Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda

Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda
Bab 64


__ADS_3

Di sebuah masjid Aldo bersujud memanjatkan doa memohon kepada Allah agar diberikan keikhlasan hati agar dapat menerima kenyataan bahwa Pelangi kini telah menjadi istri orang, memang tak mudah untuk merelakan tapi setidaknya dia harus tau diri jika tak pantas lagi ia berharap Pelangi akan menjadi pasangan hidupnya kelak karena pastinya itu tidak mungkin.


Dalam agama pun sudah jelas tentang larangan merebut atau merusak hubungan suami istri, larangan tersebut sangat dilarang dalam agama bahkan Rasulullah mengatakan, " Siapa yang menipu & merusak (hubungan) seorang budak dengan tuannya, maka mereka bukanlah bagian dari kami. Dan siap yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya, maka dia bukanlah bagian dari kami " (HR; Ahmad, Ibnu Hibban, & lain-lain).


Islam sangat melarang perbuatan merebut suami atau istri orang lain, merebut orang yang baru dipinang saja tidak dibolehkan apalagi merebut orang yang sudah sah bersuami atau beristri & ia memiliki anak. Sejatinya baik menurut norma sosial hal ini pun sangat tidak etis, termaksud bagi pemeluk setiap agama tentunya hal ini pun juga dilarang.


Tak terasa air matanya pun mengalir menetes melewati pipinya, Aldo meneteskan air matanya bukan karena ia adalah seorang pria cengeng, ia menangis karena ternyata harapannya tak sesuai seperti apa yang selama ini ia harapkan, ia masih berusaha husnuzan kepada Allah, meskipun pada akhirnya ia tak berjodoh dengan Pelangi tetapi ia yakin jika Allah akan memberinya pasangan hidup yang baik & soleha untuknya seperti sosok Pelangi.


*" ya Allah, disetiap doaku selalu ku selipkan namanya & kini akhirnya ia menjadi jodoh orang lain, sesakit apa & seberat apa yang saat ini hamba rasa, hamba mohonkan padamu ya Allah berikan hamba rasa ikhlas dalam diri hamba, hamba yakin pria tersebut adalah pria yang tepat untuk Pelangi, & hamba juga yakin engkau telah mempersiapkan jodoh yang pantas pula untuk hamba " *


Aldo tak ingin terlihat putus asa meskipun jujur saja ia juga merasakan patah hati saat ini, tak ada yang perlu disesalkan karena semua ini adalah takdir yang telah ditentukan oleh Allah, ia tak boleh melawan takdir yang telah ditetapkan Allah tentang pernikahan seseorang, ia hanya perlu mendoakan yang terbaik untuk Pelangi & suaminya semoga menjadi pasangan yang samawah sampai till jannah.


Lega mencurahkan segala isi hatinya Aldo pun mengakhiri sesi curhatnya alam setiap sujudnya, hanya ini yang bisa ia lakukan beberapa hari ini saat patah hatinya, ia menyerahkan segalanya pada Allah, karena ia tahu rejeki, jodoh & maut seseorang adalah ketentuan yang telah ditentukan oleh Allah. Ia lantas berdiri setelah selesai melaksanakan ibadahnya & berjalan kearah luar masjid untuk mengenakan sepatunya, setelah ini ia akan kembali ke kantor untuk kembali melakukan rutinitasnya seperti hari-hari sebelumnya.


Ia mendengus mengeluarkan nafas kasarnya sambil berdiri setelah selesai memakai kedua sepatunya, perasaannya agak sedikit lebih lega setiap setelah mengadukan semua apa yang mengganggu hatinya selama beberapa hari ini pada Allah setelah sholatnya, ia tersenyum tipis & mengusap wajahnya dengan satu tangannya sambil menatap kearah langit.


Cuaca hari ini cukup cerah meskipun tak secerah perasaan hatinya saat ini pikirnya, merasa terus-terusan  ngelantur Aldo lantas menggelengkan kepalanya merasa kegalauannya saat ini tak patut jadi berlarut-larut sampai sebegininya, apalagi mengingat pasti saat ini Pelangi sudah bahagia dengan pasangannya, ia pun segera melangkahkan kakinya menuju arah parkiran, ia segera naik keatas motor miliknya & mengenakan helm, tanpa menunggu lama ia langsung memacu kendaraannya pergi menjauh dari arah parkiran.


Angin sepoi-sepoi berhembus terasa meniup matanya sejuk dingin ia rasa sampai kedalam tubuhnya, jika saja ia bisa memilih jodoh hidupnya ia akan memilih seorang wanita seperti Pelangi, seorang pria soleh pasti akan memilih wanita baik-bai pula untuk dijadikan pasangan hidupnya, sayangnya ia tak tahu siapa jodoh yang disiapkan oleh Allah untuknya, hidup memang adalah suatu misteri yang tidak bisa ditebak bagaimana akhirnya, tak ada yang tau baik atau buruknya bagaimana hidup yang dijalani seseorang.


Sebenarnya ia tak menyangka ternyata sesakit ini perasaan patah hati ternyata, perasaan yang tak terbalaskan & tak sesuai dengan keinginannya ini benar-benar membuat dadanya sesak, seperti ada ganjalan batu besar yang megganjal hatinya, terkadang hatinya juga serasa disayat sembilu perih & menyakitkan, reflek Aldo memegang dadanya karena merasakan sakit yang teramat disana.


" Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah ya Allah "


Berkali-kali ia mengucapkan kalimat istighfar untuk menenangkan hatinya, ia yakin semua akan berangsur membaik, ini hanya soal waktu saja pikirnya, beruntung saat ia belum siap bertemu dengan Pelangi saat ini justru Pelangi pun tak masuk kekantor, ia tak perlu mencari alasan untuk menghindar dari Pelangi.


Mungkin untuk hari ini ia bisa merasa lega tetapi bagaimana untuk beberapa hari kedepan pikirnya, haruskah ia menghindar nantinya, tetapi bagaimana cara ia menghindar dari Pelangi, apakah mulai saat ini ia harus menjaga jarak dari Pelangi, mungkin menjauh adalah salah satu cara terbaik untuk melupakan Pelangi pikirnya lagi.


Disela-sela perjalanannya menuju kantornya Aldo terus menerus kepikiran tentang Pelangi, memang susah untuk melupakan seseorang yang sangat berarti dalam hidup terlebih lagi orang tersebut adalah orang yang sangat baik, bahkan ia sangat sering menghabiskan waktunya bersama dengan Pelangi saat berada di kantor.

__ADS_1


" Please, aku mohon berhenti mikirin Pelangi Al, ingat dia sudah jadi istri orang lain, kamu harus lupain dia ". gumamnya sendiri.


Tak sengaja saat melintas melewati gedung terbesar milik keluarga tuan Yonso ia melihat Pelangi yang baru  saja keluar dari mushollah yang terbangun di dekat gedung tersebut, senyumnya menggambarkan betapa bahagianya ia saat ini, terlihat seorang pria dengan senyum yang sama berdiri disebelahnya sambil menggenggam erat satu tangan Pelangi.


Kebetulan masjid tempat ia melaksanakan ibadah shoatnya memang melewati kantor besar keluarga Yonso, tuan Yonso adalah orang terkaya dikota tesebut, tuan Yonso adalah orang tua dari Zarow pemimpin dari prusahaan tersebut sekaligus ahli warisnya.


Seketika ia juga ikut tersenyum melihat kebahagiaan yang saat ini telah didapat oleh Pelangi, sesuai dengan apa yang ia pikirkan, saat ini Pelangi telah bahagia dengan status barunya & hidup barunya, semoga Pelangi mendapatkan kebahagian selamanya pikirnya.


" kamu udah bahagia sekarang, aku juga turut bahagia ngeliat kamu bahagia Ngi, selalu bahagia ya kamu, jangan pernah sedih "


*****


Di seberang jalan seorang wanita yang berada didalam mobilnya yang sama seperti tadi pagi kembali lagi mengintai sepasang pengantin baru yang nampak terlihat sangat bahagia, tetapi kebahagian dua insan tersebut lagi-lagi melukai hati & perasaannya, rasa iri & dengkinya semakin menjadi-jadi, padahal ia tau setelah melihat pasangan tersebut pasti emosinya jadi tambah meluap-luap tetapi ia masih saja terus datang untuk mengintai.


Tentunya Adriana akan terus melakukan hal ini untuk memata-matai Zarow & Pelangi sekaligus berusaha mencari kesempatan maupun celah untuk masuk di kehidupan Pelangi & Zarow, ia yakin suatu hari nanti ia pasti bisa masuk di kehidupan mereka untuk jadi orang ketiga yang akan membuat Zarow meninggalkan Pelangi karenanya.


Kali ini ia lebih tenang dari pada pagi tadi meskipun saat ini ia juga merasa seperti berapi-api, tetapi pikirnya dari pada ia membiarkan amarahnya menguasai dirinya lebih baik ia menjernihkan pikirannya untuk terus mencari cara agar bisa melakukan apapun itu yang bisa membuatnya bisa memiliki Zarow seperti impiannya.


" apa gue harus bikin lo mati Ngi biar gue bisa miliki Zarow, tapi gue gak bakal bunuh lo supaya lo liat kalau sebenarnya lo itu salah sangka karena sebenernya gue lah yang jodohnya Zarow, cuman gue Ngi karena cuman ue yang pantes jadi seorang nyonya Zarow & bukan lo "


Dengan mata seringainya Adriana terus melihat kearah Pelangi & Zarow, ia tak akan membiarrkan begitu saja kebahagiaan Pelangi saat ini bertahan untuk selamanya, cepat atau membuat lambat ia akan membuat Zarow menceraikan Pelangi, ia pasti akan melakukan itu pikirnya.


Ia lelah terus-terusan dibanding-bandingkan dengan Pelangi itulah penyebab ia menjadi seorang yang egois yang ingin memiliki apa saja yang dimiliki Pelangi, seperti halnya dulu ketika ia merebut Satria dari Pelangi, semua itu karena kedua orang tuanya selalu memuji apa pun yang telah diraih Pelangi, baik pekerjaan maupun percintaan yang sangat baik, namun berbeda dengan dirinya yang selalu saja dianggap hanya bisa menghambur-hamburkan uang.


Dari situlah Adriana terus berusaha menghancurkan apa yang membuat Pelangi bahagia sampai tak lagi bisa dibanding-bandingkan dengan dirinya, saat ia berhasil merebut Satria dari Pelangi dari situ ia selalu percaya diri akan mendapatkan hal yang lebih dari apa yang dimiliki Pelangi.


" hidup lo gak boleh lebih baik dari hidup gue, sampai kapan pun hidup lo gak boleh lebih bahagia dari hidup gue, kalau perlu lo harus menderita sampe gak ada lagi yang bakal ngebandingin kita karena pada hakikatnya lo bukan level gue "


Setelah Pelangi & Zarow tak nampak lagi dari penglihatannya ia pun segera meninggalkan tepat tersebut, mobil yang ia kendarai menjauh pergi dari jalanan, siang ini ia sengaja minta ijin pada Satria untuk pulang lebih awal dengan alasan tak enak badan, syukur Satria mempercayai dirinya.

__ADS_1


Sebenarnya ia hanya ingin sendiri tanpa diganggu oleh siapapun termaksud diganggu oleh Satria, ia hanya ingin menjernihkan pikiran yang saat ini sedang kacau karena masih tak menyangka ternyata pria incarannya menikahi Pelangi, betapa bodohnya pikirnya selama ini dirinya.


Padahal selama ini ia sering melihat mobil milik Zarow terparkir di halaman rumah Pelangi, sungguh ia tak menyangka sebelumnya dengan kedekatan antara Pelangi & Zarow, selama ini yang ia tau Zarow adalah tipe pria yang tidak perduli dengan wanita, wanita hanyalah sekedar alat pemuas hawa nafsunya saja, bahkan Zarow tak pernah benar-benar tertarik dengan wanita-wanita yang sudah ia tiduri, setelah ia telah mendapatkan apa yang ia inginkan dari wanita ia tak akan pernah memperdulikan wanita tersebut lagi & dengan gampangnya melupaakkannya.


Termaksud dirinya yang pernah terlibat cinta satu malam dengan Zarow, awalnya ia bangga bisa naik keatas ranjang Zarow, ia merasa akan membuat Zarow bertekuk lutut dikakinya, namun ia salah karena pada keesokan harinya saat ia pergi ke kantor Zarow ia justru mendapatkan perlakuan yang tidak baik.


Sampai hari ini pun ia tak bisa melupakan kejadian tersebut karena merasa dirinya sangat dipermalukan. Adriana jadi penasaran dengan Pelangi, apakah cara yang dilakukan oleh Pelangi hingga bisa merayu Zarow & membuat Zarow mau menikahinya.


" oh atau jangan-jangan Pelangi lagi " kata-katanya terputus.


Ia sangat yakin dengan apa yang ia pikirnya ini adalah benar adanya, karena tak ada alasan lain seseorang pria mau menikahi seorang wanita secara mendadak jika tidak karena ada sebuah penyebabnya yang pasti, ia benar-benar tak menyangka jika pikirannya ini benar.


" keliatannya aja lo alim ternyata lo gak lebih busuk dari gue ", gumamnya sambil terus dalam pikirannya sendiri, '' apa gue juga harus hamil anak Zarow supaya Zarow nikahin gue " lanjutnya menyimpulkan.


Senyumnya lagi-lagi mengembang karena mendapatkan sebuah ide agar ia bisa menikah dengan Zarow, hanya dengan satu jalan yaitu ia harus hamil dengan Zarow, ia harus bisa hamil agar Zarow bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya.


" tapi gimana caranya biar gue bisa hamil anak Zarow coba nah gue aja mau deketin dia susah setengah mati " pikirnya frustasi, " ahhhhh....what ever lah itu, yang jelas gue harus bisa hamil, entah itu anak siapa terus gue jebak Zarow & gue tinggal bilang gue hamil anak Zarow " lanjutnya mencari ide.


Dirinya terlalu cerdik pikirnya, sama apa yang saat ini dilakukan Pelangi untuk menjadi istri seorang Zarow maka ha itu juga yang akan ia lakukan agar bisa merebut Zarow dari Pelangi, selama ini hal tersebut tak pernah ia pikirkan, jika saja ia kepikiran hal tersebut sejak lama mungkin saat ini ialah yang akan menjadi nyonya Zarow & bukan Pelangi.


Sambil terus mengemudikan mobilnya Adriana terus tersenyum menyeringai, saat ia telah masuk kedalam  kehidupan Zarow, ia memastikan akan segera menendang Pelangi dari hidup Zarow, karena baginya Pelangi adalah sebuah gangguan.


Pelangi adalah gangguan dalam setiap kehidupannya, jika tak ada Pelangi rasanya hidupnya pasti akan lebih baik-baik saja. Kenapa ia harus memiliki sepupu seperti Pelangi pikirnya yang selalu menjadi favorit semua orang.


" apa istimewanya lo sih, lo itu gak lebih dari seorang yang cuman suka cari muka, cewe kampung, lo gak cantik, lo gak seksi, lo gak lebih baik dari gue, bahkan ternyata lo itu cuman sok alim, lo itu gak jauh beda sama cewe murahan yang ada dijalanan Ngi, gue benci sama lo "


Maki Adriana begitu kesalnya dengan Pelangi karena selalu saja ia bisa dikalahkan oleh Pelangi, tapi ia bersumpah akan segera mendapatkan apa yang harusnya menjadi miliknya & tak akan membiarkan Pelangi bahagia begitu saja.


" gue bakal terus hancurin hidup lo Ngi "

__ADS_1


__ADS_2