
Tahap Ketiga, Day 41.
"Selamat pagi kepada seluruh Kandidat."
"Peringkat pertama untuk perolehan poin ditempati oleh Kandidat Tiga Lima dengan total perolehan poin sebanyak 612 poin."
"Sistem Charity dan Robbery aktif hingga batas waktu yang belum ditentukan."
"Selamat berjuang!!"
\=\=\=\=\=
"Aku tak peduli dengan Gama."
"Aku tak peduli dengan Gaju."
"Aku tak peduli dengan Koma."
"Karena aku yang terkuat!!" teriak Koga di training field siang itu.
Terdengar arogan, tapi dia memang benar dan layak untuk mengklaim hal itu.
Setelah memperoleh Strength Enhancement Serumnya di hari ke-21, dia butuh waktu 20 hari untuk mendapatkan poin sebanyak 350 poin dan memperoleh Speed Enhancement Serum-nya hari ini.
Di tangannya, kini ada benda menyerupai suntikan yang sama dengan serum yang dulu dia suntikan ke tubuhnya.
Attribut awal Koga yang sebelumnya 'hanya' Strength 2.2, Speed 1.85 dan Agility 1.85 dengan skor kumulatif 5.9 mengalami perubahan signifikan setelah dia mengkonsumsi Strength Enhancement Serum untuk pertama kalinya.
Koga kini memiliki Strength 4.2 dan meningkatkan poin kumulatifnya menjadi 7.9, sebuah angka yang fantastis.
Setelah dia menyuntikkan Speed Enhancement Serum yang ada di tangannya, attribut speednya akan meningkat drastis menjadi 3.85, meningkatkan nilai kumulatif skor PA-nya menjadi 9.9.
9.9
Apa artinya?
Hanya satu langkah lagi dan dia akan memasuki level 2, setara dengan Elf Knight dan Beast King. Menakjubkan sekali dan membuat Koga ereksi tanpa henti.
Tanpa ragu, Koga lalu menyuntikkan serum itu ke lengannya di bawah tatapan mata iri rekan-rekannya.
Sama seperti sebelumnya, Koga berteriak keras dan jatuh tak sadarkan diri tak lama kemudian. Tia dan Gasa saling bertatapan mata dan terdiam di tempatnya.
Songnam dan Tien melihat ke arah Koga dengan tatapan bahagia dan bangga, semakin kuat Koga, peluang masa depan mereka akan semakin terbuka.
\=\=\=\=\=
Tahap Ketiga, Day 49.
"Selamat pagi kepada seluruh Kandidat."
"Peringkat pertama untuk perolehan poin ditempati oleh Kandidat Tiga Lima dengan total perolehan poin sebanyak 756 poin."
"Sistem Charity dan Robbery aktif hingga batas waktu yang belum ditentukan."
__ADS_1
"Selamat berjuang!!"
\=\=\=\=\=
Sesosok bayangan yang mengenakan baju berwarna hitam terlihat duduk di sebuah teluk tersembunyi yang ada di sebelah timur Pulau.
Sejak kemarin, Koma kembali ke markasnya ini karena satu alasan. Dia memiliki cukup poin untuk mendapatkan item idamannya, mimicry suit.
Hari ini adalah hari paling bersejarah yang ditunggu-tunggunya.
Dia sangat senang sejak kemarin dan terus menerus menyunggingkan senyuman di bibirnya. Tapi sebagai seseorang yang meniti jalan seorang Assassin, emosi adalah hindrance, sebuah penghalang yang harus dia singkirkan.
Karena itu, Koma berusaha untuk mengatur emosinya dengan bermeditasi untuk menenangkan diri.
Ketika Matahari sudah mencapai tengah hari, Koma menarik napas panjang dan melakukan pembelian item idamannya.
Sama seperti Kandidat yang lain, sebuah helikopter menjatuhkan benda berwarna hitam ke dekat Koma lima belas menit setelah dia melakukan pembelian itemnya.
Koma tiba-tiba tersadar kalau dengan melakukan pembelian barusan, posisi markasnya telah terekspos kepada para Pengurus dan dia menyesalinya. Tak seharusnya dia kembali ke sini untuk melakukan pembelian itu.
Tapi,
Koma tetaplah Koma, seorang anak kecil yang menginjak usia 12 tahun lebih beberapa bulan dan masih menyimpan kenaifan seorang anak-anak dalam dirinya.
Sama seperti Gaju yang selalu merasa kalau dia memiliki safe heaven dengan blindspot-nya di pinggiran Pantai sana.
Mereka tak tahu kalau di hadapan Sang Professor Gila, MoMu, tak ada yang bisa bersembunyi dari incarannya, selama mereka masih mengenakan mini komputer di tubuhnya, Professor dan Pengurus Pulau masih bisa melacak keberadaan mereka.
Dimanapun.
Oke, sekalipun tanpa bantuan kamera pengintai yang tersembunyi di dekat mereka, Professor tak bisa melihat apa yang mereka lakukan. Tapi setidaknya, mereka tetap saja tak bisa lari dari pengawasan Professor.
Kita lupakan soal itu.
Kembali ke Koma yang sekarang berdiri di depan kotak hitam miliknya.
Sama seperti semua Kandidat yang lain dan melakukan pembelian pertamanya, Koma juga sedikit kebingungan dengan apa yang harus dia lakukan.
Dengan penuh kehati-hatian, Koma berjalan mendekati kotak itu dan berdiri di depannya.
Saat dia mencapai jarak 2 m dari benda itu, prosedur yang sama terpicu dan tak lama kemudian, sebuah benda yang menyerupai liontin dengan seutas tali terlihat di tengah-tengah kotak itu.
"Apanya yang suit? Ini kalung!! Kurang ajar, apa Pengurus menipuku?" gumam Koma pelan.
"Aku bersusah payah mengumpulkan 650 poin dan kalian menipuku? Berikan mimicry suit impianku, bedebah!!" teriak Koma sambil menengadah keatas.
Berharap akan ada yang mendengarkan jeritan kekecewaannya.
Cit cit cit cuiitttt.
Tapi, hanya suara burung kecil dan hembusan angin laut yang menjawab teriakan Koma.
Koma lalu menghembuskan napas panjang dan meredakan emosi yang barusan meluap di dadanya. Dia menginginkan sebuah suit, pakaian yang akan membantu spesialisasinya sebagai seorang Assassin, bukan sebuah kalung yang tak jelas manfaatnya seperti ini.
__ADS_1
"Whatever," gumam Koma pelan.
Dia akhirnya menyerah dan meraih kalung itu. Nasi sudah menjadi bubur. Dia ingin melihat apa sebenarnya kalung ini.
Ketika Koma meraih kalung itu dan memegangnya sebuah notifikasi terdengar dari mini komputernya.
Bip.
"Item detected."
"Mimicry suit acquired. Apakah host ingin mengaktifkan mimicry suit?"
"Eh?" Koma jelas kaget.
Masa iya kalung ini adalah mimicry suit? Tapi, komputer tak akan berbohong ya kan? Dia tak seperti author yang suka ngeles dan banyak alasan kalau tak ada update.
"Activate!!" perintah Koma.
"Mimicry suit activated."
"Synchronizing with mini computer and host."
"Synchronization completed."
"Mimicry Suit sekarang bisa diaktifkan dengan perintah suara dari host."
Liontin berbentuk lingkaran di tangan Koma lalu bersinar dan mulai bergetar. Getaran itu makin kuat dan Koma tanpa sadar melepaskan liontin dalam genggaman tangannya.
Ketika liontin itu terlepas, secepat kilat dia melayang ke arah dada bagian atas milik Koma dimana mini komputernya berada dan digunakan sebagai kalung oleh Koma.
Liontin itu lalu seperti menempel ke mini komputer Koma dan beberapa detik kemudian, sebuah bunyi seperti dengungan lebah atau sengatan listrik terdengar.
Bbbbzzzzzzzzztttt.
Hanya dalam hitungan detik, sebuah lapisan transparan terlihat keluar dari liontin yang sekarang menempel dengan mini komputer Koma dan melapisi seluruh permukaan tubuhnya.
Koma terpana dan terdiam di tempatnya.
Dia melihat ke arah kedua tangannya dengan pandangan tak percaya.
"Aaaaaaaaa," Koma berteriak kencang.
"Kemana tanganku?" teriak Koma ketakutan.
Dengan panik dia melihat ke arah seharusnya dimana kedua tangannya yang terangkat berada, tapi dia tak melihat apapun disana.
Koma lalu melirik ke arah kakinya.
Hilang.
Lalu dia juga melirik ke arah perut dan badannya.
Hilang.
__ADS_1
Semuanya menghilang dan dia tak bisa melihatnya.
Sedetik kemudian, Koma pingsan karena shock yang dia terima.