
"Bedebah! Tak mungkin manusia yang lebih licik dari serigala sepertimu akan membiarkan buruanmu lepas begitu saja," maki Gaju dalam hati.
"Gaju aku ini selalu menganggapmu sebagai anakku sendiri. Kenapa kamu seolah terlihat tak percaya kepadaku?" tanya Professor di sela-sela tawanya.
"Sudah kubilang. Hentikan omong kosong ini! Aku tak percaya kepadamu," jawab Gaju ketus.
"Hahahahahaha," tawa Sang Professor.
"Oke. Memang susah mencoba untuk sedikit berbelit-belit denganmu," kata sang Professor.
"Begini, aku akan berterus terang dengan kalian berdua. Untuk ujian Tahap Ketiga ini, aku berniat mengadu pasangan Kandidat yang satu dengan pasangan Kandidat yang lain. Dari 20 Kandidat hanya akan tersisa 10 Kandidat untuk maju ke Tahap Empat," lanjut Sang Professor.
Gaju dan Tian langsung terdiam dengan muka tak percaya.
"Kalian... Sangat kejam..." gumam Gaju sambil mengatupkan rahangnya, menahan amarah yang tiba-tiba terasa meluap dalam dadanya.
Sekalipun Gaju sudah menduga kalau Pulau memang berniat mengeliminasi mereka, tapi menduga dan benar-benar mengetahuinya merupakan dua hal yang sangat berbeda.
Pada akhirnya, Gaju tak tahu berapa Kandidat yang akan dibiarkan tersisa sampai akhir.
"Gaju, dengan kriteria itu, kamu dan Tian seharusnya sudah lolos ke Tahap Empat. Bukankah Gaju sudah menghabisi Tutu dan Sadu?" tanya Professor.
Gaju dan Tian saling berpandangan mata. Mereka masih kebingungan dengan tujuan dan maksud dari sang Professor.
"Tapi, tak seru kan kalau kamu hanya berburu binatang buas sampai menunggu Tahap Ketiga ini selesai?" Professor masih melanjutkan monolognya.
"Jadi, bagaimana jika aku membuatnya lebih seru untukmu?" suara Professor yang tadinya terlihat ceria kini berubah datar dan serius.
Gaju dan Tian saling berpandangan mata dan Tian menggelengkan kepalanya dengan cepat. Isyarat agar Gaju menolak tawaran Professor barusan.
"Tian, apakah kamu baru saja menyuruh Gaju agar menolak tawaranku?" tegur Professor.
Tian langsung terpaku di tempatnya. Gaju menatap Tian dan menggunakan bibirnya untuk menenangkan Tian tanpa suara.
"Professor, tak usah bersikap seperti dewa di depan kami. Kalian memasang kamera pengintai di seluruh area Pulau. Wajar jika kau tahu apa yang kami lakukan secara realtime," kata Gaju.
"Dan tanpa usulan dari Tian pun, aku tetap akan menolak tawaranmu. Tak ada orang waras yang mau berurusan denganmu," lanjutnya.
Professor hanya tertawa dan kemudian sambungan komunikasi itu pun terputus.
Gaju dan Tian masih terdiam di tempatnya. Mereka hanya berniat membayar utang Gaju, mereka sama sekali tak menduga kalau Professor akan memberitahu rencananya untuk ujian Tahap Ketiga nanti.
__ADS_1
Menghabisi separuh Kandidat tersisa dan hanya akan membiarkan 10 orang Kandidat saja untuk melaju ke Tahap Keempat.
Tian termenung. Dia tahu lebih daripada Gaju. Selain ujian Tahap Ketiga nanti, Professor bahkan sudah memberitahu Tian apa yang akan dia lakukan untuk mengakhiri Program ini.
Pulau akan menyuruh 10 Kandidat tersisa untuk menghabisi soulmate masing-masing dengan tangannya sendiri. Itu artinya, di akhir nanti, hanya akan ada 5 orang Survivors yang tersisa.
5 orang prajurit pilihan yang akan menjadi lulusan dari Pulau, entah apa pun tujuan yang ingin Pulau berikan kepada para survivors itu.
Tian tersenyum bahagia sekaligus sedih. Karena saat ini, Tian tahu kalau Gaju akan survive. Dia sudah dianggap lulus dari Tahap Ketiga oleh sang Professor. Tian juga akan memberikan nyawanya jika saatnya tiba nanti.
Satu-satunya kesedihan yang membebani Tian adalah, ketika semua ini berakhir, dia tak akan bisa menggandeng tangan Gaju dan melangkah menuju masa depan mereka bersama-sama.
Karena saat itu, Tian sudah tak ada lagi.
"Dua tahun... Dua tahun untuk Tahap Ketiga. Sedangkan Tahap Keempat, bisa saja Pulau langsung memberikan instruksinya kepada 10 Kandidat tersisa ketika kami dinyatakan lolos ke Tahap Keempat. Itu artinya, aku hanya punya sisa waktu 2 tahun lagi untuk menemani Gaju," gumam Tian dalam hati.
Tian menghapus kesedihan dari wajahnya. Dia berusaha untuk tersenyum manis untuk sang kekasih.
Tian kembali teringat kata-katanya di tengah kegelapan gua saat itu.
"Sekalipun hanya sedetik lebih lama, aku akan tetap berusaha menikmatinya. Selama aku bisa berada di sampingmu," janji Tian dalam hati.
Gaju tidak memperhatikan sama sekali perubahan wajah soulmatenya, dia masih fokus mengulang kembali setiap kata-kata sang Professor tadi. Mencoba mencari celah dan petunjuk yang mungkin bisa membantunya dalam bertahan hidup di Pulau ini, bersama soulmatenya.
\=\=\=\=\=
Prangggggg.
Seorang Pengurus dengan cepat membersihkan pecahan gelas yang berserakan di lantai.
"You're my baby. Aku tidak akan membiarkanmu hidup damai, lovey dovey dengan soulmate-mu. Aku tidak menciptakan Program ini untuk membuat dirimu hidup bahagia dengan pasanganmu. Aku mau kamu menjadi prajurit sempurna, prajurit tangguh tanpa emosi, killing without thinking, survive dalam kondisi seekstrim apa pun!! Love, what kind of shit is that??" Professor mulai meracau dengan suara paraunya.
Suara napas Professor yang terengah-engah terdengar memenuhi ruangan kontrol ini.
"I don't give a ****!! Majukan schedule untuk Plan 3.1!!" teriak Professor.
"Professor?" seorang Pengurus bertanya dengan suara bergetar.
Mereka sudah memajukan schedule untuk Plan 3.0 dengan melepaskan binatang buas level 3 lebih cepat dari schedulenya, kini Professor bahkan ingin melakukan hal yang sama dengan Plan 3.1 mereka.
Plan 3.0 adalah dengan melepaskan binatang buas level 3, planning ini seharusnya dieksekusi setelah Tahap Ketiga berjalan selama 180 hari atau 6 bulan.
__ADS_1
Sedangkan Plan 3.1 adalah dengan melepaskan binatang buas level 2 dan seharusnya dilakukan setelah Tahap Ketiga berjalan selama 1 tahun atau hari ke 360.
Planning mereka sedari awal ditentukan dengan memperhitungkan progress dari para Kandidat sehingga memberi mereka kesempatan untuk menghadapi binatang buas yang akan menghadang mereka.
Tapi kini, Professor ingin memajukan planning mereka tanpa memperhatikan nasib Kandidat lainnya hanya karena seorang Kandidat yang bernama Gaju.
Sebegitu pentingkah Gaju bagi sang Professor sampai membuat dia bersedia mempertaruhkan keselamatan Kandidat lainnya?
"Shut your mouth and do it, you piece of shit!!" maki sang Professor dan membuat si Pengurus terdiam.
\=\=\=\=\=
Sepuluh kilometer dari pinggir pantai, lautan yang sebelumnya tenang tiba-tiba berbuih dan airnya menggelegak.
Beberapa saat kemudian sebuah bangunan yang berbentuk setengah bola menyerupai dome muncul ke permukaan laut.
Ketika bangunan itu sudah sempurna muncul di atas air, beberapa bukaan menyerupai pintu terlihat membuka dari semua sisinya.
Tak ada yang terjadi setelah itu dan bangunan itu dipenuhi suasana senyap.
"Manusia sialan!! Mereka menangkap kita dari Permukaan dan memenjarakan kita di kotak jahanam ini selama bertahun-tahun. Selama ini mereka selalu bersembunyi di Dunia Bawah tanpa berani menunjukkan muka mereka ke Permukaan. Humph. Mari kita lihat apa yang mereka rencanakan," seorang atau lebih tepatnya sesosok mahluk yang memiliki bentuk humanoid dengan telinga runcing panjang dan wajah yang sangat rupawan terlihat berdiri di salah satu pintu dan berteriak dengan suara nyaring tapi merdu.
Dia adalah gambaran sempurna dari sosok mitologi yang dikenal dengan sebutan elf.
Tapi dari kata-katanya, dunia yang disebut dengan 'Permukaan' telah dikuasai oleh ras mereka, sedangkan manusia melarikan diri dan bersembunyi ke 'Dunia Bawah'.
Apa yang sebenarnya terjadi pada seluruh dunia?
\=\=\=\=\=
Author note:
Saya merasa perlu menambahkan catatan ini.
Pertama,
Dari awal, cerita ini masuk dalam genre 'action, fantasy, science fiction'. Ada 'fantasy' di sana, jadi jangan kaget jika ada Griffin, Elf, atau mungkin suatu saat Naga dan Orc muncul dalam cerita. Fantasy artinya suka-suka saya mau mengkhayal seperti apa. Wkwkwkwk.
Kedua,
'Permukaan' dan 'Dunia Bawah' adalah dua konsep yang cuma dikenalkan sekilas, untuk memberi gambaran dan background untuk buku selanjutnya. Kalian juga sudah bisa menebak, apa tujuan dari Pulau dan Programnya. Jadi, Gaju-The Survivors akan ending hanya sampai para Kandidat 'lulus' dari Pulau.
__ADS_1
Petualangan mereka di Dunia Bawah dan Permukaan, kita lihat nanti dalam buku selanjutnya.
That's it.