Gaju - Satu

Gaju - Satu
Chapter 56 - Future Road


__ADS_3

"Koga..." panggil Tia.


"Aku tahu," jawab Koga pendek.


"Songlan, tak ada waktu lagi. Kamu harus mulai memburu Gaju secepatnya. Sebelum Gama maupun Koma bergerak. 1000 poin adalah jumlah yang banyak. Sisanya hanya bonus," perintah Koga datar.


"Humph," jawab Songlan dan dia meninggalkan ruangan itu.


Tak lama kemudian, bayangan sekelompok orang meninggalkan Komplek dengan cepat, menuju ke arah Hutan yang berada di sebelah utara.


\=\=\=\=\=


Gaju mencabut jarumnya dengan cepat dari tubuh seekor Harimau Pohon yang terkapar tak bernyawa di depannya.


Setelah melepas Limiter yang dia pasang ditubuhnya sendiri, creature level 4 sekelas Harimau Pohon, bukanlah ancaman berarti bagi Gaju.


Ini adalah korban kelimanya hari ini. 4 ekor creature level 4 dan 5 ekor creature level 5 menggenapi perolehan poin Gaju hari ini menjadi sebanyak 118 poin.


Gaju melihat ke arah Matahari yang mulai terlihat menghilang di ufuk barat dan mulai menampakkan cahaya temaram berwarna jingga itu.


Dia menarik napas dan memutuskan untuk menyudahi usaha pengumpulan poinnya hari ini.


Gaju lalu bergerak dengan cepat dan leluasa diantara sela-sela pepohonan yang terlihat sangat familiar baginya.


Sesuai rencana, Gaju memang hanya berburu di area seluas 3 kilometer yang sudah dia petakan kemarin.


Setelah semua binatang buas disini berhasil dia 'panen' Gaju baru akan memutuskan untuk berpindah ke 'ladang' yang baru. Tentu saja dengan strategi yang sama, memetakan dulu area tersebut dan memburu penghuninya satu persatu.


Sebuah strategi yang sederhana tapi sangat efektif.


\=\=\=\=\=


"Archer," gumam Adel.


Dia sedang melihat ke daftar item yang diproyeksikan oleh mini komputer ditangannya.


Aju duduk dan terdiam di sebelahnya.


Sejak pertarungan dengan Griffin, Adel memang menyadari kelemahannya sebagai strategist murni tanpa combat power yang berarti.


Saat menghadapi musuh yang mungkin tidak begitu berbahaya, kemampuan Strategist miliknya mungkin bisa mengatasi masalah. Saat dia bertarung secara tandem dengan seorang fighter seperti Aju, dia juga bisa memperlihatkan kemampuannya dengan efektif sebagai supporting partner. Tapi saat si fighter yang bertarung di depannya tak ada lagi, Adel hanya akan menjadi seekor domba yang menunggu giliran untuk dibantai.

__ADS_1


Adel tak mau hal itu terulang.


Dia ingin berperan aktif dalam pertarungan. Dan keputusan yang dia ambil adalah dengan menjadi long range combatant.


Aju akan tetap bertarung dengan jarak dekat seperti sebelumnya, Adel akan tetap melakukan fungsinya sebagai supporting strategist tapi dengan tambahan kemampuan long range combatant untuk membantu daya serang tim mereka.


Aju yang memahami keinginan Adel jelas sangat setuju. Siapa yang menolak setiap bantuan yang bisa dia dapatkan dalam sebuah pertarungan yang mempertaruhkan nyawa.


Dan disinilah mereka sekarang, sedang memilih type petarung jarak jauh yang cocok dan sesuai dengan keinginan Adel.


Setelah melihat daftar item yang diberikan oleh Pulau, Adel dan Aju kini juga sadar bahwa anggapan mereka selama ini tentang konsep pendidikan prajurit sempurna yang mereka pahami sangatlah terbatas.


Mereka, dan mungkin juga semua Kandidat, selama ini beranggapan bahwa hanya ada dua type prajurit, fighter dan strategist. Tapi, setelah melihat daftar item yang disediakan oleh Pulau, mereka sadar kalau anggapan mereka selama ini salah.


Fighter dan Strategist hanyalah dua pengelompokkan dasar yang dilakukan Pulau berdasarkan kemampuan genetis yang dimiliki oleh masing-masing kandidat. Pengembangan kemampuan tahap lanjutan ternyata sangat bervariasi dan jauh lebih luas dari yang mereka bayangkan.


Archer.


Berserker.


Sword Master.


Blade Master.


Mechanic.


Herbalist.


Poison Master.


Medic.


Dan sederet lagi type prajurit yang bisa mereka pilih tersedia dalam daftar yang diberikan oleh Pulau.


Tapi, semua itu tidak diberikan secara gratis. Semuanya membutuhkan poin.


Saat ini, barulah mereka sadar, seberapa pentingnya sistem poin yang telah diberlakukan oleh Pulau.


Adel menarik napas panjang, "Eye Implant 150 poin. Basic Archery Knowledge 10 poin, Intermediate Archery Knowledge 20 poin, Advanced Archery Knowledge 50 poin. Tactical Longbow 50 poin."


Adel masih sedikit tak percaya dengan deskripsi item yang dia baca barusan.

__ADS_1


Untuk Archery Knowledge, Adel sama sekali tak terkejut ataupun takjub.


Tapi untuk Eye Implant, mulut Adel sampai terbuka karena rasa kagetnya.


Eye Implant, sebuah item hasil rekayasa genetis yang dikembangkan oleh Pulau, memiliki fungsi untuk membantu kemampuan penglihatan pengguna untuk melihat dengan akurat dari jarak sejauh 2km.


Sesuatu yang sangat mustahil dilakukan dengan mata manusia biasa. Sebuah item yang mutlak dimiliki oleh seorang long range combatant seperti Archer, Gunner atau Gun Master.


Adel tahu kalau dia harus memiliki item itu jika dia ingin menjadi seorang Archer, sekalipun harga Eye Implant terbilang fantastis, 150 poin, tapi itu tak menghentikan minat Adel untuk memilikinya.


Berbeda dengan Adel, Aju sedari tadi melotot ke arah salah satu item yang menarik perhatiannya.


Berserker Implant.


Seperti Eye Implant, Berserker Implant juga merupakan hasil rekayasa genetis yang dikembangkan oleh Pulau. Tapi, item ini memiliki kegunaan yang jauh berbeda dengan Eye Implant.


Berserker Implant, sangat cocok untuk fighter murni seperti Aju. Item itu mempunyai kegunaan untuk meningkatkan kemampuan fisik penggunanya menjadi dua kali lipat dari sebelumnya.


Jika Aju yang sebelumnya adalah seorang fighter dengan skor PA sebesar 5.0 memiliki Berserker Implant dan mengaktifkannya, maka kemampuan fisiknya akan menjadi 10.0, Aju bahkan tak bisa membayangkan seperti apa kemampuannya saat itu terjadi.


Satu-satunya kelemahan yang dimiliki oleh Berserker Implant, peningkatan kemampuan itu memiliki durasi waktu yang terbatas, hanya satu jam. Tapi, Aju tahu kalau Berserker Implant bagaikan sebuah nyawa tambahan yang selalu dia bawa kemana-mana dan akan menyelamatkan nyawanya di saat kritis.


Seandainya dia memiliki Berserker Implant saat bertarung dengan Griffin kemarin, Aju tahu kalau dia akan menghadapi sang Griffin dengan sebuah senyuman.


Harganya? Hanya 250 poin.


Aju dan Adel saling terdiam dan sedang mengkhayal tentang masa depan mereka. Tak berapa lama kemudian, suara hempasan nafas panjang terdengar dari mulut Adel dan membuyarkan lamunan Aju.


"Aku setidaknya membutuhkan 280 poin untuk menjadi seorang Archer," gumam Adel sambil tersenyum kecut.


Aju tertawa, "Tenang, aku akan membantumu. Bukankah Gaju bisa mengumpulkan lebih dari 70 poin dalam sehari? Kita tidak akan membutuhkan waktu yang lama untuk melakukannya juga," kata Aju.


"Humph. Dia monster, jangan bandingkan kita dengan Gaju," dengus Adel dengan kesal.


Aju hanya meringis kecut dan kebingungan dengan jawaban Adel.


Hari ini mereka berdua hanya berhasil memburu 2 creature level 4 dan 1 ekor creature level 5.


Adel melihat ke arah angka 11 poin yang terlihat bersinar di mini komputernya dan menarik napas panjang.


Dia tak pernah merasa iri dengan 73 poin milik Gaju yang telah diumumkan oleh Pulau. Karena Adel tahu, Gaju punya hutang sebanyak 1000 poin yang harus dia lunasi demi Tian.

__ADS_1


Poin yang sebenarnya cukup untuk menjadikan siapapun menjadi petarung terkuat di Pulau.


__ADS_2