Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda

Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda
Bab 44


__ADS_3

Seketika suasana pun menjadi hening karena pengakuan Zarow, mungkin kah pengakuannya kali ini membuat Pelangi menjadi kecewa dengannya pikir Zarow.


" ya Allah salahkah jika hamba hanya ingin jujur & mengatakan yang sesungguhnya kepada Pelangi agar kelak saat kami menikah gak ada masalah yang datang dari masa lalu hamba " gumam Zarow dalam hati.


Jujur saja Pelangi sangat terkejut dengan pengakuan Zarow tetapi kembali lagi dengan apa yang ia katakan sebelumnya masa lalu hanya lah masa lalu yang terpenting adalah masa depan.


Sebesar apa pun dosa manusia kita harus tetap yakin jika Allah akan mengampuni dosa tersebut yang penting tobat yang dilakukan harus bersungguh-sungguh & tidak boleh diulangi lagi dosa tersebut.


Pelangi menunduk sambil tersenyum & membuang nafas kasarnya, ia percaya jika Allah adalah maha pemaaf, apa pun dosa yang di perbuat pasti Allah akan memaafkan umatnya.


" mas kamu percaya kan kalo Allah itu maha memaafkan? " tanya Pelangi.


" yang aku tau Allah memang maha memaafkan, tapi untuk dosa ku yang satu itu apa Allah bakal memaafkan? " kata Zarow.


Zarow benar-benar putus asa untuk dosa yang satu itu, untuk dosanya yang lain mungkin dengan mudah Allah akan memaafkan dirinya.


" mas percaya deh apapun dosa yang mas Zarow perbuat pasti Allah bakal memberikan ampunan, kalo mas Zarow gak puas sama jawaban aku, mungkin ada baiknya mas Zarow tanya sama yang lebih mengerti tentang agama " jawab Pelangi sambil tersenyum, " yang penting sekarang mas Zarow harus semangat buat terus menjalankan perintah-perintah Allah " lanjut Pelangi memberi semangat Zarow.


Zarow tak bisa berkata-kata lagi mendengar kata-kata Pelangi, meskipun tau Zarow dulunya adalah seorang pezinah Pelangi justru memberinya semangat untuk terus istikomah dijalan yang benar.


Entah terbuat dari apa hati Pelangi pikirnya, tak sedikit pun Pelangi menunjukan rasa kecewanya pada dirinya mengetahui kenyataan sepahit ini.


" kamu gak ngerasa jijik gitu dengar cerita ku? " tanya Zarow memastikan.


" ya enggak lah mas, kenapa aku harus jijik sama kamu, aku juga cuman manusia biasa mas, gak luput dari dosa karena aku juga gak sepenuhnya suci " kata Pelangi.


Di dunia ini memang tak ada manusia yang benar-benar suci murni bahkan tanpa dosa bahkan Pelangi sekali pun, ia juga pernah melakukan dosa baik di sengaja maupun tak ia sengaja.


Zarow tak mengerti dengan perkataan Pelangi, mengapa ia mengatakan jika dirinya tidak sepenuhnya suci, bagaimana orang seperti Pelangi bisa berkata seperti itu.


" apa Pelangi juga sudah gak suci?, kenapa dia ngomong begitu? " gumam Zarow dalam hati.


Ia tiba-tiba merasa kecewa mendengar i,huh Pelangi, tak menyangka gadis seperti Pelangi bisa melakukan hal yang tidak-tidak di masa lalunya, tatapannya kini berubah menunjukan rasa kecewanya terhadap Pelangi.


ue.hr


" kenapa mas? " tanya Pelangi.


Ia penasaran melihat raut wajah Zarow yang tiba-tiba saja berubah, mungkin saja Pelangi salah berucap pikirnya sehingga membuat Zarow tersinggung.


" apa jangan-jangan salah ngomong ya tadi, jangan-jangan mas Zarow tersinggung lagi sama omongan ku " gumam Pelangi dalam hati.


" maksudnya kamu bilang kamu gak sepenuhnya suci apa ya?, apa kamu juga pernah terjerumus dalam dosa Zinah? " tanya Zarow terus terang, " gak nyangka ternyata diam-diam kamu dulu perempuan gak bener ya " lanjut Zarow penuh kecewa.


" haaaa, maksud kamu apa mas? " tanya Pelangi terkejut.


Pelangi benar-benar terkejut mendengar kata-kata Zarow, mengapa Zarow bisa berkata seperti itu kepada dirinya, bagaimana mungkin Zarow bisa menyangka dirinya pernah terjerat dalam dosa Zinah seperti dirinya.


" astaghfirullah, ya Allah kenapa tiba-tiba mas Zarow mikir aku pernah zinah, apa tadi aku salah ngomong ya? " gumam Pelangi dalam hati.


Zaroe menatap marah kearah Pelangi, ia pikir ia adalah pria yang paling beruntung mendapatkan wanita baik-baik seperti Pelangi ternyata yang ia pikirkan semua adalah salah.


" sudah lah, aku kecewa sama kamu " kata Zarow.


" apaan sih mas?, gak jelas banget mikir orang yang aneh-aneh, kenapa lagi mikir aku begitu? " sahut Pelangi.


Zarow kemudian berbalik menghadap Pelangi kembali, wajah Pelangi masih saja tenang melihat kearah depan, bagaimana ia tak berpikiran yang aneh-aneh jika pengakuan Pelangi memang sangat aneh.


" kamu sendiri kan tadi yang bilang kalo kamu juga gak suci " kata Zarow lagi.


Pelangi reflek menepuk jidatnya ternyata Zarow salah faham dengan kata-katanya, ia salah mengerti dengan apa yang ia katakan tadi.


" mas maksud aku bukan itu, maksud ku gak semua orang hidup dalam keadaan bersih & gak pernah melakukan dosa mas, ya kaya aku ini, aku juga pernah ngelakuin kesalahan, baik sengaja maupun gak aku sengaja, aku pernah juga zalim sama Allah, maksud aku gitu tapi zalim aku bukan kaya yang mas Zarow pikirkan " tutur Pelangi menjelaskan panjang lebar.


" jadi kamu beneran gak pernah melakukan dosa yang sama kaya aku ya? " tanya Zarow lagi.

__ADS_1


Pelangi hanya menggelengkan kepalanya karena ia memang tak pernah melakukan dosa zinah seperti yang dipikirkan oleh Zarow tadi. Mungkin ia pernah tak sengaja melakukan perbuatan yang tak di sukai oleh Allah seperti berpacaran.


Sebelum nya ia juga pernah tak memakai hijab, bahkan ia pernah memakai pakaian yang gak sopan sebelum akhirnya ia sadar & berhijrah kembali kejalan Allah.


Saat mengingat itu Pelangi merasa sedih karena pernah melakukan dosa yang jelas akan menjerat ayahnya ke gerbang pintu neraka, sampai detik ini ia tak pernah lagi mau membuka auratnya di hadapan yang bukan muhrimnya.


Zarow tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya karena telah salah paham dengan Pelangi, terang saja gadis seperti Pelangi tak akan pernah melakukan hal yang aneh-aneh pikir Zarow.


Melihat Zarow tersenyum Pelangi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, begitulah sifat lelaki pikirnya, seorang pria ingin diterima seutuhnya oleh seorang wanita, bahkan keburukannya dimasa lalu, tetapi saat pria tau keburukan wanita di masa lalunya belum tentu pria tersebut mau menerimanya.


Laki-laki memang identik dengan sifat egoisnya, sama seperti yang di tunjukan Zarow barusan, ia mengelus dadanya karena sikap buruk Zarow.


" astaghfirullah, astaghfirullahaladzim, astaghfirullahaladzim, astaghfirullah ya Allah " istighfar Pelangi dalam hati.


" tapi mas kalo seandainya emang aku pernah terjerumus dalam dosa tersebut apa mas Zarow bakal tetap mau menyunting aku jadi istri mas Zarow? " tanya Pelangi.


Bagaimana pun juga ia pasti ingin memiliki pasangan yang baik meskipun ia tau masa lalunya tak sepenuhnya baik. Ia rasa tak hanya dirinya yang berharap memiliki pasangan yang baik ia yakin itu.


" menurut mu dalam pandangan islam apa salah kalo laki-laki gak baik pingin punya pasangan yang baik-baik? " kata Zarow balik bertanya.


" gak salah sih mas " jawab Pelangi singkat.


Ia heran dengan pertanyaan Zarow yang tak masuk akal dengan pertanyaannya, pertanyaan yang ia tanyakan kepada Zarow justru dijawab dengan pertanyaannya juga kepada Pelangi.


" ya udah intinya begitu " kata Zarow.


" maksudnya mas? " tanya Pelangi masih tak mengerti.


" ya kamu tanya kan kalo kamu gak baik apa aku masih mau nikahin kamu?, meskipun aku gak baik, aku gak bakal cari istri yang sama gak baiknya kaya aku " kata Zarow menjelaskan, " setiap orang punya keinginan yang baik kan untuk masa depannya " lanjut Zarow.


Pelangi mengerti dengan penjelasan Zarow , ia mengangguk-anggukkan kepalanya, terdengar egois tapi memang benar adanya tak ada seorang pun yang ingin memiliki pasangan hidup yang buruk.


" mas tapi kalo aku emang beneran yang kaya kamu pikir tadi gimana? " tanya Pelangi lagi memastikan.


" yang pasti kamu gak beneran kaya yang aku pikir tadi kan?, kalo emang bener aku tinggal bilang aja sama orang tua kamu kalo kamu sebenarnya gimana " kata Zarow sambil melirik kearah Pelangi.


Pelangi bersedakep memangku tangannya di depan dadanya, jelas ia tak terima jika Zarow akan berkata seperti itu kepada orangtuanya karena hal tersebut tidak lah benar.


Zarow tersenyum melihat Pelangi yang agak marah karena perkataannya, marahnya Pelangi justru terkesan lucu, bahkan ia sampai-sampai menahan diri agar tak tertawa.


" apa senyum-senyum gitu? " kata Pelangi.


" emang gak boleh aku senyum?, apa kamu maunya aku yang serius-serius gitu yang galak-galak? " kata Zarow.


Ia kemudian menurunkan tangannya & menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum, terang saja ia tak mau jika calon suaminya adalah pria yang galak atau pun pria arogan.


Melihat senyum Pelangi Zarow kembali lagi memalingkan wajahnya, ia tak tahan sekali melihat senyum manis Pelangi secara terus menerus seperti saat ini.


Jantungnya berdetak tak karuan kembali saat ini sampai-sampai rasanya ia takut jika ia tiba-tiba terkena serangan jantung, keringatnya semakin berkucuran udara didalam mobil semakin terasa panas.


" pak tolong kita ke rumah sakit sebentar ya, saya mau nemuin dokter Reza " perintah Zarow pada pak Handoko.


" maaf tuan, apa tuan lagi sakit sekarang? " tanya pak Handoko.


Pak Handoko cukup khawatir dengan keadaan tuan mudanya yang tiba-tiba memberi perintah untuk membawanya ke rumah sakit dimana dokter Reza sedang praktek.


Dokter Reza adalah teman baik tuan mudanya & kebetulan dokter Reza juga merupakan dokter pribadi keluarga tuan mudanya juga. Baru kali ini ia tak langsung menjalankan perintah tuan mudanya & malah bertanya.


" belum tau sih pak, tapi saya mau periksa dulu " jawab Zarow.


" emang kamu ada keluhan di bagian mana mas? " tanya Pelangi.


Terang saja Pelangi ikut cemas mendengar jika Zarow akan memeriksakan kondisinya saat ini padahal jika dilihat-lihat Zarow tak sama sekali terlihat sakit.


" disini " kata Zarow menunjuk kearah dadanya.

__ADS_1


" dada kamu sakit mas?, kamu punya riwayat sakit jantung emang?, atau kamu punya penyakit paru? " tanya Pelangi.


" apaan sih, aku tuh gak sama sekali punya penyakit yang aneh-aneh tau " kata Zarow ketus pada Pelangi, " pak jangan lupa ke rumah sakit " perintah Zarow lagi.


" baik tuan " kata pak Handoko menurut.


Pelangi kini hanya diam tak berkomentar lagi, ia takut jika ia terus-terusan berbicara akan membuat penyakit Zarow semakin parah pikirnya.


Sebenarnya ia penasaran apakah Zarow memang benar-benar sakit saat ini, ia semakin khawatir karena keringat di pelipis Zarow semakin deras berkucuran. Pelangi berinisiatif mengambil tisu & mengelap keringat Zarow.


" sini biar aku yang ngelap sendiri " minta Zarow.


Pelangi memberikan tisu yang ada ditangannya kepada Zarow, wajahnya tak nampak terlihat pucat namun terlihat sangat merah.


" pak buruan ya pak, takut nya mas Zarow nya ntar kenapa-napa " perintah Pelangi.


" kenapa-kenapa gimana?, orang aku gak kenapa-napa kok " kata Zarow.


" kamu serius mas?, itu kamu keringetan gitu sampean, pada hal kan AC udah dingin " kata Pelangi.


Zarow melihat kearah dirinya sendiri, memang saat ini tubuhnya solah basah karena mandi keringat. Ia sering merasakan hal seperti ini saat berkaitan dengan apa pun yang menyangkut tentang Pelangi.


Setelah beberapa puluh menit akhirnya mobil berhenti juga di sebuah tempat parkir yang berada di rumah sakit tempat dokter reza praktek. Zarow segera turun & membukakan pintu mobil untuk Pelangi.


Mereka berdua segera berjalan menuju arah dalam, kini Pelangi berjalan di sebelah Zarow agar saat Zarow terjatuh ia bisa menangkap Zarow meskipun ia tau ia tak akan mampu mengangkat Zarow jika Zarow pingsan.


" Zarow " sapa seorang pria yang mengenakan baju kotak-kotak dengan di lapisi jas putih.


" oiy Za " kata Zarow menyapa.


Sangat kebetulan sekali Reza baru saja akan masuk ke ruangannya, sepertinya Reza baru saja keluar untuk mengambil sesuatu lalu kembali lagi ke ruangannya


" loh ini kayaknya Pelangi ya? " sapa Reza


Pelangi hanya tersenyum pada Reza yang masih mengenali dirinya padahal sudah sangat lama sekali tak bertemu selama beberapa tahun terakhir ini.


Jelas ia sangat mengenal Reza pria yang berprofesi sebagai seorang dokter tersebut ayahnya adalah sahabat baik dari ayah Pelangi.


" lo kenal sama Pelangi? " tanya Zarow.


" kenal lah, cuman agak manglingin ya, dulu kamu kan gak pake jilbab Ngi, tapi sekarang lebih cantik sih " puji Reza.


" apaan si lo Za, sini " kata Zarow menarik Reza masuk kedalam ruangan Reza.


Reza yang di tarik oleh Zarow tak bisa melawan karena Zarow menarik lengannya sangat kuat sekali hingga ia takut jika tangannya akan terkilir.


" apaan sih lo Row, main tarik-tarik aja " kata Reza.


Saat ini mereka sudah berada di dalam ruang kerja Reza sedang Pelangi sengaja tak ia ajak masuk ke dalam agar tak mendengar percakapannya dengan Reza.


" suruh siapa godain calon gue " terang Zarow.


" what?, calon?, tunggu deh, lo gak salah ngomong kan, atau gini deh, lo gak lagi bercanda kan? " tanya Reza.


" emang lo liat gue pernah apa main-main, gue selalu serius sama apa yang gue omongin " kata Zarow.


Dari sorot mata Zarow memang saat ini Zarow tak terlihat sedang main-main, tetapi baginya kenapa ini terkesan aneh karena yang ia tau Zarow adalah playboy sejati.


" oke,....oke,....gue percaya omongan lo, entah kesialan macam apa yang dialami Pelangi sekarang bisa punya calon kaya lo " kata Reza


" lo kira gue apa?, sampe lo bilang Pelangi sial dapet gue " kata Zarow.


" hahahhaha, gak brow gue bercanda, jadi apa maksud & tujuan lo kesini? " tanya Reza.


Zarow masih terdiam penasaran dari mana sebenarnya Reza bisa mengenal Pelangi, bahkan dari obrolan mereka terdengar jika Reza sudah sangat lama mengenal Pelangi.

__ADS_1


" dari mana Reza kenal Pelangi " gumam Zarow dalam hati


__ADS_2