Gaju - Satu

Gaju - Satu
Chapter 63 - Treatment


__ADS_3

Meskipun sekarang waktu masih menunjukkan tengah hari lewat sedikit, Gaju tak berniat berburu lagi. Rasa baru yang aneh terus menghantuinya. Sebuah rasa yang dia duga adalah rasa bersalah.


Gaju tahu apa penyebabnya.


Gaju menarik napas dalam. Saat ini, dia hanya bisa berharap kalau rasa bersalah itu akan hilang dengan sendirinya. Karena Gaju tahu, ini bukanlah yang terakhir kalinya dia akan melakukan apa yang dia lakukan tadi kepada pasangan Tutu dan Sadu.


Tak lama kemudian Gaju sampai ke sebuah tempat yang sedikit terlindung. Pepohonan yang lebat ada di sekitarnya. Gaju melihat ke sekelilingnya dan memutuskan untuk beristirahat disini.


Dengan cekatan, Gaju memasang jaringnya ke pohon di sekitar tempat itu. Gaju lalu membersihkan tempat yang akan dia gunakan untuk beristirahat dari tanaman perdu dan semak belukar.


Tak lama kemudian, Gaju duduk bersila dan memejamkan matanya. Nafasnya berubah teratur sedikit demi sedikit dan berhembus dengan ritme yang tetap.


Dia mencoba bermeditasi untuk menenangkan hatinya.


Jika dia memang masih punya hati.


\=\=\=\=\=


"Hasil analisa sudah keluar Professor," kata salah seorang Pengurus kepada Sang Professor.


"Tampilkan di layar utama," perintah sang Professor.


Sebuah video yang menunjukkan seorang lelaki tua dengan dandan khas seorang sinshe sedang memanaskan jarum dengan sebuah lilin yang menyala lalu dia mendekati pasien yang terbaring di atas sebuah ranjang.


Di tubuh pasien tersebut sudah terdapat beberapa jarum yang serupa dengan jarum yang dipegang oleh sinshe tersebut.


Tak lama kemudian sang Sinshe menusukkan jarumnya ke bagian tubuh pasien setelah melakukan pemeriksaan dan mengukur letak titik yang akan ditusuknya dengan jengkalan tangan.


"Metode penyembuhan alternatif kuno ini disebut dengan Akupunktur."


"Pertama kali dikembangkan di negeri China sebelum akhirnya penggunaannya meluas ke seluruh dunia."


"Prinsip dasar akupunktur adalah dengan menganggap tubuh manusia sebagai sebuah jaringan raksasa sistem saraf yang terhubung satu sama lain. Dimana sistem saraf ini dianggap bertanggung jawab terhadap kinerja fisik dari tubuh manusia."


"Dengan menusukkan jarum ke titik saraf yang tepat, praktisi akupunktur percaya mereka dapat mempengaruhi kinerja tubuh manusia."


"Menurut metode ini, potensi dari aplikasi pemanfaatan titik akupunktur tak terbatas. Semua dipengaruhi oleh seberapa banyak pengetahuan tentang sistem saraf dan pengaruhnya ke tubuh manusia oleh sang praktisi sendiri."


Suara robotic yang terdengar seperti sebuah ensiklopedia itu membuat seisi ruangan terdiam.


"Sistem saraf manusia."


"Anatomi tubuh manusia."


"Sistem kerja tubuh manusia."


"Dan banyak pengetahuan penunjang lain yang dibutuhkan untuk menjadi seorang praktisi metode kuno ini," kata-kata Professor terdengar bergema dalam ruangan yang hening.


"Kapan kamu mempelajarinya?"

__ADS_1


"Kapan kamu mulai mempraktekkan teknik ini?"


"Keberanian sebesar apa yang membuatmu menjadikan tubuhmu sendiri sebagai sasaran teknik kuno yang bahkan tak lagi dikenal di Dunia Bawah."


"Gaju..."


"You truly are epitome of the word Genius."


Tawa keras terdengar menggema dalam ruangan itu. Semua Pengurus yang ada di dalam ruangan kontrol bahkan tak ada yang berani menarik napas terlalu keras.


Mereka tahu kalau sang Professor sekarang sedang memasuki excited mode-nya. Sebutan lain untuk mendeskripsikan crazy mode dari sang Professor yang akan ditemui saat dia sedang menelurkan ide-ide gilanya.


\=\=\=\=\=


Di sebuah ruangan yang lokasinya tak diketahui, tubuh seorang gadis kecil terbaring tak sadarkan diri.


Ruangan ini didominasi oleh warna putih tetapi tidak menyilaukan mata. Tidak ada seorang pun selain gadis kecil yang terbaring tak sadarkan diri.


Tian terbaring tak sadarkan diri tanpa baju dan tak ada selembar benang pun yang menutupi tubuhnya.


Luka mengerikan yang telah mengoyak tubuhnya dan sebagian organ dalam perutnya kini terlihat sudah menutup dengan sempurna.


Hanya ada bekas luka yang masih terlihat memerah dan bergerak pelan sesuai detak jantung dan desahan napas Tian.


"Prosedur ke 293."


"Perbaikan jaringan kulit luar dan regenerasi sel kulit mati."


Sesaat setelah suara robotic itu terdengar, sebuah lengan robot terlihat keluar dari atap ruangan yang terbuka.


Lengan robot itu secara presisi bergerak diatas tubuh Tian dan terlihat menembakkan sebuah cairan menyerupai gel berwarna bening ke luka di tubuh Tian.


Gel aneh itu lalu menyebar dengan cepat dan terlihat bereaksi dengan luka Tian yang masih memerah.


Tak sampai setengah jam kemudian, Gel itu terlihat mengering dan membentuk jaringan kulit baru di tubuh Tian.


"Prosedur Advanced Medical Treatment telah selesai dilakukan."


"Melakukan diagnosa terhadap kondisi tubuh pasien..."


"Diagnosa selesai."


"Pasien dalam kondisi optimal tanpa luka."


"Fasilitas Advanced Medical Treatment akan melakukan reset dalam hitungan 10 detik."


"Fasilitas Advanced Medical Treatment shutting down."


Bip.

__ADS_1


Setelah itu hanya keheningan yang diisi oleh suara napas Tian saja yang memenuhi ruangan serba putih itu.


Cklek.


Suara pintu yang terbuka terdengar, 2 orang wanita yang mengenakan seragam berwarna putih masuk dan membawa satu set baju lengkap lalu memakaikannya untuk Tian.


Beberapa saat kemudian, kedua wanita itu membawa Tian ke sebuah kamar yang terletak tak jauh dari ruangan medical treatment tempat tadi dia dirawat.


Mereka berdua lalu meninggalkan Tian seorang diri, tak ada sepatah katapun terucap dari mulut mereka. Semuanya terjadi dalam diam.


\=\=\=\=\=


Tahap Ketiga, Day 8.


"Selamat pagi kepada seluruh Kandidat."


"Peringkat pertama untuk perolehan poin ditempati oleh Kandidat Tiga Tujuh dengan total perolehan poin sebanyak 303 poin."


"Sistem Robbery dan Charity aktif hingga batas waktu yang belum ditentukan."


"Reward 1000 poin untuk Kandidat yang berhasil mengeliminasi Kandidat Tiga Tujuh aktif hingga batas waktu yang belum ditentukan."


"Selamat berjuang."


Pagi itu sebuah notifikasi kembali dikirimkan kepada seluruh Kandidat yang ada di Pulau. Kandidat yang sekarang hanya berjumlah 18 orang setelah Gaju membunuh Satu Satu dan Satu Dua.


\=\=\=\=\=


Tian membuka matanya.


Dia menemukan dirinya di sebuah ruangan yang asing dan sama sekali tak dikenalnya.


Dia mengenakan salah satu pakaian miliknya sendiri, tapi...


Seingat Tian, dia seharusnya sekarang sudah tewas di tangan Griffin, dia seharusnya menerima serangan mahluk itu demi menyelamatkan nyawa soulmate-nya, nyawa Gaju.


Dengan cepat, Tian meraba ke arah dadanya dan merasakan sebuah bekas luka yang sekarang ada disana.


Tian terperanjat kaget.


Dia menemukan luka itu, dengan cepat Tian lalu berdiri dan berusaha mencari cermin dalam ruangan ini, tapi dia tak menemukannya.


Tian mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan dan hanya menemukan sebuah jendela kaca.


Tian berjalan menuju ke arah jendela itu dan tanpa ragu membuka bajunya.


Saat itulah Tian melihatnya, sebuah luka yang menyerupai cakaran binatang buas yang terlihat mengerikan, dari bagian dada di atas sampai ke bagian perutnya. Cakaran binatang buas yang terdiri dari tiga goresan memanjang vertikal dan terlihat cukup dalam.


Tian menarik napas.

__ADS_1


"Seharusnya aku sudah mati. Kenapa aku masih hidup?" gumam Tian kebingungan.


__ADS_2