
Tahap Ketiga, Day 146.
Gaju melihat ke arah mini komputer di tangan kirinya dan tersenyum. Ini adalah hari yang dinanti-nantikannya sejak dia dan Tian membeli Intelligent Enhancement Serum di hari ke 89.
Setelah Tian menggunakan serum dan memulai latihannya untuk menjadi seorang Psychic, mereka sempat mengalami masa penurunan dalam perolehan poin selama seminggu lebih. Tapi setelah Tian berhasil menguasai kemampuannya, progress mereka menjadi luar biasa efektif. Dalam satu hari, mereka berdua bisa mengumpulkan rata-rata 30 poin.
Undying Inplant yang diincar Gaju seharga 1300 poin. Dengan progress 30 poin/hari, mereka membutuhkan waktu minimal 43 hari untuk mengumpulkan poin sebanyak itu. Ditambah dengan waktu yang terbuang saat Tian melatih kemampuan Psychicnya, hari ini mereka akhirnya berhasil mengumpulkan cukup poin untuk membeli Undying Implant.
Sebuah Implant yang sama sekali tidak memberikan penambahan skor attribute apa pun kepada penggunanya, tapi hanya memberikan satu kelebihan khusus, menambah kecepatan dan kemampuan regenerasi sel baru bagi Gaju.
Sampai detik ini, ada dua rahasia terbesar Gaju yang belum pernah dia katakan kepada Tian. Bukan karena dia masih menyimpan rasa tak percaya kepada Angel-nya, tapi Gaju menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya.
Yang pertama adalah kemampuan photographic memory milik Gaju yang dia miliki sejak awal. Dimana Gaju mampu mengingat apapun yang dilihatnya hanya sekali saja. Kemampuan yang membuat Gaju memiliki knowledge luar biasa yang entah akan memiliki skor berapa saat dia bersungguh-sungguh mengujinya.
Yang kedua adalah teknik akupunktur yang digunakan oleh Gaju untuk meningkatkan kemampuan fisiknya saat mereka masih berada di Tahap Kedua.
Teknik yang ditemukan sendiri oleh Gaju dan berhasil meningkatkan attribute fisiknya dari yang tadinya 'hanya' di bawah rata-rata menjadi yang terkuat tanpa bantuan serum apa pun.
Dan saat ini, Gaju merasa adalah waktu yang tepat untuk mengatakan kepada Tian tentang rahasianya yang kedua.
Tapi sebelum itu, Gaju ingin membeli Undying Implant terlebih dahulu.
Implant ini adalah suatu kebutuhan dan kewajiban jika Gaju ingin terus menggunakan tekniknya. Teknik akupunktur ini memang efektif tapi rasa sakit yang menyertainya bahkan membuat seseorang dengan keyakinan diri seperti Gaju hampir menyerah karena rasa sakit yang menyertainya.
Pertanyaan yang kemudian muncul, darimana rasa sakit itu berasal?
Rasa sakit itu berasal dari otot-otot tubuh yang dipaksa bekerja melebihi batasannya. Ketika otot tubuh mencapai batasannya dan melebihi kapasitas sebelumnya, mereka akan berkembang menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
Jika proses ini dilakukan secara berulang-ulang, bisa dibayangkan apa yang terjadi pada semua otot-otot tubuh Gaju. Pada akhirnya, mereka akan mengalami titik yieldnya dan batasan maksimum, kemudian akan mengalami kegagalan.
Jadi, Gaju menghentikan metode self-torture atau penyiksaan diri ini bukan karena dia telah merasa puas dengan kemampuannya saat ini atau karena dia tak sanggup lagi menahan rasa sakit yang menyertainya. Tapi, Gaju tahu kalau tubuhnya sudah mencapai limit maksimum dari peningkatan yang mungkin dia capai dengan tubuh normalnya.
Ketika dia memaksakan untuk melanjutkan metode ini, yang terjadi bukan peningkatan yang dia inginkan tapi justru penurunan kekuatan yang dia miliki.
Solusinya?
Undying Implant.
Itulah alasan kenapa Gaju sangat mengincar implant terlihat tak berguna yang dihargai sangat mahal ini.
__ADS_1
Selain meningkatkan survivability dalam pertarungan, Gaju membutuhkan implant ini untuk melanjutkan metode penyiksaan dirinya.
Dan kini, selangkah lagi sebelum dia akan mewujudkan impiannya.
"Confirm Purchase?" sebuah suara robotic yang sangat familiar terdengar dari mini komputer Gaju.
Tian memperhatikan semua gerak gerik Gaju dengan senyuman di bibirnya. Dia bahagia saat melihat soulmatenya bahagia.
Sebenarnya dia sangat mempertanyakan alasan Gaju membeli sebuah implant yang sangat tak seimbang antara benefit dan harganya.
Sekalipun implant ini mampu meningkatkan kemampuan regenerasi sel tubuh pemakainya dan membantu saat penyembuhan luka, tapi ada cara yang lebih efektif lagi kan?
Jadilah lebih kuat, lebih cepat dan jangan berikan kesempatan kepada musuhmu untuk melukaimu.
Atau seperti Tian yang berhasil menciptakan sebuah Dome Shield dengan kemampuan Pshycic-nya dan menjadi ultimate defense yang tak akan mudah ditembus oleh serangan musuh.
Sebuah shield transparan yang bentuknya menyerupai kubah dan membuat Tian terlindungi dari serangan yang datang dari semua arah. Sebuah ultimate defense yang bahkan membuat Gaju pening kepala seandainya dia harus melawan Tian.
Setengah jam kemudian, sebuah benda berwarna merah kehitaman dan bentuknya menyerupai ulat berada di atas telapak tangan Gaju.
Tian mendekat dan melihat ke arah benda itu dan mengrenyitkan dahinya.
Gaju melirik ke arah Tian dan dengan cepat mencium kening soulmatenya.
Bletaakkkkk..
Sebuah lapisan transparan yang keras dan tiba-tiba muncul di depan wajah Tian menghalangi bibir Gaju yang sudah berjarak beberapa cm dari wajah soulmatenya.
Gaju meringis kesakitan sedangkan Tian tersenyum dengan sorot mata meminta maaf.
"Kamu..." sungut Gaju sambil mengelus bibirnya yang terasa sedikit nyeri dengan tangan kiri.
Gimana nggak nyeri, coba kalian cium tembok atau lantai sekeras tenaga. Nyeri nggak?
"Maaf," bisik Tian sambil mendekat dan berjinjit untuk mencium bibir Gaju.
Mereka berdua bermesraan selama beberapa menit sebelum akhirnya Tian melepaskan ciumannya.
"Lain kali, jangan 'menyerangku' tiba-tiba," bisik Tian dengan muka memerah.
__ADS_1
"Shield-mu bisa nggak sih ngebedain 'serangan' dengan serangan yang sesungguhnya?" sungut Gaju.
Tian hanya tertawa kecil lalu mencoba mengalihkan perhatian, "Coba sekarang aktifkan Undying Implant itu, aku juga ingin melihatnya," bisik Tian.
Gaju menarik napas panjang dan melupakan rasa sakit di bibirnya, toh dia juga sudah dapat obatnya ya kan?
Tapi, di luar dugaan Tian, Gaju justru terdiam dan terlihat berpikir dalam.
"Kenapa?" tanya Tian penuh perhatian saat melihat raut wajah soulmatenya.
"Mmm. Tian, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu," kata Gaju pelan.
"Eh?" Tian terkejut, adakah yang lebih penting dibandingkan Undying Implant yang sekarang ada di tangan Gaju?
Gaju tak mempedulikan rasa kaget dan bingung Tian lalu mulai bercerita.
"Kamu tahu kan kalau aku sangat tertarik dengan metode kuno yang disebut akupunktur," kata Gaju memulai pengakuannya.
Tian diam dan mendengarkan dengan seksama.
"Akupunktur adalah metode yang menitikberatkan pada sistem saraf manusia dan hubungannya dengan kinerja tubuh manusia..."
Gaju lalu mulai menceritakan semua rahasia keduanya kepada Tian.
Tentang metode yang dia temukan.
Tentang efek samping yang dia rasakan.
Tentang peningkatan attribute yang dia peroleh.
Tentang batasan yang akhirnya Gaju temui.
Tian hanya terdiam sepanjang waktu saat mendengarkan cerita Gaju. Tian terlihat sangat sedih dengan mata berkaca-kaca saat Gaju selesai menceritakan semuanya.
"Aku tak bisa membayangkan rasa sakit dan penderitaan yang selama ini Gaju alami."
"Aku berharap, seandainya saja aku bisa berbagi rasa sakit itu, agar Gaju tak merasakannya sendiri."
"Aku sayang kamu, My Demon," bisik Tian lirih sambil mengusap air matanya.
__ADS_1