
Tahap Ketiga, Day 11.
"Pembelian item akan dikonfirmasi ulang."
"Eye Implant 150 poin."
"Basic Archery 10 poin."
"Intermediate Archery 20 poin."
"Advanced Archery 50 poin."
"Tactical Longbow 50 poin."
"Total poin dibutuhkan 280 poin."
"Poin akan diambil dari akun Kandidat Satu Delapan."
"Jumlah poin tersedia 314 poin."
"Proceed?"
Adel tersenyum lebar dan dengan tenang berkata, "Proceed!"
"Pembelian dikonfirmasi. Poin dikurangkan. Poin tersedia dalam akun Kandidat Satu Delapan sebanyak 34 poin."
"Item akan diantarkan kepada Kandidat Satu Delapan dalam waktu 15 menit."
"Silakan tunggu dan terima kasih untuk pembelian item yang sudah dilakukan."
"Selamat berjuang!"
Bip.
Adel dan Aju saling bertatapan mata dan berdiri dengan gelisah. Ini kali pertama mereka melakukan transaksi dengan menggunakan poin mereka.
Dan jika transaksi ini sukses, Adel akan menjadi orang pertama yang berhasil melakukan advancement ke tingkat selanjutnya.
Angin bertiup pelan dan membuat dahan-dahan pohon di sekitar mereka bergoyang perlahan.
Suara desau yang terdengar karena angin yang menyelinap di sela-sela dedaunan menemani mereka berdua yang sedang menunggu dengan gelisah di tempat ini.
Mereka berdua masih berada di sekitar Gunung, lebih tepatnya, di sebelah timur Gunung tempat mereka bertarung dengan Griffin. Selama beberapa hari ini, mereka memang memutuskan untuk berburu hanya di area sekitar sini saja.
Tepat 15 menit setelah Adel melakukan pembelian itemnya, sebuah helikopter yang sejenis dengan helikopter yang digunakan oleh Pengurus untuk mengantar Tian terlihat turun perlahan tanpa suara dari atas pepohonan.
Adel dan Aju mendongakkan kepalanya keatas dan melihat dengan tatapan penasaran.
Lalu, tiba-tiba sebuah kotak terlihat dijatuhkan dari helikopter itu tepat ke arah Adel.
Adel sama sekali tak beranjak di tempatnya dan membiarkan benda itu terjatuh di depannya.
Boomm.
Suara letupan kecil terdengar saat benda itu mendarat di tanah. Kotak berwarna hitam dengan sebuah panel digital di atasnya terlihat berada di depan Adel setelah debu dan daun yang berterbangan tadi kembali mendarat di tanah.
Adel dan Aju mendongakkan kepalanya ke atas dan sudah tak menemukan lagi helikopter yang tadi menjatuhkan benda itu.
Adel menarik napas panjang untuk menenangkan hatinya lalu berjalan dua langkah untuk mendekati kotak itu.
Bip.
"Scanning."
Sebuah suara tiba-tiba terdengar dari kotak hitam yang tergelatak di depan Adel.
"Identitas telah dikonfirmasi."
"Kandidat Satu Delapan berada di dekat Paket."
"Apakah Anda ingin membuka paket?"
"Buka," jawab Adel pelan.
__ADS_1
Wuussss.
Sebuah suara pelan terdengar dari kotak hitam disertai hembusan angin karena proses dekompressi udara bertekanan yang ada di dalam paket.
Keempat sisi paket itu lalu terbuka perlahan-lahan kesamping.
Adel kini dapat dengan jelas melihat benda yang ada di dalamnya.
Sebuah benda kecil menyerupai flashdisk, sebuah benda menyerupai lensa kontak dan sebuah busur panah dengan panjang sekitar 75 cm dengan 5 anak panah terlihat disana.
Adel melihat kedua benda dengan tatapan senang.
Bip.
"Paket telah dibuka."
"Apakah Anda ingin mendownload petunjuk teknis penggunaan item yang telah dibeli?"
"Download," jawab Adel cepat.
"Downloading..."
"Download selesai."
"Apakah Anda ingin mendengarkan petunjuk teknis penggunaan item yang telah dibeli?"
"Ya," jawab Adel.
"Petunjuk teknis Eye Implant, Archery Knowledge dan Tactical Longbow."
"Eye Implant digunakan dengan memasangnya langsung ke mata pengguna. Eye Implant akan terkoneksi dengan mini komputer pengguna setelah digunakan."
"Eye Implant dapat diaktifkan dan dinon-aktifkan dengan voice command."
"Archery knowledge yang telah dibeli dapat didownload dengan menggunakan koneksi nirkabel dari flashdisk ke mini komputer pengguna. Knowledge tidak akan terhapus dari mini komputer kecuali dihapus dengan sengaja oleh pengguna."
"Tactical Longbow masuk kategori armament dan dapat digunakan langsung. Pembelian Longbow hanya disertai dengan lima buah anak panah dengan spesifikasi yang sesuai dengan tactical longbow."
"Petunjuk teknis selesai."
Bip.
Adel mendekatkan flashdisk itu ke arah mini komputer di pergelangan tangan kirinya dan ketika benda itu berjarak 10 cm dari mini komputernya, sebuah suara familier kembali terdengar dari mini komputer milik Adel.
Bip.
"Data container detected."
"Download informasi yang tersimpan?"
"Download," jawab Adel.
"Downloading..."
"Downloading Basic Archery Knowledge..."
"Download completed."
"Downloading..."
"Downloading Intermediate Archery Knowledge..."
"Downloading..."
"Download completed."
"Downloading..."
"Downloading Advanced Archery Knowledge..."
"Download completed."
"Semua data berhasil didownload ke mini komputer."
__ADS_1
Bip.
Adel tersenyum. Dia tahu kalau skill membutuhkan latihan yang berulang-ulang dan konsisten sampai dia mahir. Memiliki informasi dan knowledge hanyalah sebuah langkah awal untuk menuju ke sana.
Adel lalu menyimpan flashdisk itu ke dalam ranselnya meskipun dia tahu kalau dia tak akan lagi membutuhkannya dan mungkin tak ada lagi data yang tersimpan di sana.
Adel lalu mengalihkan perhatiannya ke benda kedua yang ada di dalam kotak hitam di depannya.
Sepasang lensa kontak yang seharusnya adalah item yang disebut Eye Implant.
Adel mengambilnya dan tanpa ragu memasang benda itu ke kedua matanya satu persatu dengan perlahan.
Setelah dia melakukannya, Adel mengerjapkan kedua kelopak matanya untuk membiasakan dirinya dengan benda itu.
Beberapa detik setelah itu, sebuah suara notifikasi kembali terdengar dari mini komputer Adel.
Bip.
"Eye Implant detected."
"Opsi untuk mengkoneksikan Eye Implant dengan mini komputer kini tersedia."
"Connect?"
"Ya," jawab Adel.
"Establishing connection..."
"Connection established."
"Eye Implant telah terkoneksi dengan mini komputer pengguna."
"Eye Implant kini dapat digunakan dengan menggunakan voice command."
Adel sangat senang sekali ketika mendengar notifikasi terakhir dari mini komputernya. Adel ingin sekali mengetahui kemampuan eye implant yang sudah diimpikannya sejak dulu itu.
Dengan cepat, Adel menggumamkan instruksi pendek dengan suara pelan.
"Eye Implant, activate!"
Singgggg.
Tanpa ada lag atau jeda sama sekali, Adel melihat semua benda di sekelilingnya menjadi seperti terzoom dan membesar.
Dia bisa melihat barisan semut yang sedang berjalan di sebuah batang pohon yang terletak 50 m dari tempatnya berdiri. Adel bahkan bisa melihat antena para semut itu saling bertautan setiap kali mereka berjumpa satu sama lain.
Adel memutar kepalanya dan melihat ke arah Aju.
Gubrakkkk..
Adel langsung terjerembab ke belakang dengan posisi tubuh telentang ke tanah.
Bagaimana tidak?
Wajah si Keling yang berkilauan karena dipenuhi keringat dan terkena sinar mentari itu seolah-olah membesar dan menempel ke wajah Adel sendiri.
Kalian bayangkan sendiri bagaimana rasanya menatap wajah keling berkilauan yang berukuran hampir 2 m dan seolah menempel ke muka kita.
Adel memejamkan matanya dengan cepat lalu setelah menarik napas dalam, dia pelan-pelan membuka matanya. Kini dia menatap ke atas langit. Dia bisa melihat dengan jelas awan-awan yang berwarna putih dan bergerak searah.
Tapi.
Adel kini dapat dengan jelas melihat awan-awan itu.
Bukan.
Benda itu bukan awan yang sebenarnya.
Benda yang selama ini selalu dia anggap sebagai awan putih yang melayang diatas langit ternyata hanyalah sebuah proyeksi atau image yang bergerak dalam sebuah layar digital berwarna biru yang berperan sebagai langit.
Layar yang berukuran sangat besar sekali.
Seluruh tubuh Adel bergetar ketika menyadari hal itu untuk pertama kalinya.
__ADS_1
Sebuah pertanyaan yang selama ini tak terlintas dalam kepalanya tiba-tiba menyeruak tak terbendung.
"Dimanakah ini sebenarnya?"