
Professor berdiri di sebuah ruangan yang berisi 40 buah lemari yang berbentuk loker dan disusun rapi. Setiap lemari mempunyai pintu yang berukuran 0.5 x 0.5m. Professor berjalan pelan dan mencari tag nama yang ada di depan lemari itu satu persatu.
Saat dia menemukan tag nama yang bertuliskan ‘Tiga Tujuh’, Professor berhenti. Professor sedikit ragu lalu dia bergumam pelan.
“Buka locker untuk Kandidat Tiga Tujuh!” kata sang Professor pelan.
Cssshhhhhhh.
Kabut dingin yang mengepul terlihat keluar dari sela-sela pintu lemari yang terbuka. Tak lama kemudian, Professor melihat sosok itu. Sosok Kandidat yang memiliki nomor identifikasi Tiga Tujuh dan menyebut dirinya sendiri dengan sebutan Gaju.
Professor lalu berjalan dan berdiri di samping tubuh Gaju. Dia tersenyum kecil saat melihat luka di kulit tubuh Gaju akibat tusukan pisaunya tadi sudah menghilang sempurna. Professor lalu menggunakan kemampuan psychic-nya yang luar biasa untuk melihat ke dalam kondisi organ Gaju.
Undying Implant merupakan Implant berjenis parasite. Dia menempel dan melekat kepada jaringan tubuh induknya lalu menggunakan koneksi antara keduanya untuk mendapatkan sumber makanan bagi hidupnya.
Itu artinya, jika Gaju mati, maka Undying Implant juga akan mati. Karena tak akan ada lagi yang bisa memberikan supply makanan kepada dirinya.
Karena itu, disaat Undying Implant merasakan detak Gaju hostnya makin lemah dia berusaha untuk mengembalikan stamina dan meregenerasi luka di tubuh Gaju. Tapi kali ini, luka yang diterima oleh Gaju adalah luka di jantungnya. Dan syarat utama bagi Undying Implant agar bisa bekerja adalah adanya sirkulasi darah yang dipompa oleh jantung dan melalui Implant yang menempel di dinding jantung.
Karena jantung yang terluka, tidak terjadi sirkulasi darah secara normal, Undying Implant tak bisa bekerja dengan sepenuhnya, hingga akhirnya Gaju meninggal secara medis. Tidak ada lagi detak jantung dan aktivitas organ tubuhnya.
Benar-benar meninggal.
Satu-satunya yang bisa dilakukan oleh Undying Implant adalah mempertahankan nyawa Gaju selama mungkin karena dengan begitu, mereka berdua akan tetap hidup.
__ADS_1
Jantung Gaju memang berhenti berdetak dan mengalirkan darah ke seluruh tubuhnya, tapi Undying Implant masih berdenyut pelan dan mengalirkan energi yang sangat kecil sekali.
"Gaju, tahukah kamu seberapa susahnya aku mendapatkan Undying Implant ini?" gumam Professor saat dia merasakan denyutan lemah dari mahluk kecil menyerupai ulat yang menempel di jantung Gaju.
"Dulu. Ada sebuah pesawat luar angkasa yang terjatuh ke Bumi. Berbagai pemimpin ras yang ada di Permukaan berebut untuk menelitinya. Dan apa yang mereka temukan sangat mencengangkan."
"Pesawat itu berisi ratusan pasukan siap perang dalam kondisi tak bernyawa. Mereka alien yang bersifat organik. Bahkan pesawat luar angkasa mereka juga merupakan mahluk hidup yang sangat luar biasa."
"Pesawat itu, mahluk hidup yang mereka gunakan untuk mengarungi alam semesta, mendarat di Bumi karena sudah tiba masa ajalnya."
"Dari ratusan prajurit yang ditemukan dalam pesawat itu, hanya dua sosok saja yang ditemukan masih memiliki denyut kehidupan. Dan kehidupan itu berasal dari ulat kecil yang berada dalam tubuh mereka."
"Mahluk hidup kecil yang digunakan untuk mempertahankan hidup para prajurit itu saat mengarungi alam semesta dalam kondisi setengah tak bernyawa."
"Dari dua Undying Implant yang berhasil di dapatkan. Satu sudah digunakan oleh pemimpin bangsa terkuat Beastman, dari ras Demi-Dragon, manusia naga."
"Satu lagi ada di tubuhmu setelah aku berhasil mendapatkannya dengan susah payah."
"Meningkatkan kemampuan regenerasi? Humph!! Undying Implant jauh lebih spesial daripada itu."
Crackle.
Professor MoMu mengangkat kedua tangannya dan loncatan listrik berwarna biru terlihat bermunculan di telapak tangannya.
__ADS_1
"Aku tahu kau bisa mendengarku dari tadi."
"Gaju, kamu sudah memberikan nyawamu untuk Tian."
"Sekarang aku akan memberimu lagi nyawa kedua."
"Itu artinya, sejak saat ini, kau berhutang nyawa kepadaku dan hidupmu adalah milikku," kata sang Professor sambil tersenyum menyeringai.
"Hiduplah!! Dan menjadi mata pedangku yang paling tajam!!" kata sang Professor sambil menurunkan telapak tangannya ke arah dada Gaju.
Booommmmmm.
Sebuah suara ledakan terdengar saat tangan Professor menyentuh dada Gaju. Listrik berwarna biru mengalir dari kedua telapak tangan Professor dan menyelimuti seluruh tubuh Gaju dengan cepat.
Tubuh Gaju seperti tersedot dan menempel ke telapak tangan Professor.
Ketika aliran listrik itu mengalir ke jantung Gaju, detak pelan mulai muncul disana.
Detak jantung pelan yang kemudian makin menguat.
Seiring bertambah kuatnya detak jantung Gaju, Undying Implant yang tadi hanya berdenyut lemah kini seperti seekor lintah yang menemukan tubuh inangnya. Dengan ganas mahluk itu menghisap darah dari jantung Gaju dan mengalirkannya ke seluruh tubuh, membuat semua luka yang tersisa dalam tubuh Gaju menutup dengan cepat dan sembuh seketika.
"Uhhhuukkkkk," hanya dalam hitungan detik Gaju tersadar dan langsung memuntahkan darah kotor dari mulutnya.
__ADS_1
Dan ketika Gaju membuka mata, pemandangan pertama yang dilihatnya adalah seringai sang Professor yang menatapnya dengan bangga.