GARIS TAKDIR

GARIS TAKDIR
Intro


__ADS_3

Saya Rifie, gadis usia 17 tahun yang beranjak dewasa dan mulai mengenal cinta, ini adalah kisah antara aku dan Ferdi. Dia kekasihku lebih tua satu tahun dariku, tetapi karena telat sekolah atas dasar tidak ada biaya dia tertinggal satu tingkatan, yang artinya dia adalah adik kelasku.


Di usia 17 tahun itu aku baru saja lulus SMK di salah satu sekolah favorit di surabaya. cerita di mulai sejak setahun yang lalu saat aku naik ke kelas XI, aku mengenal ferdi secara kebetulan karena aku sering mengantar sahabatku Nana untuk latihan vokal. Karena nana dan ferdi teman satu band jadi kami sering bertemu.


Di pertemuan kami yang pertama aku merasa biasa saja tidak ada perasaan apapun, sampai akhirnya pada pertemuan yang kesekian kali ferdi memberanikan diri untuk berkenalan dan mengajakku mengobrol.

__ADS_1


Yahh... basa basi sedikit.. bahas yang ga penting-penting.. hehe...


Lama kelamaan aku dan ferdi kian dekat, sampai pada akhirnya ferdi menyatakan cintanya.. "fie, kita sudah beberapa bulan dekat dan aku ingin kita selalu dekat, apakah kamu mengizinkan apa bila aku menemanimu selalu, mengisi di setiap waktu mu.. menjadi teman suka dukamu sekarang dan seterusnya" oceh ferdi kepada ku..


Setelah aku menerima penawaran nya atau yang teman-teman ku bilang aku dan ferdi itu "jadian" kami kian dekat, kemana-mana selalu berdua pulang pergi ke sekolah dari rumah pun aku di antarkannya. Karena terbiasa bersama akupun merasakan perasaan yang aneh, belum pernah ku rasa sebelumnya dadaku berdebar bila dekat dia, ya... perasaan apa saat itu aku belum mengerti. Hari demi hari aku semakin menyukai nya... rasanya tidak dapat hidup tanpanya, tibalah pada suatu hari ku beranikan diri bicara pada orang tuaku.. pemperkenalkan nya kepada mereka.

__ADS_1


Ferdi orang yang supel, mudah bergaul dan pintar merebut hati siapapun termasuk orang tuaku. Dari pertemuan pertama orangtuaku dengan ferdi memberi kesan yang baik bagi orang tuaku, sehingga mereka menerima posisi ferdi sebagai kekasihku dengan mudah.


Setelah perkenalan tersebut, ganti lah ferdi yang memperkenalkan ku dengan keluarganya. Ibu ferdi seorang karyawati di sebuah pabrik rokok di surabaya, sementara ayah nya sebagai petugas keamanan di salah satu pabrik dekat kediaman nya, ferdi mempunyai dua adik laki-laki, mereka semua menerimaku dengan baik sma seperti orang tuaku kepada ferdi.


Singkat cerita semenjak orang tuaku dan orang tuanya menerima hubungan kami, ferdi sering mengajakku kerumahnya dari pulang sekolah tengah hari sampai hampir maghrib, dengan alasan kami belajar bersama orang tua kami masing-masing tidak ada yang keberatan dan tidak ada yang melarang. Rumah kami berjarak agak jauh, setengah jam kira-kira perjalanan yang kami tempuh. Semakin sering kami berada di rumah ferdi yang kondisi nya sepi di siang hari karena ibu dan ayahnya bekerja dan dua adiknya di asuh oleh bibinya di kampung sebelah, maka sampai lah kita pada kekhilafan yang seharusnya tak kami lakukan. Awalnya ferdi hanya mencoba mencimum kening ku, ya... aku rasa masih wajar, karena ayahku pun melakukan itu setiap aku pamit pergi ke sekolah.

__ADS_1


__ADS_2