Gaju - Satu

Gaju - Satu
Chapter 67 - Storm is coming


__ADS_3

"Map."


Sebuah peta lalu muncul di layar utama yang ada di ruangan kontrol. Semua Pengurus melihat ke arah peta yang ada di layar utama sambil setengah menahan napas.


Beberapa titik kecil terlihat di layar dan bergerak pelan.


Masing-masing titik memiliki nomor identifikasi yang mengikutinya.


Tak seperti para Kandidat yang mungkin harus meraba-raba posisi Kandidat lain, Pengurus berbeda. Mereka bisa menggunakan mini komputer yang ada di tubuh Kandidat untuk melacak posisi mereka secara real time.


"Tunjukkan hanya para monsters!" perintah Professor.


18 titik yang ada di layar lalu berkedip sesaat dan kini hanya tertinggal 7 titik saja.


"Enlarge!"


Titik-titik itu terlihat membesar dan sekarang semua orang bisa melihat dengan jelas nomor mereka.


Titik yang bernomor Tiga Tujuh terlihat bergerak dari Gunung di utara menuju ke selatan.


Titik yang bernomor Kosong Lima bergerak dari sisi timur Pulau dan bergerak ke arah barat.


Titik yang bernomor Tiga Lima terlihat bergerak dari arah barat Pulau dan bergerak ke arah timur.


Titik yang bernomor Kosong Tiga terlihat tidak bergerak dan berada di Komplek.


Titik yang bernomor Tiga Delapan terlihat tidak bergerak dan berada di Komplek Pengurus.


Dan yang terakhir, dua titik yang terlihat berdempetan terlihat bergerak pelan di sebelah timur Gunung dan sama sekali tidak terlihat bergerak untuk meninggalkan area itu, kedua titik itu bernomor Satu Tujuh dan Satu Delapan.


"Estimasi crossing point pergerakan Tiga Tujuh, Kosong Lima, dan Tiga Lima!" perintah Professor.


"Berdasarkan kecepatan pergerakan mereka saat ini, Tiga Tujuh dan Tiga Lima akan bertemu dalam waktu 3 jam di area 5 km dari tengah-tengah Pulau," kata salah seorang Pengurus yang bertugas melakukan analisa.


"Kosong Lima akan bertemu mereka di titik yang sama dengan catatan mereka berdua tak bergerak lagi dalam waktu 5 jam," lanjut si Pengurus lagi.


"Hahahahahahaha," Professor tertawa keras sekali.


"Anak-anakku, tunjukkan padaku kalau jalan yang kalian pilih adalah yang terkuat," gumam Sang Professor di sela tawanya.


"Mmm. Professor, hasil analisa komprehensif tentang kemampuan mereka sudah diperoleh. Apakah perlu kutampilkan di layar utama?" tanya salah satu Pengurus yang lain.


"Tampilkan! Hanya milik Gaju, Koma dan Gama. Aku ingin tahu kemampuan head to head mereka," kata Sang Professor.


Tak lama kemudian, tiga buah foto terlihat di layar dan sederet angka muncul di bawahnya.


Nama Kandidat : Kosong Lima


Intelligence Capability : 2.90


Knowledge : 1.00


Memory : 0.90


Analytic : 1.0


Physical Attribute : 5.40


Strength : 1.85


Speed : 1.80

__ADS_1


Agility : 1.75


Special Trait:


Instant Movement : Speed 3x


Max speed : 5.40 limited usage


*****


Nama Kandidat : Tiga Lima


Intelligence Capability : 5.30


Knowledge : 1.75


Memory : 1.75


Analytic : 1.80


Physical Attribute : 2.40


Strength : 0.80


Speed : 0.80


Agility : 0.80


Special Trait:


Armor enhancement


Defense reduction : 10x


*****


Nama Kandidat : Tiga Tujuh


Intelligence Capability : 2.55


Knowledge : 0.85


Memory : 0.85


Analytic : 0.85


Physical Attribute : 7.34


Strength : 2.38


Speed : 2.48


Agility : 2.48


Special Trait:


True Intelligence Capability Unknown


True Physical Attribute Unknown


"Hahahahaha," tawa Professor menggema.

__ADS_1


"Inilah yang namanya real mosnters, real genius. Kalian lihat sendiri kan?" tanya sang Proffesor dengan nada riang.


"Kandidat tercepat di Pulau adalah Koma, kalau dia mau, tak akan ada yang bisa menyentuh dan melukainya. Tapi si Gama adalah kura-kura. Aku ragu ada seorang pun yang mampu memecahkan sel kura-kuranya. Sedangkan Gaju..." kata-kata Professor berhenti saat menyebutkan nama Gaju.


"Gaju adalah enigma."


"Tak ada yang tahu apa yang akan dia lakukan. Dia terlalu 'dalam' dan mampu menyembunyikan kekuatannya yang sesungguhnya hingga kini. Tak ada analisa yang bisa menggambarkan dan memprediksi kemampuannya," gumam sang Professor.


"Dalam kepalanya yang kecil itu, ada sebuah bom nuklir yang bisa meledak kapan saja. Dia... Dia itu menakutkan. Dan dia adalah definisi dari kata genius yang sesungguhnya. Tak dapat diterka, tak dapat diprediksi, bergerak dan berpikir di luar jalan pikiran normal," lanjut sang Professor.


"Bahkan seseorang seperti aku, sangat menantikan performa Gaju."


"A true genius," pujinya.


"Keempat monster lain hanyalah anak-anak dibandingkan mereka bertiga. Sampai mereka menemukan jalan mereka sendiri. Sama seperti mereka bertiga."


"Sampai saat itu tiba, semua Kandidat lain hanyalah mangsa, tak lebih."


"Termasuk Koga dan Aju?" tanya seorang Pengurus yang mungkin tak percaya dengan analisa Professor.


Sang Professor melirik ke arah si Pengurus dan hanya tersenyum simpul.


"Tahap Pertama dan Tahap Kedua hanyalah basic foundation saja. Apalah artinya menjadi peraih skor tertinggi, saat ini, jika Koga bertemu dengan Koma..."


Ctek.


Professor menjentikkan jarinya dan menyeringai, "Koga akan tewas tanpa tahu apa yang menyerangnya," kata sang Professor dengan yakin.


Si Pengurus terdiam.


\=\=\=\=\=


Ketiga Kandidat yang bergerak dengan cepat dalam Hutan mungkin tak memiliki informasi sedetail Pengurus tapi masing-masing Kandidat punya harga dirinya masing-masing. Mereka semua percaya dan yakin dengan kemampuan masing-masing.


Gama melangkah dengan pasti tanpa ragu-ragu dan tanpa mengenal takut. Setelah bertarung dengan puluhan binatang buas level 4 dan 5, dia kini yakin kalau armornya tak seburuk yang dia perkirakan sebelumnya.


Memang amplifier effect yang dia miliki sangat kecil tapi reduction effect-nya sangat luar biasa. Dia hanya perlu berdiri dan membiarkan binatang buas itu menyerangnya sesuka mereka dan tak akan ada luka atau cidera yang akan dia terima.


Setelah musuhnya kehabisan stamina, giliran Gama yang akan menghajar mereka habis-habisan. Sampai mereka tewas mengenaskan.


Inilah metode bertarung paling efektif yang telah dia temukan dan uji sendiri setelah sekian kali bertarung melawan binatang buas itu.


"Jalan Ninja-ku memang tak terkalahkan," gumam Gama dengan bangga.


Mungkin jika ada Ninja sungguhan yang melihat Gama, mereka akan menangis sampai air matanya kering. Mana ada Ninja bertarung seperti dirinya?


Ninja adalah bayangan kegelapan, bergerak dalam gelap, dan menyerang dengan tiba-tiba.


Ninja macam apa yang bertarung secara terbuka seperti Gama?


Berbeda dengan Gama, Koma bergerak diantara bayangan gelap pepohonan dan sama sekali tidak meninggalkan jejak.


Sekalipun tidak ada musuh yang mengintainya, sekalipun tidak ada mangsa yang diincarnya, Koma masih tetap dengan sepenuh hati dan waspada saat bergerak di tengah-tengah Hutan.


Sesekali Koma akan berhenti dan melihat ke belakang untuk memastikan kalau tidak ada musuh yang mengincarnya dari belakang. Karena akan sangat memalukan bagi seorang Assassin tapi tak menyadari kalau dirinya dijadikan incaran.


Berbeda dengan Gama yang bergerak secara terbuka atau Koma yang bergerak tanpa suara, Gaju merupakan perpaduan antara keduanya.


Dia keluar dari persembunyiannya saat diperlukan dan kembali menghilang saat keadaan memaksanya.


Beradaptasi sesuai dengan situasi dan kondisi yang memintanya untuk bertindak sesuai kebutuhan.

__ADS_1


Badai segera datang dan ketiga Kandidat itu tanpa sadar sedang terjebak di dalamnya.


__ADS_2