GARIS TAKDIR

GARIS TAKDIR
Opname


__ADS_3

Tiba dimana hari yang di tentukan oleh dokter untukku operasi, sehari yang lalu aku datang ke rumah sakit ini. Dokter menyarankan agar aku menginap malam itu, atas izin orang tuaku aku pun mengiyakan kata-kata dokter. Hari pertama aku di rumah sakit aku sendirian, anakku telah ku titipkan pada ibuku, dan suamiku??? masa bodoh dia mah... hehe... mungkin malahan dia senang tidak ada aku di rumah, semakin bebas menurutnya.


Hari ini tepat jam 14.00 jadwalku operasi, ya di hati kecilku pasti ada keinginan untuk ada yang menemaniku saat setelah operasi nanti. Tapi tak mungkin pikirku, ibuku sedang berjuang menjaga anakku di rumah aku harus kuat... Ku semangati diriku sendiri. Sebelum operasi di lakukan ada beberapa berkas yang harusnya di tandatangani oleh keluarga pasien, di situlah hati kecil nan cengeng ku ini bergejolak. Ya Tuhan... ingin ku meneteskan air mata tapi malu.

__ADS_1


Suamiku entah kemana, dia beralasan kerjaan nya tidak bisa di tinggal. Ah tapi biarlah, aku sudah terbiasa tanpanya. Tiba lah waktu ku untuk di operasi, perasaan takut, nelangsa, semua jadi satu. Entah berapa lama aku di ruang operasi, sampai saat aku bangun pun aku tak tau saat itu pukul berapa.


Di sampingku sekilas ku lihat anakku yang di gendong ibuku, ya ... pandangan mataku masih kabur efek obat bius. Senang nya rasa hatiku mereka sangat menyayangi dan perduli padaku.

__ADS_1


Di ruang rawat inap ada 6 pasien, mereka juga baru saja menjalankan operasi. Penyakitnya macam-macam, bukan hanya yang sepertiku saja. Seorang lelaki mendekatiku, dia adalah seorang suami dari pasien lain yang juga di rawat di situ. Dia menanyakan "kok sendiri mbak, tadi kan anaknya sama ibunya ya lalu suaminya mbak kemana?", bingung di benakku.. ku jawab "suami saya sedang luar kota pak" . Obrolan terhenti karena memang aku tak mau berlanjut, apa kata istrinya nanti.


Di kejauhan ku lihat segerombolan orang menuju ke arahku, ya.. mereka datang.. keluarga dari suamiku beserta suamiku. Mimpi apa mereka mengingatku, ingin rasanya aku menampar suamiku. Yang tak pernah bertanggung jawab atas aku dan anaknya. Dia datang dengan sikapnyang seperti baik-baik saja... tanoa merasa bersalah selama ini tak mendampingiku dalam keadaan sakit.

__ADS_1


Tiga hari aku menginap di Rumah Sakit, sore ini aku sudah bisa pulang kata dokter. Namun aku harus menyelesaikan administrasi terlebih dahulu, duh.. rasa nelangsa berlanjut sampai kini. Bahkan untuk mengurus administrasi saja tidak ada yang menolongku, Orang tuaku tidak mungkin karena memang sudah ku bebankan anakku pada mereka. Terpaksa aku sendiri yang mengurusi semua administrasi Rumah sakit, dengan tiang infus yang harus ku bawa kemana-mana. Malu pastinya, bagaimana tidak semua mata tertuju kepadaku. Pandangan yang memancarkan rasa kasihan, Aku tak mau di kasihani.🍃


__ADS_2