
Erik dan Dinda heran, anak nya itu kunjung memberikan kabar, mereka pun bergegas ke rumah sakit dan perasaan khawatir nya, benar ada yang terjadi.
Erik pun menenangkan istri nya yang menangis, sedangkan Dion mencari mereka, Galang dan manda pun langsung pergi pulang, ke indo dan membiarkan begitu saja nasip kuliah nya, mendengar ucapan Dion.
Mereka telah melaporkan kepada polisi namun tak kunjung ada kabar, sedangkan anak gio bintang tak kunjung diam menangis .
" Daddy, gimana ni, mereka hilang entah kemana hiks hiks lihat lah cucu kita selalu menangis, aku tak tege melihat nya, lindungi lah mereka ya Allah."
" Berdoa mi, semoga semua nya baik'baik saja."
Adiba yang mendapat kabar, bahwa anak dan menantunya hilang pun ikut, Mencari dan menyewa orang khusus untuk menyelidiki semua nya.
" Maafkan ayah nak, maafkan ayah, ayah gagal menjadi ayah yang baik untuk mu, maafkan ayah Kania." ucap Adiba bergetar sambil menyetir mobil.
" Pak saya menemukan, aksi pembunuhan, di dekat jurang seperti nya, ini merupakan pembunuhan berencana." ucap polisi itu.
Dinda pun terduduk lemah, mendengar kabar dari polisi itu.
" Cepat cari, semua kebenaran nya dan segera tangkap pelaku nya." tegas Erik.
" Ada satu kabar pak, bahwa gio anak lelaki anda telah di temukan dengan ke adaan selamat, di suatu rumah tua di ujung kota, dan tentang menantu anda maaf, kami telah menemukan mayat nya di pinggir jurang, dengan wajah yang hancur dan terbakar, akibat ledakan dari mobil itu." ucap polisi menjelaskan.
" Ini semua gak mungkin, cepat cari kebenaran nya cepat." perintah Erik memukul dinding rumah sakit.
" Maaf pak, kamu sudah berusaha, dan kami akan segera menangkap pelaku nya."
__ADS_1
" Maaf kan Daddy, nak maafkan Daddy, Daddy lalai aghhh"
Adiba pun telah tiba di rumah sakit dan mendengar kan semua penjelasan dari polisi tersebut.
" Kenapa-napa anak ku tak pernah merasakan kebahagiaan, kenapa kematian selalu mengambil orang yang aku sayang, aku belum menebus semua rasa bersalah ku kenapa." teriak Adiba mengamuk di rumah sakit.
Adiba pun terjatuh lemah, dan pingsan , begitupun dengan Dinda , mereka di rawat sampai sadar kan diri.
Gio telah di bawa pulang ke rumah , dengan ke adaan diam dan selalu meneteskan air mata nya.
Setelah berusaha susah payah, para polisi dan para tim penyelamat akhirnya, mayat Kania Kania pun berhasil di bawa ke rumah nya.
Rumah telah ramai para kerabat dan kakek nenek Kania telah pulang dalam ke adaan yang jauh dari kata baik.
" Kania Lo jahat, Lo jahat Kania Lo ninggalin gue hiks hiks maafin gue, seandainya gue pulang, gue nemanin Lo, lahiran Lo pasti gak akan sampai kayak gini , aghhhh Kania bangun Kania bangun, gue gak punya teman Kania, cuma Lo dan Lo pergi sama gue Tanpa pamitan Kania tolong bangun Kania. " teriak Manda bersimpuh menangis hingga suaranya pun sampai tak ada karena menangis di depan mayat Kania.
" maafkan ayah nak, maafkan ayah, ayah ini gak berguna , maafkan ayah, yang jahat ini maafkan ." lirih Adiba lemah tak henti-henti nya meminta maaf.
Kania pun telah di kuburan, dan gio tak henti-hentinya mengamuk para pelaku telah di tangkap dan semua orang terkejut akan pelaku nya dan tak lupa tatapan kebencian dari gio dan seluruh keluarga.
Gio pun langsung pulang ke rumahnya dengan Kania tanpa boleh satu orang pun yang mengikuti nya.
Gio berjalan ke taman belakang sambil terdiam, bayang-bayang Kania pergi meninggalkan nya tak pernah berhenti.
" Kania Lo pergi gitu aja, kata nya Lo mau liat anak kita tumbuh dewasa, main bareng duduk bareng di sini Kania, maafin gue, yang gagal dalam menjaga kamu Kania, "
__ADS_1
" Aku terjebak Kania oleh mu, di sisi lain aku ingin mengikuti mu, pergi ke alam lain bersama mu hiks hiks tapi aku gak tega ngebiarin anak kita hidup tanpa seorang ayah dan ibu Kania, aku harus gimana , kamu membuat aku terjebak antara dua pilihan Kania."
" Kania maafkan aku Kania." teriak gio mengacak-acak rambut nya .
Gio tak henti-hentinya menangis, " Kania , kembali lah Kania kita hidup menua bersama melihat anak kita Kania hiks hiks Kania." Gio bersandar di dinding dan terduduk lemah sambil menatap Poto nya bersama dengan anak nya.
"Waktu begitu cepat andai, andai gue gak nolongin manusia iblis kayak dia, pasti kamu masih ada Kania maafkan aku Kania oh tuhan, kembali kan Kania maaf telat lalai menjaga mu Kania."
Gio tak henti-hentinya menangis, menyesali diri nya satu bulan telah berlalu, tak ada perubahan, gio selalu menangis menyesali diri nya, selama satu bulan itu pun, gio selalu mabuk-mabukan dan tak mau bertemu dengan siapapun , gio tak pernah lagi bertemu dengan anak nya, Erik yang melihat gio semakin jauh pun, mulai untuk menasehatinya sedikit demi sedikit .
Sedangkan Adiba ayah Kania, dia tak jauh dari ke adaan gio, dia selalu menyesali diri nya sendiri , bayang-bayang dia menyakiti putri nya itu kunjung hilang, Adiba seakan di buat gila oleh nya.
" Nak, Daddy mohon mulai lah hidup baru, lihat lah malaikat kecil mu, dia merindukan papa nya nak ." pujuk Daddy gio.
" Tapi dad" lirih gio pelan.
" Mulai lah hidup baru nak, ikhlas kan, dan jangan pernah menyalahkan diri mu , ini semua takdir." ucap Erik menepuk bahu putra nya itu.
Gio pun menggangguk" Beri waktu gio untuk berpikir dad." ucap gio langsung meninggalkan Daddy nya.
Tak terasa 5 tahun telah berlalu, gio yang nakal dan hobi berbicara, telah lenyap bersamaan dengan ke pergi an Kania, dia hanya akan meng hangat, kepada keluarga nya saja, terutama anak nya bintang.
Gio selalu bekerja dan bekerja untuk menyibukkan diri nya dia telah menjadi CEO yang terkenal dengan kepintaran nya, CEO tampan tapi sangat sulit untuk tersenyum yang selalu bersikap dingin kepada wanita, tapi entah mengapa gio, merasakan hal aneh, melihat Andini, sekretaris yang baru melamar kerja di kantor nya, Andini Memiliki sikap yang berbeda, cerewet dan ceroboh.
Hayo apakah gio akan mencintai andirani 🤔
__ADS_1