Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda

Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda
Bab 43


__ADS_3

Berada didalam toko perhiasan semahal itu Pelangi bingung harus memilih yang mana, jujur saja harga sebuah cincin yang di rekomendasikan oleh pemilik toko benar-benar membuat matanya melotot.


Sesekali ia menarik lengan baju Zarow untuk meyakinkan Zarow sekali lagi apakah ia yakin akan membeli sepasang cincin pernikahan di toko diamond tersebut.


Dan lagi-lagi Zarow tetap kekeh meyakinkan dirinya jika benar Zarow ingin membeli cincin pernikahan mereka di tempat tersebut, Pelangi hanya diam membisu tak bisa memilih sepasang cincin pun karena takut melihat harga yang tertera di sana.


Jujur saja ia baru pertama kalinya masuk kedalam toko perhiasan mahal seperti ini, ia tak ingin mengecewakan Zarow sehingga ia hanya diam menurut apa pun yang dipilih Zarow untuk cincin pernikahan mereka.


" kamu suka yang mana? " tanya Zarow.


" aku terserah kamu aja mas " jawab Pelangi.


" kok terserah aku, emang kamu gak ada pilihan? " kata Zarow.


Bukan tak ada pilihan, bahkan ia juga punya pilihan sebenarnya tapi karena harga cincinnya terlalu mahal ia jadi tak berani memilih.


" mas " kata Pelangi


" apa? " kata Zarow.


" sini bentar deh " kata Pelangi.


Pelangi menarik lengan baju Zarow agak menjauh dari toko tersebut, Zarow hanya menurut mengikuti Zarow tanpa penolakan sedikit pun.


" mas cincinnya mahal-mahal banget loh, kamu yakin kita mau beli cincin kawin disini? " tanya Pelangi seraya berbisik sehingga hanya mereka berdua saja yang mendengar.


" astaga kamu gak percaya aku mampu beli, cuman beli cincin kawin begitu doang gak bakal bikin aku bangkrut kali " jawab Pelangi.


" tapi mas " kata Pelangi.


" udah ah gak ada tapi-tapian, kamu pilih aja yang mana yang kamu mau, semahal apa pun itu pasti bakal aku bayar " kata Zarow.


Pelangi masih diam sambil menghela nafas panjangnya, ia sangat percaya Zarow mampu membeli sepasang cincin berlian dengan harga ratusan juta tetapi ia merasa jika itu harga yang terlalu mahal untuk sepasang cincin saja.


Terlalu membuang-buang uang menurutnya karena baginya yang terpenting bukan lah harga cincin yang akan mereka kenakan tetapi makna dari pernikahan itu sesungguhnya.


Zarow berkacak pinggang sambil melihat kearah Pelangi, gadis yang sebentar lagi ia nikahi tersebut nampak khawatir melihat harga sepasang cincin yang akan ia beli untuk mereka pakai saat menikah nantinya.


Padahal ia sudah menuturkan jika ia mampu untuk membelinya, bahkan jika ia mau ia pun mampu membeli semua perhiasan yang ada di sana beserta toko-tokonya jika Pelangi menginginkannya.


Ia tak mengerti mengapa Pelangi tak segila wanita lain yang sangat gembira ketika melihat perhiasan mahal, Pelangi justru khawatir karena harga perhiasan tersebut terlalu mahal untuknya.


Zarow menggeleng-gelengkan kepalanya, padahal jika diingat-ingat cincin yang dikenakan oleh Pelangi yang ia pasangkan malam itu harganya juga cukup lumayan.


Zarow mulai berpikir apakah sebenarnya gadis tersebut tak tau jika cincin yang ia kenakan saat ini harganya ratusan juta rupiah.


Pelangi kemudian mendekat kembali kearah Zarow yang sedang berkacak pinggang melihat kearahnya. Ia yakin saat ini Zarow pasti sangat kesal dengannya.


" astghfirullah, tuh mata ngeliatinnya gitu banget sih, iya-iya mas aku salah, aku tau kamu kaya tapi itu cincin buat aku terlalu mahal, ngerti gak sih ahhhh " gumam Pelangi dalam hati.


Zarow membuang pandangannya kearah lain, melihat Pelangi secara terus menerus ia merasa dirinya semakin terkesima, betapa anggunnya Pelangi saat ini pikirnya.



" masya Allah terlalu indah ciptaan mu ya Allah, terimakasih engkau telah memberikan calon istri sesempurna ini ya Allah " gumam Zarow dalam hati.


Pelangi jadi tak enak karena Zarow malah memalingkan pandangannya darinya, pasti saat ini Zarow merasa kecewa karena dirinya, padahal Pelangi hanya tak mau membuang-buang uang saja pikirnya.


" mas " kata Pelangi menegur Zarow.


" emmm " jawab Zarow melihat kearah Pelangi.


Mendapatkan respon baik dari Zarow ia kemudian tersenyum, ini menandakan jika Zarow tak sepenuhnya kesal dengannya, kini ia bisa bernapas lega.

__ADS_1


" kenapa? " tanya Zarow.


" enggak papa mas " jawab Pelangi singkat.


" ya udah pilih yang mana yang kamu mau " kata Zarow.


Pelangi terpaksa menurut kemauan Zarow, ia segera maju untuk memilih sepasang cincin yang menurutnya cocok untuk pernikahan mereka berdua.


Pelangi menunjuk sepasang cincin yang nampak sederhana di sana namun terlihat elegan, sepasang cincin pernikahan yang sangat mirip untuk sepasang suami & istri.


" yang itu aja ya Ci " tunjuk Pelangi.


Ia memanggil pemilik tokonya dengan sebutan Cici karena pemilik tokonya adalah keturunan Cina, sama dengan Zarow yang memanggil pemilik tokonya dengan sebutan yang sama.


" yang ini? " kata pemilik toko


" iya " jawab Pelangi singkat sambil tersenyum.


Pemilik toko mengambilkan & meletakan sepasang cincin bermatakan berlian di atas lemari kaca, tempat cincin-cincin yang di jualnya yang tertata indah di dalamnya.


Pelangi hanya tersenyum melihat cincin tersebut, mungkin cincin tersebut tak terlalu mahal pikirnya karena bentuknya pun sangat sederhana.


" cantik, sederhana, semoga harganya gak terlalu mahal " gumam Pelangi dalam hati.


Melihat Pelangi tersenyum melihat sepasang cincin yang berada di hadapannya Zarow pun ikut tersenyum. Ia akan membeli cincin pilihan Pelangi saat ini karena Pelangi nampak menyukainya.


" kamu suka yang itu? " tanya Zarow.


Ia hanya mengangguk sambil tersenyum saja kearah Zarow untuk menjawab pertanyaan Zarow. Cincin tersebut nampak pas dijari manisnya, tak sedikit pun kebesaran & kekecilan seperti sudah di ukur.


Zarow pun ikut mencoba cincin tersebut untuk mencocokan ukuran tangannya, seperti Pelangi cincin tersebut juga sangat pas di jari manisnya seperti sudah di ukur.


" ya udah Ci yang ini aja " kata Zarow.


" pilihan yang pas nih bang, ini cincin pasangan termahal, tapi buat abangnya yang langganan tetap disini harga cincay lah bisa diatur " kata pemilik toko.


Ia selalu memerintahkan pak Amar untuk datang ke toko tersebut & membeli sebuah cincin dengan atas nama Zarow sehingga pemilik toko sudah sangat hapal sekali dengannya.


" kakak nya beruntung banget ya dapat bang Zarow " kata pemilik toko lagi.


Zarow masih terdiam melihat ke arah Pelangi yang juga melihat kearahnya, mereka hanya terdiam sambil terus saling memandang. Sebenarnya disini dirinya lah yang sangat beruntung mendapatkan gadis seperti Pelangi.


Ia adalah pria yang sangat beruntung karena berkat Pelangi banyak yang ia dapat kan saat ini. Memang bukan materi yang ia dapatkan tapi baginya bisa berhijrah merupakan sesuatu yang sangat luar biasa.


Zarow beserta keluarga sama-sama berhijrah & mengenal agama berkat Pelangi, meskipun Pelangi tak secara langsung mengajaknya tetapi berkat Pelangi ia sangat termotivasi & penasaran ingin belajar agama.


Pagi tadi di rumahnya ada sebuah keajaiban besar, ibu beserta adik perempuannya telah mengenakan hijab. Tentu saja hal tersebut membuatnya sangat terharu.


Luar biasa memang kehadiran Pelangi bagi keluarganya saat ini. Ia benar-benar bahagia luar biasa bisa mendapatkan calon seperti Pelangi. Sesuai dengan namanya yang sangat indah Pelangi juga membawa perubahan yang sangat indah.


Pelangi hanya tersenyum sambil menundukkan kepalanya, ia beruntung karena Zarow saat ini berusaha menjadi calon imam yang sesungguhnya.


Bagi Pelangi ia beruntung mendapatkan Zarow bukan karena Zarow bergelimang harta & dari keluarga berada, baginya ia beruntung mendapatkan Zarow karena Zarow mau berusaha untuk bertobat & mengenal agamanya saat ini.


Setelah menetapkan cincin pilihan Pelangi menjadi pilihan cincin yang akan mereka kenakan saat mereka menikah nantinya Zarow segera mengeluarkan kertas cek untuk membayar sepasang cincin tersebut.


Pelangi terkejut mendengar pemilik toko menyebutkan delapan digit nomer untuk harga sepasang cincin kawin yang ia pilih barusan pada hal ia pikir cincin tersebut harganya lebih murah.


Tanpa tawar menawar Zarow langsung mengisi cek nya dengan nominal yang disebutkan oleh pemilik toko tersebut & memberikan cek tersebut kepada pemilik toko tersebut.


Setelah selesai membayar ia & Pelangi segera keluar dari toko tersebut menuju mobil kembali. Zarow merasa tak enak pada Pelangi karena mendengar hal yang jelas tak baik tentangnya dari pemilik toko.


Zarow kembali membukakan pintu mobil untuknya masih sama seperti tadi, ia pun tersenyum & segera masuk kedalam mobil tersebut.

__ADS_1


Setelah itu Zarow juga masuk dari pintu yang lain & duduk di sebelahnya kembali, mereka duduk tak terlalu dekat karena masih ada jarak cukup jauh diantara mereka.


" jalan pak " perintah Zarow.


" baik tuan " kata pak Handoki.


Pak Handoko hanya menurut perintah tuan mudanya & menjalankan mobil sesuai perintah tuan muda Zarow.


Pelangi masih syok dengan harga cincin pilihannya, ia yang sedari tadi menolak membeli cincin dengan harga fantastis justru memilih cincin yang paling mahal di toko tadi.


Zarow tertegun melihat Pelangi yang sedari tadi hanya diam membisu, tak sepatah kata pun ia berpikir jika Pelangi sedang marah padanya perihal ia telah lama menjadi pelanggan di toko tersebut.


Sepertinya ini lah saatnya ia jujur pada Pelangi tentang hidupnya dulu sebelum ia bertobat pikirnya. Sudah sepatutnya Pelangi berhak tau bagaimana masa kelam hidupnya dulu.


" kamu syok ya gara-gara penjual berlian tadi? " tanya Zarow.


Pelangi lalu menoleh kearah Zarow ia hanya mengangguk mendengar pertanyaan Zarow, entah mengapa Zarow bisa tau jika saat ini memang dirinya masih syok karena harga cincin kawin yang di pilihnya.


Zarow mengeluarkan nafas kasarnya sambil melihat kearah luar, ia mengumpulkan keberaniannya untuk menceritakan perihal keburukan masa lalunya pada Pelangi.


Ia berharap Pelangi bisa menerima dirinya serta masa lalunya yang buruk, ia melihat kearah Pelangi setelah mantap akan menceritakan keburukan yang tak perlu ia tutupi.


" kamu harus tau memang dulu aku bejat aku play boy, emang bener aku sering beli cincin di toko itu tapi bukan aku yang beli tapi sekertaris aku pak Amar, pak Amar yang selalu pergi buat beli cincin untuk cewek-cewek yang deket sama aku tapi tetep atas nama aku & bukan aku yang milih " tutur Zarow panjang lebar.


Pelangi menyipitkan matanya mendengar kata-kata Zarow, ia tak mengerti dengan apa yang dikatakan Zarow saat ini. Wajah Zarow nampak serius menjelaskan tetapi ia benar-benar tak sedikit pun paham.


" aku dulu memang bejat tapi itu dulu sebelum aku ketemu kamu & tobat " kata Zarow lagi


" tunggu deh mas, aku gak ngerti maksudnya mas Zarow apa?, aku memang masih syok denger omongan penjual perhiasan tadi tapi bukan syok karena apa mas, aku syok karena harga cincin yang barusan mas bayar " jelas Pelangi.


Mendengar kata-kata Pelangi Zarow lantas menepuk jidatnya, ia benar-benar salah paham karena mengira Pelangi syok karena tau dirinya seorang bajingan.


Ia lalu kembali melihat kearah Pelangi, karena ia sudah terlanjur menceritakan kebusukannya ia harua terus terang karena ini lah kesempatannya untuk menceritakan segalanya pada Pelangi.


" jadi aku salah paham ya, huffttt....tapi sekarang kamu harus tau kalo aku dulu itu gimana, kamu harus tau masa lalu aku seperti apa, aku gak lebih dari bajingan, aku pendosa, aku...." kata Zarow terputus.


Pelangi memegang bahu Zarow sambil tersenyum, setiap manusia memiliki dosa, memiliki kesalahan & masa lalu, bagaimana pun masa lalu Zarow ia tak perduli yang penting saat ini Zarow telah kembali kejalan yang benar.


" mas aku gak perduli & gak pernah mau tau bagaimana masa lalu kamu dulu, setiap orang berhak punya masa lalu, tapi setiap orang juga berhak untuk kembali kejalan yang bener & itu udah mas Zarow lakuin, bagi ku itu udah cukup, aku gak pernah ngeliat siapa mas dulu aku cuman perduli siapa mas sekarang, jadi jangan pernah ungkit atau bahas keburukan mas Zarow dulu, asalkan mas Zarow istikomah di jalan Allah " kata Pelangi panjang lebar.


Zarow mengangkat kepalanya mendengar kata-kata Pelangi yang luar biasa baginya, ia serasa ingin memeluk Pelangi karena memiliki hati seluas itu.


Ia benar-benar sangat terharu entah terbuat dari apa hati Pelangi sehingga bisa seluar biasa ini, tak hanya cantik di luarnya saja Pelangi juga memiliki hati yang cantik.


Pak Handoko yang ikut mendengar perbincangan antara Zarow & Pelangi hampir meneteskan air matanya, Pelangi memiliki hati bak malaikat pikir pak Handoko.


Jika wanita lain berada di posisi Pelangi ia yakin wanita tersebut tak akan bisa & tak akan pernah menerima masa lalu tuan mudanya yang terlalu buruk itu pikirnya.


" Masya Allah, sungguh mulia sekali hati mba Pelangi, jodoh memang rahasia sang ilahi, tuan muda Zarow mendapatkan jodoh yang tepat, betapa beruntungnya dia " gumam pak Handoko dalam hati.


" makasi ya, aku gak nyangka ternyata kamu punya hati yang luar biasa " kata Zarow lembut.


" mas buat apa kamu ngucapin terimakasih sama aku, harusnya kamu berterimakasih sama Allah karena masih di kasih kesempatan buat tobat " kata Pelangi sambil tersenyum.


Zarow lagi-lagi menundukkan kepalanya mengingat setiap perbuatan Zinah yang telah ia lakukan, merasa dirinya begitu kotor apakah ia masih layak mendapatkan ampunan pikirnya.


" Ngi " kata Zarow


" iya mas " jawab Pelangi.


" apa Allah bakal maafin setiap dosa yang ku perbuat? " tanya Zarow.


" insyallah Allah bakal memaafkan mas asal mas bersungguh-sungguh " kata Pelangi tersenyum kembali.

__ADS_1


Zarow melihat kearah luar sambil menghela nafas panjangnya, dosanya terlalu berat ia rasa & Pelangi tak tau apa yang telah ia lakukan bagaimana Pelangi tau jika dosanya akan diampuni oleh Allah.


" meskipun dosa zinah sekalipun? " tanya Zarow sekali lagi.


__ADS_2