Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda

Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda
Bab 54


__ADS_3

Beberapa hari kemudian tiba dimana waktu Pelangi harus lembur untuk melakukan razia di tempat hiburan malam bersama dengan pasukan dalmas lainnya.


Harusnya disaat detik-detik menjelang hari pernikahannya dirinya tetap berada di rumah seperti apa kata ibunya tetapi karena tugas yang diembannya ia harus tetap melaksanakannya.


Jam telah menunjukkan pukul 08.00 malam, saat ini ia & pasukan dalmas masih berdiri mendengarkan intruksi dari Kasi OPS dan Dal


Kasi Pengawalan dan penjagaan yaitu Aldo.


Di depan sana Aldo masih berbicara panjang lebar, sekali lagi menjelaskan maksud & tujuan diadakan razia malam ini, selain untuk mengamankan & memberlakukan PSBB razia ini juga diadakan untuk merazia minuman berkadar alkohol serta masih banyak lainnya.


" jadi siap ya semuanya, kalo udah siap kita langsung berangkat sekarang " kata Aldo.


" siap bang " kata semuanya bersamaan.


Pelangi kembali melihat kearah jam ditangannya, sudah jam 08.15 tetapi kegiatan baru akan dimulai, malam ini ia akan pulang larut malam lagi seperti biasa saat pada saat kegiatan malam seperti ini.


Barisan pun segera dibubarkan & para pasukan segera naik ke atas mobil patroli, kali ini pasukan dalmas yang turun kelapangan lumayan banyak & hampir seluruhnya.


" Ngi kamu duduk di depan aja " kata Doni yang berjalan disebelah Pelangi.


Udara malam ini lumayan dingin ada baiknya Pelangi duduk di depan bersama Aldo pikirnya agar Pelangi bisa lebih leluasa berbincang dengan Aldo pikirnya.


" di belakang aja lah gue Don bareng yang lainnya " jawab Pelangi.


" udah lo didepan aja dari pada kenapa-kenapa lo " jelas Doni lagi.


" kenapa-kenapa gimana?, biasa juga gue dibelakang ah " kata Pelangi.


Doni menggelengkan kepalanya merasa gagal membuat Pelangi berada dekat disisi Aldo selama tugas malam ini, sesekali ia menggaruk tengkuknya mencari ide untuk mendekatkan Pelangi & Aldo.


" susah banget sih bikin mereka deket, padahal juga udah ta'aruf, tapi kira-kira kapan ya mereka bakal sah jadi suami istri " gumam Doni dalam hati.


Pelangi melihat kearah Doni yang saat ini terus melihat kearahnya, seketika Pelangi berhenti & membuat Doni juga menghentikan langkahnya.


" lo kok kaya lagi mikir sesuatu gitu sih Don? " tanya Pelangi.


" mikir apaan?, enggak ko, perasaan lo aja kali " kilah Doni sambil tersenyum.


" awas lo mikir yang enggak-enggak " kata Pelangi.


" ih apaan lo, dah lah ayo naik " kata Doni mengajak Pelangi untuk segera naik ke mobil patroli.


Pelangi hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, apa pun yang saat ini sedang dipikirkan oleh Doni pastilah itu berkaitan dengannya.


Tak jauh dari mobil patroli berada Aldo terdiam menatap Pelangi yang saat ini telah berada di dalam mobil patroli duduk berdesakan dengan yang lainnya.


Sejenak ia berpikir ingin rasanya ia duduk bersebelahan dengan Pelangi namun pikirnya tak elok jika ia & Pelangi akan menjadi bahan gunjingan karena hal tersebut.


Aldo pun lantas berjalan menuju arah depan mobil untuk segera masuk kedalam mobil & segera berangkat menuju tempat dimana sasaran utama razia malam ini.


**********


Di tempat lain Zarow yang sudah rapi bermaksud akan pergi ke rumah Pelangi, malam ini Ustad Syam sedang ijin untuk tak bisa datang mengajar karena ada urusan keluarga.


Karena malam ini ia sedang senggang ia berniat pergi ke rumah Pelangi untuk sekedar mengobrol dengan calon mertuanya tersebut malam ini.


Kebetulan ia juga ingin bertemu dengan Pelangi meskipun ia tak bisa mengobrol dengan Pelangi nantinya tapi dengan melihat Pelangi saja cukup membuat rasa rindunya terkurangi.


Seperti biasa Zarow akan pergi dengan disupiri oleh pak Handoko, beberapa saat lalu ia telah memberitahu pak Handoko untuk bersiap-siap ikut dengannya.


Setelah ia rasa siap ia segera keluar dari kamarnya sambil mengenakan jam berharga mahal di tangan sebelah kirinya.


Zerin yang baru keluar dari kamar kepo dengan kakaknya yang saat ini sudah terlihat berpakaian rapi sambil berjalan menuruni anak tangga.


Ia pelan-pelan mendekati Zarow di belakang sambil sesekali mengendus bau parfum Zarow yang begitu menyengat tercium di hidungnya.

__ADS_1


Bau parfum yang di gunakan Zarow benar-benar sangat wangi sekali bahkan kakaknya tersebut selayaknya telah mandi dengan parfum.


Zarow yang mendengar suara langkah kaki dari arah belakangnya lantas menoleh lalu berhenti melihat Zerin berjalan tepat dibelakanya sambil mengendus-ngendus ala anjing pelacak.


Tak konsentrasi mengikuti kakaknya ia malah menubruk tubuh kakaknya yang tiba-tiba saja berhenti didepannya.


" aduh " kata Zerin mengaduh.


Kakakmya kini telah membalikan tubuhnya sambil bersedakep melihat kearahnya yang saat ini telah terduduk dianak tangga sambil mengelus-ngelus hidungnya.


" hehehehehe " cengenges Zerin sambil menggaruk kepalanya.


Ketahuan kepo Zerin jadi salah tingkah & hanya mampu cengengesan dihadapan kakaknya sambil menggaruk-garuk kepalanya.


Zarow hanya mampu menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol Zerin saat ini, adiknya tersebut memanglah gadis ABG yang terkadang masih suka kekanak-kanakan seperti saat ini.


Untuk apa Zerin berjalan mengikuti dirinya secara diam-diam seperti tadi pikirnya padahal jika Zerin bertanya pasti ia akan menjawab tanpa harus seperti itu.


" sakit gak itu " tanya Zarow karena adiknya terpental sampai terduduk karena menabrak punggungnya.


Meskipun ia bermaksud untuk berusaha perhatian nada bicara Zarow masih tetap sama datar dengan ekspresi yang datar pula tetapi hal ini sangat berbeda jika ia bersama Pelangi.


Zarow bisa lebih ekspresif & merasa berbeda dari dirinya seperti biasanya, karakter Pelangi membuat dirinya bisa beradaptasi, ia kadang lebih berhati-hati ketika sedang bersama Pelangi agar tak membuat Pelangi tersinggung.


Mendengar pertanyaan Zarow dirinya hanya mampu menggelengkan kepalanya, melihat raut wajah Zarow ia merasa jika kakaknya tak senang dengan kelakuan Zerin saat ini.


" maaf kak, Zerin gak maksud mo bikin kakak marah, Zerin cuman penasaran kenapa malam-malam gini kak Zarow rapi terus wangi banget pula " jujur Zerin.


Zarow masih diam menatap Zerin yang seolah takut jika dirinya akan marah, padahal sebenarnya Zarow tak akan marah kepada Zerin.


" hem, bangun gih, bisa bangun sendiri kan, kakak mau jalan dulu takut kemalaman nanti " kata Zarow.


Ia mulai membalikkan tubuhnya & kembali berjalan menuruni anak tangga meninggalkan Zerin begitu saja, bukan Zarow tak pernah perduli dengan adiknya tapi begini lah Zarow apa adanya.


Zerin hanya mampu memandang kepergian kakaknya tanpa mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya, terkadang ia tak mengerti mengapa ia mempunyai seorang kakak yang sifatnya sekaku itu.


Zarow yang baru saja keluar dari dalam rumah segera menghampiri pak Handoko yang sedari tadi telah berdiri di sisi mobil menunggu dirinya.


" silahkan tuan " kata pak Handoko mempersilahkan Zarow masuk kedalam mobil.


Zarow hanya menganggukkan kepalanya lalu masuk kedalam mobil tanpa berkata apa-apa pada pak Handoko, setelah pak Handoko masuk juga di kursi kemudinya mobil segera bergerak keluar dari pekarangan rumah.


Ia terus melihat kearah jam ditangannya untuk memastikan ia bertamu tak terlalu malam saat ini takut jika menjadi terkesan tak sopan.


Zarow saat ini lebih memahami beberapa norma-norma yang biasanya ia langgar, ia bahkan lebih bisa menghargai seseorang tak seperti dulu.


Meskipun ia masih terkesan sangat tegas & garang tetapi sebenarnya saat ini ada beberapa hal yang telah berbeda dari dirinya & Zarow menyadari itu.


Tanpa menunggu perintah pak Handoko langsung melakukan mobilnya menuju arah kediaman rumah Pelangi seperti yang beberapa waktu lalu tuannya sudah katakan.


Tuan mudanya memang bukanlah tipe orang yang suka mengulangi kata-katanya, ia hanya akan berkata sekali saja saat memerintahkan sesuatu.


" pak " kata Zarow memanggil pak Handoko.


" iya tuan " jawab pak Handoko.


Pak Handoko sesekali memperhatikan tua mudanya dari arah kaca yang terletak diantas kepalanya sambil terus fokus dengan kemudinya.


Terlihat tuan mudanya saat ini nampak agak ragu sambil terus melihat kearah jam ditangannya entah apa yang sedang dipikirkan tuan mudanya tersebut pikirnya.


" pak apa kita gak kemalaman nih kerumahnya Pelangi jam segini? " tanya Zarow.


" saya rasa gak sih tuan " jawab apak Handoko jujur.


Mendengar jawaban pak Handoko Zarow hanya mengganggukkan kepalanya sambil melihat kearah luar kaca jendela mobilnya.

__ADS_1


Udara di luar terlihat nampak sangat dingin malam ini ia bahkan tak berani membuka kaca jendelanya untuk sekedar menghirup udara segar diluar sana.


Beberapa menit kemudian ia sampai juga di rumah Pelangi, ia segera turun dari mobilnya tanpa menunggu pak Handoko membukakan pintu mobil untuknya.


Ia sudah tak sabar lagi ingin bertemu dengan Pelangi, tak hanya itu ia juga ingin tahu sudah berapa persen persiapan keluarga Pelangi mempersiapkan acara akad nikah mereka yang akan segara diselenggarakan beberapa hari lagi.


" assalamualaikum " kata Zarow memberikan salam.


" wa'allaikumsalam " jawab pak Abdullah


Pak Abdullah segera membuka pintu rumahnya begitu mendengar suara seseorang mengucapkan salam, rumahnya saat ini lumayan ramai karena sanak keluarga sedang membantu mempersiapkan persiapan pernikahan putri semata wayangnya.


" eh nak Zarow, ada apa nih, tumben malam-malam kesini?, emang gak belajar ngaji nak?, ayo silahkan masuk " ucap pak Abdullah.


" Ustad Syam lagi ada keperluan keluarga si katanya yah " jawab Zarow yang saat ini sudah mulai terbiasa memanggil calon mertuanya dengan panggilan ayah, " emm ini ngomong-ngomong Pelangi mana ya yah? " tanya Zarow sambil mendongak kearah dalam.


Tanpa berbasa-basi Zarow langsung menanyakan keberadaan Pelangi saat ini, meskipun saat pergi & pulang kantor selalu berangkat bersama tetap saja itu tak mengurangi keinginannya untuk bisa terus bersama dengan Pelangi.


" loh nak Zarow emang gak dikasih tau Pelangi ya?, dia lagi ada tugas patroli malam ini " jawab Pak Handoko.


" Masya Allah, kok saya jadi lupa ya yah, Pelangi dua hari yang lalu memang ada cerita kalau mau ada tugas malam yah " jawab Zarow.


Bisa-bisanya Zarow tak ingat jika malam ini Pelangi sedang ada patroli malam, tiba-tiba rasa cemburunya kembali muncul kala mengingat pasti saat ini ada Aldo juga disana.


Ia tak bisa begitu saja pergi meninggalkan rumah Pelangi karena niat tujuannya datang ke rumah Pelangi selain ingin bertemu dengan Pelangi yaitu ingin mengobrol juga dengan pak Abdullah.


Meskipun saat ini ia sedikit kecewa karena tak bisa berjumpa dengan Pelangi tetapi setidaknya ia masih bisa mengobrol dengan pak Abdullah pikirnya sambil tersenyum.


*******


Dikawasan Utara tepatnya ditempat hiburan malam yang cahayanya agak remang-remang Pelangi beserta pasukan dalmas lainnya yang saat ini telah tergabung dalam group oprasi razia malam ini tengah bersiap untuk menggerebek tempat yang melanggar aturan.


Pelangi yang saat ini sedang berjalan beriringan bersama dengan yang lainnya terus berdoa didalam hatinya agar razia malam ini berjalan dengan baik tanpa ada perlawanan anarkis dari pengunjung maupun dari pemilik hiburan malam yang menjadi target pertama kali pada malam ini.


" Bismillahirrahmanirrahim " gumam Pelangi dalam hati saat melangkahkan kakinya masuk kedalam tempat tersebut.


Melihat kedatangan pasukan Dalmas beberapa pengunjung nampak terkejut, tempat tersebut lumayan sangat ramai, ada beberapa pengunjung yang pada saat ini tengah melanggar peraturan protokol kesehatan dengan tak mengenakkan masker.


Dengan sigap ia segera menghampiri si pelanggar peraturan kesehatan tersebut, ia meminta si pelanggar untuk menunjukkan kartu identitas diri, setelah menerima kartu identitas tersebut ia pun segera mencatat namanya serta memberikan sangsi agar tak mengulangi lagi.


Untuk tempat pertama yang mereka datangi ini masih bebas dari pelanggaran penjualan minuman berkadar alkohol tinggi, para pasukan telah menggeledah setiap sudut tempat tersebut tapi tak menemukan barang yang mereka cari.


Setelah melakukan razia di tempat pertama selama satu jam dengan aman terkendali tanpa ada sedikit perlawanan kini mereka akan pindah ketempat berikutnya untuk merazia tempat kedua yang dicurigai menjual minuman alkohol berkadar tinggi.


Mereka semua berjalan beriringan bahkan ada yang sedikit berlari menuju tempat berikutnya yang tak jauh dari sana, Pelangi sedikit membuang nafas kasarnya agak lega karena pemilik hiburan malam tersebut sangat tertib bahkan tak mempersulit proses penggeledahan.


" Alhamdulillah ya Allah lancar, semoga tempat berikutnya lancar lagi " gumamnya dalam hati.


Banyak berita yang simpang siur terdengar jika di tempat hiburan malam berikut yang akan mereka datangi ini adalah tempat-tempat para pramuria menjajakan dirinya.


Banyak pria hidung belang datang kesana untuk memuaskan kebutuhan biologisnya, sampai detik ini kabar tersebut belum ada yang membenarkan sehingga untuk mencari pembenaran razia pun dilakukan ditempat tersebut.


" semoga aja berita itu gak ada yang bener " batin Pelangi.


Tentu saja sebagai seorang wanita ia merasa sangat miris mendengar berita tersebut, berharap jika berita tersebut tak benar.


" bang disini ada yang mesum nih bang " teriak salah satu anggota satpol.


Mendengar teriakan salah satu anggota satpol tersebut Pelangi pun merasa terenyuh, seketika nafasnya serasa berhenti.


Makin jaman perbuatan mesum marak terjadi dimana-mana miris rasanya ketika moralitas manusia makin maju makin rusak. Ia pun maju diantara kerumunan para Satpol-PP yang saat ini sedang menahan seorang pria yang nampak agak melawan.


" lepas " kata seorang pria.


Suaranya nampak tak asing di telinganya, seorang wanita nampak menangis memeluk pasukan dalmas wanita lainnya korban dari pria mesum tersebut.

__ADS_1


Mata Pelangi membelalak terkejut melihat pria yang dipegangi oleh dua orang anggota satpol yang sedari tadi meronta minta dilepaskan.


" mas Zarow " kata Pelangi sendiri sembari menutup mulutnya.


__ADS_2