
Somewhere else.
Seorang bocah perempuan dan laki-laki berlari dari kejaran seekor harimau. Harimau ini memiliki corak loreng yang merupakan paduan warna hijau gelap dan hijau muda.
Kedua bocah itu, berlari dengan napas tersengal-sengal dan menabrak semak, perdu ranting dan apa saja yang dihadapan mereka.
Mereka memang tidak punya pilihan lain. Binatang yang sedang mengejar mereka adalah binatang terbuas di Hutan ini. Binatang yang dianggap raja Hutan karena dominasinya dan tidak ada predator yang mengancamnya.
Harimau Pohon.
Gaju menggunakan feces alias kotoran dari Harimau Pohon karena alasan itu. Predator lain akan lari ketakutan bahkan jika hanya mencium aroma khas dari si Raja Hutan.
Karena itulah Gaju mengumpulkan fecesnya dan menebarkannya disekitar basecampnya. Setidaknya itu bisa membuat sebagian besar predator yang berkeliaran di sekitar basecamp Gaju berpikir dua kali.
Sesuai namanya, Harimau Pohon adalah spesies kucing besar yang memang terlatih untuk berburu di Pohon.
Bukan berlari diantara pepohonan. Tapi secara harfiah berburu diatas pohon. Mirip dengan macan kumbang. Tapi ini jauh lebih besar dan kuat. Harimau Pohon berevolusi dan mempunyai cakar yang memang cocok digunakan untuk memanjat pohon.
Dua orang bocah berlari diatas permukaan tanah dan semua halangan yang ada disana, melawan seekor Harimau Pohon dewasa yang berburu di habitatnya.
Hasil akhirnya sudah bisa ditebak. Tapi si Harimau Pohon terlihat menikmati perburuan ini. Bahkan seolah-olah dia terlihat sengaja membiarkan kedua bocah itu terlepas beberapa kali untuk kemudian dikejar lagi.
Sampai akhirnya si Harimau Pohon merasakan sesuatu dengan menggunakan instingnya dan dia tahu permainan ini harus diakhiri. Karena si Harimau tahu kalau dia sudah terlalu jauh meninggalkan area kekuasaannya. Dan itu artinya, dia kini ada di wilayah Raja yang lain.
Sepasang bocah yang berlari sambil bergandengan tangan itu terlihat makin panik saat melihat Harimau Pohon mempercepat laju larinya.
Si bocah perempuan yang terlihat cerdas itu bergumam pelan, "untuk bisa bertahan hidup, kamu tak harus menjadi yang tercepat. Kamu cukup hanya dengan menjadi 'lebih' cepat dari kawanmu."
"Maksudmu?" tanya si bocah laki-laki kebingungan.
Sesaat kemudian dia melihat senyuman sinis di mata soulmatenya yang selama ini selalu dia anggap teman terbaiknya itu.
__ADS_1
Detik berikutnya, si bocah laki-laki merasakan sakit di bagian paha kakinya. Sebuah pisau tertancap disana. Pisau yang ditancapkan oleh soulmatenya sendiri.
"Kamu? Kok tega? Setelah semua yang kita alami?" bisik si bocah laki-laki.
"Kamu hanya terlalu bodoh untuk melihat sosok asliku," gumam si bocah perempuan, "berikan aku waktu yang cukup ya?" lanjutnya sambil tersenyum penuh kemenangan dan berlari meninggalkan bocah laki-laki itu.
Si bocah laki-laki hanya tersenyum sedih.
Dia kini menyadari satu hal penting dalam hidup di saat-saat terakhirnya. Semua orang itu egois dan narsis. Mereka hanya mementingkan dirinya sendiri dan terlalu mencintai diri mereka. Pada akhirnya, mereka rela melakukan segalanya hanya demi kesenangan dan tujuan pribadi semata.
Si Bocah laki-laki kemudian membalikkan badan dan menghadap ke Harimau Pohon yang mengejar dengan cepat ke arah mereka berdua.
Dia membentangkan kedua tangannya dan tersenyum, "aku benci dunia yang egois ini. Jika reinkarnasi ada, aku ingin dilahirkan kembali ke dunia yang tidak mengenal kata itu."
Si bocah menatap Harimau Pohon yang makin dekat ke arahnya. Dia bisa melihat dengan jelas tatapan mata si Harimau yang melihat dirinya tak lebih daripada seekor kelinci.
Si Harimau membuka rahangnya lebar dan sambil meloncat dari pohon tanpa berhenti dari laju larinya tadi, dia menelan kepala si bocah laki-laki yang sudah pasrah itu ke dalam mulutnya.
Sang Harimau Pohon mengunyah kepala bocah laki-laki itu sambil berdiri memandang ke arah mangsa satunya yang lari di kejauhan. Darah segar menetes dari sela-sela mulut dan giginya.
Suara kunyahan rahang dan gigi si Harimau Pohon saat menghancurkan tulang kepala si bocah sangat mengerikan. Dan ketika Sang Harimau Pohon masih terlihat bimbang untuk memutuskan apakah dia mau mengejar mangsa satunya atau tidak. Tiba-tiba.
Bukkk..
Terdengar suara tubuh bocah laki-laki tanpa kepala terjatuh di sampingnya. Si Harimau Pohon menelan kepala si bocah lalu menggigit tubuh bocah itu. Harimau itu lalu meloncat ke atas pohon lalu menghilang. Baginya, mangsa satunya lagi yang lari tak layak untuk membuatnya bertarung dengan sang Raja yang berkuasa disini.
Si bocah perempuan menarik napas lega saat melihat Harimau Pohon menggigit putus kepala soulmatenya. Apalagi setelah itu si Harimau Pohon pergi dan membiarkan dirinya.
Rencanaku berhasil, bisik si bocah itu lirih. Meskipun dia tahu kalau ada aturan bahwa soulmate harus survive, tapi dia tidak peduli itu untuk saat ini. Yang terpenting dia bisa hidup lebih lama.
Si bocah perempuan yang kelelahan lalu merebahkan tubuhnya ke tanah dan bersender ke pohon di belakangnya. Dia mencoba mendapatkan lagi stamina yang hilang karena diburu Harimau tadi.
__ADS_1
Si bocah memejamkan matanya dan menikmati suasana yang tenang dan hening itu. Untuk sesaat dia bisa melupakan semuanya dan merasa sedikit relaks. Bahkan dia sempat merasa ngantuk dan hampir tertidur ketika tiba-tiba dia tersadar dan membuka matanya dengan cepat.
Hening!!!
Di Hutan dan alam liar, hening berarti bahaya! Dan dia malah terlena karena itu.
Otak Strategistnya langsung bekerja dan dengan cepat dia menemukan jawabannya.
Hahahahahhaha.
Si Bocah perempuan itu hanya bisa tertawa. Menertawakan dirinya sendiri. Setelah semua yang dia lakukan, bahkan dengan mengorbankan soulmatenya, dia tetap tak bisa lari dari nasibnya.
Kematian.
Harimau Pohon berbalik arah bukan karena dia tidak tertarik mengejarnya lagi atau karena dia sudah mendapatkan mangsanya. Tidak pernah ada kata cukup untuk si Harimau.
Sang Harimau berbalik arah karena ada 'Raja' lain yang berkuasa disini. Raja yang sama kuat atau mungkin lebih kuat dari Harimau Pohon karena bisa mengintimidasi sang Raja Hutan bahkan tanpa bertarung.
Dan kini si bocah tahu kenapa tempat ini sangat hening sedari tadi. Tak ada satu hewan pun yang akan bersuara saat Rajanya berburu. Dan buruannya adalah dirinya sendiri.
Si Bocah perempuan mengharapkan kematian yang cepat seperti soulmatenya dan memejamkan matanya. Tapi rasa sakit sesaat itu tak kunjung ada. Dia justru merasakan tubuhnya dililit oleh sesuatu yang menghimpitnya makin keras dan membuatnya susah bernapas.
Tulang tangan dan kakinya retak dan remuk satu persatu dan dia dapat merasakannya.
Dia kini hanya bisa menyesali nasibnya. Karena sang Raja adalah seekor ular bukan sesama Harimau seperti harapannya.
Mati dibelit ular dan ditelan hidup-hidup adalah proses kematian yang lambat, pelan dan menyakitkan.
Ular bisa membelit mangsanya berjam-jam untuk meremukkan seluruh tulang tubuhnya tapi tetap membiarkannya hidup. Setelah itu dia akan menelan mangsanya masih dalam keadaan hidup.
Hari ketiga Ujian Eliminasi.
__ADS_1
3 pasangan lolos. 7 pasangan tereliminasi.