
Mobil yang ia naiki sudah terparkir di parkiran yang tepat berada di depan kantor Pelangi, sengaja hari ini ia pulang lebih awal agar bisa menjemput Pelangi sesuai dengan apa yang ia katakan pagi tadi.
Jam telah menunjukan pukul 03.05 sore, sampai saat ini belum ada tanda-tanda Pelangi keluar dari kantornya, Zarow mulai menyenderkan tubuhnya di tempat ia duduk merasa mulai gelisah tak sabar ingin berjumpa dengan Pelangi.
Ia melihat kearah jam tangannya, ini sudah kesekian kalinya ia melihat jam, sudah beberapa menit ia menunggu Pelangi tetapi calon istrinya tersebut masih juga belum keluar.
Zarow mulai melepas dasi yang melingkar di kerah kemejanya & tak lupa ia membuka satu kancing kemejanya karena ia sangat kegerahan.
" pak tolong volume AC nya di naikin pak, panas banget " perintah Zarow
Dengan sigap pak Handoko menuruti perintah tuannya untuk menaikan volume AC mobil tersebut meskipun ia sudah merasa agak kedinginan, ia nampak heran mengapa tuan mudanya masih merasa kepanasan. Saat ia akan memutar, ternyata Volume AC mobil tersebut sudah sangat full.
" maaf tuan, ini sudah full Volumenya " jawab pak Handoko.
" ah masa sih pak sudah full, saya masih kepanasan pak, besok bapak bawa servis mobil ini ya pak, mungkin AC nya rusak " kata Zarow.
Mendengar kata-kata tuannya pak Handoko hanya diam sambil menggaruk-garuk kepalanya. AC mobil tersebut sebenarnya tidak rusak & tak seharusnya tak perlu diservis karena sebenarnya tidak ada yang perlu di perbaiki.
" baik tuan " jawab pak Handoko.
Meskipun sebenarnya tak ada yang perlu di perbaiki pak Handoko harus tetap menuruti perintah tuan mudanya & tetap harus membawa mobil tersebut untuk di servis.
Akhirnya keluar juga yang ia nanti-nantikan, seorang gadis berbalutkan seragam Satpol dengan hijab yang menutup kepalanya, dengan melihat postur tubuhnya saja Zarow bisa tau jika gadis tersebut adalah Pelangi.
Meskipun melihat dari arah kejauhan seperti ini, ia masih tetap bisa mengenali Pelangi. Senyumnya mulai terlukis di wajahnya, akhir-akhir ini ia selalu merasa bahagia saat dekat dengan Pelangi & gelisah saat jauh dari gadis berseragam Satpol tersebut.
Pelangi yang baru saja keluar dari pintu kantornya terpaku melihat kearah dimana mobil milik Zarow terparkir, ternyata calon suaminya tersebut bersungguh-sungguh dengan perkataannya pikirnya.
" dari jam berapa coba mas Zarow di sana, jadi gak enak ni, hufft " kata Pelangi sendiri.
Tak ingin membuat tuan muda Zarow menunggu lebih lama ia langsung melanjutkan langkah kakinya untuk menuruni anak tangga.
Doni yang berada di ambang pintu melihat Pelangi masih terdiam di tempat padahal Pelangi keluar dari ruangannya lebih dulu darinya, ia kemudian berjalan mendekat kearah Pelangi.
" oiy " kata Doni menepuk bahu Pelangi.
Pelangi pun menoleh karena bahunya di tepuk oleh seseorang, Doni telah berada di belakangnya sambil tersenyum, meskipun senyum Doni tak terlihat tapi ia yakin Doni sedang tersenyum karena terlihat dari sipitan matanya.
" kenapa Don? " tanya Pelangi.
Ia pun mulai membalikkan tubuhnya kearah Doni yang tadinya ia belakangi, sebenarnya ia ingin buru-buru menghampiri Zarow tapi tiba-tiba Doni datang dari arah belakang.
Pelangi tak jadi melanjutkan langkah kakinya karena takut jika ada tugas lagi atau ada sesuatu yang penting yang akan di sampaikan oleh Doni.
Dari dalam mobil Zarow terus melihat kearah Pelangi, ia terus memperhatikan pria yang saat ini berdiri tepat di hadapan Pelangi, ia sedikit demi sedikit mulai hapal dengan semua laki-laki yang dekat dengan Pelangi.
Terutama dua pria yang terdekat dengan calon istrinya tersebut, seperti Doni teman dekat Pelangi & Aldo yang dikabarkan memiliki hubungan khusus dengan Pelangi.
Saat ini pria yang berada di hadapan Pelangi adalah Doni teman dekat Pelangi, meskipun hanya teman tapi Zarow berpikir jika wanita & laki-laki tak sepatutnya berteman pikir Zarow.
Pelangi kini telah menghadap kearahnya, sebenarnya tak ada hal penting yang akan Doni sampaikan pada Pelangi ia hanya ingin menyapa Pelangi yang kebetulan masih berada di sana.
" gak papa, gue pikir udah balik dari tadi taunya malah masih diem disini " tanya Doni.
" astaga kirain kenapa?, ya udah ya gue balik duluan " balas Pelangi.
Tanpa menunggu lama Pelangi lalu berbalik & melanjutkan langkah kakinya untuk menuruni anak tangga, sudah terlalu lama mungkin Zarow menunggu dirinya sehingga ia tak inggin membuat Zarow menunggu lebih lama lagi.
" eiy mau balik naik apa lo? " tanya Doni setengah berteriak.
Doni yang mengingat temannya tersebut tak membawa kendaraan langsung bertanya dengan suara nyaring karena Pelangi sudah berada agak jauh darinya.
__ADS_1
" udah di jemput gue " jawab Pelangi dengan agak nyaring juga.
Pelangi menjawab pertanyaan Doni tanpa menoleh & terus berjalan kearah depan, jika terus meladeni Doni sudah pasti ia akan tertahan lebih lama bersama Doni & malah membuat Zarow menunggu lebih lama lagi pikirnya.
Mendengar jawaban Pelangi ia hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja, tak seperti biasanya Pelangi pulang dengan di jemput pikir Doni.
Ia terus melihat kearah Pelangi yang terus berjalan kearah sebuah mobil, seorang pria paruh baya keluar dari mobil tersebut untuk membukakan pintu mobil tersebut untuk Pelangi.
" tunggu-tunggu, itu bukannya supirnya tuan muda Zarow ya " kata Doni sendiri, " tapi ada urusan apa sampe Pelangi di jemput supirnya pak Zarow? " tanya nya sendiri.
Ia masih berada di tempat sambil terus berpikir, penasaran mengapa temannya tersebut di jemput oleh supir tuan muda Zarow.
" lah iya, kan ayahnya Pelangi kerja di perusahaan tambang Zarow, beberapa minggu yang lalu kan kecelakaan, pastilah ngurusin masalah itu, hah kasian Pelangi " kata Doni yang terus berbicara sendiri.
Pelangi tersenyum begitu masuk ke dalam mobil, ia menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Zarow seperti saat ia akan pergi kekantor tadi.
Zarow menyambut uluran tangan Pelangi lalu diciumnya punggung tangannya oleh Pelangi kembali seperti pagi tadi, sontak senyumnya pun melebar.
" maaf ya mas nunggu terlalu lama ya?, jadi gak enak " kata Pelangi.
" enggak juga kok cuman berapa menit aja " jawab Zarow.
Tadinya Zarow agak kesal karena Pelangi tak cepat-cepat mendatangi mobilnya & justru mengobrol dengan Doni, tetapi setelah Pelangi berada di sebelahnya tiba-tiba rasa kesalnya menghilang begitu saja & berubah jadi sebuah senyum, terlebih saat Pelangi langsung menyalami tangannya tadi.
Jantung Zarow kembali berdetak tak menentu setiap kali berdekatan dengan Pelangi, terkadang ia bingung dengan apa yang ia alami ini, ia selalu berpikir jika ia mengalami gejala sakit jantung.
Tetapi anehnya reaksi seperti ini ia alami hanya saat berada di dekat Pelangi, saat berada di dekat Pelangi kadar kebahagiaan yang ia rasakan lebih tinggi, detak jantung sepuluh kali lipat lebih cepat dari biasanya, bahkan saat ia ingin marah seketika rasa marahnya menghilang begitu saja.
" kenapa lagi gue, tiba-tiba kaya ngerasa pengen deket terus sama Pelangi, kalo jauh pengen cepet ketemu, kalo liat dia sama cowok lain gue sebel, tuhan kenapa gue " gumamnya dalam hati.
Setengah perjalanan menuju rumahnya Adzan pun berkumandang, jarak rumahnya masih terlalu jauh untuk sampai sehingga ia memutuskan untuk mengajak Zarow singgah ke masjid untuk menunaikan ibadah sholat Ashar.
" alhamdulillah " kata Pelangi saat mendengar adzan berkumandang, " mampir ke masjid terdekat dulu gimana mas?, soalnya masih lumayan jauh dari rumah " lanjut Pelangi mengajak.
" emang kamu bawa alat sholat? " tanya Zarow.
Pelangi hampir agak tercengak mendengar Zarow mengubah gaya bicara dengannya menjadi lebih santai lagi, sebenarnya siang tadi Zarow juga mengirim pesan singkat dengannya dengan gaya bicara yang santai seperti ini tadinya Pelangi berpikir kalau Zarow hanya typo. Ia bahkan tak berpikir untuk berbicara dengan santai dengan gaya bicara seperti itu sebelumnya.
" bawa gak?, kok malah bengong " kata Zarow mengulang pertanyaannya.
" eh iya bawa mas " jawab Pelangi sambil menggaruk kepalanya.
Zarow menggeleng-gelengkan kepalanya karena bukannya cepat menjawab Pelangi malah bengong melihat kearahnya.
" pak mampir ya ke masjid terdekat " perintah Zarow pada pak Handoko.
" baik tuan " jawab pak Handoko.
Pak Handoko tersenyum mendengar perintah tuan muda Zarow, biasanya saat mendengar adzan berkumandang ia akan meminta ijin pada tuan mudanya untuk singgah sejenak menunaikan ibadahnya di masjid sendirian.
Kini ia tak perlu meminta ijin saat adzan berkumandang karena tuan mudanya lah yang mengajak dirinya untuk menunaikan ibadah sholat bersama-sama di masjid.
Pelangi tersenyum melihat kearah Zarow, perubahan yang dilakukan oleh Zarow membuatnya semakin simpatik kepada Zarow yang kini sangat tekun melaksanakan ibadah sholatnya.
" kamu tadi tugas luar balik jam berapa? " tanya Zarow sambil melihat kearah luar.
" sebelum adzan dzuhur mas, kok mas tau aku tugas di luar kantor?, perasaan tadi pagi aku gak ngasih tau deh " kata Pelangi.
Sontak ia menoleh kearah Pelangi karena keceplosan bertanya tentang pekerjaan Pelangi siang tadi saat berada di luar kantornya.
Tiba-tiba ia merasa kehausan karena harus menjawab pertanyaan Pelangi, ia pun mengambil sebotol air mineral yang masih bersegel yang memang disediakan di mobil miliknya.
__ADS_1
" ya kan kamu pasukan Dalmas pasti kebanyakan kerjaan kamu di luar kantor kan? " kilah Zarow sebelum meneguk air minum nya.
" hehehe, iya bener " jawab Pelangi.
Zarow tersenyum mendengar jawaban Pelangi karena percaya dengan alasan yang ia buat karena tak ingin ketahuan jika ia sebenarnya membuntuti Pelangi siang tadi.
" ah untung aja percaya " gumam Zarow dalam hati sambil menenggak sebotol air mineral yang sudah ia buka segelnya.
" aku pikir mas Zarow ngikutin aku, hahahah salah sangka " kata Pelangi.
" uhuk-uhuk " batuk Zarow karena tersedak.
Ia benar-benar terkejut mendengar kata-kata Pelangi sampai-sampai tersedak, yang dikatakan Pelangi memang benar ia memang mengikuti Pelangi, ia tak menyangka Pelangi bisa berpikiran seperti itu.
" astaghfirullah, kalo minum pelan-pelan mas, sampe keselek gini pasti gak baca bismillah " kata Pelangi sambil menepuk-nepuk pelang punggung Zarow.
Pak Handoko yang berada di kemudinya menahan tawa karena insting Pelangi sangat benar tentang tuan mudanya, memang benar jika siang tadi tuan mudanya mengajak dirinya untuk mengikuti Pelangi saat bertugas di luar.
Melihat Pelangi bersama pria lain berhasil membuat tuan mudanya terlihat sangat emosi bahkan sangat cemburu, mungkin tuannya tak menyadari perasaannya yang sangat jelas terlihat, jika sebenarnya tuan mudanya menyukai Pelangi.
Melihat Zarow tersedak dengan sigap Pelangi terus memukul-mukul punggung Zarow pelan sambil memegang dada Zarow sambil menyuruh Zarow agak membungkuk.
" udah " tanya Pelangi.
Zarow hanya mengangguk tak menjawab pertanyaan Pelangi, tenggorokannya agak mulai lega karena mendapat pertolongan pertama dari Pelangi.
" kok yang di pikir nya bener banget sih, tadi gue kan emang sengaja ngikutin dia " gumam Zarow dalam hati.
" lain kali baca bismillah mas, biar gak keselek " kata Pelangi
" iya " kata Zarow pelan sedikit agak parau.
" alhamdulillah " kata Pelangi
Seseorang bisa saja meninggal meskipun hanya tersedak air putih biasa, jika air masuk ke paru-paru, maka bisa menyebabkan keluhan sesak dan rasa sakit di dada. Bahkan jika terlalu banyak air yang menghambat pernapasan, bisa berakhir pada kematian. Itulah yang membuat Pelangi dengan sigap memberikan pertolongan pertama pada Zarow dengan menepuk-nepuk punggungnya.
Tak terasa mobil yang mereka naiki kini telah menepi di sebuah masjid, Pelangi & Zarow segera keluar dari mobil & berjalan bersama menuju arah masjid.
Seperti biasa sebelum menunaikan ibadah sholat mereka berwudhu terlebih dahulu, mereka pun segera memisahkan diri karena tempat berwudhu antara pria & wanita terpisah.
Setelah berwudhu Pelangi langsung masuk ke dalam masjid berjalan menuju shaf, ia segera memakai mukenah nya karena komat pun sudah di kumandangkan.
Sementara Zarow yang berada di shaf depan tepat di sebelah pak Handoko telah berdiri bersiap untuk menunaikan ibadah sholatnya.
" allahu akbar " kata imam
" allahu akbar " kata Zarow pelang sambil mengangkat kedua tangannya.
Saat menunaikan ibadah sholatnya Zarow berusaha untuk khusuk, ia meninggalkan semua urusannya tentang duniawi nya, ia benar-benar hanya memikirkan tentang tuhannya semata. Setelah beberapa menit akhirnya empat rakaat terselesaikan, terdengar imam di depan mengucapkan salam.
" assalamuallaikum Wr.W.b " kata imam
" assalamuallaikum Wr.W.b " salam Zarow juga sambil menoleh kearah kanan lalu ke kiri.
Di usapnya wajahnya dengan satu tangannya lalu Zarow mulai menengadahkan tangannya untuk memanjatkan doanya.
Begitu pula dengan Pelangi yang berada di shaf wanita, tangannya menengadah setelah selesai mengucapkan salam.
" *ya allah terimakasih engkau telah membukakan pintu taubat untuk mas Zarow, tuntun lah dia selalu agar tetap istikomah & jadi imam yang baik kelak " doa Pelangi
" ya allah terima kasih engkau sangat baik kepada hamba, engkau pertemukan hamba dengan Pelangi, engkau jadikan dia menjadi calon istri hamba & membuat hamba kembali dengan jalan lurus mu, buatlah hamba menjadi seseorang yang lebih baik lagi dalam agamamu " doa Zarow
__ADS_1
" Ya Rahman..ya Rahim…Jika memang pernikahan ini akan semakin membuat Engkau meridhaiku, maka mudahkan dan lancarkan. Dan satukanlah kami dalam jalinan kasih yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Aamiin " doa yang di panjatkan Zarow & Pelangi*.