Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda

Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda
Bab 65


__ADS_3

Setibanya dikediaman rumah kedua orang tuanya ia langsung bergegas mengganti pakaiannya & membersihkan dirinya seperti kebiasaannya seusai sampai dirumah. Mengingat perkembangan virus yang saat ini semakin memuncak, virus bermutasi & manjadi virus varian baru yang semakin ganas bahkan lebih mematikan.


Makin banyaknya warga yang meninggal secara mendadak karena terpapar virus saat ini, entah sampai kapan dunia akan seperti ini, untuk apa yang terjadi di negerinya saat ini juga sangat membuat hatinya menangis.


Masih banyak masyarakat yang masih mengabaikan betapa bahayanya virus corona ini, masih banyaknya krumunan & perkumpulan membuat dirinya miris padahal diluar sana sudah banyak korban berjatuhan karena virus ini.


Apalagi semenjak virus bermutasi menjadi virus corona varian delta plus, virus corona varian delta plus ini lebih berbahaya di bandingkan virus corona sebelumnya, virus ini lebih menular dari pada virus Corona yang pertama kali memicu pandemi yang pertama kali muncul di Cina.


Varian yang diberi nama delta ini telah mengkhawatirkan seluruh dunia, bahkan para ahli mengatakan bahwa varian delta menjadi penyebab dari lonjakan kasus Covid-19 di Inggris.


Banyak pemberitaan yang menginformasikan jika virus corona varian delta yang menyebabkan kasus Covid-19 di Indonesia melonjak berbahaya, karena virus corona varian baru ini telah menyebabkan Indonesia sebagai negara yang memiliki kasus kematian tertinggi karena virus corona.


Miris rasanya dikala negara lain berusaha untuk menekan jumlah kematian karena virus dengan berbagai cara bahkan mematuhi segala peraturan pemerintah justru di Indonesia banyak yang masih menyepelekan anjuran pemerintah.


Kini di Indonesia juga telah menganjurkan untuk wajib vaksin untuk menekan perkembangan virus corona di Indonesia, meski hal ini sudah diwajibkan tetapi masih ada saja yang menolak untuk di beri vaksin.


Ada saja alasan masyarakat untuk tidak mengvaksinkan dirinya dengan alasan takut efek samping yang ditimbulkan dari virus tersebut tidak baik & bahkan akan menyebabkan kematian padahal yang dipikirkan masyarakat tersebut tak benar adanya.


Pelangi menghembuskan nafas kasarnya, mungkin bukan hanya dirinya yang saat ini lelah dengan kondisi kehidupan saat ini, ia berharap semoga untuk apa yang terjadi didunia ini akan segera berakhir & segera membaik seperti sedia kala.


Setelah beberapa puluh menit berada didalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya & mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih bersih lagi Pelangi pun lantas keluar dari kamar mandi.


Ia tak hanya menjaga dirinya saja dari virus tetapi ia juga menjaga keluarganya agar tak terpapar virus tersebut, ia tak ingin salah satu dari keluarganya terpapar virus berbahaya tersebut.


Baginya lebih baik mencegah dari pada mengobati, apalagi jika diingat penyakit Covid sangat mematikkan apalagi jika seseorang memiliki daya tahan yang sangat lemah.


Bu melati yang berada didapur tersenyum melihat putrinya yang baru saja keluar dari kamar mandi, begitu lah kebiasaan putrinya setelah melaksanakan aktifitas dari luar rumah.


Kebersihan memang perlu diperhatikan saat ini, karena banyak kemungkinan bisa terjadi disaat masa kondusif yang tak kunjung surut seperti saat ini.


Pelangi menghampiri ibunya yang saat ini kebetulan sedang berada didapur, sambil tersenyum ibu duduk didepan meja makan sambil meletakan segelas air putih dihadapannya.


" ayah mana bu? "


Seperti biasa saat berada dirumah hal yang pertama yang ia tanyakan adalah ayahnya, seorang pria yang salalu ia cintai sampai akhir hayatnya.


Bu Melati kembali tersenyum mendengar pertanyaan Pelangi, putrinya tersebut tak pernah berubah meskipun ia baru saja menikah, ia masih saja bertanya perihal ayahnya saat berada dirumah.


" ayah tadi ikut paman kamu keempangnya, ibu tadinya mau larang ayahmu sebenarnya, tapi karena ayah bilang jenuh selama dirumah jadi ibu pikir ikut pamanmu ada benarnya juga untuk menghilangkan rasa jenuhnya " jelas bu Melati.


Selama beberapa bulan ini setelah mengalami kecelakaan suaminya tersebut memang hanya melakukan rutinitasnya kesehariannya hanya berdiam diri dirumah untuk memulihkan kondisinya paska kecelakaan yang dialami.


Sampai saat ini suaminya belum bisa melakukan rutinitasnya untuk bekerja kembali diperusahaan seperti sediakala karena kondisinya belum seratus persen pulih.


Pelangi mengagguk-anggukkan kepalanya memahami kejenuhan yang dirasakan ayahnya saat ini, ayahnya adalah seorang pria pekerja keras benar saja jika ayahnya merasa jenuh, saat ini rutinitas yang biasa dilakukan ayahnya sangat berubah seratus delapan puluh derajat dari sebelumnya.


Bagi sebagian orang yang terbiasa bekerja dengan rutinitas sehari-harinya lalu saat rutinitas tersebut tiba-tiba berubah maka seseorang tersebut pasti akan merasakan kejenuhan sama seperti apa yang saat ini dirasakan oleh ayahnya.


" tapi ayah gak lama-lama kan bu pergi sama paman?, soalnya gimana pun juga ayah harus tetep memperhatikan kondisinya yang sekarang biar cepat pulih " cemas Pelangi


Pelangi tetap khawatir mencemaskan ayahnya meskipun kondisi cidera yang dialami ayahnya mulai membaik, mengingat bagaimana lemahnya ayahnya terbaring dirumah sakit cukup membuat dirinya trauma.


Bu Melati tersenyum mendengar kekhawatiran putrinya terhadap ayahnya, tak sedikit pun ada yang berubah dari sikap perhatian putrinya saat ini.


" insya Allah ayah pasti baik-baik aja lah, lagian cuman pergi ke empang ini Ngi " jawab bu Melati sembari tersenyum, " suami kamu mana?, suruh gih mandi dulu biar seger " sambung bu Melati.


Sontak ia menoleh kearah kamarnya yang pintunya sedang tertutup rapat saat mendengar pertanyaan ibunya tentang suaminya, sedari tadi setelah pulang dari kantornya memang Zarow tak keluar dari kamar mereka pikirnya.


Bu Melati kembali menggelengkan kepalanya melihat putrinya yang justru hanya diam terpaku menatap kearah kamarnya, entah apa yang saat ini sedang dipikirkan putrinya tersebut.

__ADS_1


" kok malah bengong sih?, ya udah sana samperin " perintah bu Melati


" Astgfirullah " istighfar Pelangi,


" ya udah bu, Pelangi tinggal kekamar dulu " lanjutnya.


Bu Melati hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan kata-kata Pelangi.


Pelangi pun beranjak dari tempatnya & pergi ke kamarnya untuk menyuruh suaminya agar membersihkan diri juga seperti dirinya, tetapi saat telah berada dikamar dilihatnya saat ini Zarow berbaring sambil memejamkan kedua matanya.


Zarow nampak terlihat sangat kelelahan, melihat Zarow yang lelap dalam tidurnya Pelangi jadi tak tega membangunkan Zarow padahal seharusnya Zarow membersihkan diri terlebih dahulu sebelum terlelap seperti sekarang.


" masya Allah, udah tidur aja lagi, padahal belum ganti baju "


Pelangi menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kemeja serta dasi yang dikenakan oleh Zarow masih menempel ditempatnya & belum terlepas dari tubuhnya.


Bahkan kaos kaki yang dikenakannya pun masih menempel dikaki Zarow, ia berjalan mendekat kearah suaminya tersebut, ia duduk tepat dimana kaki Zarow berada.


Pelangi pun lantas mengangkat secara perlahan satu persatu kaki Zarow ke atas pangkuannya, ia bemaksud untuk melepaskan kaos kaki yang masih dikenakan oleh Zarow.


Secara perlahan ia pun mulai melepas satu persatu kaos kaki yang membungkus kaki suaminya, ia pun tersenyum kembali, sangking pulasnya suaminya tak bergerak sedikitpun saat ia melepaskan pembungkus kakinya tersebut.


Pelangi tersenyum menatap wajah suaminya yang begitu amat tenang, ia lantas beranjak dari duduknya bergeser kearah tubuh Zarow bermaksud untuk melonggarkan dasi Zarow.


Tangan Pelangi meraih dasi tersebut & berusaha melonggarkannya, setelah dasi sudah ia longgarkan Pelangi membuka kancing atas kemeja Zarow.


Pelangi mengambil nafasnya secara perlahan dari mulutnya & tersenyum, ia serasa tak bernafas saat melepaskan satu kancing kemeja suaminya, ia bermaksud akan melepas satu kancing kemeja suaminya lagi agar suaminya mendapatkan udara yang cukup agar tak kegerahan.


Belum sempat kancing tersebut ia lepas tangannya tiba-tiba diraih erat Zarow, mata Pelangi terbelalak merasa sangat amat terkejut.


Zarow tiba-tiba terbangun karena merasa ada yang menyentuh bagian tubuhnya, dari wangi yang bisa ia cium ia yakin jika istrinya sedang melakukan sesuatu terhadap dirinya entah itu apa pikirnya.


Satu tangan Zarow tepat menangkap tangan Pelangi dengan mata yang masih tetap terpejam, secara perlahan ia pun mulai membuka matanya.


Ia agak panik karena kegiatannya melepaskan kancing baju Zarow membuat suaminya tersebut bangun dari tidurnya, kedua mata Zarow menatapnya nyaris tak berkedip & sedang dirinya hanya mampu terbengong tak bisa mengatakan sesuatu.


Zarow melihat kearah kemejanya yang kancingnya telah terbuka, lalu kembali lagi melihat kearah Pelangi, ia cukup bingung mengapa Pelangi membuka kancing kemejanya.


" kamu ngapain? "


" aku anu mas, itu...." jawab Pelangi gagap.


" kamu kalau mau liat badan aku gak usah malu-malu gitu, masa orang tidur diem-diem buka kancing baju aku " celetuk Zarow memotong penjelasan Pelangi yang terbata-bata.


Zarow lantas bangun dari tidurnya & duduk bersender diranjang tersebut, ia tersenyum percaya diri menatap kearah Pelangi yang saat ini menatapnya nyaris melotot karena nendengar perkataannya tadi.


" ya sudah sih ngaku aja, lagian sudah sah ini, dari pada cuma diliatin aja mending sini, aku peluk "


Zarow menarik Pelangi kedalam Pelukannya tanpa perlawanan dari Pelangi, ia tersenyum karena Pelangi tak sedikitpun melakukan perlawanan.


Dengan sekali tarikan saja dirinya jatuh dipelukan Zarow, padahal belum sempat ia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, kejadiannya malah seperti ini.


" mas gak gitu kok " kilah Pelangi mulai berusaha menjelaskan.


Zarow memejamkan kedua matanya merasa nyaman memeluk istrinya sambil tersenyum, ternyata begini pikirnya bisa memeluk orang yang dicinta.


Rasanya ia ingin seperti ini terus, bisa memeluk Pelangi dalam dekapannya, mencium dekat wangi rambut Pelangi yang masih basah & berbalutkan handuk kecil.


" mas "

__ADS_1


Dengan lembut ia memanggil Zarow sambil mendongakan kepalanya keatas, Pelangi berusaha lepas dari dekapan Zarow, bukan ia ingin menghindar tetapi ia ingin mengingatkan Zarow agar segera membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.


" hmmmm " dehem Zarow.


Ia lantas membuka matanya & melihat kearah Pelangi yang saat ini telah menatap kearahnya penuh maksut, tapi ia yakin Pelangi hanya ingin lepas dari pelukannya saja.


Zarow tak ingin melepaskan Pelangi dari pelukannya saat ini meskipun Prlangi beralasan apapun, ia semakin erat memeluk Pelangi seolah tak ingin lagi berpisah.


" mas, bersih-bersih dulu sana, kita kan baru pulang "


Merasa tangan suaminya makin erat memeluknya ia dengan lembut membujuk Zarow agar segera membersihkan diri dahulu, berkali-kali ia mengusap lembut punggung Zarow.


" Farfum mas tahan lama ko, gak mungkin kan badan mas bau sekarang? "


Dengan percaya diri Zarow berkata bahwa farfum yang ia kenakan tahan lama ditubuhnya, tentunya ia memakai farfum dengan brand terkenal yang akan membuat wangi ditubuhnya tahan lama.


" ia mas farfum mas memang masih wangi, sampe sekarang juga masih wangi, nyaris kaya minyak ke nyongnyong, tapi bukan masalah bau badan mas " jawab Pelangi


Zarow lantas melepaskan Lingkaran tangannya yang mendekap erat Pelangi dalam tubuhnya karena kata-kata Pelangi yang mengatakan farfumnya seperti minyak kenyong nyong yang artinya adalah minyak pelet.


Sontak Zarow mencium aroma tubuhnya sendiri dengan mengendus kemeja yang ia kenakan & mengangkat satu persatu tangannya, ia tak pernah tau jika bau minyak nyong nyong sama dengan wangi farfum yang ia kenakan.


" kenapa mas? " tanya Pelangi heran.


" emang bau minyak nyong nyong kaya gini ya? " balik Zarow bertanya dengan serius.


Pelangi tiba-tiba tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan Zarow, ternyata suaminya menanggapi serius candaannya, padahal Pelangi pun tak tau juga seperti apa bau aroma minyak nyong nyong.


Zarow menaikan satu alisnya menatap kebahagian istrinya yang sepertinya berhasil mengelabuhi dirinya, ia tak sedikit pun kesal ia justru bahagia melihat tawa Pelangi yang amat sangat lepas.


Zarow bahkan tersenyum meskipun dengan senyum malu-malunya sambil sedikit memalingkan wajahnya kearah lain, betapa bodohnya pikirnya dirinya, tak mungkin bau farfum mahalnya setara dengan minyak nyong nyong pikirnya.


Zarow kemudian mengalihkan pandangannya kembali ke arah istrinya yang masih terus tertawa, sambil bersedakep Zarow berdehem agar Pelangi berhenti tertawa.


" hmmmm "


Mendengar deheman Zarow Pelangi pun seketika terdiam, ia tersenyum kikuk sambil menggaruk-garuk kepalanya.


" sudah?, sudah puas ngetawain suami sendiri ? "


Zarow bersikap seolah-olah sedang marah karena ditertawakan oleh Pelangi, padahal sebenarnya tidak begitu.


" maaf mas, aku gak bermaksud bikin mas marah "


Zarow hanya diam saja sambil memalingkan wajahnya kearah lain agar terlihat seolah-olah ia benar-benar sedang marah.


Tak menyangka candaannya justru membuat Zarow menjadi marah padanya, padahal ia tak bermaksud membuat Zarow marah.


" mas jangan marah lah, kan aku cuman main-main mas, masa gitu aja marah sih, gini deh pernah denger gak kalau orang yang suka marah itu bakal cepet tua " cerocos Pelangi membujuk Zarow.


Zarow lantas merentangkan tangannya agar Pelangi kembali masuk kedalam pelukannya setelah mendengar bujukannya, ia sengaja berpura-pura marah agar Pelangi mau menuruti kemauannya seperti kembali dalama dekapannya.


" kalau mau aku gak marah sini "


Pelangi sontak menepuk jidatnya, ia pikir Zarow benar-benar marah padanya ternyata Zarow tak benar-benar marah, Pelangi berkacak pinggang sambil menggelangkan kepalanya.


" oh jadi lebih seneng aku marah gitu? "


" bukannya gitu mas, kan mas belum mandi, kita dari luar lo seharian " jawab Pelangi.

__ADS_1


Tak mengindahkan perkataan Pelangi Zarow justru memeluk tubuh istrinya kembali dengan erat, begini saja Zarow merasa seperti terbang diatas awan.


Kali ini Pelangi benar-benar tak bisa berbuat apa-apa untuk melepaskan dirinya dari pelukan Zarow, hal yang tak pernah ia duga jika pria yang ia kenal sebagai pria dingin nan garang kini telah berubah menjadi bayi besar yang manja yang haus dengan pelukkan.


__ADS_2