Gaju - Satu

Gaju - Satu
Chapter 68 - Clash Pertama


__ADS_3

Tahap Ketiga, Day 8, tengah hari.


Gaju berlari dengan cepat, menurut estimasinya dia hampir mendekati titik tengah Hutan. Dia berlari dengan arah zig zag dari satu pohon ke pohon yang lain, sambil sesekali berhenti untuk memperhatikan sekitarnya dengan tatapan waspada.


Ketika dia sedang berhenti untuk mengambil napas dan menyenderkan punggungnya pada sebuah pohon yang berukuran cukup besar dan memiliki diameter lebih dari 1 m, Gaju melihat sosok itu.


Seorang Kandidat dengan seluruh tubuh yang ditutupi armor berwarna putih keperakan. Sosok itu berlari dengan arah lurus tanpa mempedulikan sekitarnya.


Gaju melihat ke arah mukanya dan melihat kulit hitam di bagian wajahnya yang tidak tertutupi topeng.


"Gama?" gumam Gaju setengah tak percaya.


"Bukankah dia Night Stalker? Apa yang sedang dia lakukan?" lanjutnya dengan raut muka kebingungan.


Suara desau angin di sela-sela pepohonan dan cahaya mentari yang terhalang lebatnya dedaunan menemani encounter pertama antara Gaju dan Gama, dua orang monster yang diakui oleh Sang Professor sebagai Kandidat terkuat di Pulau.


Gaju lalu menyelinap dengan hati-hati dan tangan kirinya bergerak lincah memasang jaringnya ke pohon-pohon yang dia lewati. Gaju terus menyelinap tanpa suara dan mengelilingi Gama dengan radius 50 m.


Gama tahu sesuatu sedang bergerak mengitarinya dan berhenti berlari. Matanya dengan waspada melihat ke arah sekelilingnya dan telinganya mendengarkan dengan seksama semua suara yang timbul dari ranting-ranting pohon yang terinjak oleh Gaju.


Gama tersenyum.


Setelah semua yang dilaluinya, dia kini percaya penuh dengan armor buatannya. Dia membiarkan saja musuh yang sosoknya belum terlihat itu melakukan rencananya.


Beberapa menit kemudian, Gaju keluar dari semak-semak yang ada di depan Gama perlahan-lahan.


"Gaju?" tanya Gama terkejut.


Tapi sedetik kemudian, Gama tersenyum lebar.


"Buruanku, akhirnya aku menemukanmu. 1000 poin yang dijanjikan Pulau akan menjadi milikku. Sebentar lagi, kebangkitan Sang Genius akan menjadi kenyataan," kata Gama sambil tertawa.


Gaju tersenyum.


"Gama, jadi, bahkan Kandidat sepertimu tergiur juga dengan iming-iming dari Pulau untuk kepalaku?" tanya Gaju.


"Tentu saja, Gaju, kau sudah melihat sendiri kan daftar item yang disediakan Pulau? Ada satu item yang harus kumiliki, jadi kepalamu adalah suatu keharusan untukku," jawab Gama.


"Armor itu ya? Intelligence Armor yang masuk ke dalam kategori item kelas 3?" tebak Gaju.


"Benar sekali," jawab Gama cepat.


"Jadi? Bagaimana? Perlukah aku bersusah-susah menghabisimu atau kau akan membiarkan aku menghabisimu dengan pasrah?" tanya Gama masih dengan seringai yang terlihat di bibirnya yang tidak tertutupi oleh topeng Oni itu.

__ADS_1


"Hey Gama, kamu tahu kan kalau semut juga akan menggigit balik jika terinjak?" tanya Gaju.


"Ooohh. Aku mengerti. Jadi? Kamu mau mengadu nasib denganku?" tanya Gama.


"Mengadu nasib?" tanya Gaju, "Kurasa tidak, aku tak suka berjudi," lanjut Gaju lalu bergerak dengan kecepatan luar biasa dan meloncat ke arah Gama.


Gama terkesiap. Dia tak menyangka Gaju akan bergerak secepat itu. Bahkan Gama sama sekali tak melihat bayangan Gaju saat bergerak sama sekali.


Boooommmmmmm.


Suara luar biasa keras terdengar ketika kepalan tangan Gaju menghantam dada Gama yang terlindungi oleh armor.


Gaju mengerahkan semua kekuatan dan kecepatannya. Saat melawan seorang monster seperti Gama, tak ada untungnya bagi Gaju untuk menahan diri.


\=\=\=\=\=


Energi kinetik sebuah benda didefinisikan sebagai besarnya usaha untuk memindahkan sebuah benda dengan massa tertentu dari keadaan diam hingga mencapai kecepatan tertentu.


Hubungan antara Energi Kinetik, massa dan kecepatan dapat dijabarkan dalam sebuah rumus empiris sederhana:


Ek \= 1/2 * massa * kecepatan (kuadrat)


Untuk kasus Gaju, massa yang digunakan adalah kekuatan pukulan berdasarkan strength yang dia miliki, sedangkan kecepatan sesuai namanya adalah speed milik Gaju.


Ek \= 1/2 * 238 kg * 248 m/s * 248 m/s


Hasilnya, pukulan Gaju memiliki energi sebesar 7,3 Mega Joule.


Kalau angka itu susah dibayangkan, energi kinetik sebesar itu setara dengan sebuah benda seberat 73 Ton yang dijatuhkan dari ketinggian 10 meter dan mengenai kita.


Armor Gama sendiri menggunakan basis hitungan energi kinetik dalam perhitungannya dengan menggunakan attribut fisik Gama sebagai tolok ukur ambang batas yang mampu diterima Gama tanpa terluka.


Itu artinya, dengan attribute strength sebesar 0.80 dan speed 0.80, Gama memiliki potensi untuk menghasilkan  serangan dan juga menerima serangan dengan energi kinetik sebesar 256 Kilo Joule. Dengan bantuan reduction effect dari amor miliknya sebesar 10 x, Gama sanggup menerima serangan sebesar 2.56 Mega Joule tanpa terluka.


Pukulan Gaju memiliki energi hampir 3 kali dari ambang batas yang mampu ditahan oleh Gama dengan bantuan armornya sekalipun.


Hasil akhir dari clash head to head ini bisa diduga dengan mudah.


\=\=\=\=\=


Bruaaakkkkkkk.


Tubuh Gama terlempar ke belakang dengan keras dan menabrak pohon di belakangnya tanpa ampun.

__ADS_1


Gama bangkit berdiri dan memuntahkan darah dari mulutnya.


"Kamu? Kamu bukan manusia!!" teriak Gama sambil menuding Gaju dengan telunjuknya yang bergetar.


Saat menerima pukulan tadi, hanya notifikasi error yang diterimanya dari mini komputer. Jadi sampai saat ini, Gama sendiri belum tahu sekuat apa kekuatan pukulan Gaju yang sesungguhnya.


Tapi satu hal yang pasti, kalau dia menerima pukulan Gaju lagi dengan kekuatan yang sama, nama Gama sebentar lagi akan lenyap dari muka bumi.


Gaju melihat ke arah kepalan tangannya lalu melihat ke arah Gama.


"Kau yang bukan manusia, bedebah!!" maki Gaju.


Dia merasakan sakit luar biasa di kepalan tangannya. Dia juga masih terlihat tak percaya setelah melihat kondisi Gama. Selain armor yang terlihat mengalami cacat dengan sebuah lengkungan ke dalam di bagian yang terkena pukulannya dan Gama yang baru saja memuntahkan darah dari mulutnya, tak ada luka lain yang terlihat diterima oleh Gama.


Hanya satu mahluk saja yang sanggup menerima pukulan Gaju sekuat tenaga dan masih bisa kembali berdiri dan berteriak dengan keras seperti yang baru saja si Negro lakukan.


Griffin.


Kedua Kandidat itu saling melihat dengan raut muka penuh kebencian satu sama lain.


Gama yang sekarang menjadi ragu dengan kekuatan yang dimiliki oleh Gaju.


Gaju yang merasa kembali berhadapan dengan Griffin yang berwujud manusia dibalut dengan armor di seluruh tubuhnya.


"Sial!!" maki Gama, "Aku harusnya tahu kalau tak mungkin Pulau membanderol kepalamu dengan harga 1000 poin tanpa alasan. Kamu bukan manusia," lanjutnya.


"Jangan seenaknya saja memaki orang lain 'bukan manusia', kamu harusnya mencari cermin. Hanya Griffin yang sanggup menerima pukulanku dan masih tegak berdiri sepertimu," balas Gaju.


"Griffin? Kamu pernah bertarung melawan mahluk itu?" tanya Gama dengan raut muka kaget.


"Ya. Dan dia sepertimu, berkali-kali aku memukulnya, dia masih tetap berdiri dan tak cidera," jawab Gaju.


"Berkali-kali memukul Griffin seperti tadi?" gumam Gama sambil membayangkan dirinya sendiri menerima pukulan Gaju seperti tadi lebih dari sekali.


Tubuh Gama bergetar hebat saat membayangkannya.


"Cukup!! Aku bukan orang gila yang bakalan mau menjadi sandbag-mu," gumam Gama lalu diluar dugaan Gaju, si Negro memutar tubuhnya dan melarikan diri.


"Huh?" Gaju kaget melihat aksi Gama dengan tatapan tak percaya.


"Tunggu!! Aku belum puas menguji armor-mu," panggil Gaju.


"Go to hell!!" jawab Gama sambil mengacungkan jari tengahnya tanpa menoleh sama sekali dan berlari makin kencang.

__ADS_1


__ADS_2