para pedagang yang berani mencarinya. Tentu saja perompak dan bajak laut menjadi masalah utama bagi para pedagang di era ini. Selain itu banyak terjadi penjajahan di berbagai negara dan muncul kongsi-kongsi dagang seperti VOC dan EIC. Salah satu jalur perdagangan yang terkenal adalah Jalur Sutera, dan jalur pelayaran Eropa-Timur Tengah-India, hingga sampai di Indonesia, untuk mencari rempah-rempah.


Revolusi Industri merupakan periode antara tahun 1750-1850 di mana terjadinya perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia. Revolusi Industri dimulai dari Britania Raya dan kemudian menyebar ke seluruh Eropa Barat, Amerika Utara, Jepang, dan akhirnya ke seluruh dunia. Istilah manager dan management muncul pada era ini. Para pemilik pabrik atau bisnis mulai menyadari bahwa kegiatan produksi membutuhkan organisasi dan prosedur agar dapat berjalan dengan lancar, efisiensi menjadi topik utama.


Innovasi perang memberikan kontribusi yang luar biasa bagi perkembangan teknologi. Bisnis pun semakin beragam jenisnya. Komputer mulai digunakan untuk membantu kegiatan operasional produksi. Perusahaan-perusahaan multinasional & konglomerat mulai bermunculan di berbagai belahan dunia. Revolusi media memunculkan Televisi, Radio, Majalah, & Koran yang menjadi alat utama untuk mempromosikan produk atau jasa secara massal. Pada era ini, ilmu marketing berkembang dengan pesat dan hingga saat ini marketing masih menjadi topik hangat yang terus dikembangkan.


Banyak hal yang Zarow pelajari dalam dunia perbisnisan, bahkan bukan hanya dalam dunia perbisnisan saja, ia menguasai banyak ilmu pengetahuan karena ia sangat hobi membaca untuk menambah wawasannya, sebagai seorang pemimpin tentu saja ia harus berwawasan luas.

__ADS_1


Ia mulai menutup lembaran berkas yang ada dihadapannya, kemudian ia memandang jauh kearah luar, hari ini cuaca London cukup cerah, ia merasa perjalanannya kali ini biasa saja, tak ada yang istimewa.


Malam ini ia akan menyelesaikan pekerjaannya dengan dua kolega sekaligus, sebelum pergi ke apartemen milik keluarganya untuk beristirahat.


Perjalanan dari Indonesia menuju London sekitar 15 jam, ia berangkat pagi-pagi sekali agar sampai dengan cepat di London, sekitar jam 4 sore ia sampai di London, sesampainya di London ia langsung bertemu dengan Mr Lukas.


Kini jam ditangannya telah menunjukan pukul 6 sore, sudah tiga jam berada di London ia belum sempat menghubungi Pelangi, ia yakin jika saat ini istrinya sudah terlelap dalam tidurnya, apalagi mengingat perbedaan jam antara Indonesia & London, perbedaan waktu antara Indonesia & London sekitar tujuh jam, itu artinya saat ini di Indonesia sudah larut malam.


Diponsel miliknya ada beberapa pesan whatsapp yang dikirimkan Pelangi persatu jam dari saat ia masih berada didalam pesawat, bahkan terkhir istrinya mengiriminya pesan beberapa jam lalu saat ia belum mendarat, Pelangi cukup perhatian sebenarnya dari pesan yang ditujukan untuknya agar tak lupa makan sampai dengan sholat.


" Pak kita ke London Central Mosque dulu ya ", perintah Zarow


Masjid Central London atau London Central Mosque juga dikenal sebagai Regent Park Mosque & Islamic Cultural Centre adalah sebuah Masjid di daerah Regent's Park London yang disahkan kabinet Churchill’s sebagai pengakuan akan pentingnya Islam dalam masyarakat yang semakin multikultural di Inggris. London Central Mosque dibangun pada 1970-an didesain oleh arsitek Inggris Sir Frederick Gibberd yang dipilih dalam kompetisi internasional.


Antara tahun 1900-1930, beberapa usaha dilakukan untuk membangun Masjid di Central London, termasuk salah satu, inisiatif oleh Lord Headley. Pada tahun 1974 konstruksi pembangunan Masjid dimulai, skema elegan Central London Mosque menggabungkan tradisi arsitektur modernisme Inggris dengan bentuk historis Islami, pembangunan masjid tersebut memakan waktu dua tahun untuk membangun, dengan menghabisakan biaya sekitar 6m.


" Baik tuan "


Tak lupa ia menganggukan kepalanya mendengar perintah dari tuan mudanya, meskipun sedang dalam perjalanan bisnis tuan muda Zarow tak melupakan ibadah sholatnya, kini ia mengerjakan ibadah sholatnya dengan tepat waktu, ia tak ingin kalah dari istrinya, seperti saat ini, mengapa tuan muda Zarow memberi jeda untuk pertemuannya dengan Mr jors alasannya karena tuan muda Zarow ingin melaksanakan ibadah magribnya terlebih dahulu.


Pak Handoko yakin jika berkas yang dibaca oleh tuan muda Zarow tersebut sebenarnya sudah dibaca oleh tuan muda Zarow, mungkin saja itu sudah ke sekian kalinya berkas tersebut dibaca.


Pak Amar tak berkomentar apapun, ia masih tetap diam ditempatnya, ia tak berani berkomentar jika ia tak ditanya oleh tuan muda Zarow, sebagai anak buah ia hanya ikut kemanapun tuannya pergi, sekalipun tuan muda Zarow akan membawanya keneraka sekalipun.


Bukan sesuatu perbincangan yang baru lagi jika tuan muda Zarow kini sangat taat dengan agamanya, bahkan tak pernah lepas dari lima waktunya, semua karyawan juga tahu bahkan beberapa saat lalu tuan muda Zarow membangun Musholah di dekat gedung kantor.


Untuk hal yang baik yang telah dilakukan tuan Zarow tentu saja ia sangat mendukung, bahkan ia sangat excited mengikuti semua perubahan positif tuan muda Zarow, seorang pengusaha sukses, berahlak baik, agamis, walaupun ia pun tau bagaimana masa kelam tuan muda Zarow sebelum bertemu dengan istrinya, banyak hal yang berubah dari tuan muda Zarow dari yang buruk menjadi ke hal yang lebih baik.


" Pak Amar tolong pastikan pertemuan dengan Mr Jors terealisasikan malam ini juga, setelah itu kita baru bisa istirahat ", perintah Zarow.


" Baik tuan muda ", sahut pak Amar.

__ADS_1


Pak Amar segera menghubungi Mr Jors kembali untuk memastikan pertemuan malam ini tidak akan dibatalkan.


*********


Pelangi masih belum bisa memejamkan matanya, sudah berpuluh jam sejak kepergian suaminya tetapi suaminya tak kunjung mengabari dirinya juga, ia khawatir dengan keadaan suaminya tersebut, matanya tak bisa terpejam karena terus-terusan teringat dengan Zarow.


Sudah berkali-kali ia membolak-balikan bantal yang ia pakai, serta sudah berkali-kali ia mengubah posisi tidurnya tetapi tetap saja ia tak bisa memejamkan matanya.


" Gak mungkinkan belum sampai ? ", tanyanya sendiri.


Jika diingat perbedaan jam yang ia tahu saat ini di Negara London masih sekitar pukul tujuh malam, tetapi mengapa Zarow tak kunjung membalas pesan darinya, bahka Zarow tak menelpon dirinya untuk memberi kabar, mungkin hanya ia yang terlalu khawatir pikirnya.


Baru beberapa hari menjadi nyonya Zarow ia merasa kesepian berada dikamar sendiri tanpa keributan & ulah suaminya yang tak ada habisnya, terbiasa dengan kelakuan Zarow ia rasanya jadi rindu dengan suaminya.


Pelangi pun tersenyum kala mengingat setiap kekonyolan Zarow, ia merasa ada yang hilang dari dirinya, malam ini rasanya sunyi senyap, bahkan tak ada satupun suara jangkrik seperti biasanya.


" hhuuuuffffftttt ", ia menghembuskan nafas kasarnya.


Apakah hanya dirinya saja yang merasakan hal ini pikir Pelangi, apakah keadaan suaminya baik-baik saja, pikirannya terus berlarian memikirkan Zarow, mengapa suaminya seperti tak mengingat dirinya.


" Ya Allah, lindungi setiap langkah kaki suami hamba, buatlah suami hamba selalu mengingat nama mu ya Allah "


Ia hanya mampu mendoakan suaminya, semoga Allah memberikan perlindungannya agar tak terjadi sesuatu dengan suaminya, sebaik-baiknya perlindungan hanya perlindungan dari Allah lah yang paling terbaik.


Dipandangnya sekali lagi layar ponsel miliknya, tak ada satupun notif yang menandakan pesannya dibalas oleh Zarow, mungkin saja saat ini suaminya masih meeting, masih membahas tentang perusahaan atau apalah itu yang ia tak paham.


" Gini ya rasanya punya suami pemilik perusahaan, bisnis sampe keluar negeri, tiap hari yang dibaca berkas dari kantor yang mungkin isinya peta harta karun yang disimpan entah dimana, kadang-kadang harus pergi keluar kota bahkan kadang keluar negeri, kayanya gue harus mempersiapkan diri kalau-kalau nantinya bakal sering ditinggal kaya gini ", ocehnya sendiri.


Nasibnya tak jauh berbeda dengan ibu mertuanya bu Arini, beberapa tahun lalu sebelum bisnisnya diambil alih oleh Zarow pastinya ayah mertuanyalah yang sepenuhnya memegang kendali perusahaan, sudah pasti bu Arini juga pernah merasakan hal yang sama seperti yang ia rasakan saat ini, khawatir & gelisah karena tak mendapatkan kabar.


Tetapi saat mengingat bagaimana ayah mertuanya yang cukup humble & berbanding terbalik dengan Zarow tak mungkin ia tak mengebari bu Arini seperti Zarow saat ini, bagaimanapun juga ini adalah pilihannya untuk menikah dengan pria sedingin pabrik es balok, api saja akan padam jika berada didekat Zarow, pikirnya ngalor ngidul mengingat sifat dingin suaminya.

__ADS_1


" Dah lah tidur aja, mikirin orang yang belum tentu mikirin gue, be*o banget sih gue, mungkin dia juga udah terlelap dalam mimpi indahnya, entah kemana arah mimpinya, namanya juga bos besar pasti mimpinya yang indah-indahlah, beda nih sama gue, boro-boro mimpi indah, merem aja kagak bisa ", grutu Pelangi pelan.


Sedari tadi rasanya ia hanya mengomel sendiri dengan nada yang agak pelan agar kedua orang tuanya tak mendengar, rasanya lucu sih, ia sangat kesal dengan Zarow tetapi ia tak tau harus bagaimana mengungkapkannya, alhasil ia hanya bisa mengomel sendiri untuk melampiaskan kekesalannya.


__ADS_2