GARIS TAKDIR

GARIS TAKDIR
47.


__ADS_3

Hari ini adalah hari di mana, Kania dan gio memulai ujian akhir, sekolah nya, Kania tetap mengikuti ujian meski kandungan nya sudah sangat besar yang sudah memasuki bulan ke delapan, sebenarnya gio tidak memperbolehkan Kania, ikut, namun Kania ngotot tetap mau mengikuti ujian, pihak sekolah tidak melarang, karna mertua nya, yang memiliki sekolah, jadi Kania di perbolehkan.



" Beneran mau ikut juga, nanti dedek nya kecapean?" tanya gio lembut, karna Kania tetap memaksa.


" Iya toel, cuma bentar juga, boleh ya ." ucap Kania memelas dan di anggukan oleh gio.


" Baju sekolah nya gak muat GI, " rengek Kania, karna baju nya gak mungkin muat.


" Hahaha gak mungkin muat lah, badan udah Segede babon juga pasti gak muat la." tawa gio mengejek Kania.


" Gioooooooo, biarin mau gandut mau enggak serah gue ." ucap Kania sinis.


Gio pun memberikan baju, yang sudah ia beli dengan ukuran sangat besar, karna dia mengerti pasti istrinya itu, gak mungkin mau kalau tidak mengikuti ujian.


Mereka pun langsung pergi ke sekolah, dan pasti nya, Kania akan mendapatkan ceramah rohani pagi-pagi dari sahabat nya itu karna dia mengikuti ujian.


" Kania udh berapa kali gue bilang, gak usah ikut, nanti Lo kecapean Kania." omel Manda kesal melihat Kania yang nyeyel mau ikut ujian.


" Ih gak papa ah lebay Lo, ujian nya cuma bentar juga." jawab kania.


Di sisi lain gio telah memasuki ruangan ujian nya, tentang Imel, Imel telah di pindahkan ke sekolah lain, karna tindakan pembulian nya .


" Bos, Kania ikut juga ujian? tanya Galang .


" Iya, dia mah batu, gak mau di kasih tau." jwab gio pasrah.


" aaa udah gede juga, bos perut Kania gak sabar gue, mau jadi uncle." sambung Dion girang.


" Hahaha gue gak mau ya, anak gue besok ngikutin oom gak punya akhlak kayak Lo." sambung gio tertawa.


Mereka pun telah melakukan ujian dengan lancar dan bel pulang pun telah berbunyi gio pun cepat-cepat pergi menuju ke ruangan Kania karna takut terjadi apa-apa.

__ADS_1


" Sabar Napa bos, udah kayak di kejar hantu." omel Dion mengekor di belakang gio.


" Lah gue gak nyuruh, Lo ngikutin gue, jalan pelan juga gak kenapa-napa." jawab gio heran.


Gio pun telah sampai di ruangan Kania, dan langsung tersenyum lucu, melihat bumil nya, " ada-ada aja bumil ikut ujian ." ucap gio geli sendiri.


" hy cebol gimana, lancar ujian nya, ada yang sakit atau gak nyaman?" tanya gio bertubi tubi.


" Lancar dong, kan diri ku ini pintar." sombong Kania dan berusaha berdiri.


" Haha terserah asal kau bahagia."


Galang dan Dion pun pergi menyusul gio, dan saat di jalan dia bertemu dengan Manda.


" Sayang, liat gio sama Kania gak?" tanya galang kepada pacar nya itu.


" Hmmm mana saya tau, saya kan ikan." jawab Manda santai.


" Berdosa, lu yang bersoda ." jawab Manda.


Galang yang tak mengerti pun hanya diam, seketika Manda dan Dion pun tertawa.


" Demam tik-tok berdua ni." ujar galang dalam hati.


Gio dan Kania pun berjalan mendekati mereka, " Haha lucu ya , baru kali ini gue liat bumil ujian." tawa Galang dan Dion.


" Berisik." omel Kania .


Mereka pun langsung pergi pulang ke rumah, masing-masing karna mau belajar.


Gio dan Kania pun telah sampai di rumah dan langsung pergi ke kamar.


Skip...........

__ADS_1


Tak terasa, sudah sampai di akhir mereka berjuang, hari ini adalah hari kelulusan, dan mereka semua akan melihat ke sekolah .


" GI cepetan, cari nama aku, aku takut nya aku gak lulus ni." omel Kania karna merasa cemas nama nya tak kunjung ketemu.


" Sabar dong ini lagi di cari juga."


Manda pun mendekati Kania, "Kania gue lulus kan lulus ." ucap Manda melompat -lompat girang, akhirnya perjuangan selama ini membuahkan hasil.


" nama gue belum ketemu." ucap Kania gugup.


" Nah ini dia," tunjuk gio tersenyum" cebol Lo lulus ." ucap gio memperlihatkan nama Kania, Kania pun tersenyum haru, karna bunda nya sangat ingin mendengar kabar kelulusan nya.


Mereka semua lulus, ya bisa di bayangkan lah betapa heboh nya Dion dan Manda, mereka pun akan merayakan kelulusan nya di cafe, setelah pulang dari makam bunda Kania.


" Bunda Kania datang, Kania seneng banget, akhirnya Kania lulus, ini kan yang bunda mau semoga bunda senang ya dengar nya." ucap Kania menghapus air mata nya yang menetes tanpa ia suruh.


Gio pun membantu Kania berdiri dan mereka pun langsung pergi ke cafe untuk merayakan kelulusan dan besok pagi kelulusan akan di rayakan besar -besaran langsung untuk pelepasan anak kelas 12.


" Enggak salah kan, makan Lo sebanyak ini?" Tanya Manda jengah melihat, Kania memesan banyak sekali makanan.


" Engggak mumpung gue lagi hidup, jadi gue pengen menikmati semua nya, sebelum kalau misalnya nyawa gue udah gak ada." ucap Kania santai dan mendapat kan tatapan tajam dari mereka semua karna Kania berbicara sembarangan.


" Udah gak sabar gue, mau acara perpisahan besok pagi, tapi gue sdih, kita gak akan bisa bareng-bareng kayak gini Trus." lirih Dion pelan.


" udah la Yon, gak usah baperan, kita harus melangkah maju, dan gak mungkin selama nya kita tetap berada di titik yang sama." ucap gio sambil menepuk pundak Dion.


" Tapi gue juga sedih, mungkin aja kita gak satu jurusan besok, dan kalau gue kuliah di luar pasti gue sangat merindukan kalian dan pasti sangat merasa kehilangan." sambung Galang sedih.


" Udah lah, yok makan, gak usah ganggu moumend bahagia kita hari ini, dengan tangisan." sambung Kania tersenyum, mereka pun makan dengan iringan gelak tawa sambil bercanda.


...hy gys maaf ya kalau garing ni cerita , maaf juga kalau alur nya gak sesuai atau nge bosanin **dan saya ada tawaran menarik untuk author lain nya....


hy semua para author makasih ya udah selalu mampir, dan makasih udah komen juga, aku mau ajak kalian , untuk vote poin, jadi kalau kalian vote berapa pun nanti akan saya vote balik ke kalian itung-itung kita saling nge bantu dan saya akan vote sebanyak apa kalian nge vote saya, jadi kita saling menguntungkan dan saling membantu, kalau ada yang berminat atau mau langsung aja komen udah jika kalian udah nanti langsung saya vote balik ke cerita kalian๐Ÿ˜ yang mau aja kok gak maksa.๐Ÿ™**

__ADS_1


__ADS_2